TN MAFIA PLEASE SAVE ME

Alinda melangkahkan kakinya dengan cepat untuk menghampiri Robert. Hati Alinda begitu miris dengan kabar yang diterimanya tentang keadaan daddy.

Alinda buru-buru ke lokasi tempat daddynya berada. Butuh usaha untuk sampai di tempat ini, karna harus melewati penjagaan yang ketat. Dan alangkah terkejutnya Alinda ketika melihat sang daddy yang terlihat menyedihkan.

"DADDDYY..." teriak Alinda dengan kencang.

Robert menegok ke arah pintu dan betapa terkejutnya Robert ketika melihat Alinda sang putri berada di sini.

"Apa yang kau lakukan kepada daddyku! cepat lepaskan dia." Alinda berteriak histeris di ruangan ini. Air matanya luruh dipipi.

" Apa kalian disini tak punya hati huh, memperlakukan orang tua seperti ini?"jerit Alinda.

Alinda memandang Victor yang masih berada di sampingnya dengan tatapan permusuhan.

" Daddy tidak apa-apa nak , ini memang harga yang harus dibayar untuk kesalahan yang daddy lakukan." Robert tak kuasa melihat putri semata wayangnya menangis tersedu-sedu.

Semua yang berada diruangan ini terdiam dan tak ada yang bersuara sedikitpun. Mereka semua hanya memandang Alinda.

Victor memegang tangan Robert dan bersiap untuk menyeretnya untuk ke luar dari ruangan ini.

"Ayo cepat berdiri." Victor menarik tangan Robert dengan kasar.

"Jangan aku mohon jangan! Lepaskan daddyku aku mohon." rengek Alinda.

Victor tak memperdulikan rengekan Alinda. Victor sudah siap untuk mengambil pistolnya dari dalam saku.

Alinda yang melihat itu segera menagis tersedu-sedu.

Mata Alinda menangkap sosok yang duduk santai di atas kursi. Alinda berpikir pasti orang itu adalah Boss dari tempat ini. Tanpa pikir panjang, Alinda berdiri sambil menangis dan berjalan ke arah Alexzno yang terlihat asyik memainkan ponselnya.

Dia duduk bersimpuh dikaki Alexzno. Alinda memohon dikaki Alexzno. "Aku tak tahu apa masalah yang telah diperbuat oleh daddy, Tapi Aku mohon tolong maafkan kesalahan daddy, beri dia satu kesempatan untuk hidup."ucap Alinda dengan memohon.

Alexzno menatap wajah Alinda, dalam hati, Alexzno mengagumi kecantikan yang Alinda miliki.

" Kalau dia ku lepaskan apa yang akan kamu tukarkan kepadaku untuk menggantinya?" tanya Alexzno.

Alexzno mencoba untuk memberi tawaran kepada Alinda.

"Apapun yang Tuan minta. Saya akan berikan, termasuk hidup saya." Alinda menjawab dengan suara yang mantap sambil mendongakkan wajah melihat ke dalam iris coklat madu milik Alexzno.

Alexzno memandang wajah Alinda dengan datar." Benarkah kamu mau memberikan apapun untukku? Termasuk kehidupan yang kau miliki?" Alexzno bertanya dengan senyum menyeringai.

" Iya Tuan, saya berjanji kepada Tuan. Tetapi Saya mohon lepaskan daddy. Jika Tuan bersedia melepaskan daddy, maka saya akan menyerahkan semua yang saya miliki kepada Tuan, termasuk hidup saya. Saya berjanji demi arwah Mommy saya." Alinda berkata dengan suara yang tegas dan penuh keyakinan. Matanya bahkan tak berkedip ketika mengucapkannya.

Alinda tidak tahu bahwa saat ini dia tengah menggali kuburannya sendiri.

"Apa yang kau lakukan nak, kamu jangan bodoh, Dia itu manusia yang tak punya hati. Daddy mohon jangan sia-sia kan hidupmu untuk daddy , daddy tak ingin hidupmu menderita nak." protes Robert. Robert tak setuju jika Alinda menyerahkan hidupnya kepada Alexzno.

" Tenanglah Dad , Daddy jangan khawatir Alinda bisa jaga diri Alinda sendiri. Yang penting daddy sekarang bisa selamat."

"Oke. Karna putrimu ini mau menggantikan posisimu maka aku akan mengampuni dirimu Robert! Tapi ingatlah bahwa sekarang HIDUP putrimu adalah milikku." Alexzno berkata final.

Alexzno memanggil anak buahnya."Victor! bawa keluar si tua bangka ini dan lepaskan dia." Alexzno memberi perintah kepada anak buahnya.

"Baik boss." Victor berkata dengan patuh. Victor kemudian menyeret Robert paksa untuk keluar dari ruangan ini.

Sementara di ruangan ini hanya tinggal Alexzno dan Alinda. "Sesuai dengan kesepakatan kita ,mulai sekarang hidupmu dan tubuhmu adalah milikku, aku akan memperlakukanmu sesuka hatiku, kamu harus menerimanya dan tak punya hak untuk menolak."

Alexzno tersenyum sinis. Di otaknya dia sudah memiliki rencana untuk mainan cantiknya ini.

@@@@@@@

Mobil hitam yang di tumpangi oleh Alinda telah sampai di depan mansion yang sangat mewah. Alinda menurunkan kaki jenjangnya ke pelataran manssion. Suara ketukan dari high hells hitam itu menambah keindahan kaki milik Alinda. Alinda melangkahkan kakinya pelan ke dalam mansion yang berada di depannya.

Alinda membuka pintu utama dan langsung di sambut oleh salah satu pelayan rumah ini.

" Selamat datang di kediaman Tuan Alexzno Z'king ,nona Alinda.

Perkenalkan nama saya Alana dan saya adalah pelayan yang ditugaskan untuk melayani anda." ucap sang pelayan dengan formal.

"Baiklah Alana, perkenalkan saya Alinda. Senang bisa berkenalan denganmu." Alinda menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Alana.

Alana menerima uluran tangan Alinda dengan kikuk. Alana belum terbiasa berjabat tangan dengan majikannya.

" Iya Nona, saya juga senang bisa berkenalan dengan anda." Alana melepaskan salaman tangan mereka.

"Mari ikuti saya Nona. Saya akan menunjukkan kamar Anda."

"Baiklah." jawab Alinda. Alinda mengikuti langkah kaki sang pelayan yang bernama Alana.

Setelah melewati beberapa lorong yang panjang, akhirnya mereka tiba di salah satu ruangan. Alinda menebak di dalam hati, mungkin ini adalah kamarnya. Mata Alinda melihat pintu ruangan di depannya. Dan benar ini adalah kamar milik Alinda.

Ruangan yang begitu besar dengan pintu kayu yang memiliki kualitas bagus dan mewah.

Cklekkkk.... sang pelayan itu membuka pintu besar di depannya.

"Mari silakan masuk Nona." ucap sang pelayan.

Alinda melangkahkan kakinya untuk memasuki kamar tersebut. Hal pertama yang Alinda tangkap dari ruangan ini adalah kemewahan.

" Nona, di sana semua perlengkapan Nona sudah tersedia. Mulai dari tas, baju dan perhiasan sudah tersusun rapi di sana." Tangan sang pelayan itu menunjuk ke arah ruang wardrobe yang berada di ruangan ini.

"Terima kasih Alana."

"Apakah Nona sekarang membutuhkan sesuatu?" tanya Alana.

" Tidak Al, mungkin saya akan beristirahat." jawab Alinda.

" Ya sudah , kalau begitu saya pamit undur diri. Jika Nona membutuhkan sesuatu tolong panggil saya."

"Baiklah." jawab Alinda.

Alana keluar dari kamar milik Alinda, menyisakan Alinda sendirian di kamar ini.

Alinda mendudukkan pantatnya di tepi ranjang yang berukuran king size. Alinda menyusuri sprei yang berwarna putih itu dengan tangannya. Terasa Lembut dan nyaman, kesan pertama yang Alinda dapat ketika menyentuh sprei itu. Mata Alinda teralihkan ke jendela yang berada di kamar ini.

Kaki Alinda berjalan ke arah jendela yang memiliki gorden dengan warna gold. Alinda mengumpulkan kain gorden menjadi satu dan menyibaknya dengan sekali hentakan tangan agar bisa terbuka dengan sempurna. Mata Alinda langsung dimanjakan dengan pemandangan kolam renang raksasa yang begitu indah. Air kolam itu berwarna biru, sebiru iris mata Alinda yang menyejukkan.

Di samping kolam renang terdapat meja dan kursi yang indah. Itu sangat cocok di pakai untuk berjemur di pagi hari. Sungguh ini adalah rumah yang menyerupai istana. Alinda kagum dengan semua kekayaan yang Alexzno miliki.

Setelah puas melihat pemandangan di luar jendela. Alinda berganti melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Alinda tergoda untuk menikmati segarnya air yang akan memanjakan kulitnya. Alinda langsung pergi ke kamar mandi untuk berendam. Dia mengisi bath up dengan air dan sabun yang melimpah. Sungguh Alinda sudah tak sabar untuk berendam di dalam bath up ini.

Dia melepaskan baju yang masih menempel di badannya. Melangkah kakinya segera untuk masuk ke dalam bath up untuk berendam. Alinda sangat menikmati waktunya ketika berendam sampai lupa waktu. Entah berapa lama dia berendam, kulitnya sudah menjadi dingin dan busa di dalam bath up sudah mulai hilang. Dia begitu asyik berendam sampai lupa waktu.

" Nona Alinda, Anda di tunggu Tuan di meja makan."pelayan itu berkata sambil mengetuk pintu kamar mandi.

" Baiklah, tunggu sebentar, saya sudah selesai." ucap Alinda sambil berteriak dari dalam.

Alinda bergegas membilas tubuhnya dibawah guyuran shower dan langsung memakai bathrobe yang berada di kamar mandi. Alinda secara terburu-buru melangkah ke dalam walk in closet dan memakai pakaian dengan acak. Alinda takut jika Alexzno telah lama menunggu dirinya di meja makan.

Setelah selesai Alinda keluar kamar dan bergegas turun kebawah. Dan benar saja Alinda melihat Tuan rumah yang sudah duduk diujung meja.

Alinda segera mempercepat langkahnya untuk sampai ke kursi. Setelah sampai Alinda menarik salah satu kursi dan mendudukkan pantatnya di kursi tersebut.

"Selamat malam Tuan." sapa Alinda dengan senyum manis.

Alexzno melihat Alinda sekilas dan mengangguk sebagai jawaban dari Alinda.

Para pelayan kemudian menyajikan hidangan-hidangan untuk makan malam di atas meja. Banyak sekali hidangan yang tersaji malam ini. Alexzno sengaja menyuruh kokinya untuk memasak menu yang banyak. Alexzno belum tahu makanan kesukaan Alinda, jadi Alexzno menyuruh koki untuk memasak semuanya.

"Silakan makan. Pilih makanan yang kamu suka." ucap Alexzno dengan datar.

"Terima kasih Tuan." jawab Alinda.

Acara makan pun dimulai mereka makan dengan diam. Sesekali mata Alinda memperhatikan Alexzno yang sedang makan.

'ckck...kenapa tuhan begitu baik menciptakan monster yang begitu tampan seperti malaikat tapi hatinya seperti iblis, apakah tuhan menciptakan monster ini dalam keadaan bahagia ' gerutu Alinda dalam hati. Matanya menatap wajah Alexzno.

"Bisakah kita berbicara ?" Alinda memberanikan diri membuka mulutnya untuk berbicara.

"Katakanlah!" jawab Alexzno datar.

Nyali Alinda sedikit menciut mendengar nada dingin dan tatapan menyeramkan dari Alexzno.

"Sebenarnya berapa banyak kerugian yang Anda tanggung karna ulah daddyku? Emm... aku bekerja. Bisakah aku mencicil kerugian yang di buat oleh daddyku tanpa harus terkurung disini?" Alinda mencoba bernegoisasi dengan Alexzno.

Alexzno menghentikan acara makan malamnya. Dia bersedekap dada memandang Alinda dengan tajam.

" Sampai kapan kamu mau mencicil hah ? 10 tahun? 20 tahun? Kamu pikir aku punya banyak waktu untuk mengurusi uang recehanmu itu ?" berang Alexzno. Alexzno merasa di permainkan emosinya hari ini oleh Alinda.

Alinda menghirup udara melalui hidung dan mengeluarkannya melalui mulut. Alinda mencoba menekan rasa gugup yang menderanya saat ini.

." Tuan, Anda begitu kaya raya, uang anda juga sangat banyak. Aku yakin kerugian yang daddy saya perbuat tidak akan menghabiskan harta anda. Bagaimana jika anda bermurah hati untuk membebaskan saya." Alinda mencoba menampilkan senyum manis miliknya untuk sedikit melunakkan hati Alexzno.

Dan sayangnya senyum manis milik Alinda tidak berfungsi untuk Alexzno hari ini. Alexzno merasa Alinda telah mempermainkannya.

" JANGAN MIMPI KAMU NONA." desis Alexzno.

" Bukankah kita sudah membuat perjanjian. Jika kau lupa Nona, kamu sendiri yang telah menjaminkan hidupmu untuk kebodohan tua bangka itu, dan sekarang kamu tidak memiliki hak lagi untuk hidupmu. Mengertilah posisimu nona jangan menguji kesabaranku dan pembicaaran ini selesai." Alexzno mengakhiri sepihak.

"Ta--tapi tunggu dulu Tuan." Alinda menahan Alexzno yang hendak meninggalkan kursinya.

Alexzno menatap mata Alinda dengan dingin. Sungguh Alinda telah melebihi batasannya.

"Terus saya di sini harus ngapain Tuan? Apa tugas yang harus saya kerjakan untuk melunasi hutang daddy saya?" tanya Alinda kepada Alexzno.

Alexzno mendegus, wajahnya terlihat muram." kamu mau tahu apa tugas yang harus kau lakukan di sini?" desis Alexzno.

Alexzno menampilkan senyum evil miliknya.

Dan alarm bahay muncul di kepala Alinda karna melihat senyum evil milik Alexzno.Alinda terdiam kaku sambil menunggu jawaban yang keluar dari bibir Alexzno.

"Aaakhhhhhh...." Alinda terpekik kaget karna Alexzno tiba-tiba mengangkat Alinda ke pundaknya. Membawa tubuh Alinda ke lantai atas hingga sampai di sebuah ruang yang Alinda yakini adalah kamar milik Alexzno.

Alinda mencoba memberontak namun sia-sia karna perbandingan tubuh yang tak seimbang.

"Turunkan saya Tuan." pekik Alinda.

Alexzno tak menggubris Alinda sama sejali. Dia mendorong pintu dan menghempaskanya tubuh Alinda dengan kasar ke atas ranjang. Dia melucuti pakaian Alinda dengan kasar. Menyentuhnya dengan kasar. Dia mulai menjilati leher Alinda sampai turun ke payu*ara Alinda. Menghisap puncaknya dan mengigit dengan keras.

"Akhhh." Jerit Alinda.

"Jangan lakukan ini Tuan, saya mohon." Alinda mencoba mengiba pada Alexzno. Namun Alexzno tak mengubris Alinda sama sekali.

Perlawanan dari Alinda tidak berarti apa-apa bagi Alexzno. Karna perbandingan ukuran tubuh yang jauh berbeda. Dia bahkan sudah menyatukan tubuhnya ke inti tubuh milik Alinda.

"Aaakkkhhhhhh." ringis Alinda.

Rasa sakit yang luar biasa dirasakan oleh Alinda. Jelas sakit,karna ini yang pertama bagi Alinda dan ia mendapatkan yang pertama ini dengan sangat kasar dan tak terhormat. Air matanya tak lagi bisa di bendung. Air matanya jatuh berceceran, suara desahan dan erangan dari Alexzno membuat hatinya ingin meledak. Sebenarnya jenis monster seperti apa Alexzno ini!?

Setelah puas dengan tubuh Alinda, Alexzno mengeluarkan cairan miliknya di atas perut Alinda. Alexzno segera merapikan pakaianya kembali.

"Kamu mau tahu apa tugasmu di sini kan? inilah tugasmu mulai hari ini. Maka bersikap baik dan patuhlah kepada Tuanmu. Karna aku tak segan-segan membunuh daddymu jika kau tak menuruti perintahku!"

Alinda masih terkulai lemas di atas ranjang. Dia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. "KAU BINATANG!" berang Alinda.

Alinda berteriak keras tepat di depan wajah Alexzno.

"Wow berani sekali kau berteriak hah? SEORANG SLAVE TAK PANTAS MENINGGIKAN SUARANYA!" Alexzno berkata sambil menarik rambut Alinda dengan keras. Matanya memerah menandakan dia sedang marah.

Alinda tidak takut dia balik menatap mata Alexzno dengan tajam yang penuh dengan uraian air mata. Kilatan matanya menunjukkan amarah dan juga kebencian.

" Siksa aku, siksa aku sampai kamu puas. Sampai kapanpun aku tak akan takut padamu."

Alexzno melepaskan tanganya dengan kasar. Dia menatap mata Alinda sesaat dan Bummm ...dia keluar dari kamar dan menutup pintu dengan kasar.

Chapters
Customize
Next Chapter

Kamu Mungkin Juga Suka

Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.