Terpaksa Menjadi Istri Pengganti

Kayla hanya bisa duduk di dekat jendela. Gaun indahnya menjuntai di lantai. Gaun berwarna putih gading dengan bagian puring cantik di punggungnya. Tubuhnya yang tinggi langsing sangat cocok mengenakannya, bahkan tiara kecil itu pun masih bertengger manis menghiasi kepalanya.

"Ya Tuhan, apa yang sebenarnya terjadi dengan diriku ini? Kenapa bisa aku berakhir di sini bersama lelaki dingin itu, apakah benar keputusan yang kuambil ini. Karena aku butuh banyak biaya untuk pengobatan ayah dan juga sekolah adikku, Dhea. Belum lagi perlakuan Mama tiriku yang semena-mena pada kami, apa saat ini aku mengambil keputusan yang salah?" Batinnya terus bertanya-tanya. Matanya terus menerawang jauh menatap langit malam yang semakin kelam tak ada bintang atau sinar rembulan. Kayla merasa telah menjual harga diri dan juga masa depannya. Namun, semua itu ia lakukan hanya untuk keluarganya, karena tawaran yang cukup fantastis dari tuan Sabhara dan juga Nyonya Sofia yang tak lain adalah orang tua Shaka Windu Artha yang sekarang menyandang status sebagai suaminya.

Tak ingin terlalu terlalu dalam kesedihan yang mendalam, akhirnya ia pun bergegas untuk melepas gaunnya berganti pakaian memakai baju tidur. Kemudian merebahkan diri di atas tempat tidur, karena malam pengantin yang memang tak diharapkan oleh kedua belah pihak membuat Kayla pun lega. Walaupun sikap dingin Shaka seperti itu, setidaknya ia tidak tersentuh olehnya di malam ini. Karena sebenarnya ia juga takut saat membayangkan hal itu dan sama sekali tak siap tersentuh oleh seseorang yang tak ia cintai. Saking lelahnya dengan acara hari ini, tanpa sadar ia memejamkan matanya memasuki alam mimpi.

Kembali ke beberapa jam yang lalu.

Di saat pernikahan akan dimulai kedua mempelai pun sudah siap dihadapan penghulu. Dan baru saja Shaka akan mengucapkan akad pernikahannya. Dari luar ternyata seorang misterius yang mengenakan helm full face berwarna hitam yang melemparkan sebuah benda pada security Hotel.

Melihat itu security pun lalu mengambilnya. Dengan terheran-heran ia menyerahkan kepada Tuan Sabhara yang saat ini menggelar acara pernikahan megah tersebut.

"Maaf Tuan. Permisi ada sesuatu yang ingin saya sampaikan pada anda!" Serunya. Dengan sungkan menghampiri Tuan Sabhara.

"Memang ada apa Pak?" tanyanya. Ia penasaran karena sampai security masuk dan menemui dirinya disaat penting itu

" Ini lho Tuan. Barusan ada yang melemparkan sesuatu dari luar. Dia melemparkan benda kecil ini," ucap security memberikannya kepada Tuan Sabhara.

"Benda apa itu Pak? Kenapa ada orang yang bisa masuk ke dalam Hotel ini, apakah itu benda berbahaya?" Tanya Tuan Sabara penasaran.

"Ini hanya benda kecil. Sepertinya bukan benda berbahaya, Tuan." Ucapnya sambil menyerahkan bungkusan kecil tersebut pada Tuan Sabhara.

"Lantas bagaimana dengan ciri-ciri orang itu?" tanya Tuan Sabhara penasaran.

"Oh, Pak tadi orang itu tiba-tiba melemparkannya dan berteriak bahwa harus disampaikan kepada Tuan. Dia memakai pakaian serba hitam dan helm full face sehingga tak terlihat seperti apa wajahnya," jawab security tersebut.

"Oke. Baik, terima kasih Pak!" ucap Sabhara, hal itu pun membuat prosesi akad nikah tertunda sejenak. Karena penasaran ia segera melihat isi dalam bungkusan kecil tersebut, dan ternyata isinya adalah sebuah flashdisk. Segera saja ia memasangkan di laptopnya. Namun, alangkah terkejutnya ketika mendapati di dalam rekaman tersebut adalah video tak senonoh seorang gadis yang sangat ia kenali, yaitu tak lain adalah calon menantunya sendiri. Menyaksikan itu semua, matanya kontan membola sempurna. Melihat sang suami yang terbengong begitu membuat Nyonya Sofia pun langsung mendatanginya.

"Astaga, apa ini!' ujar Nyonya Sofia sontak kaget. Sungguh ia tak pernah menyangka dengan apa yang dilihatnya.

"Stop! Sekarang juga kita akan batalkan pernikahan ini. Ternyata dia bukan wanita baik-baik. Maaf, aku tak sudi memiliki menantu seperti dia!" Teriak Tuan Sabhara geram. Tangannya menunjuk ke arah Gretta yang sudah duduk manis di samping sang putra.

"Ada apa ini?" Pak Willian dan Bu Rihana sontak panik mendengar penuturan dari mulut calon besannya itu. Suasana hening itu pun mendadak riuh seketika. Sementara semua orang mulai bertanya-tanya apakah yang sedang terjadi.

"Shaka, sayang ada apa ini? Kenapa Papamu berteriak begitu?" tanya Gretta tak mengerti. Begitu juga dengan Shaka.

Ia beranjak menghampiri kedua orangtuanya yang tiba-tiba berubah menjadi geram pada kekasihnya, padahal tadi mereka masih baik-baik saja tak ada masalah apapun. Justru, mereka telah dekat dengan Gretta 1 tahun terakhir.

"Mama, Papa? Ada apa ini sebenarnya? Tolong katakan, jangan rusak momen bahagia Shaka dong. Please!" ucapnya penuh harap. Dan jika terjadi sesuatu kesalahan pahaman ia harap tak mengganggu pernikahannya saat ini.

"Dia wanita murahan, yang akan kamu nikahi itu tak sebaik yang kamu kira, Nak!" teriaknya Sofia. Dan, hal itu membuat gempar seluruh tamu undangan yang hadir di ballroom Hotel mewah berbintang 5 di kawasan jantung ibukota itu.

"Mama, ada apa sih sebenarnya? Ma, ini adalah hari pernikahanku bagaimana bisa terjadi keributan seperti ini?" shaka segera menghampirinya

"Shaka, sekarang buka mata kamu lebar-lebar sayang! Kamu lihat sendiri dalam video ini siapa pemeran utama wanitanya? Itu adalah wanita itu yang akan kamu nikahi!" Cetus Nyonya Sofia menunjuk wajah dalam video itu, seorang gadis seksi yang polos tanpa sehelai benang pun menari diatas tubuh seorang laki-laki. Gerakan gemulai dan nakalnya jelas terpampang nyata disana.

"J-jadi Gretta. Itu, adalah Gretta!" Lirih Shaka shock parah. Hingga hampir jatuh lemas. Namun tubuhnya sigap ditangkap oleh sang ayah.

"Huh, pokoknya akhiri sekarang juga. Batalkan pernikahan inu, Mama tak setuju kamu menikah dengan seorang gadis murahan!" Cetus Nyonya Sofia.

"Saya juga tak sudi memiliki menantu yang tak memiliki rasa malu. Anak kami yang berharga tak akan kami biarkan menjadi miliknya! Dia tak pantas menyandang status sebagai menantu dari keluarga Windu Artha. Kami adalah keluarga besar yang terpandang tak sudi menerima dia, hanya gadis gatal dan nakal!" Sentak Tuan Sabhara tegas.

"Papa, Mama!" Teriak Gretta histeris menyambar kedua orangtuanya.

"Gretta, apa yang telah kamu lakukan, Nak? Apa yang membuat mereka marah!" tanya Willian sangat bersedih.

"Sini, Mas! Lihat sendiri aksi bejat putrimu!" ucap Sabhara geram.

"Tidak Papa. Tidak, Papa jangan lihat itu, maaf aku memang salah. Tapi aku dijebak oleh laki-laki brengsek itu." Isak tangis Gretta tak bisa terbendung lagi. Sementara Shaka hanya berdiam diri tertegun dengan pemandangan yang ada di hadapannya. Semua tak berjalan mulus sesuai dengan rencananya.

"Kami malu Gretta. Kamu coreng wajah kami dihadapan semua orang!" Hardik Willian tak segan ia menampar pipi putrinya itu.

Plakk!

"Papa, maafkan Gretta!" lirihnya sendu. Tangannya mengusap pipinya yang merah dan panas.

"Ayo Pa kita pergi. Anak kita sendiri yang telah melemparkan kotoran di wajah kita berdua!" ucap Rihana sangat kecewa dengan tingkah laku Gretta yang membuat keluarga mereka malu.

Daftar Bab
Sesuaikan
Bab Berikutnya

Kamu Mungkin Juga Suka

Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.