Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
GAIRAH PAPA MERTUAKU
GAIRAH PAPA MERTUAKU

GAIRAH PAPA MERTUAKU

8.5
/ 10
Dalam GAIRAH PAPA MERTUAKU, Tessa yang merasa kesepian berselingkuh dengan ayah sambung suaminya, Arnold Caldwell. Romance novel ini mengisahkan konsekuensi hasrat terlarang di New York saat Tessa terjebak permainan licik Arnold. Simak kisah modern novel ini hanya di web novel kami.

Ringkasan GAIRAH PAPA MERTUAKU

Dua tahun menikah dengan Leonil Scoth, Tessa Willson justru merasa hampa. Kesibukan sang suami serta ketidakpuasan di ranjang membuatnya kecewa. Di tengah rasa sepi, muncul Arnold Caldwell, ayah tiri Leo yang datang ke New York. Terpikat pesona menantunya, Arnold memulai perselingkuhan panas dengan Tessa. Meski gairahnya bangkit kembali, Tessa berniat berhenti. Namun, ia malah terjerat permainan licik Arnold. Sanggupkah Tessa lepas dari sang mertua dan menjaga rumah tangganya?
Selengkapnya

GAIRAH PAPA MERTUAKU Bab 1

"Fuck!"

Desahan itu lolos begitu saja dari bibir Leo.

Sungguh menyebalkan!

Baru saja lima belas menit dirinya mengumuli tubuh polos Tessa, istrinya. Namun miliknya sudah meledak begitu saja. Hal itu yang sering membuat Tessa kecewa setiap kali mereka selesai bercinta.

Tentu saja!

Tessa Willson, istrinya yang baru berusia 23 tahun itu pasti menginginkan lebih dari percintaan mereka. Namun apa daya, akhir-akhir ini Leo sangat sibuk dengan perusahaan, sampai-sampai dirinya mulai jarang berolahraga dan staminanya mulai menurun.

Padahal dirinya baru berulang tahun yang ke 25 pekan lalu. Tapi kenapa tenaganya di atas ranjang sudah seperti kakek-kakek!

"Aku mau mandi," ucap Tessa segera mendorong dada polos Leo dari tubuhnya.

Wajahnya terlihat sangat kecewa. Namun ini bukan yang pertama kalinya. Suaminya itu memang menyebalkan! Leo yang tampan dengan tubuh atletisnya itu, sudah tidak becus membuatnya terpuaskan seperti dulu.

"Darling, bagaimana kalau kita mandi bersama?" tawaran Leo seolah menunjukkan rasa sesalnya atas percintaan mereka yang buruk tadi.

"Tidak, aku mau berendam di bathub. Kamu bisa mandi di kamar mandi tamu saja." Tessa segera beringsut dari ranjang. Dia segera meraih pakaian tidurnya, lantas berlalu meninggalkan Leo.

Menyebalkan!

Tessa mendorong pintu kamar mandi dengan penuh emosi. Hasratnya masih sangat membara, namun Leo sudah selesai begitu saja. Hh, sepertinya dia harus menuntaskannya di dalam bathub.

Leo mengusap kasar pada wajahnya. Sial! Pasti Tessa marah padanya. Leo menarik napas dan segera turun dari ranjangnya. Ia mengenakan boxernya dan segera meninggalkan kamar.

"Darling, pagi ini Daddy Arnold akan tiba di New York." Leo memulai percakapan saat dirinya dan Tessa sedang duduk berhadapan di meja makan. Waktu menujukkan pukul tujuh pagi. Keduanya sedang menikmati sarapan.

"Oh, iya. Lantas, apa kamu mau menjemputnya?" tanya Tessa sembari mengoleskan selai cokelat pada roti yang sedang dipegangnya. Wajahnya masih tampak kesal.

Leo mengerti, rasa kesal Tessa takkan mudah hilang setiap kali mereka habis berhubungan intim. Seperti pekan lalu, Leo membelikan sebuah kalung berlian untuk mengembalikan mood istrinya lagi.

Tapi sekarang, apa lagi yang harus Leo lakukan untuk membuat istrinya itu kembali senang. Tessa sudah memilki banyak perhiasan. Mungkin satu unit mobil sport? Leo mulai berpikir.

Sepasang mata Tessa terangkat pada Leo.

Pria itu tidak menjawab pertanyaannya tadi.

Dia malah terlihat sedang memikirkan sesuatu. Pasti urusan pekerjaan. Menyebalkan! Tessa semakin kesal saja pada Leo.

"Kamu belum menjawab pertanyaanku tadi, Leo. Apakah kamu akan menjemput Daddy Arnold?" akhirnya Tessa mengulang pertanyaannya yang tadi. Namun kali ini suaranya lebih cetar.

Leo sampai tersentak mendengarnya.

"Ah, iya, Sayang. Aku akan menjemput Daddy Arnold. Bahkan Daddy akan tinggal sementara dengan kita. Kau tidak keberatan, kan?"

Leo meraih jemari Tessa yang ada pada meja. Sepasang pupilnya menatap penuh harap pada istrinya itu.

"Boleh saja. Asalkan dia bisa menjaga kebersihan di rumah ini," cetus Tessa seraya menarik paksa tangannya dari Leo. Dia kembali melahap rotinya dengan santai dan acuh pada pria di hadapannya itu.

"Aku sangat mencintaimu, Darling." wajah Leo berbinar mendengar jawaban Tessa. Dia segera meraih kedua pipi Tessa, lantas mengecup bibir istrinya itu.

"Leo ... Umh!" pekik Tessa kaget.

Waktu menunjukkan pukul sebelas siang.

Tessa sedang duduk bersantai di taman samping mansion Leo. Jemari lentik dengan nail warna silver begitu lincah memainkan tombol navigasi game pada layar ponselnya. Hanya itu yang bisa Tessa lakukan kala mengisi kesepiannya saat Leo tak ada di rumah.

Sedangkan beberapa pelayan tampak sedang sibuk dengan pekerjaan mereka mengurus mansion besar Leo. Mansion peninggalan ayahnya itu memang terlalu besar kalau hanya ditempati olehnya dan Tessa saja. Namun Leo tak ingin meninggalkan mansion warisan ayahnya itu. Dia ingin membentuk keluarga kecilnya di sana.

Tessa dan Leo sangat ingin memiliki seorang anak. Namun Leo terlalu sibuk dengan pekerjaannya, sampai-sampai ia mengabaikan keinginan mereka. Apa lagi melihat kondisi Leo sekarang. Hh, sepertinya harapan mereka untuk memiliki seorang buah hati semakin tipis saja.

"Maaf, Nyonya. Tuan Leo sedang menunggu anda di ruang tamu." seorang pelayan tiba-tiba datang membuat Tessa kesal, karena dia menjadi lengah dalam permainan game-nya.

"Apa kamu tidak melihat? Aku sedang bermain game! Kenapa kamu malah menggangguku? Lihatlah, aku sudah kalah sekarang!" Tessa segera berdiri merongos pada si pelayan wanita yang kini berdiri di hadapannya itu.

"Maaf, Nyonya. Saya hanya mengikuti perintah dari Tuan Leo." si pelayan menunduk ketakutan melihat Tessa memasang wajah geram padanya.

"Hh!"

Tessa memalingkan wajahnya jengah dan segera berlalu. Baru jam sebelas pagi, tapi Leo sudah pulang? Apakah dia ingin memperbaiki percintaan buruk mereka tadi malam? Tessa berpikir sembari berjalan menuju ruang tamu.

Daddy Arnold?

Sepasang mata Tessa membulat seiring langkahnya yang terhenti. Dia melihat seorang pria tinggi berkulit putih dengan postur kekarnya sedang duduk bersisian bersama Leo di ruang tamu.

Arnold Caldwell, ayah tiri Leo itu tampak masih muda dan tampan di usianya yang hampir 35 tahun.

Bulu halus pada dagunya membuat Tessa menelan salivanya. Macho, pikirnya gemas.

Dia segera melanjutkan langkahnya menuju pada mereka.

Leo dan Arnold segera berdiri melihat Tessa datang. Arnold melempar senyum pada wanita cantik itu. Tessa membalas senyumnya dengan pipi yang bersemu merah. Crazy! Senyuman Arnold membuatnya bergetar.

"Tessa, bagaimana kabarmu?" Arnold segera menyambut Tessa.

"Baik, Dad. Kamu sendiri bagaimana? Apakah sudah menemukan pengganti Mommy di Austria, hm?" Tessa menggoda Arnold dengan pertanyaan yang membuat Arnold dan Leo terkekeh geli.

"Kamu ini, Daddy baru saja tiba. Tapi kamu sudah menyerangnya dengan pertanyaan konyol begitu," ucap Leo sembari menahan tawanya.

"Tidak ada waktu untuk itu, Tessa. Aku sedang banyak pekerjaan di kantor," jawab Arnold kemudian.

Tessa menggigit bibir bawahnya. Bibir basah Arnold sungguh membuatnya sangat tergoda. Bibir yang seksi, ujarnya dalam hati.

Leo segera mengajak Arnold dan Tessa untuk duduk. Mereka pun kembali berbincang-bincang. Hanya seputar obrolan kantor. Tessa hanya menyimak sembari memandangi Arnold. Fuck! Kenapa pria dewasa itu terlihat lebih menarik di matanya daripada Leo.

Tidak, ini bodoh! Tessa segera memalingkan wajahnya. Namun kali ini Arnold yang meliriknya. Tessa duduk dengan bertumpang kaki, membuat kedua paha putihnya terekpos karena roknya yang pendek. Arnold tersenyum smirk melihatnya.

Setelah saling bertukar cerita, Leo pun pamit untuk kembali ke kantor. Asistennya tiba-tiba menelepon dan mengatakan jika Leo masih ada meeting dengan seorang Clien. Meski masih ingin mengobrol dengan Arnold, akhirnya Leo pun pergi.

"Aku akan segera kembali," ucap Leo setelah mengecup pangkal kepala Tessa. Istrinya itu mengantarnya sampai pada mobil.

Tessa hanya mengangguk dan Leo pun berlalu.

"Tessa, dimana kamarku?" Arnold menyambut Tessa saat gadis itu memasuki rumah.

"Ah, iya. Ayo ikut denganku, Dad." Tessa segera berjalan menuju kamar tamu yang ada di lantai dua rumah itu.

Arnold mengikuti Tessa sembari menyeret kopernya. Tessa berjalan melenggok seperti seorang model. Tubuhnya tinggi dan ramping, namun tampak berisi di beberapa titik pentingnya. Arnold menelan salivanya melihat pinggul Tessa melenggak-lenggok. Sungguh indah dan membuatnya tertarik ingin mencicipinya.

"Ini kamarmu, Dad."

Tessa mendorong pintu kamar tamu dan segera mengajak Arnold untuk masuk. Senyumnya sangat manis pada Arnold. Senyum itu pantasnya ia tunjukkan untuk Leo.

"Waw!" pekik Arnold kagum melihat kamar luas tersaji untuknya. Sesuai seleranya. Dia menyukainya.

"Selamat beristirahat, Dad." Tessa hendak berlalu.

"Tunggu, Tessa." Arnold dengan lancang mencekal lengan Tessa.

Tessa menatapnya heran. Genggaman tangan Arnold begitu kuat. Pria itu pun mendekat padanya.

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa adalah romance novel tentang Nalula yang dikhianati kekasihnya saat terpuruk. Dengan dukungan keluarga billionaire kandungnya, ia memulai misi balas dendam. Simak kisah serunya di web novel ini untuk melihat takdir akhir sang pengkhianat.
DOSEN ITU SUAMIKU
DOSEN ITU SUAMIKU
Dalam novel modern DOSEN ITU SUAMIKU, Bunga harus menghadapi realita saat Ezza, suaminya, tiba-tiba mengajar di kampusnya. Temukan rahasia di balik kehadirannya dalam romance novel ini. Baca kisah lengkapnya di platform web novel kami sekarang.
En-PD158
En-PD158
Dalam novel modern En-PD158, pernikahan hancur saat Zhou Yu'an meminta cerai demi menyelamatkan anak dari masa lalunya. Konflik pengkhianatan ini menjadi inti romance novel yang emosional. Akankah ia bertahan? Baca kisah selengkapnya di web novel ini sekarang.
KhaRisma
KhaRisma
Dalam novel romance KhaRisma, seorang pria terjebak penyesalan mendalam setelah kehilangan sosok yang mengajarinya pengorbanan. Melalui modern novel ini, ia berjuang menghadapi konsekuensi perpisahan sambil berharap bisa memutar waktu demi memperbaiki kesetiaan yang terlambat ia sadari.
Light Of Love
Light Of Love
Dalam Light Of Love, Kayla Pratama terjebak sebagai istri kedua miliarder Raga Dirgantara demi membalas budi. Menjadi alat keturunan di tengah konflik modern novel ini, ia harus menghadapi risiko besar. Baca kisah billionaire romance books ini selengkapnya di platform web novel kami.
SRTJC
SRTJC
Dalam SRTJC, telusuri dinamika unik para remaja di zaman modern yang menghadapi berbagai tantangan unik di luar logika. Web novel ini menyajikan kumpulan cerita seru penuh eksplorasi khas young adult fiction romance books bagi pembaca yang ingin read novels online secara gratis.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.