Why Im Fall For You

Media berita

Senin. Adalah awal dari semua hari yang sebagian besarnya dipenuhi oleh kesibukan aktivitas setiap dari masing-masing orang dan kelompok. Di mana segala urusan bisnis perusahaan, usaha kecil, pendidikan, dan sebagainya, berjalan dengan serentak. Namun, siapa sangka hari itu adalah hari yang kurang mengenakan bagi beberapa orang di dunia ini. Salah satunya adalah bagi Luna.

Hari itu, beberapa media cetak dan elektronik, mengabarkan sebuah berita tentang penutupan empat cabang restoran seafood milik pengusaha wanita muda itu. Berita tersebut tak dapat dielakkan. Karena keadaan yang memang demikian adanya. Saat kabar tersebut mulai tercium baunya di kalangan pelanggan dan pengunjung, beberapa dari wartawan media langsung sibuk berburu keterangan dari si pemilik restoran. Meminta penjelasan untuk bahan topik berita.

Sedangkan Luna sendiri saat ini tengah dipusingkan dengan usahanya yang terancam mengalami kebangkrutan. Dia telah mengambil langkah awal dengan menutup empat cabang restoran miliknya yang terdapat di kota Solo dan Surabaya. Sementara satu cabang di kota Jakarta masih bisa bertahan walau entah sampai kapan. Dengan penutupan tersebut, Luna sangat menyesal karena harus merumahkan beberapa karyawannya, yaitu seluruh orang yang bekerja di empat cabang yang telah ditutup tersebut.

Apalagi, Luna dibuat sakit hati dengan kasus ini. Karena penyebab dari kekacauan usahanya tersebut, ternyata adalah orang-orang kepercayaannya sendiri. Adalah para karyawan yang bertugas di bagian keuangan yang melakukan kecurangan tersebut. Tiga orang karyawan yang dipercayai oleh si pemilik restoran untuk memajemenkan dana restoran itu dengan cerdasnya memanipulasi data hingga berbulan-bulan tanpa diketahui oleh siapapun.

Lalu betapa Luna sangat menyayangkan bahwa manipulasi tersebut baru diketahui seminggu yang lalu. Dia sangat menyesali kebodohan dan keteledorannya. Baru ketika usahanya sudah tergerogoti hampir setengahnya, semuanya terlihat.

Tiga orang itu telah mengakui bahwa mereka memang menyadap dana restoran setiap bulan untuk kepentingan pribadi masing-masing. Ketiganya bekerjasama dengan amat luar biasa membohongi si pemilik usaha dan seluruh staf. Namun meski mereka menyesal, penjara dan denda tetap berlaku.

Tetapi permintaan maaf serta rasa sesal yang diucapkan oleh orang-orang itu, Sepertinya hanya sekadar basa-basi formalitas kepada si atasan dan para mantan rekan kerja. Sejatinya mereka mungkin tidak pernah berniat untuk bertanggung jawab. Karena setelah manipulasi itu terbongkar, mereka bertiga menghilang sama cerdasnya dengan teknik manipulasi yang mereka ciptakan. Tanpa jejak sama sekali. Mereka lari entah ke mana dan menghindari tanggung jawab atas apa yang mereka lakukan.

Para penyidik bahkan hampir tak bisa menemukan jejak mereka. Seolah tiga orang tersebut memiliki kekuatan supernatural yang hebat hingga dapat menghilang begitu saja.

Hal tersebut, tepatnya pengkhianatan mereka, sungguh menyakitkan bagi Luna. Karena selama bertahun-tahun ia mengelola usaha miliknya, dia telah mempercayai mereka. Ia merasa dirinya yang teramat bodoh karena selama ini terlalu percaya dan tidak menaruh curiga sedikitpun. Bahkan dia seolah tidak memegang sedikitpun kewaspadaan terhadap tiga orang tersebut. Tiga orang yang ia anggap dekat sebagai karib, kini telah menusuknya dari dalam.

Jadi bukan hanya kesedihan dan kebingungan yang dirasakan oleh seorang Luna, melainkan juga rasa sakit hati atas pengkhianatan dari orang yang dia percayai.

Kini, ia harus mencari solusi untuk menyelamatkan bisnisnya dengan satu tempat tersisa. Dan dibutuhkan dana besar untuk mengatasi masalah tersebut, belum lagi membayar utang dan kerugian kepada para supplier. Tetapi, yang lebih dia pikirkan daripada bisnis itu sendiri adalah, keluarga dan karyawannya. Luna memiliki dua adik yang masih duduk di bangku SMA dan kuliah, juga seorang ibu yang tengah sakit-sakitan. Ditambah, karyawan yang masih bekerja padanya di satu cabang tersisa. Mereka pastilah sangat cemas dengan keadaan satu cabang tersebut yang terancam ditutup, menyusul empat cabang lainnya. Mereka pastilah khawatir dengan ancaman kehilangan mata pencaharian sebagai sumber penghasilan. Beberapa di antara karyawan tersebut pun pasti adalah seorang tulang punggung keluarga yang sangat diandalkan dalam masalah keuangan. Tentu tak mudah mencari pekerjaan baru setelah ini, apalagi di negara ini. Luna sangat paham dengan hal tersebut, karena ia sendiri berada di posisi sebagai tulang punggung keluarga. Dia mengerti betapa menyebalkannya kehilangan pekerjaan yang sangat dibutuhkan. Meskipun terkadang pekerjaan tersebut tidak menyenangkan atau benar-benar disukai.

Jadi berdasarkan hal tersebut, Luna memutuskan untuk bertekad mencari solusi atas permasalahan yang tengah ia alami, demi mempertahankan usaha miliknya yang tersisa. Bagaimana caranya.

Dan hal tersebut Sepertinya akan segera menemukan jalan. Karena kabar kebangkrutan usaha miliknya tersebut berhasil menarik perhatian seseorang ketika beritanya telah terdengar cukup lantang di media massa.

.

Adalah Aria Pamungkas si presdir angkuh dan sombong yang termasuk ke dalam jajaran orang yang cukup tertarik perhatiannya dengan kasus kebangkrutan usaha restoran seafood milik Luna. Well, sebenarnya dia juga hanya melirik sekilas saat kasus itu mulai bergulir. Dan tidak berminat untuk menyimak urusan pebisnis lain. Namun, begitu salah satu stafnya mengatakan bahwa pemilik usaha restoran yang sedang terancam kebangkrutan total tersebut adalah wanita yang membuatnya kesal beberapa waktu lalu, Aria jadi ingin melirik lebih lanjut. Awalnya dia tertawa sinis mendengar berita tentang nasib wanita yang dianggapnya menyebalkan tersebut. Lantas ia yang sedikit ingin tahu tentang identitas si wanita menyebalkan pemilik restoran, akhirnya mencari informasi pribadi tentangnya.

Seperti kebanyakan manusia di bumi ini, Aria pun terkadang akan merasa ingin tahu lebih detail dan lebih jauh jika dia sedang membenci atau menyukai sesuatu ataupun seseorang. Maka dari itu, dia yang sebenarnya sibuk mengurus bisnis properti miliknya sendiri, dengan sempatnya mengobrak-abrik berbagai sumber pencarian untuk mencari data diri wanita pemilik restoran seafood yang hampir musnah. Bahkan ia tak ragu untuk meminta stafnya mencarikan apa yang ia mau. Tidak peduli jika menurut orang lain itu terdengar aneh atau mencurigakan.

Yang terpenting bagi Aria, dia membayar orang yang ia mintai jasanya. Bukan secara cuma-cuma. Karena Aria adalah seorang yang cukup memperhatikan tenaga dari orang yang dia pekerjakan. Bukan sebaliknya, meremehkan dan menggampangkan tenaga seorang pekerja.

"Dia puteri dari pasangan suami-istri bernama Alinea dan Agustinus, Pak. Ini, saya cetak sedikit informasi yang saya dapat."

Pria yang menjadi sekretaris Aria itu menyerahkan satu lembar kertas HVS yang terbungkus oleh map plastik warna hijau stabilo.

Aria segera menyambarnya dengan cepat. Hingga membuat sekretarisnya sedikit kaget. Namun, Aria menyambar benda tersebut bukan karena kertas berisi informasi tentang si wanita pengusaha seafood itu sangat penting baginya. Melainkan karena Aria mendengar nama "Agustinus" yang disebut oleh sekretarisnya barusan.

Daftar Bab
Sesuaikan
Bab Berikutnya

Kamu Mungkin Juga Suka

Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.