"Alif, ayo sekarang kamu pulang ada yang penting yang harus kita bicarakan di rumah "
aku yang waktu itu sedang bermain bola dengan teman-temanku, akhirnya memutuskan untuk menemui kakakku di pinggir lapangan. aku agak merasa heran tidak biasanya kakakku mau memanggilku atau mencariku disaat aku sedang tidak ada di rumah.
"ada apa kak? apakah ada sesuatu yang penting? "
"ayo sekarang pulang, apakah kamu tidak melihat hari sudah hampir maghrib? dan kamu masih saja berada di lapangan ini. """
"tunggu sebentar kak, aku pamitan dulu kepada semua teman-temanku. dan aku pun langsung berlari ke arah tengah lapangan dan pamit kepada semua anggota pemain sepak bola yang ada di sana "
"guys, gue pulang duluan, ada urusan yang harus gue selesaikan hari ini ""
"yah, bahkan permainan kita belum selesai Alif nggak asik loh ""
"bukannya gue nggak mau nerusin permainan, tetapi lu nggak lihat di pinggir lapangan sana ada kakak gue yang udah nungguin gue untuk pulang "?"
"masa iya loe Takut sama kakak loe lif,cemen loe.."
aku pun lansung mengemasi barang-barang yang sudah aku bawa tadi waktu pergi main bola, ""
'"Ok guys, gue balik duluan ya "
Aku langsung menghampiri kakakku yang dari tadi menunggu di pinggir lapangan, aku sedikit heran kenapa dia sampai menungguku sampai selesai bermain bola titik biasanya dia tidak pernah mencariku bahkan memperhatikanku setelah dia memiliki keluarga sendiri. I
Aku memang memiliki tiga orang kakak dan akulah anak bungsu satu-satunya laki-laki di dalam keluargaku titik semua kakakku sudah memiliki rumah tangga sendiri dan tinggal tidak jauh dari rumah orang tuaku. hubungan kami memang selalu baik dan mungkin karena kesibukan masing-masing kakakku jarang menemui ayah dan ibuku walaupun kami berada di satu kampung yang sama. tetapi itu semua tidak membuat keluarga kami menjadi jauh titik ayah dan ibu memahami bahwa mungkin saja mereka memiliki urusan yang sangat penting dan tidak bisa ditinggalkan sehingga mereka jarang menemui ayah dan ibu ke rumah ini.
karena rasa penasaran ku tak bisa dibendung lagi, aku pun langsung menanyakan kepada kakak apa sebenarnya yang terjadi sehingga dia menjemputku ke lapangan"
"sebenarnya ada apa kak? kenapa kakak sampai mencariku ke lapangan? apa terjadi sesuatu? "
"sebaiknya kamu pulang dulu dan kamu pasti akan menemukan jawabannya ketika kamu sudah sampai di dalam rumah "aku melanjutkan perjalananku tanpa harus bertanya lagi kepadanya,, walaupun sebenarnya rasa penasaranku tidak bisa dibendung lagi tetapi aku tidak ingin menanyakan hal itu kedua kalinya kepada mereka."
ssesampainya di rumah aku langsung masuk dan melihat semua anggota keluargaku sudah berkumpul di dalam rumah dan aku bingung sebenarnya ada masalah apa sehingga semua anggota keluarga harus berkumpul seperti ini. seingatku tidak ada acara cara untuk kegiatan hari ini ataupun besok "
"silakan berisikan dirimu dulu Alif, setelah kamu mandi dan bersih-bersih segeralah salat setelah itu baru kita akan berbincang bersama "
"aku pun mengangguk dan segera mengambil handuk pergi membersihkan diri dan setelah itu aku menyelesaikan salat magrib seperti yang diperintahkan ayah kepadaku, "selesai salat aku langsung ikut makan bersama dengan semua anggota keluarga yang ada di rumah ini. sudah sangat lama sekali aku tidak merasakan kehangatan keluarga seperti ini di dalam rumah ini itu "
selesai makan kami berkumpul di suruh ayah di depan ruangan keluarga, semua menurut dan pergi ke ruangan keluarga,ayah memulai percakapan ""
"baiklah, hari ini saya sengaja mengumpulkan kalian semua disini untuk memberitahu bahwa saya akan mengirim Alif ke Jakarta untuk segera bekerja di sana, seperti yang kalian tahu bahwa Alif sudah lulus dari sekolahnya dan dia tidak mau melanjutkan untuk kuliah lagi, dan menurut saya yang paling baik adalah Alif harus bekerja dan tadi pamannya mengatakan bahwa di tempatnya ada lowongan supaya Alif bisa bekerja di tempat nya "
Alif yang mendengar namanya dipanggil dan disebut merasa kaget karena dia tidak menyangka pertemuan keluarga kali ini ternyata membahas tentang kepergiannya untuk bekerja di Jakarta,, padahal sebelumnya ia tidak pernah mengatakan apapun tentang berangkat kerja ke Jakarta itu.
"apa ayah menyuruhku untuk bekerja jauh ke Jakarta sana? "bahkan ayah tidak memberitahuku sama sekali tentang hal itu""
"aku tahu ini mendesak, tetapi pamanmu tadi menelpon dan menyuruhmu untuk segera datang ke sana karena dia membutuhkan orang untuk segera membantunya di toko. dan menurut ayah tidak ada salahnya jika kamu membantunya di sana lagian kan kamu sudah menamatkan sekolah mu daripada kamu di sini menjadi pengangguran lebih baik kamu bekerja di sana. ""
''tetapi Jakarta itu kan jauh ayah "lagian ijazah aku juga belum tidur sama sekali."
"kamu bekerja di sana kan di tempat pamanmu, jadi tidak mengerti kamu pakai ijazah titik intinya kamu tidak betah kami akan kirimkan ijazahmu ke sana supaya kamu bisa mencari pekerjaan di luar pekerjaan pamanmu itu. "
aku tidak bisa lagi mencari alasan untuk tetap disini, padahal sebelumnya aku telah mempunyai rencana untuk mencari pekerjaan setelah ijazahku keluar di daerah Batam bersama dengan teman-temanku.
i"ibu sudah menyiapkan uang untuk tiket kamu berangkat ke Jakarta Alif, dan kalau kamu mau pergi sekarang siap-siap lah karena sebentar lagi mobil yang akan menjemputmu akan datang "
"secepat itukah aku pergi? tidak bisakah diundur lagi "jujur aku masih kaget dengan semua masalah ini, kenapa tidak ada yang memberitahuku terlebih dahulu tentang ini? apakah tidak ada yang ingin mengetahui pendapatku? "
"kamu tidak perlu menolak semua ini Alif, karena kami telah memutuskan kalau inilah mungkin yang terbaik untukmu, dan kamu bisa sukses jika kamu benar-benar sungguh-sungguh dalam menjalankan pekerjaanmu, kamu lihat bukan anak pamanmu yang bernama Riska rumah walaupun dia tidak tamat sekolah tetapi dia bisa mengumpulkan banyak uang bahkan sudah memiliki kekayaan sendiri di masa mudanya itu semuanya karena dia tekun dan rajin belajar sehingga dia bisa sukses dan mempunyai toko sendiri."ucap kak Vina
"baiklah kalau memang itu sudah menjadi keputusan semua orang "aku pun langsung mengemasi barang-barangku, aku hanya membawa dua baju dan 2 celana yang aku masukkan ke dalam tas, bahkan aku sama sekali tidak ingin pergi ke Jakarta itu, tetapi sepertinya semua orang sangat mendukung dan aku tidak bisa mengelak lagi sehingga akhirnya aku harus menuruti keinginan semua orang. "ibu menghampiriku dan mengatakan kan kalau dia telah memasak kan kan aku makanan kesukaan untuk di bawah ke Jakarta nanti. "
aku hanya diam dan tidak mau berkata apa-apa lagi cuma menurutku percuma saja walaupun aku berbicara mereka tidak akan mendengarkan,, aku juga melihat ibu memasukkan kain sarung dan juga satu selimut untuk aku bawa di dalam tas, aku malah rebahan dan dan mencoba untuk menghubungi Amel
"aku mencoba menghubungi melalui WhatsApp video call, ...tuut...tutt. tuut .
panggilannya berdering menandai bahwa Amel sedang aktif tetapi dia sama sekali tidak mengangkat teleponku bahkan sudah beberapa kali aku mencoba nya tetapi tetap tidak diangkatnya. ketika aku mencoba untuk menelponnya lagi tiba-tiba ibu masuk
"apakah kamu sudah siap? mobil jemputan mau telah datang dan sebaiknya sekarang kamu keluar karena tidak baik membiarkan orang menunggumu terlalu lama "
"apakah aku benar-benar harus pergi ibu? apakah ibu tidak ingin mempertahankan aku supaya aku bisa bekerja di sini saja? bahkan kalaupun aku bekerja di sini ataupun di sana yang aku cari hanya uang bukan? aku tidak ingin pergi ibu ""
"jangan mempersulit keadaan Alif, jangan membantu ayahmu karena dia sama sekali tidak menyukai kalau kamu membantah omongannya, Dan tolong berusahalah untuk melupakan Amel karena dialah penyebab satu-satunya ayahmu mengasingkan mau jauh ke daerah Jakarta sana supaya kamu bisa melupakannya ""
apa??? kenapa semua bisa seperti itu? kenapa kalau begitu jahat sehingga ingin memisahkan kudengar Amel? apa salahnya?





