Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Misteri Ular Xaver
Misteri Ular Xaver

Misteri Ular Xaver

9.1
/ 10
Misteri Ular Xaver adalah novel misteri modern tentang teror patung dewa ular yang meminta darah perawan demi awet muda. Demi melindungi rahasia masa lalu, sang anak terpaksa berbohong, memicu kutukan mengerikan pada ibunya. Temukan kisah horor menegangkan ini di novel web kami.

Ringkasan Misteri Ular Xaver

Sepulang berwisata dari Kota Xaver, seorang ibu membawa patung dewa ular misterius yang dipercaya bisa memberikan keawetan muda jika diberi sesembahan darah menstruasi gadis perawan. Ia memaksa putrinya menyerahkan darah serta potongan rambut untuk ritual tersebut. Namun, sang putri menyembunyikan rahasia bahwa ia sudah tidak perawan lagi setelah diam-diam menginap bersama kekasihnya saat kuliah. Dua bulan berlalu, petaka mulai muncul saat kulit sang ibu perlahan berubah bersisik biru dan mulai mengelupas layaknya ular asli.
Selengkapnya

Misteri Ular Xaver Bab 1

Ibuku pergi berwisata ke Kota Xaver dan pulang membawa patung dewa ular. Katanya, patung itu harus disembah dengan darah menstruasi gadis perawan agar bisa membuat awet muda.

Dia memaksaku memberikan darahku untuk patung itu, bahkan memotong rambutku dan melilitkannya di kepala ular.

Aku tak berani memberitahu ibuku kalau aku diam-diam pernah menginap di hotel bersama pacarku waktu kuliah.

Dua bulan kemudian, kulitnya mulai muncul bercak biru seperti sisik, bahkan dia mulai mengalami proses pergantian kulit seperti ular.

Setelah menginjak umur 45 tahun, ibuku menjadi sangat terobsesi dengan kecantikan.

Dia membeli skincare yang harganya jutaan, melakukan perawatan mahal seperti thermage ... tapi semua itu tak bisa menghentikan kulitnya yang semakin kendur dan kerutan yang mulai muncul.

Tahun lalu, dia ikut tur ke Xaver, aku dan ayah yang menjemputnya di bandara.

Namun, kami tak melihat kopernya, yang ada malah sebuah kotak kayu kecil yang dia pegang dengan hati-hati di tangannya.

Ibuku terlihat sangat semangat di mobil, mengatakan bahwa di dalam kotak itu ada benda berharga, yaitu Vasuki, yang dia beli dengan harga mahal. Katanya, patung itu bisa membuatnya semakin muda dan kulitnya menjadi halus seperti kulit gadis muda.

Aku sudah tidak kaget mendengar kata-kata seperti itu. jadi hanya menjawab seadanya.

Ayahku menghela napas, "Mahal? Aduh ... kamu membuang-buang uang lagi ... "

"Itu bukan buang-buang uang, kalau istrimu jadi lebih cantik, bukannya kamu juga yang ikut bangga?!"

Ujar ibuku, dia begitu marah dan ayahku pun tak berani berkomentar lagi.

Sesampainya di rumah, ibuku mulai menggumamkan beberapa kata dialek Xaver dengan suara pelan, mungkin sedang memanggil ... dewi ular atau semacamnya.

Lalu, dengan hormat dia meletakkan kotak itu di atas meja dan sujud tiga kali

Ketika ibu mengangkat kepalanya, setetes darah mengalir dari dahinya ke tulang hidungnya. Aku langsung panik dan mencari kotak P3K.

"Bu! Kepalamu berdarah, ayo pakai obat dulu!"

Namun, ibu malah dengan bersemangat memegang tanganku, seolah tidak merasakan sakit sama sekali pada luka di dahinya.

Dia berkata, "Luna, kamu harus bantu ibu, ya!"

"Bu, kita pakai obat dulu, itu nanti saja baru dibicarakan!"

Namun, ibu tetap menggenggam tanganku erat-erat dan saat ayah tidak melihat, dia menarikku ke kamar.

Setelah masuk kamar, ibuku menatapku dengan mata berbinar, lalu bertanya apakah aku sudah datang bulan.

Tanpa pikir panjang, mengira dia hanya perhatian padaku, jadi aku memegang perutku yang agak sakit dan mengangguk.

Ibu tersenyum dan berkata, "Pinjamkan sedikit darah padaku."

Aku terkejut.

Meskipun ibu tersenyum, kata-katanya membuatku merinding.

Pinjam darah? Darah apa? Apa yang dia maksud itu darah menstruasiku?"

Itu terdengar menjijikkan, untuk apa dia membutuhkan itu?

Ibu menjelaskan, agar patung Vasuki bisa memberi berkah, setiap bulan harus dipersembahkan dengan darah menstruasi gadis perawan. Selain itu, dia juga harus memotong sedikit rambutku dan mengikatnya pada patung, katanya itu untuk mengikat dewa, agar dewa itu selalu tinggal dan memberikan berkah.

Aku belum pernah mendengar cara pemujaan yang begitu aneh. Seketika, wajahku langsung memerah, malu dan marah sekaligus.

"Bu, jangan-jangan kamu dibohongi orang?! Mana ada dewa yang disembah pakai ... pakai hal seperti itu?! Aku nggak mau!"

Ibu marah dan mencubit keras lenganku, sampai aku merasa sakit dan hidungku terasa agak perih.

"Dasar kamu! Aku sudah melahirkan dan membesarkanmu, hanya meminta sedikit darahmu saja nggak mau, itu bahkan nggak menimbulkan rasa sakit! Dasar anak durhaka!"

Aku tidak berani memberitahu ibu bahwa alasan aku tak mau membantunya adalah karena aku punya alasan yang sulit diungkapkan.

Waktu kuliah, aku sudah pernah diam-diam menginap di hotel dengan pacarku.

Meskipun dia mengambil darahku, itu juga tak akan bisa digunakan.

Namun, setelah ibu memarahiku, dia tak mengatakan apa-apa lagi dan pergi begitu saja.

Malam itu, setelah makan malam, ibu membawa kotak berharga itu ke kamar.

Saat aku pergi ke kamar mandi untuk mengganti pembalut, aku baru sadar ada yang aneh ... tempat sampah di kamar mandi hilang.

Mengingat apa yang ibuku katakan tadi, aku mulai merasa cemas dan langsung masuk ke kamar ibu tanpa mengetuk pintu.

"Bu! Tempat sampah di kamar mandi ... "

Kalimatku terhenti.

Kosmetik berserakan di atas meja rias, digantikan oleh sebuah patung ular. Sisik-sisiknya berwarna ungu gelap dengan kilau metalik.

Yang paling aneh adalah kepala patung ular itu, meskipun berbentuk kepala ular segitiga, wajah ular itu justru terlihat seperti wajah manusia yang sangat mengganggu dan menjijikkan.

Ibuku sedang memeras darah dari pembalut yang dia ambil dari tempat sampah dan dengan hati-hati memasukkannya ke dalam sebuah mangkuk di depan patung ular tersebut.

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
Ketika ayah jarang pulang, aku hanya tinggal berdua dengan ibu tiri yang menganggapku anak sendiri—tapi kebiasaannya berpakaian seksi mengganggu pikiranku. Di tengah kisah cintaku pada Rania, teman SMA-ku, hubungan rumit ini mempertemukan aku pada godaan terlarang. Sebuah dark romance novel yang menegangkan tentang hasrat, keluarga, dan cinta yang tak semestinya. Baca gratis di PinesDramas.
En-PD158
En-PD158
Dalam novel modern En-PD158, pernikahan hancur saat Zhou Yu'an meminta cerai demi menyelamatkan anak dari masa lalunya. Konflik pengkhianatan ini menjadi inti romance novel yang emosional. Akankah ia bertahan? Baca kisah selengkapnya di web novel ini sekarang.
Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
Dalam novel romantis misteri Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku, seorang wanita dipaksa menyerahkan tunangannya di hari pernikahan demi kakaknya yang sekarat. Saat disekap orang tuanya agar tidak mengacau, ia justru dibunuh dengan kejam. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap misteri tragisnya.
IPARKU, CANDU SUAMIKU
IPARKU, CANDU SUAMIKU
Dalam romance novel IPARKU, CANDU SUAMIKU, Nadia harus menghadapi hinaan mertua demi cintanya pada Askara. Namun, sebuah mystery muncul saat sikap suaminya berubah drastis. Nadia pun berjuang mengungkap rahasia gelap perselingkuhan suaminya dengan adik iparnya sendiri dalam modern novel ini.
Istri Pengganti
Istri Pengganti
Dalam novel Istri Pengganti, Zahra dipaksa menikah oleh Rayhan untuk menggantikan calon pengantinnya yang kabur. Terjebak dalam kesepakatan demi sebuah butik, Zahra harus menghadapi sifat dingin Rayhan. Baca romance novel ini di antara koleksi fiction books menarik lainnya.
ISTRI RASA SIMPANAN
ISTRI RASA SIMPANAN
Dalam novel modern ISTRI RASA SIMPANAN, Alicia Huang menuntut pernikahan dengan Anthony Smith demi donor sumsum tulang belakang. Anthony setuju namun menyembunyikan status Alicia dari publik. Temukan kelanjutan romance novel ini tentang pengorbanan dan rahasia di platform online novel.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.