We Are Married

“Halo semuanya!

"Halo!"

"Wah udah datang."

"Yerim cantik banget."

"Yerim, duduk di sini!"

"I-iya." Yerim duduk di samping Hana yang memanggilnya tadi dan mendapat sambutan hangat dari teman-temannya yang lain. Sekarang adalah pesta penyambutan angkatan baru dari senior seperti kata Jey tadi pagi. Dan Yerim baru saja datang untuk menghadiri.

"Kok datangnya lama?" tanya Sonnie yang duduk di sebelah Yerim satunya.

Yerim tertawa canggung. "Aku ketinggalan bis."

Semuanya tertawa mendengar jawaban Yerim yang polos kecuali Taekyung yang sedang dilirik Yerim. Memang sengaja pria itu datang lebih dulu dengan mobilnya dan Yerim dengan bis karena tidak tau cara menggunakan transportasi pribadi.

"Padahal gue udah kangen banget sama lo." Osen tersenyum menampakkan sederetan giginya pada Yerim yang duduk di depannya.

"Bisa aja, Kak." Yerim tertawa canggung lagi.

"Yerim bisa minum?"

Yerim menoleh pada pria yang duduk di dua selisih dengan Osen.

"Dia siapa?" bisik Yerim pada Hana.

"Namanya Jeon Junggie. Dari jurusan komunikasi. Keren, kan?" Hana menyenggol bahu Yerim.

"Eh?" Yerim gelagapan. "Apaan sih?" malunya. "Bukannya ini untuk jurusan kimia aja, ya?" bisik Yerim lagi.

"Dia teman karibnya Kak Jey, makanya diizinin ikut."

Yerim manggut-manggut lalu menatap Junggie lagi.

"Hm, sedikit," jawab Yerim pada Junggie.

"Tapi bisa, kan? Ini minum!" Junggie menuang segelas soju dan menyerahkannya pada Yerim. Yerim menerimanya dan menyium aromanya sedikit. Sejujurnya ia belum pernah merasakan soju. Tapi sepertinya menolak tidak sopan.

"Hentikan!"

Baru Yerim ingin meneguk soju tersebut, suara Taekyung membuat semuanya mengheningkan cipta. Mereka semua menatap Taekyung dengan aneh.

"Sini birnya!" Taekyung kembali bersuara. Tangannya seperti meminta pada Yerim. Yerim yang masih terbengong mengopernya pada Hana, Hana mengopernya pada Sindy, lalu Sindy menyerahkannya pada Taekyung. Taekyung meminum soju tersebut lalu meletakkan gelasnya ke atas meja dengan kasar yang membuat Yerim memekik kaget.

"Hey! Kenapa lo yang minum?" tanya Osen.

"Dia nggak boleh minum!" titah Taekyung tegas.

"Kenapa? Lo punya hubungan sama Yerim?" tanya Junggie. Taekyung menatap Yerim. Yerim menatap Taekyung dengan setengah-setengah karena takut.

Please, jangan kasih tau!

"Dia sepupu gue."

"Serius?!"

Semua orang terkejut.

"Jangan ada yang kasih dia minum! Ketauan, mampus orangnya!" Ucapan terakhir Taekyung sebelum ia pergi dari kerumunan. Seluruh tatapan yang tadinya mengarah pada Taekyung kini beralih pada Yerim. Ada yang menatap tak menyangka, bingung, senyam-senyum, dan lainnya.

"Wah, sepertinya bahaya nih punya sepupu seperti Taekyung. Ya kan, Rim?" ucap dan tanya Yena. Yerim hanya menanggapi dengan kekehannya.

Terlepas dari masalah tersebut, pesta kembali dimulai. Dua jam berlalu. Sebagian besar teman Yerim sudah mabuk, ada yang bernyanyi untuk meramaikan acara, dan menari-nari tak jelas. Sedangkan Yerim, ia bingung harus apa. Ia hanya duduk menatapi teman-temannya dengan bertopang dagu. Bersama Taekyung yang duduk semeja dengannya. Untungnya meja tersebut sama dengan meja saat mereka duduk bersama yang lainnya tadi, yang panjangnya kira-kira dua meter. Yerim duduk di sudut yang satu dan Taekyung di sudut yang satunya. Walaupun begitu, Yerim merasa terlalu dipantau.

"Yerim ...." Osen datang dengan mabuknya yang langsung merangkul Yerim. "Ayo nari ...."

"Iya? Ta-tapi-“ Yerim tampak gugup. Ia berusaha melepas rangkulan Osen.

"Ayolah ...." Osen menarik Yerim agar bangkit dan mengikutinya. Tentu saja aksi itu tak lepas dari tatapan Taekyung. Tangannya sudah mengepal kuat bersama giginya yang menggeretak.

Tahan emosi. Tahan emosi.

Osen yang dalam keadaan mabuk mungkin tidak sadar kalau ia sudah melingkarkan tangannya di leher Yerim.

Tahan emosi selesai.

Taekyung bangkit dan melangkah dengan langkah lebar mendekati mereka berdua. Taekyung melepas tangan Osen dari Yerim dengan sekali hentakan lalu memberi tinjuan di pipi Osen sampai pria itu terjungkal. Aksi tersebut menarik seluruh perhatian seluruh orang.

"Taekyung ...," panggil Yerim dengan lemah. Ia menatap Taekyung dengan cemas.

Napas Taekyung naik turun. "JANGAN MAU DISENTUH SEMBARANGAN!" teriak Taekyung pada Yerim. Yerim tersentak dan spontan matanya memerah. Yerim menunduk dalam tak berani lagi menatap Taekyung.

"Hey! Jangan gitu sama perempuan!" Jey datang di antara Taekyung dan Yerim untuk melerai. Jey mendorong bahu Taekyung agar menjauh dari sana sedangkan Yoga dan Junggie membantu Osen untuk berdiri. Hana dan Sonnie juga mendekat untuk menenangkan Yerim.

Perlahan terdengar isakan dari Yerim. Yerim memijat tangannya sendiri sambil terus menunduk. Tak lama isakan Yerim semakin deras sampai bahkan ia menangis menjerit. Saat itulah kesadaran Taekyung kembali. Ia sadar telah melukai hati Yerim.

"Sher-Yerim ...." Taekyung mendekat dan menyentuh tangan Yerim tetapi Yerim menepisnya. Yerim lebih memilih memeluk Sonnie.

"Lo jahat banget, sih! Lo emang sepupunya, dan wajar kalau lo peduli sama dia tapi nggak usah se-possesive gini juga. Dia juga punya kehidupan lain," ceramah Sonnie.

"Gue nggak sengaja."

"Alesan lo!" bantah Sonnie lagi.

Yerim menarik tangan Sonnie. "Jangan berkelahi," mohon Yerim. "Aku mau pulang ...."

Sonnie menghela napas, "Ya udah, ayo!" lalu mengajak Yerim untuk pergi dari tempat tersebut.

>>><<<

Yerim merendam dirinya di bathup sisanya ia hanya melamun. Perlakuan Taekyung saat di pesta tadi benar-benar membuatnya tidak nyaman. Seumur-umur Taekyung tidak pernah berteriak padanya. Jangankan padanya, setiap Taekyung berteriak di hadapannya saja sudah membuat Yerim ketakutan setengah mati. Tadi itu, adalah momen paling menakutkan seumur hidup Yerim. Yerim jadi ingin seperti dirinya yang dulu lagi. Yang selalu penyendiri dan tidak pernah bersosialisasi sehingga Taekyung tak menghajar setiap pria yang mendekatinya.

Nggak. Aku harus punya teman. Aku nggak boleh menyendiri seperti dulu. Biar aja Taekyung begitu. Palingan beberapa lama lagi ia akan terbiasa melihatku dekat dengan cowok lain.

Sekarang Yerim memiliki senior yang baik dan mau menjadi temannya. Yerim tidak akan menyia-nyiakan hal itu. Yerim akan terbiasa. Begitu pula dengan Taekyung. Mereka akan terbiasa akan kehidupan di universitas. Begitu, kan?

Setelah selesai dari mandinya. Yerim bersiap untuk tidur. Ia naik ke kasur dan memakai selimut lalu memejamkan mata.

Tok! Tok! Tok!

Yerim membuka matanya lagi. Itu pasti Taekyung.

Buka nggak, ya?

Kalau melihat wajah Taekyung malam ini, Yerim pasti sedih lagi. Sebaiknya jangan.

Tok! Tok! Tok!

"Ada yang ingin gue bicarakan. Buka pintunya."

Yerim menghela napas. Tanpa punya pilihan lain, Yerim bangkit dan berjalan menuju pintu. Yerim menguatkan diri sejenak lalu membuka pintu.

Sosok Taekyung berdiri tegak di hadapan Yerim yang menunduk. "Lihat gue, Rim!" pinta Taekyung. Yerim masih menunduk. "Yerim, lihat gue!"

Masih tidak digubris.

Taekyung maju selangkah. Yerim spontan mundur selangkah juga. Taekyung maju lagi, Yerim mundur lagi. Begitu sampai kaki Yerim menyentuh tempat tidur. Yerim tidak bisa mundur lagi saat Taekyung semakin mengikis jarak di antara mereka.

Baiklah, Yerim kalah lagi.

Taekyung mengulurkan tangannya menyentuh dagu Yerim dan perlahan mengangkat kepala gadis itu. Yerim tidak lagi menolak. Perlahan matanya bertubrukan dengan mata tajam Taekyung. Kaki Yerim melemas dan tangannya mulai gemetar.

Cup

Yerim mematung. Tepat saat bibir Taekyung mendarat di keningnya. Mengecupnya selama lima detik sebelum ia mundur kembali untuk memberi jarak.

"Maaf."

Yerim tertegun mendengar kata itu.

"Gue nggak akan mengulanginya lagi."

Untuk sejenak hening. Tidak ada yang berkata lagi.

Yerim tersenyum simpul. "Nggak apa-apa. Kak Osenlagi mabuk berat. Pikirannya pasti bisa mengarah kemana-mana. Tapi aku baik-baik aja berkat kamu. Jadi ... makasih."

Tatapan Taekyung masih mengarah pada Yerim tapi tidak ada ekspresi apa pun di sana.

Dalam diam hati Taekyung menghangat. Ternyata Yerim memaafkannya semudah itu.

"Sama-sama. Berkat lo, gue jadi punya seseorang yang gue pedulikan."

Lanjutkan Membaca
Baca Novel Selengkapnya di Moboreader
UBuka Semua Bab
Buka Situs Resmi
Daftar Bab
Sesuaikan

Kamu Mungkin Juga Suka

Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.