Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Dikhianati Sejak Hari Pertama
Dikhianati Sejak Hari Pertama

Dikhianati Sejak Hari Pertama

8.4
/ 10
Dalam romance novel Dikhianati Sejak Hari Pertama, Katrina terpaksa menikahi Gavin Ardian demi ayahnya. Di tengah pengkhianatan Gavin, ia mengemban misi rahasia mertuanya untuk merebut hati sang suami dari kekasih gelapnya. Baca kisah modern novel ini hanya di platform web novel.

Ringkasan Dikhianati Sejak Hari Pertama

Katrina terpaksa menerima perjodohan mendadak dengan Gavin Ardian demi menuruti keinginan ayahnya yang tengah sakit keras. Meski pernikahan mereka digelar sangat sederhana, penderitaan Katrina justru baru dimulai setelah resmi menjadi istri. Ia mendapati Gavin masih menjalin kasih dengan wanita lain di belakangnya. Di tengah rasa sakit hati, sebuah misi rahasia dari ayah mertua muncul: Katrina harus merebut hati Gavin sepenuhnya agar pria itu meninggalkan kekasihnya. Mampukah ia memenangkan cinta Gavin di tengah pengkhianatan ini?
Selengkapnya

Dikhianati Sejak Hari Pertama Bab 1

Katrina berdiri di depan cermin besar di kamar pengantin yang sederhana itu. Tangannya gemetar memegang gaun pengantin putih yang sederhana, namun terasa berat di tubuhnya. Setiap potongan kain yang menyentuh kulitnya seolah mengingatkan betapa jauh dirinya terperangkap dalam kehidupan yang tidak pernah ia inginkan. Pernikahan ini, yang datang begitu mendalam dan mendesak, tak pernah terbayangkan dalam impiannya.

Ia menatap bayangannya sendiri di cermin. Wanita muda berusia dua puluh tiga tahun ini tidak pernah membayangkan pernikahan akan datang begitu cepat, apalagi dengan pria yang baru ia kenal sejenak, Gavin Ardian. Pikirannya melayang kembali ke pagi itu, ketika ayahnya, yang kini terbaring sakit parah di rumah sakit, mengajaknya berbicara dalam suara yang lemah dan hampir tak terdengar. "Kau harus menikah, Nak. Ini yang terbaik untukmu. Pria itu... Gavin... dia akan menjaga kamu," kata ayahnya dengan nada yang penuh harapan.

Namun, di balik kata-kata itu, Katrina merasakan kebingungan yang menggelora. Dia tidak pernah merasa siap, tidak pernah ingin. Mengapa harus pria itu? Sejak pertama kali ia mendengar nama Gavin, ada sesuatu yang janggal dalam hatinya. Pria itu tampaknya terlalu jauh dari sosok yang dapat membuatnya merasa aman, jauh dari gambaran suami yang akan mendampinginya dalam hidup. Namun, ayahnya yang selalu menjadi pelindungnya, kini meminta sesuatu yang berat-pernikahan dengan pria yang asing di matanya.

"Ayah..." Katrina mengucapkan kata itu dalam hati, berusaha menahan air mata yang ingin tumpah. Tapi apa yang bisa ia lakukan? Ayahnya sedang sakit keras. Perasaan takut akan kehilangan sosok yang begitu berarti dalam hidupnya lebih kuat daripada segala rasa tidak nyaman yang ia rasakan tentang pernikahan ini. Dia merasa terjebak dalam sebuah takdir yang ditentukan orang lain untuknya, tanpa ada pilihan untuk menolak.

Katrina mengalihkan pandangannya ke pintu. Di luar sana, di ruang tamu, Gavin sedang menunggu. Tidak ada banyak kata yang terucap saat mereka bertemu sebelumnya. Ia hanya mengangguk dan menyebutkan kalimat-kalimat formal yang terasa kosong dan jauh dari kehangatan. Namun, pada kenyataannya, pernikahan ini bukanlah sekadar soal cinta atau kebahagiaan, melainkan lebih pada kewajiban dan tekanan dari keluarga. Ayahnya sudah menyerahkan semuanya, menginginkan pernikahan ini untuk memastikan masa depan putrinya aman.

Katrina menarik napas panjang, mencoba menenangkan dirinya. Perasaan cemas dan marah berbaur dalam dadanya. Apa yang terjadi jika Gavin tidak peduli padanya? Apa yang terjadi jika pernikahan ini hanya berlangsung sebagai sebuah formalitas belaka? Setiap pertanyaan itu mengganggu pikirannya, namun dia tidak punya pilihan. Sebagai seorang anak yang taat, Katrina harus melangkah dengan kepala tegak, menerima takdir yang telah ditentukan untuknya.

Hatinya sedikit terhenyak ketika pintu kamar pengantin terbuka dan seorang wanita muda masuk, mengenakan gaun berwarna biru muda dengan rambut yang terurai rapi. Wanita itu tersenyum dengan lembut, meskipun senyuman itu terasa seperti sebuah topeng yang dipaksakan.

"Apakah kamu siap?" tanya wanita itu dengan nada penuh perhatian. Namanya Clara, ibu dari Gavin.

Katrina mengangguk pelan, meskipun dalam hatinya, ada gelombang perasaan yang sulit untuk dijelaskan. Ia bisa merasakan perbedaan antara keduanya. Clara tampaknya begitu terbiasa dengan dunia ini, dunia yang sudah dipersiapkan untuknya. Dunia di mana pernikahan bukanlah hal yang harus dipilih dengan cinta, tetapi lebih sebagai kewajiban sosial dan keluarga.

"Kamu tak perlu khawatir. Gavin adalah pria yang baik, meski mungkin sedikit keras kepala," kata Clara, seolah membaca kecemasan Katrina. "Ia akan menjaga kamu dengan baik."

Katrina hanya mengangguk tanpa berkata apa-apa. Apa yang harus ia katakan? Semua ini terasa seperti sebuah permainan besar yang tak pernah ia pilih. Sementara Gavin, pria yang kini menjadi suaminya, hanya hadir sebagai bagian dari tuntutan hidup, tanpa ada ruang untuk saling mengenal lebih dalam. Tidak ada dasar untuk merasa nyaman dengan pernikahan ini.

Clara menyentuh bahu Katrina dengan lembut, mengalihkan perhatian wanita itu dari pikirannya yang mulai mengembara. "Kamu adalah istri Gavin sekarang. Itu berarti kamu harus siap menjadi bagian dari keluarga kami," lanjut Clara dengan nada serius. "Kami mengandalkanmu, Katrina. Kami berharap pernikahan ini bisa membawa perubahan yang positif bagi keluarga kami."

Perkataan itu terdengar seperti harapan yang tak terucapkan, sebuah beban yang kini menjadi tanggung jawab Katrina untuk membawa keharmonisan dalam hubungan yang tak pernah ia pilih. Ada secercah harapan di mata Clara, namun Katrina tak bisa merasakan kehangatan itu. Semua ini terasa seperti perangkap, dan ia harus melangkah maju, meskipun hatinya penuh dengan kebingungan.

Pernikahan itu berlangsung dengan sangat sederhana. Tidak ada resepsi besar, tidak ada keramaian, hanya keluarga terdekat yang hadir untuk menyaksikan pernikahan yang lebih terasa seperti sebuah transaksi ketimbang sebuah ikatan cinta. Meskipun begitu, Katrina bisa merasakan mata semua orang tertuju padanya, mengawasi setiap gerak-geriknya.

Gavin, pria yang kini menjadi suaminya, tampak tenang sepanjang upacara. Tidak ada senyuman yang menghangatkan, hanya ekspresi wajah yang penuh dengan kerahasiaan. Katrina tak tahu apa yang ia rasakan. Semua ini terasa seperti mimpi buruk yang tak kunjung berakhir. Apa yang salah dengannya? Mengapa dia harus berada dalam posisi ini?

Saat mereka akhirnya berjalan bersama menuju rumah mereka yang baru, sepertinya dunia ini menjadi semakin asing. Gavin duduk di sampingnya, tetapi seolah ada tembok tak terlihat yang membatasi keduanya. Tidak ada percakapan, hanya kebisuan yang mengisi ruang mobil yang sempit. Rasa cemas kembali muncul dalam dada Katrina. Ia ingin bertanya banyak hal kepada Gavin-tentang siapa dia, tentang hubungan mereka yang tidak pernah dimulai dengan cara yang baik, tentang masa depan yang sekarang harus mereka jalani bersama. Namun, semuanya terasa begitu rumit, begitu jauh dari kenyataan yang ia impikan.

Ketika mereka sampai di rumah, rumah yang kini akan menjadi tempat tinggal mereka berdua, Gavin membuka pintu mobil dengan tenang dan melangkah keluar lebih dulu, seakan tak ada apa-apa yang perlu dibicarakan. Katrina mengikutinya, merasa cemas namun tetap berusaha menahan diri agar tidak menunjukkan kelemahan di hadapan pria yang begitu asing baginya.

Gavin membawa Katrina ke dalam rumah yang terlihat mewah, dengan furnitur yang tampak baru dan elegan, namun suasananya terasa dingin. Tidak ada kehangatan, tidak ada sambutan yang berarti. Sepertinya Gavin tidak ingin berbicara banyak.

"Selamat datang di rumahmu," ujar Gavin tanpa menoleh ke arahnya.

Katrina hanya tersenyum kaku, berusaha menenangkan diri. Rumah ini mungkin akan menjadi tempat tinggalnya, namun hatinya masih terjebak dalam perasaan yang penuh kebingungan. Semua ini terasa seperti teka-teki yang belum bisa ia pecahkan.

Namun, ada satu hal yang mulai mengganggu pikirannya. Kejanggalan yang ia rasakan sejak pertama kali bertemu dengan Gavin, sebuah firasat yang mengingatkannya pada sesuatu yang lebih besar, lebih gelap daripada yang ia bayangkan. Gavin tampaknya tidak sepenuhnya jujur padanya. Ada sesuatu yang ia sembunyikan, sesuatu yang membuat Katrina semakin merasa terjebak dalam pernikahan ini, meskipun ia belum tahu sepenuhnya apa itu.

Ketika Gavin beranjak pergi ke kamar tidurnya, Katrina tetap berdiri di ruang tamu, mencoba menenangkan pikirannya. Mungkin saja semuanya akan baik-baik saja, mungkin saja dia hanya perlu memberi waktu untuk semua ini berkembang. Namun, hatinya tetap bergelora. Ada sesuatu yang salah-dan ia harus segera mengetahuinya.

Di sinilah kisah mereka dimulai. Sebuah pernikahan yang tidak pernah dipilih oleh Katrina, namun kini menjadi kenyataan yang harus ia hadapi, dengan semua rahasia dan kegelapan yang menanti untuk terungkap.

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
Ketika ayah jarang pulang, aku hanya tinggal berdua dengan ibu tiri yang menganggapku anak sendiri—tapi kebiasaannya berpakaian seksi mengganggu pikiranku. Di tengah kisah cintaku pada Rania, teman SMA-ku, hubungan rumit ini mempertemukan aku pada godaan terlarang. Sebuah dark romance novel yang menegangkan tentang hasrat, keluarga, dan cinta yang tak semestinya. Baca gratis di PinesDramas.
Cinta & Pengorbanan Alya
Cinta & Pengorbanan Alya
Dalam Cinta & Pengorbanan Alya, Alya menjadi ibu pengganti demi biaya medis ibunya. Namun, kesepakatan dengan Niko sang pengusaha ini memicu dilema emosional. Baca billionaire romance novels ini di webnovel untuk mengungkap rahasia keluarga dalam kisah romance fiction books yang penuh intrik.
Direndahkan Oleh Keluarga Suami
Direndahkan Oleh Keluarga Suami
Dalam novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami, Jasmine berjuang di tengah hinaan keluarga elit dan pengkhianatan Ardan. Saat cinta pertama suaminya kembali, Jasmine memilih pergi demi kebahagiaan. Baca kisah romance novel ini di antara deretan billionaire romance books yang penuh konflik.
Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
Dalam Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder, pewaris Grup Nelson membalas pengkhianatan mantan kekasihnya. Nikmati billionaire romance novel ini saat ia mengubah martabatnya menjadi kekuatan. Baca webnovel seru tentang balas dendam dan kemewahan yang tak terbatas sekarang.
Nafsu Kakak Tiriku
Nafsu Kakak Tiriku
Dalam Nafsu Kakak Tiriku, Laily harus menghadapi ancaman saudara tirinya yang obsesif. Setelah selamat dari serangan berkat bantuan Abdi, fitnah justru memaksa mereka menikah. Simak kisah romance novel ini di web novel kami bagi yang ingin read books online free dengan plot penuh intrik.
Satu Malam Bersama Calon Besan
Satu Malam Bersama Calon Besan
Dalam romance novel Satu Malam Bersama Calon Besan, Mira terjebak situasi rumit setelah malam panasnya dengan Rendi. Saat identitas Rendi terungkap sebagai calon besan, mereka harus memilih antara melupakan rahasia tersebut atau berkhianat. Baca cerita modern novel ini sekarang.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.