Sugar Daddy Dosenku

"Apakah kau siap, Nina?" tanya Andi dengan suara serak, menatap mata Nina dengan penuh hasrat.

Nina mengangguk pelan, mencoba mengatur napasnya yang mulai memburu. "Ya, Pak Andi. Saya siap."

Andi tersenyum, lalu mulai melucuti pakaian Nina satu per satu. Setiap sentuhannya terasa seperti api yang membakar kulit Nina, membuatnya semakin tenggelam dalam lautan gairah. Ketika mereka berdua sudah tak lagi berbalut pakaian, Andi melanjutkan dengan ciuman yang lebih dalam dan penuh nafsu.

Nina menutup matanya, mencoba menikmati setiap sentuhan yang Andi berikan. Tubuhnya merespons dengan liar, mengikuti irama yang Andi mainkan. Gairah mereka memuncak, membawa mereka ke dalam dunia yang hanya milik mereka berdua.

Andi mulai menyatukan tubuh mereka, bergerak perlahan namun pasti. Setiap gerakan terasa begitu intens, membawa Nina semakin dalam ke dalam pusaran kenikmatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Ia merasakan kehangatan tubuh Andi menyatu dengan tubuhnya, menciptakan sensasi yang sulit untuk dijelaskan.

"Aku ingin kau merasakan ini, Nina," bisik Andi di telinga Nina, suaranya dipenuhi dengan gairah.

Nina hanya bisa mengangguk, tubuhnya bergerak mengikuti setiap gerakan Andi. Mereka terus tenggelam dalam keintiman itu, membiarkan diri mereka terbawa oleh arus yang semakin lama semakin deras. Setiap desahan, setiap erangan, terasa seperti musik yang memandu mereka ke puncak kenikmatan.

Saat akhirnya mereka mencapai puncak, Nina merasakan ledakan emosi yang begitu kuat. Tubuhnya bergetar hebat, mengikuti gelombang kenikmatan yang menguasai dirinya. Andi memeluk Nina erat, seolah tidak ingin melepaskannya, sementara tubuh mereka masih terikat dalam gairah yang baru saja mereka lepaskan.

Setelah semuanya usai, mereka berdua terbaring di atas ranjang, saling memeluk dalam keheningan. Napas mereka masih terengah-engah, mencoba mengembalikan kesadaran mereka dari pusaran gairah yang baru saja mereka alami.

"Apa kau menikmatinya, Nina?" tanya Andi sambil mengelus rambut Nina yang kini berantakan.

Nina mengangguk, meski hatinya terasa sedikit hampa. "Ya, Pak Andi. Saya... menikmatinya."

Andi tersenyum puas, lalu mencium dahi Nina dengan lembut. "Aku senang mendengarnya. Aku ingin kau tahu bahwa aku sangat menghargai kepercayaanmu padaku."

Nina hanya tersenyum lemah, tidak tahu harus berkata apa. Ia tahu bahwa apa yang baru saja mereka lakukan adalah bagian dari kesepakatan mereka, tetapi ada perasaan kosong yang mulai merayapi hatinya.

Malam itu, Nina tidur di samping Andi, tetapi pikirannya melayang jauh. Hubungan mereka yang pada awalnya hanya sekedar kesepakatan kini mulai terasa lebih rumit. Di satu sisi, Nina merasa nyaman dengan kehidupan yang Andi berikan, tetapi di sisi lain, ada sesuatu yang hilang. Mungkin, ia mulai merasa kehilangan dirinya sendiri.

Daftar Bab
Sesuaikan
Bab Berikutnya

Kamu Mungkin Juga Suka

Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.