Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Anak Kembar Milik Hot CEO
Anak Kembar Milik Hot CEO

Anak Kembar Milik Hot CEO

8.8
/ 10
Dalam webnovel Anak Kembar Milik Hot CEO, Amber kehilangan segalanya hingga takdir membawanya ke kamar Julian Kingston. Empat tahun kemudian, rahasia anak kembar mereka menguji sang miliarder kejam. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti perjuangan Amber dalam situasi rumit.

Anak Kembar Milik Hot CEO Bab 1

"Astaga, kepalaku pusing sekali," gerutu Amber sambil memijat keningnya.

Dengan rambut pirang yang berantakan dan mata berkaca-kaca, Amber berdiri di lorong hotel yang remang-remang. Gaunnya yang indah kusut dan berlumuran noda, mencerminkan keadaan hatinya yang hancur.

"Apa salahku, Tuhan! Kenapa hidupku jadi begini?"

Dia baru saja kehilangan seorang ayah, dan diusir oleh ibu tirinya yang licik, kata-kata kasar dan penghinaan wanita itu masih terngiang di telinganya. Amber tak tahu harus ke mana, hanya rasa sakit dan frustrasi yang menemaninya.

Tanpa tujuan, Amber berjalan sempoyongan, kakinya hampir tak mampu menopang tubuhnya yang lemah karena alkohol. Dia tersandung beberapa kali, hampir jatuh, tetapi berhasil bangkit kembali.

Akhirnya, dia sampai di depan sebuah pintu kamar hotel. Dia mengeluarkan kartu pass dari tasnya yang berantakan, berusaha keras untuk menempelkannya ke sensor.

"Klik!"

Pintu tak kunjung terbuka. Amber mencoba lagi, dan lagi, tapi sia-sia. Rasa frustrasi mulai menggerogoti dirinya.

"Kenapa tidak mau terbuka?!" teriaknya dengan suara parau, air mata mengalir deras di pipinya. "Kau juga ingin menyiksaku, huh?" tanya Amber kepada pintu di hadapannya.

Amber mulai merancau, menendang pintu dengan kakinya yang lemah. Dia menggedor-gedor gagang pintu dengan panik, tak peduli dengan suara gaduh yang ditimbulkannya.

Tiba-tiba, pintu terbuka. Di balik pintu berdiri seorang pria, raut wajahnya terkejut melihat Amber yang mabuk dan berantakan.

"Ughhh, akhirnya terbuka," Amber terhuyung masuk tanpa memedulikan pria itu. "Aku pikir pintu ini juga akan bersikap jahat padaku."

Pria itu menatapnya dengan heran. "Hey, dengan penampilan seperti ini kah kau akan melayani tamumu?"

Amber tidak menggubris Julian, dia membanting tubuh di atas kasur yang empuk dan mulai memejam meskipun mulutnya masih merancau tak jelas.

"Yang benar saja, apa Megan sedang mempermainkanku? Bisa-bisanya dia mengirim gadis mabuk untukku." Julian Kingston mengira Amber adalah wanita bayaran yang dia pesan untuk memuaskannya malam ini. Julian merasa kesal, karena gadis di depannya sangat tidak profesional, berani sekali gadis itu datang dengan kondisi berantakan. "Hey, beginikah cara mucikarimu mendidik anak buahnya?"

Amber menggelengkan kepalanya. "Tidak," isaknya. "Jangan salahkan ayahku. Dia memang bodoh karena menikahi wanita ular itu, tapi semua ini bukan salah Dad. Aku yang salah, aku yang kekanakan. Andai saja aku tidak meninggalkan rumah...."

"Shit ... bagaimana mungkin dalam keadaan melantur dan kacau seperti ini dia tetap kelihatan cantik." Julian mengumpat dan berbicara sendiri. "Kurasa kau memang sebaiknya segera kutiduri." Julian mencari-cari pengaman di dompetnya, tapi dia tidak menemukan apa pun.

Biasanya dia tidak menggunakan pengaman ketika berhubungan dengan gadis-gadis milik Megan Brown, Julian sudah mendapat jaminan kalau semua pelacur binaan Megan telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan vaksin rutin. Namun, kali ini, melihat sosok Amber yang berantakan, Julian sedikit sanksi. Dia merogoh saku celana, mencari gawai untuk menghubungi Megan. Sialnya, Megan sedang tidak bisa mengangkat telepon. Julian pun ingat, ketika dia mengunjungi rumah bordir yang Megan kelolah, betapa temannya itu sangat hati-hati dan teliti dalam menjaga kesehatan anak -buahnya, serta kesehatan para tamunya.

"Oke, yakin saja, anak buah Megan tidak mungkin membawa penyakit macam-macam untukku." Julian sudah membayar mahal, dia tidak akan menyia-nyiakan santapan di hadapannya. Tentu saja, tidak, apalagi Amber cukup menggiurkan. Gadis berambut pirang itu mungkin berusia sekitar 20-an. Meski tanpa riasan, Amber memancarkan kecantikan yang memukau. Rambut pirangnya yang panjang terurai indah, bagaikan ombak yang berkilauan di bawah sinar matahari. Matanya yang saat ini terpejam itu berwarna biru langit, jernih dan penuh kepedihan, bagaikan dua batu safir yang berkilauan. Bibirnya yang tipis dan merah muda, Julian membayangkan bagaimana rasanya melumat bibir itu dengan bibirnya.

Perawakan Amber pun tak kalah ideal. Tubuhnya ramping dan tinggi semampai, dengan lekuk tubuh yang sempurna. Kulitnya halus dan mulus, berwarna putih cerah seperti porselen. Dia memiliki kaki yang jenjang dan ramping, serta pinggang yang menggiurkan. Amber adalah gadis yang menawan, dengan kecantikan yang alami, di luar fakta bahwa saat ini dia bau alkohol dan teler di hadapan Julian.

"Hey, bisakah kau bangun dan laksanakan tugasmu?" Julian menepuk ringan lengan Amber.

Amber mencoba membuka mata, dengan sisa-sisa kesadaran, dia bergumam, "Aku sudah tidak punya apa-apa, harta ayah disita dan dibekukan akibat hutang si perempuan ular itu...."

"Apa maksudmu, sadarlah, atau aku akan merendammu di bathtub." Dengan arogan Julian mengancam. Namun di sisi lain dia juga sadar, ancamannya sia-sia, sebab gadis mabuk tetaplah gadis mabuk. Dengan harga diri yang sedikit terluka, Julian melepaskan pakaiannya. Lalu lanjut menurunkan paksa gaun Amber. Meskipun sempat sedikit kesulitan, tapi bukan hal sulit bagi Julian untuk merobek-robek gaun tipis gadis di depannya. "Hmmm, tubuh yang sempurna."

"Dingin...," keluh Amber sembari memeluk tubuh telanjangnya.

Julian tak menggubris celetukan Amber. Dia bergerak kembali ke arah si gadis, mengaitkan tangannya di bawah lutut Amber dan kembali duduk di antara kedua kaki si rambut pirang. "Persetan dengan pemanasan. Lagian siapa yang akan melakukan pemanasan pada gadis mabuk?"

Sebelum menggerakkan pinggulnya ke atas kaki Amber yang telah dia buka, Julian mengocok juniornya dengan tangan kanan. Ekor depan itu dengan cepat mengeras dan membengkak maksimal. Dia mulai dengan menekan tepat di liang yang paling Julian butuhkan saat ini. Tubuh Julian turun, agar kepalanya sejajar dengan kepala Amber. Sebuah ciuman didaratkan, awalnya lembut, tapi makin lama makin brutal.

"Mmmmffftt, apa yang kau lakukan!" Amber mencakarnya, walaupun kepalanya berat dan matanya berkunang-kunang, Amber bisa merasakan bahwa bahaya akan segera dia alami.

Satu tangan Julian menangkup satu rembulan kembar Amber, meremasnya, mempermainkan putingnya. Erangan lolos dari bibir Amber. Mata perak Julian terangkat dan terkunci dengan mata Amber saat lidahnya keluar dan dia menusukkan juniornya dengan kuat, agar bisa menyusup ke dalam celah surgawi Amber. Gadis itu berteriak sambil menarik segenggam seprai.

"Ya Tuhan, ternyata kau manis sekali," Julian terengah-engah sambil menundukkan kepalanya untuk menaruh lidahnya pada mulut Amber lagi.

"Tolong hentikan...." Amber merintih.

Kehangatan napas Julian di wajah Amber memandikan denyut yang diciptakannya pada sang gadis. "Kau bercanda. Malam ini akan jadi malam yang panjang, Sayang. Kurasa kau tak seburuk penilaianku saat pertama kali melihatmu tadi."

Amber menggelengkan kepala dan memejamkan matanya erat-erat. Cengekeraman daging lembut milik Amber membuat dunia Julian seperti akan meledak dalam warna-warni dan napasnya memburu sementara kenikmatan menjalari dirinya.

"Menyingkirlah, akh." Suaranya tegang dan urat di lehernya menonjol saat Amber menekankan kata itu lebih dalam.

Julian mulai kewalahan karena Amber meronta di bawahnya. "Jangan bergerak. Kumohon Sayang, jangan bergerak," pinta Julian sambil menahan pinggul Amber.

Kemudian Julian mendorong lebih jauh ke dalam, Amber menggigit bibir, merasakan sesak dan sengatan rasa sakit di kewanitaannya. Julian mundur lalu pinggulnya digerakkan ke depan dengan satu dorongan keras. Rasa sakit yang panas mengiris tubuh Amber dan gadis itu berteriak lebih lantang, meremas lengan Julian erat-erat pada saat gelombang rasa sakit mengguncang tubuhnya.

Amber bisa mendengar napas Julian yang cepat dan keras. Julian menutup matanya dan menundukkan kepalanya ke belakang. Dia mengerang saat mulai bergerak lebih cepat. Pria itu bisa merasakan gairahnya naik lebih tinggi lagi. Julian mengangkat pinggul Amber untuk memenuhi dorongannya dan itu sepertinya membuat si gadis panik. "Brengsek, kau luar biasa. Sangat ketat. Pirang, kau sangat ketat," puji Julian ketika cairan panasnya memenuhi milik Amber.

Beberapa detik setelah denyut terakhir, Julian akhirnya menggulingkan tubuhnya ke amping tubuh Amber. Dia tidak kelelahan, Julian hanya dimabuk kenikmatan. Belum pernah Julian merasakan seks senikmat dan semanis ini dengan pelacur lain yang dia tiduri. Dia bahkan sudah memikirkan akan membuat Amber mengerang sepanjang malam ini, tapi melihat gadis di sampingnya meringkuk sambil berlinang air mata, Julian menarik selimut untuk menutupi tubuh telanjang Amber.

"Mungkin mabuk membuatmu lebih emosional. Baiklah, kau boleh istirahat dulu, nanti kita lanjutkan setelah kau merasa lebih baik...."

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
CINTA DI MUSIM SEMI
CINTA DI MUSIM SEMI
Dalam novel CINTA DI MUSIM SEMI, David dan Arina berjuang menyatukan visi hidup mereka di tengah dinamika modern. Romance novel ini mengeksplorasi cara mereka saling memahami demi mempertahankan kebahagiaan. Temukan kisah mereka melalui platform read novels online gratis sekarang.
Godaan Liar Sang Ustazah
Godaan Liar Sang Ustazah
Dalam romance modern berjudul Godaan Liar Sang Ustazah, seorang wanita menghadapi dilema moral dan rindu yang rumit. Kisah ini mengeksplorasi sisi gelap kehidupan dan pencarian jati diri. Temukan realita tersembunyi dalam web novel ini sebagai pilihan fiction books dewasa yang reflektif.
Istri Untuk Suamiku
Istri Untuk Suamiku
Dalam romance novel Istri Untuk Suamiku, Fatma menghadapi kanker stadium 4 dan kemandulan. Ia mendesak Satria menikah lagi demi keturunan, meski harus menghadapi kenyataan pahit tentang perasaan suaminya. Temukan kisah pengorbanan ini saat Anda read books online free di platform kami.
Jangan bermain-main dengan saya
Jangan bermain-main dengan saya
Dalam novel Jangan bermain-main dengan saya, seorang gadis dijual oleh ayahnya dan terpaksa menghadapi takdir sebagai istri pengedar narkoba. Ikuti kisah mafia penuh risiko ini melalui web novel yang menyajikan pilihan sulit antara kesetiaan dan pelarian dalam dunia romance stories.
Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
Dalam Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder, pewaris Grup Nelson membalas pengkhianatan mantan kekasihnya. Nikmati billionaire romance novel ini saat ia mengubah martabatnya menjadi kekuatan. Baca webnovel seru tentang balas dendam dan kemewahan yang tak terbatas sekarang.
Menaklukkan Duda Dingin
Menaklukkan Duda Dingin
Dalam Menaklukkan Duda Dingin, Amber Lim terjebak di hutan beku demi mencari desainer misterius. Ia harus bertahan hidup bersama pria antisosial yang membenci wanita. Akankah ia selamat? Baca romance novel dan mystery story ini di webnovel, platform pilihan untuk read books online free.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.