Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Akhir dari Sepuluh Tahun Pernikahan
Akhir dari Sepuluh Tahun Pernikahan

Akhir dari Sepuluh Tahun Pernikahan

8.9
/ 10
Dalam novel modern Akhir dari Sepuluh Tahun Pernikahan, seorang istri yang terluka akibat kecelakaan justru dihina oleh suami dan anaknya demi cinta pertama sang suami. Baca novel online gratis ini untuk mengikuti perjuangannya memilih bercerai dan melepaskan diri dari pernikahan yang toksik.

Ringkasan Akhir dari Sepuluh Tahun Pernikahan

Mengalami kecelakaan demi melihat sang putra memenangkan kompetisi piano, seorang istri justru menerima penolakan pahit. Alih-alih dihargai, anaknya malah mempersembahkan medali emas kepada cinta pertama suaminya, sementara sang suami mencaci penampilannya yang kotor dan melarangnya datang ke pesta. Setelah dikunci di luar rumah dalam kondisi terluka dan basah kuyup semalaman, ia akhirnya menyerah. Di pagi hari, ia memutuskan untuk mengirim pesan cerai dan pergi selamanya.
Selengkapnya

Akhir dari Sepuluh Tahun Pernikahan Bab 1

Di hari putraku mengikuti kompetisi piano, aku mengalami kecelakaan mobil dalam perjalanan menuju tempat acara.

Aku tidak repot-repot menangani lukaku. Aku berjalan tertatih-tatih dan berhasil tiba tepat di acara pemberian penghargaan.

Putraku memenangkan medali emas dan dengan antusias berlari ke arahku.

Aku tersenyum dan menundukkan kepalaku, tetapi dia malah berbalik dan menggantungkan medali emas di leher cinta pertama suamiku.

Bahkan, suami yang kucintai selama sepuluh tahun itu memasang ekspresi tidak senang.

"Lihat apa yang kamu kenakan! Penampilanmu kotor banget. Seperti pengemis!"

"Jangan datang ke pesta perayaan anak kita malam ini. Jangan buat dia malu!"

Aku tidak menanggapinya dan pergi ke rumah sakit sendirian untuk menangani lukaku.

Di tengah hujan lebat, aku berlari kembali ke vila. Namun, aku baru sadar pintu telah terkunci.

Aku mengetuk pintu sepanjang malam di tengah hujan lebat.

Saat fajar menyingsing, aku mengirim pesan kepada mereka.

"Ayo kita bercerai. Sesuai keinginan kalian, kelak aku nggak akan mengganggu kalian lagi."

Aku mengeluarkan kunci pintu vila dari tas dan menaruhnya secara pelan di bawah karpet pintu.

Begitu keluar dari pintu, aku menerima pesan dari Chris Liman.

"Anakku bilang dia ingin makan panekuk yang dijual di Distrik Batani sana."

Jika ini terjadi dulu, aku pasti akan naik kereta bawah tanah ke Distrik Batani untuk membelikannya. Tak lupa juga, segelas susu kedelai yang hangat.

Namun, sekarang ….

Tanpa ragu-ragu sedikit pun, aku mematikan ponselku, lalu mengeluarkan kartu SIM dan membuangnya ke tempat sampah.

Menggunakan WIFI di minimarket, aku membeli tiket untuk kembali ke kampung halaman.

Saat membayar, masuk panggilan telepon whatsapp dari Chris.

Aku tidak sengaja menekan tombol jawab.

Di ujung telepon sana, terdengar nada cemberutnya.

"Vanesa, kamu berkeliaran ke mana pagi-pagi begini? Kenapa masih belum kembali?”

"Anak kita bilang dia ingin makan panekuk, kamu masih belum belikan untuknya? Dia sudah hampir mati kelaparan."

"Kamu hebat sekarang. Bukan hanya mematikan ponselmu, tapi juga ribut mau cerai. Sepertinya kamu …."

Suaranya tiba-tiba hilang. Aku menutup telepon sambil memasang ekspresi datar. Lalu, memblokir akun whatsapp-nya.

Kata-kata tidak penting itu tidak perlu diucapkan lagi.

Kemarin sore, aku sengaja keluar lebih awal dan memesan bunga yang disukai Sean. Aku takut mempermalukannya, jadi aku khusus membeli gaun yang harganya mahal sekali.

Namun dalam perjalanan menuju tempat acara, aku mengalami kecelakaan mobil yang serius.

Aku merangkak keluar dari mobil yang terbalik dan menolak saran tim penyelamat untuk melakukan pemeriksaan. Kemudian, berlari ke tempat acara dengan cemas.

Ada goresan besar di dahiku. Siku dan lututku juga berdarah.

Namun, Chris seolah tidak peduli sama sekali. Dia hanya fokus dengan gaunku yang kotor dan rambutku yang berantakan, tetapi tidak menanyakan lukaku sakit atau tidak.

Aku ingin memeluknya, tetapi dia malah berteriak dan mendorongku menjauh.

"Minggir. Jangan mengotori pakaianku!"

Rasa jijik di matanya begitu jelas hingga mataku mulai terasa perih.

Aku membeku di tempat. Aku hanya bisa melihatnya menggamit lengan Kirana dan mengajaknya pergi.

Sean mengikuti mereka. Saat melewatiku, dia sengaja menyenggolku. Ada tatapan meremehkan yang tidak bisa disembunyikan.

"Lihat penampilanmu. Kamu bahkan nggak bisa dibandingkan dengan Kirana. Pantas saja anakku nggak mau mengakuimu sebagai ibunya!"

Ada orang tua murid kenalanku menepuk pundakku dengan simpati dan bertanya, apa aku perlu dibawa ke rumah sakit atau tidak.

Aku menahan air mata dan menggelengkan kepala. Aku memegang buket bunga yang sudah hancur akibat kecelakaan mobil, lalu meninggalkan tempat itu sendirian.

Setelah masuk ke dalam mobil dan duduk, aku baru sadar sudah terlalu tergesa-gesa.

Aku melihat tanggal di ponselku dan menyadari bahwa hari ini adalah hari ulang tahunku.

Pernikahan kami sudah berjalan sepuluh tahun. Setiap hari aku hanya sibuk mengurusi Chris dan putraku. Aku belum pernah merayakan ulang tahun dengan sungguh-sungguh, jadi tentu saja tidak ada yang mengingatnya.

Bahkan, aku sendiri juga hampir lupa.

Saat petugas mendorong kereta berisi makanan melewatiku, aku memilih sepotong keik kecil yang kelihatannya tidak terlalu enak.

Aku belum makan seharian. Perutku sudah keroncongan karena kelaparan.

Namun, aku masih meletakkan keik itu di atas meja dengan sungguh-sungguh, lalu menangkupkan kedua tanganku untuk membuat permohonan.

"Semoga ke depannya aku bisa hidup demi diriku sendiri."

Aku membuka mataku dan bersiap makan. Namun, di saat aku mengangkat kepalaku, mataku tidak sengaja bertemu dengan tatapan penuh harapan dari gadis kecil yang duduk di sebelahku.

Dia menatap keik yang kelihatannya tidak terlalu enak itu sambil menelan ludah.

Sangat mirip dengan penampilan rakus Sean sewaktu masih kecil.

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
Dalam Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali, seorang wanita dikhianati tunangannya setelah berkorban nyawa. Romance novel penuh intrik modern dan action ini mengikuti misinya meninggalkan masa lalu yang hancur demi martabat baru. Baca kisah seru ini di platform web novel kami.
Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
Dalam Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu, Rheina terjebak dalam keluarga toxic saat mencoba menyelamatkan sahabatnya. Romance novel ini mengisahkan perjuangannya menghadapi cinta segitiga rumit. Baca kisah selengkapnya di webnovel yang penuh intrik dan pilihan hidup sulit ini.
ISTRI RASA SIMPANAN
ISTRI RASA SIMPANAN
Dalam novel modern ISTRI RASA SIMPANAN, Alicia Huang menuntut pernikahan dengan Anthony Smith demi donor sumsum tulang belakang. Anthony setuju namun menyembunyikan status Alicia dari publik. Temukan kelanjutan romance novel ini tentang pengorbanan dan rahasia di platform online novel.
Jangan bermain-main dengan saya
Jangan bermain-main dengan saya
Dalam novel Jangan bermain-main dengan saya, seorang gadis dijual oleh ayahnya dan terpaksa menghadapi takdir sebagai istri pengedar narkoba. Ikuti kisah mafia penuh risiko ini melalui web novel yang menyajikan pilihan sulit antara kesetiaan dan pelarian dalam dunia romance stories.
Light Of Love
Light Of Love
Dalam Light Of Love, Kayla Pratama terjebak sebagai istri kedua miliarder Raga Dirgantara demi membalas budi. Menjadi alat keturunan di tengah konflik modern novel ini, ia harus menghadapi risiko besar. Baca kisah billionaire romance books ini selengkapnya di platform web novel kami.
My Bad Boss
My Bad Boss
Dalam novel My Bad Boss, Xaiver Narendra Maximilian harus menghadapi tantangan saat prinsipnya goyah oleh Adeeva Adelia. Ikuti perjalanan romansa penuh dinamika ini dalam billionaire romance novels pilihan. Baca kisah seru mereka hanya di platform web novel terbaik saat ini.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.