Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
CHRONOPHILE
CHRONOPHILE

CHRONOPHILE

8.2
/ 10
Dalam novel modern CHRONOPHILE, sebuah perjodohan memaksa pertemuan kembali dengan pria dari masa lalu. Di tengah misi mempertahankan pernikahan, muncul ancaman balas dendam dan rahasia lama. Baca kisah romance novel ini tentang perjuangan menghargai waktu dan pilihan hidup yang sulit.

Ringkasan CHRONOPHILE

Menikahi pria yang pernah ditolak cintanya di masa lalu membawa dilema besar dalam pernikahan hasil perjodohan ini. Apakah ia menerima ikatan ini karena masih menyimpan rasa, atau justru demi membalas dendam atas luka lama? Sebagai pasangan suami istri, mereka dipaksa menjalani hidup bersama meski bayang-bayang masa lalu terus mengusik ketenangan. Di tengah keraguan dan kemunculan sosok lama lainnya, sang pecinta waktu harus menghadapi ujian kesetiaan yang menguras emosi.
Selengkapnya

CHRONOPHILE Bab 1

◤─────•~❉✿❉~•─────◥

~ Chronophile ~

"Chrono" dalam bahasa Yunani berarti waktu. Selain akhiran “phile”, digunakan juga akhiran “philia” dan "philic" untuk menyatakan suatu kecintaan. Hal tersebut merujuk pada perasaan suka, tertarik, dan mencintai sesuatu. Maka chronophile adalah orang yang menyukai waktu. Chronophile sangat menghargai waktu, mereka juga suka pada hal-hal yang berhubungan dengan waktu seperti jam dan juga arloji.

⏰⏰⏰

Di sebuah Sekolah Menengah Pertama, terlihat siswa-siswi yang sedang memeriahkan pesta seni sekolah tahunan yang biasa dilaksanakan oleh beberapa sekolah dalam rangka kenaikan kelas.

Beberapa perwakilan kelas satu per satu menunjukkan bakat mereka di stage. Tidak hanya bernyanyi dan menari, ada juga yang membaca puisi, storytelling, bahkan ada yang live painting di depan para penonton, dan masih banyak lagi.

Terlihat tiga orang gadis bersiap di belakang stage.

"Kita akan tampil setelah Kelas 7-D," kata salah satu dari ketiga gadis itu sambil menunjukkan kertas pada kedua temannya. Tertera nama Evelyn di seragamnya.

Dua gadis lainnya, yaitu Lyra dan Aprilla melihat ke kertas di tangan Evelyn.

Laki-laki yang sedari tadi berdiri di tangga menuju stage menoleh pada ketiga perempuan itu. Lebih tepatnya ia menatap Lyra. Ia tersenyum kecil.

"Wah, penampilan yang luar biasa dari perwakilan Kelas 9-B. Baiklah, mari kita berikan tepuk tangan untuk Kelas 9-B," kata MC.

Semua murid yang menonton bertepuk tangan.

"Selanjutnya adalah perwakilan dari kelas 7-D," lanjut MC.

Laki-laki itu pun naik ke stage. Dari tanda mengenalnya tertera nama Aero.

"Aku gugup sekali. Setelah ini giliran kita," bisik Aprilla.

Evelyn menarik napas dari hidung lalu menghembuskannya perlahan dari mulutnya untuk mengurangi rasa gugup.

Lyra merangkul kedua temannya itu. "Kita pasti bisa, kita bisa."

MC menghampiri ketiga gadis itu. "Lyra, bisakah kau ke depan sebentar?"

"Aku?" Lyra menunjuk dirinya sendiri. "Tapi, kenapa?"

MC mengangguk. "Iya, sebentar saja. Tolong berdiri di depan stage bersama para penonton, ya."

Lyra tampak berpikir. Ia akan mengeluarkan suaranya lagi, tapi MC sudah pergi.

"Ada apa, ya? Kenapa aku disuruh ke depan?" tanya Lyra kebingungan.

"Entahlah, tapi mungkin itu penting," ujar Aprilla.

"Benar, mungkin saja itu penting. Kalau kau mau, aku akan menemanimu ke depan," sahut Evelyn.

Lyra menggeleng. "Tidak, tidak perlu. Kalian harus latihan vokal agar nanti suara kalian stabil. Aku pergi ke depan sendirian saja."

Setelah itu, Lyra pun pergi ke depan bergabung bersama para penonton. Gadis itu melihat ke stage di mana Aero sedang bernyanyi dengan suara merdunya.

Para penonton tampak terhanyut ke dalam lagu. Mereka menggerakkan tangan ke kiri dan ke kanan mengikuti melodi.

MC memberikan buket bunga pada Aero. Laki-laki itu menuruni tangga depan stage dengan tatapan tertuju pada Lyra. Para gadis berteriak histeris melihat itu.

Lyra berpikir kalau Aero sedang melihat pada seseorang di sampingnya atau mungkin di belakangnya, sebelum ia menyadari kalau Aero benar-benar tengah menatap padanya saat laki-laki itu berdiri tepat di depannya.

Aero menyodorkan buket bunga tersebut pada Lyra membuat Lyra membeku seperti mati kutu. Ia tidak segera menerima buket bunga itu bahkan ketika lagu berakhir. Lyra menatap Aero dengan tatapan penuh tanya.

"Terima, terima, terima!" Semua orang menyatukan suara mendukung Aero yang menyatakan perasaannya secara tersirat pada Lyra.

Lyra melihat laki-laki yang berdiri di antara para penonton. Laki-laki itu tampaknya tidak menunjukkan ekspresi apa pun, tapi kemudian laki-laki tersenyum tipis.

Tangan Lyra perlahan bergerak menerima bunga tersebut dari Aero. Semua penonton bersorak.

Aero tersenyum senang, karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.

"Peluk, peluk, peluk!" Semua orang bersorak untuk Aero dan Lyra.

Aero dan Lyra menunduk, karena malu. Mereka tidak mungkin berpelukan di depan umum. Apalagi ada dua orang guru yang mengawasi kegiatan tersebut.

"Sungguh indah percintaan mereka. Ini adalah PENSI (Pentas Seni) yang berkesan dan tidak akan terlupakan," ucap MC. "Baiklah, selanjutnya perwakilan dan 9-A."

Lyra segera pergi ke belakang stage meninggalkan Aero tanpa mengatakan apa pun. Aero menatap punggung Lyra yang terlihat buru-buru.

Saat Lyra menemui Aprilla dan Evelyn, kedua temannya itu menatap agak lama padanya, kemudian mereka tersenyum senang.

"Selamat, ya." Keduanya memeluk Lyra.

"Kau benar-benar menerima cinta Aero? Oh, manis sekali. Bukankah laki-laki itu sangat tampan dan imut?" ucap Evelyn.

"Lyra yang cantik berpacaran dengan laki-laki tampan dan imut. Kalian benar-benar serasi," sahut Aprilla.

"Kita melupakan stage-nya," ucap Lyra yang terlihat sangat gugup.

"Ah! Benar! Ayo!" Aprilla dan Evelyn tampak semangat, sementara Lyra tampak murung.

Di stage, Lyra duduk sambil memainkan gitarnya, sementara Evelyn dan Aprilia bernyanyi.

Aero yang berdiri bersama penonton tersenyum melihat Lyra yang kini resmi menjadi pacarnya.

Lyra menatap ke arah penonton, tepatnya laki-laki yang tadi dilihatnya sewaktu Aero memberikan bunga di depan para penonton. Dari pin nama di seragamnya, tertulis nama Gavin.

Tatapan Aero tertuju ke arah pandang Lyra. Gavin melambaikan tangannya saat Lyra menatapnya. Lyra tersenyum kecil.

"Apa mungkin mereka saling menyukai? Jika iya, mana mungkin tadi dia menerimaku," gumam Aero dengan tatapan tertuju pada Lyra.

"April dan Eve memang penyanyi yang bersuara emas dari kelas 9-A. Dan Lyra juga seorang multitalenta, ingat guys, Lyra sudah memiliki pacar, jangan ada yang mendekatinya," kata MC.

Semua murid menyambut dengan gembira ucapan MC. Gavin tersenyum kecut, sementara Aero tersenyum senang.

Lyra sendiri tidak memberikan respon apa pun.

"Kalian bertiga sangat luar biasa. Baiklah semuanya, ayo bertepuk tangan untuk perwakilan 9-A," ucap MC.

Semua penonton bertepuk tangan riuh.

Setelah penampilan Lyra dan teman-temannya di stage selesai, ia menemui Aero di perpustakaan. Pentas seni masih berlangsung, bahkan suara musik dari lapangan basket sampai terdengar ke perpustakaan.

Lyra mengembalikan buket bunga yang diberikan Aero padanya. Aero menatap Lyra dengan ekspresi penuh tanya. Namun, ia pun menerima kembali buket tersebut.

Tanpa mengatakan apa pun, Lyra pergi, tapi Aero segera meraih tangan Lyra membuat gadis itu menghentikan langkahnya.

"Tapi, kenapa? Kenapa bunganya dikembalikan padaku?" tanya Aero. "Kenapa berubah pikiran?"

Lyra kembali menatap Aero. "Maafkan aku, Aero. Aku bukan berubah pikiran."

Aero terdiam setelah mendengar jawaban Lyra. Ia masih menatap gadis yang dicintainya itu.

"Aku menerima bungamu, karena aku tidak ingin membuatmu malu di depan orang-orang. Aku tidak ingin kau terluka saat aku mengatakan tidak di depan mereka," kata Lyra.

Aero melepaskan tangan Lyra. Gadis itu pun melanjutkan langkahnya meninggalkan Aero yang masih berdiri mematung.

◣─────•~❉✿❉~•─────◢

09.36 | 10 Maret 2022

By Ucu Irna Marhamah

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
En-PD154
En-PD154
Dalam En-PD154, dikhianati tunangannya setelah memenangkan arena, sang putri bos mafia membatalkan pernikahan demi membalas dendam. Nikmati mafia novel penuh aksi ini sebagai pilihan fiction books terbaik bagi pembaca romance stories yang mencari ketegasan karakter.
Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
Dalam Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam, Sabrina membalas dendam pada tunangannya dengan mendekati Charles. Kisah billionaire romance novels ini mengungkap identitas asli Sabrina sebagai miliarder di balik topeng gadis desa. Baca web novel penuh intrik dan gairah ini sekarang.
Jebakan Cinta SANG MANTAN
Jebakan Cinta SANG MANTAN
Dalam romance novel Jebakan Cinta SANG MANTAN, Nada nekat menjebak Ivander dalam pernikahan modern demi menebus dosa masa lalu. Di tengah kebencian yang mendalam, mampukah pengorbanannya meluluhkan hati sang mantan? Simak kisah penuh intrik ini di web novel kami sekarang.
Menaklukkan Duda Dingin
Menaklukkan Duda Dingin
Dalam Menaklukkan Duda Dingin, Amber Lim terjebak di hutan beku demi mencari desainer misterius. Ia harus bertahan hidup bersama pria antisosial yang membenci wanita. Akankah ia selamat? Baca romance novel dan mystery story ini di webnovel, platform pilihan untuk read books online free.
P. S. I LOVE YOU
P. S. I LOVE YOU
Dalam novel P. S. I LOVE YOU, Cyra terjebak kesalahpahaman dengan Felix, CEO kejam yang menghancurkan harga dirinya. Di tengah ambisi dan pengabdian, ia harus memilih antara bertahan atau bebas. Baca billionaire romance novels ini sebagai pilihan utama bagi pencinta romance stories.
Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin
Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin
Dalam novel romantis miliarder Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin, Clayden Ardhanesa melepas statusnya demi melindungi sang istri. Namun setelah sukses, sang istri justru menceraikannya. Baca Novel Online ini untuk melihat penyesalan sang mantan saat kekuatan Clayden kembali mengguncang dunia.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.