Finally, I Love You

Hellena bangun lebih awal, ia mulai membongkar koper yang semalam ia bawa. Memasukkan pakaiannya ke dalam lemari di dalam kamar dan menata ulang letak tempat tidur agar terlihat lebih nyaman dan luas.

Suara bel apartemen berbunyi, Hellena segera berjalan menuju pintu dan membuka pintu. Senyum Keisha menjadi salam pertemuan mereka.

“Kenapa kau baru memberitahu aku tadi pagi kalau kau sudah pindah semalam?” Keisha membawa kantung kertas yang berisi sarapan.

Ia melangkah menuju dapur yang masih terlihat sangat kosong, dan menatap dengan nelangsa.

“Aku sudah tidak bisa menunda lagi, karena kondisi rumah sudah tidak baik.” Hellena duduk dan membuka koper yang masih tersisa berisikan barang-barang pribadinya.

Keisha memberikan kotak berisi makanan kepada Hellena. “Makan dulu, setelah itu kita membeli perlengkapan yang kau butuhkan.”

Mereka menyantap sarapan dengan diam. Hellena mau tidak mau memikirkan barang apa saja yang ia butuhkan. Setelah mereka menghabiskan sarapan, Keisha mengambil pena dan juga kertas yang ada di atas meja.

“Ayo kita buat daftar belanjaan, agar kita tidak kalap berbelanja.” Keisha sudah siap untuk menulis kebutuhan Hellena.

Dengan cepat Hellena menyebutkan perlengkapan dengan sangat teliti, sambil berkeliling ke seluruh ruangan untuk memastikan apa yang ia butuhkan. Tidak butuh waktu lama mereka membuat daftar belanja.

“Kita pergi sekarang?” tanya Hellena sambil memakai tas slempang kecil miliknya dan juga mantel untuk menutupi tubuhnya dari udara dingin di luar sana.

Dua wanita itu pergi ke sebuah supermarket serba ada yang tidak jauh dari apartemen, tentu saja mereka lebih memilih jalan kaki untuk pergi ke sana, selain dekat mereka juga harus menghemat uang bensin.

Kota Istanbul sangat dingin pagi ini, Hellena berkali-kali mengeratkan mantelnya, menjaga agar badannya tetap hangat. Terlihat supermarket yang ia tuju tidak begitu ramai seperti biasa. Mereka segera mencari apa yang sudah tertulis di daftar belanja dan secepatnya pergi dari sana.

“Ugh ini sangat berat,” keluh Keisha sambil menjinjing kantong belanja berukuran besar dan terlihat penuh.

“Badan berisi, tapi tenaga tidak punya. Berikan padaku, kau bisa membawa yang ini,” goda Hellena sambil menyerahkan kantong berukuran sedang kepada Keisha.

Keisha terkekeh. “Kau kan wanita jadi-jadian. Bentuknya saja wanita tapi tenagamu seperti seorang pria Tangguh.”

“Jika aku pria apa kau mau menjadi pacarku?” Hellena mengedipkan sebelah matanya.

“Tentu saja aku mau, kau akan menjadi pria yang bertanggung jawab dan romantic, sepertinya.” Ucapan Keisha penuh dengan keyakinan.

“Tapi aku mana mungkin mau menjadi pacarmu, karena kau terlalu manja dan cerewet.” Hellena terbahak, ia sangat puas bisa menggoda sahabatnya yang belum memiliki kekasih itu.

Keisha berdecak sebal. “Belum apa-apa aku sudah sakit hati duluan.”

Ketika mereka sedang bergurau di tengah perjalanan mereka, Hellena tanpa sadar menabrak seorang pria. Barang-barang yang sedang Hellena bawa jatuh berserakan di trotoar jalan.

“Maaf aku tidak sengaja,” ucap Hellena tanpa melihat pria yang sudah ia tabrak. Ia memungut barang belanjaannya dan memasukkan lagi ke dalam kantung.

Pria itu membantu Hellena untuk mengambil barang belanjaan. “Tidak apa-apa, aku juga kurang berhati-hati karena sedang menelpon.”

Suara pria itu sangat lembut membuat Hellena penasaran. Ia mendongakkan wajahnya untuk melihat siapa pria itu.

‘Tampan, pagi-pagi sudah melihat pria tampan,’ batin Hellena.

“Terima kasih sudah membantu.” Ia bangkit dan membopong kembali kantung belanjaan itu.

“Mau aku bantu bawakan?” tawar pria itu dengan wajah sungkan dan tidak tega melihat seorang wanita membawa barang seberat itu.

Hellena menggelengkan kepalanya. “Terima kasih untuk tawarannya, kami sudah sampai.”

Ia menatap bangunan apartemen yang hanya tinggal dua meter dari tempat mereka berdiri.

“Oh kalian tiggal di sini?” tanya pria tampan itu dengan menatap bangunan apartemen.

Hellena mengangguk sebagai jawabannya. “Kalau begitu kami permisi dulu, maaf sudah menabrak mu.”

Keisha dan Hellena melanjutkan perjalanannya menuju apartemen. Hellena meletakkan kantung belanjanya di samping pintu, ia menepuk-nepuk pundaknya yang sedikit kaku dan pegal.

Keisha langsung menuju ke dapur dan membuat dua gelas cokelat panas untuk meredakan dingin selepas belanja tadi.

“Lena, kenapa kamu tidak tanya siapa pria tadi? Dia tampan dan badannya tegap, kekar dan juga sangat sexy.” Keisha menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong, seolah sedang menerawang apa yang ada di balik tembok.

Hellena tersenyum tipis, sejujurnya ia ingin menanyakan nama pria itu, namun tentu saja itu bukan gaya Hellena.

“Kenapa bukan kamu saja yang tanya tadi?” tanya Hellena.

“Aku sibuk memandang wajahnya dia yang tampan,” jawab Keisha sambil menghela nafas.

Hellena membuka pintu kaca yang memisahkan ruangan dengan balkon, ia menatap ke bawah balkon sambil menggenggam coklat panas.

“Hey pria yang tadi aku tabrak, siapa namamu? Sahabatku menyukaimu!” teriak Hellena.

Keisha memukul pundak sahabatnya dengan sedikit keras. “Kau wanita bar-bar. Aku malu!” Wajahnya mulai memerah.

Hellena masih menundukkan kepalanya, menatap ke trotoar depan bangunan apartemennya. Tangannya menunjuk ke arah Keisha sambil berbisik. “Ini, iya dia suka kamu.”

Keisha semakin geram dengan ulah Hellena, ia menundukkan kepalanya dan melihat ke arah trotoar yg sepi tidak ada satu orangpun di sana.

Kali ini Keisha benar-benar kesal dengan ulah sahabatnya. “Lenaaaa… kau sangat usil!” geram Keisha sambil meremas lengan Hellena.

Tentu saja Hellena hanya terbahak melihat sahabatnya yang berhasil ia goda. Entah mengapa Hellena sangat suka menggoda Keisha terlebih jika itu perihal pria.

Meskipun sering kali Hellena menggoda Keisha, wanita itu tidak pernah marah kepadanya.

“Tenang, akan aku cari tahu siapa dia untuk dirimu.” Hellena mencubit gemas hidung Keisha.

Keisha tidak yakin dengan ucapan Hellena, ia juga tidak mau sampai Hellena tahu jika dirinya berhubungan dengan seorang pria, karena ia tahu akan menjadi bulan-bulanan sahabatnya itu.

“Tidak perlu repot-repot. Belum tentu dia menyukaiku, justru dia terlihat tertarik kepadamu. Kau tidak lihat tadi? Dia menatapmu tanpa menghiraukan diriku.” Keisha berdecak kesal.

Hellena terbahak, ia tidak sadar dengan hal itu. “Mungkin kalau kamu yang menabrak dia, dia akan menatapmu dan mengabaikan ku. Semua kemungkinan itu bisa terjadi, kan?”

Keisha hanya diam dan menyesap cokelat panasnya. Ia sudah tidak ingin memperpanjang urusan mengenai pria asing yang mereka temui tadi pagi.

Setelah menghabiskan setengah gelas cokelat panas, Hellena dan Keisha mulai membereskan apartemen itu.

Ruangan yang tidak terlalu besar namun jauh lebih nyaman dari pada Hellena harus tinggal bersama ibunya.

Mereka selesai membereskan semua tepat di jam makan siang. Karena perlengkapan masak dan bahan makanan sudah mereka beli, Hellena memutuskan untuk memasak makanan sederhana. Sedangkan Keisha yang kelelahan hanya menunggu di atas sofa dan melihat televisi.

Lanjutkan Membaca
Baca Novel Selengkapnya di Moboreader
UBuka Semua Bab
Buka Situs Resmi
Daftar Bab
Sesuaikan

Kamu Mungkin Juga Suka

Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.