Terpaksa Menjadi Istri Pengganti

Gretta berlari menghampiri Shaka. Wajahnya berubah sembab dan berurai air mata. Di sambarnya tangan Shaka.

"Shaka, dengar kan aku!" Serunya memeluk tubuh Shaka.

"Apa lagi sih yang mau kamu katakan? Semua sudah jelas, kamu wanita seperti apa?" Sentak Shaka. Hatinya begitu hancur dan geram.

"Dengar sayang. Aku bersumpah, demi apa pun. Karena ini semua bukan keinginanku!" isak Gretta tak sanggup lagi untuk menahan air matanya tak peduli semua orang melihatnya. 

"Semua sudah jelas. Dan kukira tak ada yang perlu di jelaskan lagi. Karena kita semua memiliki mata untuk melihat seperti apa kebusukan kamu, Gretta!" Sentak Shaka tak peduli. Suaranya meninggi karena tak mampu lagi untuk mengontrol emosinya yang sudah meledak-ledak.

"Pliss sayang, semuanya hanyalah jebakan dari seseorang yang menginginkan hubungan kita hancur. Shaka,  kamu percaya sama aku kan? Dan, kita akan masih bisa untuk melanjutkan pernikahan ini kan?" tanyanya sangat terpuruk melihat Shaka dan kedua orangtuanya yang telah memandangnya hina.

"Kamu murahan. Kamu kotor! Masih bisa kamu mengelak, hah?" teriak Shaka. Kedua matanya sudah merah menyala. Gadis cantik yang sudah sangat ia cintai ternyata tak seperti yang ia kira.

"Hentikan, Gretta! Cukup, ayo kita pergi. Apa kamu tak cukup dalam membuat keluargamu ini malu besar!" Willian tanpa segan menyeret tubuh Gretta.

"Ayo sayang. Kenapa kamu masih ada disini? Ini semua memang salahmu. Tapi kita juga tak mau dipermalukan dihadapan banyak orang seperti ini," ucap sang ibu tak mampu menahan rasa sesak di dalam dadanya.

Sementara kedua orang tua Shaka pun tak mampu untuk berkata apa-apa lagi. Pernikahan megah yang menguras kantong itu hanya akan berakhir dengan sebuah kegagalan dan juga rasa malu akibat ulah si calon menantu. Padahal selama ini Gretta telah akrab dan pandai dalam mencuri perhatian dari Nyonya Sofia yang sangat royal dan juga hobi shoping. Tentu saja hal itu sangat cocok dengan kepribadian Gretta yang menyukai kehidupan yang hedon dan suka hura-hura.  Namun, kini semuanya telah berbeda karena aibnya itu terbongkar di hadapan umum dan menggagalkan rencananya untuk menjadi menantu dari keluarga milyuner Sabhara Windu Artha.

"Maafkan kami Mas Sabhara, karena hal yang tidak diinginkan terjadi seperti ini. Jujur saya sangat malu dengan adanya kejadian ini," ucap Willian sangat merasa bersalah.

"Sudahlah, tapi sepertinya pernikahan ini memang tidak akan pernah terjadi. Karena kami juga telah emosi. Namun sampai kapanpun kami takkan pernah membiarkan anak kami yang sangat berharga menikah dengan Putri Pak Willian, dan ini tak bisa di ganggu gugat lagi!" tukas Tuan Sabhara tegas. Dan tak ingin mendengar perdebatan lagi.

"Maksudnya, apakah kita akan putus hubungan Mas?" tanya Willian. Tubuhnya mulai bergemetaran.

"Kita masih bisa untuk berhubungan baik. Namun tidak untuk menjadi besan. Semuanya juga sangat kami sesalkan karena pernikahan yang harusnya sakral dan istimewa harus hancur tiba-tiba seperti ini. Sungguh kami juga bersedih," ucap Sabhara. Dadanya naik turun menahan emosi.

"Baiklah, kami juga harus mengerti tentang apa yang terjadi di sini. Kami juga sangat menyesal karena tak bisa menjadi orang tua yang mampu mendidik Putri kami satu-satunya. kalau begitu maaf kami permisi," ucap Willian ia sudah tak memiliki wajah untuk terus berhadapan dengan Tuan Sabhara.

Gretta masih menangis sejadi-jadinya hingga menyeret gaun pengantinnya. Mereka tiba di parkiran halaman hotel tersebut. Semua pasang mata tertuju padanya. Mereka mencibir seolah menghina dan mencemooh, membuat dirinya sangat frustasi dibuatnya sehingga ia segera dimasukkan ke dalam mobil oleh sang ayah dan langsung meninggalkan lokasi tersebut.

Mobil Willian melaju kencang dengan rasa malu yang sangat luar biasa yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

"Sudah jangan menangis Gretta! Ini semua terjadi karena kesalahan kamu sendiri! Kenapa kamu melakukan hal kotor seperti itu?" sentaknya sambil menginjak pedal gas dalam-dalam.

"Gretta juga ga sangka. Video itu bisa menyebar. Aku di jebak Pa. Aku tidak seperti itu!" teriaknya sangat sedih.

"Sudahlah. Tutup mulut kamu. Semuanya telah hancur karena ulahmu!" Sentak Willian.

*****

Di dalam hotel kepala saka kembali berdenyut ia berlari ke lantai 10 di kamarnya, melihat itu Opa tak tinggal diam dan mengajak berdiskusi Tuan Sabhara dan juga Nyonya Sofia hingga akhirnya mendapatkan sebuah keputusan.

"Kayla, bersediakah kamu menjadi istri dari anakku?" tanya Tuan Sabhara tanpa basa-basi lagi. Menatap lekat wajah cantik sang perawat.

"Ah, menikah? Dengan Tuan Muda Shaka?" Dua mata bulatnya begitu membola.

"Ya, jika kamu mau kamu akan aku berikan semua yang kamu inginkan dan di kertas ini tertulis nominal 5 miliar yang bisa kamu miliki jika kamu mau menjadi menantu kami dan menyelamatkan Shaka dari rasa malu!" Cetusnya tegas menyerahkan satu lembar cek diatas meja.

"Apa Tuan Sabhara? saya harus menikahi Tuan muda Shaka sekarang juga? Ah, itu rasanya sangat tidak mungkin," pekik Kayla sambil menunduk. Kedua tangannya saling meremas.

"Kenapa tidak mungkin. Kayla, saya sendiri yang memintamu untuk menjadi istri dari Shaka. Kenapa kamu bilang tidak mungkin? Apa kamu tidak tergiur dengan uang ini?" tanya Tuan Sabhara menelisik wajah Kayla dengan seksama, membuat Kayla deg-degan karena bagaimana tidak di ruangan kamar itu ia bagaikan sedang diintrogasi oleh majikannya itu.

"Saya hanya bekerja di sini untuk mengurusi Opa Romi dan mana mungkin saya bisa menikah dadakan tanpa orang tua saya mengetahuinya hal itu, sangat mustahil," ucap Kayla dengan lirihnya.

"Baiklah Kayla, ini hanyalah pernikahan sementara jika kamu mau untuk menyelamatkan keluarga kami dari rasa malu karena batalnya pernikahan hari ini. Dan, uang itu adalah untukmu, jika kurang kamu boleh meminta lagi. Dan, kamu boleh berpisah dengan dalam waktu 3 tahun saja." ucap Tuan Sabhara dengan tegas dan tak menerima sebuah penolakan.

"Apa Pa? Apa keputusan ini sudah tepat, untuk menjadikan suster perawat Opa sebagai istri dari Putra kita?" tanya Nyonya Sofia merasa frustasi dengan itu.

"Memang apalagi solusi yang Mama punya, pernikahan batal begitu saja membuat kita malu. Dan, lagi pula Kayla ini cukup cantik untuk mendampingi Putra kita!" Cetus Tuan Sabhara

"Haduh gimana lagi. Ya sudahlah kepala Mama juga pusing atur sajalah bagaimana baiknya, kepala Mama sakit sudah tidak bisa berpikir lagi!" ucap Nyonya Sofia. Ia duduk membatin di sofa.

"Ayo Kayla Kamu jangan terlalu banyak berpikir kapan lagi kamu memiliki uang sebanyak itu? Tugasmu kamu hanya perlu menjadi pengantin pengganti untuk cucu Opa. Hanya itu saja," ucap Opa Romi menatap penuh harap.

"Apa-apaan kalian ini. Pernikahanku sudah hancur berantakan. Dan, kalian ingin aku menikah dengan seorang gadis rendahan seperti dia!" ujar Shaka yang dari tadi menguping dari celah pintu kamar yang tak tertutup sempurna.

Lanjutkan Membaca
Baca Novel Selengkapnya di Moboreader
UBuka Semua Bab
Buka Situs Resmi
Daftar Bab
Sesuaikan

Kamu Mungkin Juga Suka

Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.