Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
My Funiest Husband
My Funiest Husband

My Funiest Husband

8.6
/ 10
Dalam My Funiest Husband, Galih, penulis muda kocak, harus menjalani pernikahan tak terduga dengan Galuh, dokter yang lebih tua dan baru patah hati. Ikuti kisah romance modern ini dalam web novel yang penuh dinamika hubungan unik. Baca online novel seru ini sekarang juga.

Ringkasan My Funiest Husband

Galih adalah seorang penulis muda berbakat yang memiliki selera humor tinggi. Hidupnya berubah drastis saat ia terjebak dalam situasi yang mengharuskannya menikah dengan seorang dokter bernama Galuh. Perbedaan usia enam tahun menjadi tantangan tersendiri, apalagi Galuh baru saja mengalami patah hati setelah mengakhiri hubungan cintanya. Ikuti perjalanan unik pasangan ini dalam menghadapi dinamika pernikahan yang penuh tawa sekaligus mengharukan.
Selengkapnya

My Funiest Husband Bab 1

[Eeaaa...Galih pasti lagi belah duren]

[Enak banget sih Galih dapat dokter cantik, pasti anak kesehatan lebih lihai. Kan udah tahu teorinya]

[Entar kita tanya deh rahasianya si Galih dapat bini]

[Woy, kalian rame bet dah. Gua kagak bisa tidur neh. Hp klunting-klunting mulu dari tadi]

Aku tertawa membaca obrolan WA grup dari teman-temanku.

Mereka pasti nganan eh ngiri lihat aku yang bisa menggaet dokter cantik sampai jadi bini. 

Ya walaupun nggak sengaja sih.

Bbbrr...

Duh, ACnya dingin banget. Untung saja selimutku cukup tebal walaupun aku harus tidur dipeluk sofa.

[Ye, sirik lu ya. Nggak usah iri ma gua. Rejeki babang tamvan mah gak kemana]

Aku membalas mereka satu kalimat whatsapp dengan tersenyum kecut. Huhuhu. Mereka tidak tahu kalau malam pertamaku sekecut asem.

***

"Lih, tolong belikan obat," suara mami yang membuka pintu kamarku membuyarkan konsentrasiku yang sedang mengerjakan tugas kuliah.

"Duh, Mi, Galih lagi sibuk beud nih. Minta tolong papi aja," sahutku.

Bukan bermaksud untuk tidak berbakti, tapi tugas ini dikumpulkan besok dan dosennya ngiler eh kiler banget yang nggak segan-segan ngegantung jodoh eh ngegantung kelulusan mahasiswanya. Duh.

"Papi kejebak sama demo Lih, ayo lah, tolongin mami. Perut mami sakit banget. Diare," mami tampak memelas.

"Lah kenapa?" 

"Karena mencret itu bukan penyakit yang keren Lih," kata mami.

Aku melongo.

"Astaga, emang ada ya penyakit yang keren, Mi,"

"Udahlah, jangan banyak nanya. Cepet beliin atuh,"

"Duh, mami nih. Coba aja kita punya dokter pribadi keluarga. Kan enak tinggal telepon kalau mami sakit," aku ngedumel. 

Tapi tak urung juga tanganku meraih jaket dan masker.

"Ya entar mantu mami aja deh yang dokter," kata mami tertawa.

"Elah, katanya sakit perut. Masih sempet ajah ketawa. Untung sayang," batinku.

"Mana ada dokter yang mau sama anak kuliahan, slengekan pula,"

"Hilih, siapa tahu besok kamu malah nikah sama dokter! Dahlah, jangan banyak ngemeng, buruan beli obatnya nak ganteng," kata mami menowel pipiku.

Duarrr... Tanpa pemberitahuan apa-apa terdengar suara petir padahal sedang tidak hujan. Seolah mengamini doa mami.

Aku sedikit kaget. Tapi tanpa ambil pusing aku mencium punggung tangan mami dan langsung naik kuda besiku dan melajukannya ke arah jalan raya.

Si*lnya di tengah jalan aku berpapasan dengan para demonstran yang sedang bentrok dengan aparat.

Aku bergegas memutar motor dan apesnya terkena lubang di tengah aspal. 

Aku terjatuh dari motor bersamaan dengan berlarinya sekelompok pemuda tanggung ke arahku.

Aku bangun dan hendak menghidupkan motorku saat kurasakan senjata tajam menggores lenganku.

"Lari...kita dikejar!" 

Sebuah teriakan terdengar. Keadaan ricuh. Dan si*lnya motorku tak mau menyala. Sementara darah mulai mengalir dari lenganku.

Aku berdiri dan ikut berlari dengan panik. Takut ditangkap dan disangka provokator. 

Berlari sekencang mungkin dan memisah dari kerumunan sampai aku bertemu dengan sebuah mobil jazz putih di tengah jalan.

"Mas, tolong mobil saya mog.., loh mas berdarah!" tampak seorang perempuan berwajah mirip Revalina Tomat meminta tolong saat aku mendekatinya.

"Ayo saya obatin dulu," dia berseru panik.

Darah memang merembes cukup banyak di lenganku walau aku sudah memakai jaket.

Aku hanya melongo melihat tanganku ditarik gadis berjas putih tadi masuk mobil.

Tiba-tiba teringat sumpah mami soal dokter tadi. Wah, aku senang banget kalau doa mami dikabulkan Tuhan.

"Coba buka baju kamu," Instruksinya. Sementara dia sendiri juga melepas jas dokternya.

"Hah?"

"Terus gimana aku bisa membersihkan dan merawat lukamu kalau lengan kamu ketutup kain?" tanyanya.

Aku menurut. Lalu membuka bajuku. Sekilas mata dokter itu membulat. Pasti dia kaget lihat roti sobekku. Uhuy.

"Duh, lampu di mobil ga bisa nyala. Ponsel saya mati. Coba pakai lampu Hp kamu ya,"

Aku mengangguk dan dengan tangan satunya menyalakan senter di ponsel lalu mengarahkan ke lenganku yang terluka.

Untung saat jatuh dari motor tadi, ponselku masih selamat.

"Tuh kan, lukanya dalam. Ini pasti kamu ikutan demo!" kata gadis itu sambil meraih kotak putih dari dasboard.

"Nggak kok Mbak, aku...,"

"Hais, diem dulu. Lukanya biar kubersihkan. Keknya perlu dijahit. Tapi aku gak bawa jarum." Dia menggumam sendiri dan membuka sebotol revanol.

Saat dia baru membersihkan lukaku, tiba-tiba terdengar suara petir.

Duarrr. Arrrghhh.

Dia menjerit dan memelukku. Duh, makasih petir. Modus. Hihihi.

Baru saja hendak balas memeluk dan menenangkannya tiba-tiba pintu kaca mobil diketuk dari luar.

"Heh, Ngapain kalian. Keluar dari mobil!" Sekelompok warga tahu-tahu ada di luar mobil.

Kami berpandangan dan keluar dari mobil.

"Dia terluka dan saya hanya ngobatin. Ini darahnya!" gadis itu menunjuk lenganku.

"Wah, jangan alasan. Kalian pasti mes*m habis demo tadi. Ngaku saja atau saya arak keliling desa," ancam seorang warga.

"Iya ngaku aja! Atau saya telepon orang tua kalian. Kalian tertangkap basah pelukan kek teletubies tadi! Mana yang cowok sudah gak pake kaus,"

"Tenang, saya akan tanggung jawab," kataku yang langsung mendapat lirikan tajam gadis di sebelahku.

Suara adzan subuh bergema membuyarkan lamunanku tentang kejadian kemarin.

Aku pura-pura memejamkan mata di atas sofa saat kulihat gerakan mbak dokter eh istriku dibalik selimutnya.

Kurasakan ada sebuah jari yang menowel-nowel pipiku. Duh, jadi pengen yang iya-iya kan. 

"Masih tidur," gumamnya lirih.

Lalu kurasakan dia mencubit pipi kiri dan kananku. 

"Huh, anak kecil ya. Gara-gara nolongin kamu aku jadi punya suami kan," dia mengomel sendiri.

Aku tidak lagi bisa menahan tawa. Langsung kuraih tangannya dan kupeluk erat.

"Jangan macam-macam di kamarku Mbak," 

"Ka-kamu sudah bangun?"

"Aku gak bisa tidur. KEDINGINAN di kamarku sendiri," Sahutku mendekatkan wajah padanya.

Dia menunduk. "Kan bisa dimatiin ACnya," sahutnya.

"Huh, au ah gelap. Mbak gak bakalan ngerti penderitaan suami baru," tukasku berdiri dan bergegas ke kamar mandi sebelum pikiranku semakin nganu.

"Kamu mau kemana?"

"Pipis, ikut?" tanyaku yang langsung disambut lemparan bantal olehnya.

***

Aku baru saja pulang dari masjid dekat rumah saat matahari sudah terbit karena banyak tetangga yang mengajakku ngobrol sekalian klarifikasi gosip yang beredar tentang pernikahan dadakan kami.

Dan begitu aku sampai di pintu dapur, aku mencium bau pisang goreng coklat keju buatan mami.

Aku langsung duduk di depan mami dan mencomot sepotong pisang goreng dan mengunyahnya perlahan.

Kulirik jam yang menempel di tembok yang sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Tapi Galuh belum juga terlihat keluar dari kamar. Entah ngapain aja di kamarku.

"Gimana rasanya Lih?"

"Semalam belum ngapa-ngapain Ma, kan mbak Galuhnya lagi mens," sahutku sambil terus mengunyah pisang goreng.

Mami terlihat menatapku aneh. Tapi tak lama kemudian tertawa ngakak. 

"Astaga Lih, pikiran kamuuuu! maksud mami rasa pisang goreng buatan mami, bukan malam pertama kamu, hahahaha," Mami tertawa lepas disambut papi yang tergelak juga di depan tivi membuatku serasa ingin nyungsep saja ditelan bumi. 

Next?

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Aku Tak Punya Siapapun Lagi
Aku Tak Punya Siapapun Lagi
Dalam novel romantis bernuansa misteri Aku Tak Punya Siapapun Lagi, seorang istri yang sekarat akibat gagal hati akut merelakan kuota pengobatannya demi adik angkatnya atas desakan sang suami. Baca novel online ini untuk mengungkap keputusannya menyerahkan segalanya sebelum ajal menjemput.
Istri Pengganti
Istri Pengganti
Dalam novel Istri Pengganti, Zahra dipaksa menikah oleh Rayhan untuk menggantikan calon pengantinnya yang kabur. Terjebak dalam kesepakatan demi sebuah butik, Zahra harus menghadapi sifat dingin Rayhan. Baca romance novel ini di antara koleksi fiction books menarik lainnya.
Jangan bermain-main dengan saya
Jangan bermain-main dengan saya
Dalam novel Jangan bermain-main dengan saya, seorang gadis dijual oleh ayahnya dan terpaksa menghadapi takdir sebagai istri pengedar narkoba. Ikuti kisah mafia penuh risiko ini melalui web novel yang menyajikan pilihan sulit antara kesetiaan dan pelarian dalam dunia romance stories.
MY LOVELY LITTLE WIFE
MY LOVELY LITTLE WIFE
Dalam MY LOVELY LITTLE WIFE, Yuki menghadapi penolakan dari pria yang dijodohkan dengannya. Kesal disebut orang asing, ia menyusun rencana tak terduga untuk membalas pria tersebut. Simak kisah romance modern ini dalam daftar fiction books yang penuh kejutan dan intrik hubungan.
Rahasia di Koper Suamiku
Rahasia di Koper Suamiku
Dalam novel Rahasia di Koper Suamiku, Dewi menemukan benda asing yang mengungkap pengkhianatan besar. Ikuti kisah romance modern penuh misteri ini saat ia mengungkap tabiat buruk suaminya. Baca web novel ini untuk melihat apakah ia akan bertahan atau membalas dendam di platform online novel kami.
Song For Luna
Song For Luna
Dalam Song For Luna, perkenalan Luna dan Vino di Bandung memulai kisah penuh lika-liku. Romance novel ini mengikuti perjuangan Luna menghadapi konflik hidup yang drastis layaknya roller coaster. Baca kisah selengkapnya di web novel modern ini untuk melihat pilihan sulit Luna.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.