Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Song For Luna
Song For Luna

Song For Luna

8.9
/ 10
Dalam Song For Luna, perkenalan Luna dan Vino di Bandung memulai kisah penuh lika-liku. Romance novel ini mengikuti perjuangan Luna menghadapi konflik hidup yang drastis layaknya roller coaster. Baca kisah selengkapnya di web novel modern ini untuk melihat pilihan sulit Luna.

Ringkasan Song For Luna

Pertemuan singkat antara Vino dan Luna bermula saat pria itu meminta nomor telepon Luna sebagai dalih untuk menghubunginya kembali ketika berkunjung ke Bandung. Luna menyambutnya dengan candaan, menawarkan diri menjadi pemandu wisata demi upah tambahan. Namun, perkenalan sederhana ini justru menjadi awal dari perjalanan emosional Luna yang penuh gejolak. Hidupnya mendadak berubah drastis layaknya roller coaster, penuh badai serta rintangan yang menguji keteguhan hatinya untuk terus berjuang atau menyerah.
Selengkapnya

Song For Luna Bab 1

"Cek One... Cek... One... Cek ...Sip! Udah oke Kang, mic-ku!" sambil mengacungkan jempol, isyaratku pada Kang Deni.

Ya, malam ini band-ku akan perform di salah satu PUB ternama di Bandung. Aku vocalist sebuah band yang biasa mengisi di sejumlah Cafe, PUB atau event. Band-ku bernama,  "He She".

Seperti biasa, kami selalu berkumpul dan makan bersama setelah cek sound atau sehabis manggung. Sambil makan biasanya kami bertukar fikiran tentang musik, lagu baru, kostum dan hal lainnya. Itu juga bikin kami lebih solid secara band. Malah kedekatan kami sudah seperti keluarga. 

"Ngebakso dulu di mang Eko,yuk ah!" ujar Roni pemain keyboardku.Semua mengiyakan.

"Waregh pisan,uy !"(kenyang banget) ujar Gani drumerku sambil mengelus perutnya yang kekenyangan.

"Ntar malem jangan lupa, kostum black and red, ya. Jam tujuh dah standby. Tong telat!" ujar Doni, sang gitarist sekaligus leader band kami. Kami pun mengangguk dan membubarkan diri bersiap untuk malam nanti.

 Ah, akhirnya aku sampai di kost-anku.

Aku memang tinggal di kost-an. Orang tuaku sudah meninggal dan aku tidak mau menjadi beban kakak lelakiku satu-satunya. Apa lagi dia sudah berkeluarga, lebih baik dia fokus dengan keluarganya. Aku pun sudah bukan anak kecil lagi. Tahun ini aku sudah berusia 22 tahun.

Hasil gajiku dari band ini cukup untuk bertahan hidup sendiri. Bahkan kadang aku bisa membelikan keponakanku yang berumur 5 tahun, hadiah jika sedang dapat event besar. Setelah mandi, aku bersiap untuk bernyanyi nanti malam. Setelah selesai make up dan memakai kostum, aku pun melaju dijalanan dengan motor matic-ku. 

Malam ini PUB terbilang ramai. Bandung salah satu kota yang kehidupan malamnya pun ramai.Satu sesi sudah kita lalui dan saat break akan diselingi oleh perform DJ.

Ah, aku bergegas ke toilet, sudah tak tahan lagi untuk buang air kecil.

DUG!!

Aku menabrak seorang laki-laki karena berlari tanpa memedulikan apa-apa lagi dan hanya bilang maaf tanpa berhenti.

"Ahhhh... Legaaaa..." ujarku dalam hati.

Namun, saat aku berjalan keluar dari kamar mandi, aku dihadang laki-laki yang kutabrak tadi.

"Udah pipisnya? Ampe ngebut gitu." ujarnya menggodaku.

"Duh, maaf ya. Abis kebelet. Maaf banget!" aku membungkuk meminta maaf.

Lelaki ini sudah jelas lebih tua dariku tapi bukan tua sih, matang tepatnya. Rapi, simple, tapi semua yang dipakainya barang branded.

"Dimaafin ..., asal mau nemenin minum di sini!" ujarnya sambil tersenyum dan menunjuk ke arah mejanya.

Ya, sebagai vocalist dan pemain band adalah host di tempat ini. Kami diwajibkan untuk bersikap ramah kepada tamu yang datang. Aku memang terbiasa menyapa pengunjung yang sedang melepaskan penat mereka di PUB ini. Ada yang sendirian, bersama keluarga atau berkumpul dengan teman-temannya.Terkadang menemani mereka minum.

Pekerjaan ini juga mengharuskanku menceriakan malam mereka dengan lagu dan juga karamah-tamahan. Tapi tetap, aku harus bisa menjaga diri. Terkadang, ada saja lelaki hidung belang yang merayu bahkan berfikir aku bisa dibayar untuk mereka melepaskan nafsu birahinya. Oh no! I'm not that kind of women.

"Boleh deh. Tapi satu gelas minuman aja, ya. Soalnya masih  dua sesi lagi nih nyanyi.Yang  penting dimaafin!" jawabku seraya duduk di sebelahnya.

Kami berdua pun ngobrol ke sana kemari sampe akhirnya, aku harus memulai sesi kedua.

"Thanks ya, tuh leader aku dah kodein. Mesti on stage lagi. Makasih minumannya!" ucapku sambil berdiri.

"Tar kalau break sini lagi, ya. Gw sendirian. Gak ada temen ngobrol. Sekalian mau tanya-tanya tempat di Bandung. Oke?" pintanya padaku.

"Siap,Bosque!" aku pun berlari untuk kembali memulai sesi kedua.

Malam itu aku menemani dia mengobrol. Dia tanya banyak tentang Bandung ini. Ternyata dia orang Jakarta dan datang ke Bandung ini sedang mencari tempat untuk membuka usaha clothing line dia.

----

"Hayu ah.. Tiheula nya (duluan,ya)!" pamitku kepada teman-teman band-ku yang masih mengobrol di depan pintu masuk PUB. Aku sudah ingin cepat sampai kost-an dan melepas lelah. Belum sampai ke tempat parkir motorku, lelaki itu mengejarku.

"Heiii!Tunggu!"  serunya sambil berlari kecil.

Aku menoleh kebelakang dan menghentikan langkah.

"Udah ngobrol semaleman. Tapi gw belom tau nama lo siapa, hahahah!" ucapnya sambil tersenyum, "Nama gw Alvino. Tapi lo bisa panggil gw Vino. Gw boleh ya minta nomer lo. Jadi kalo gw ke Bandung lagi gw bisa hubungin lo. Gak apakan?"

"Boleh. Kabarin aja klo lagi di Bandung. Gw jadi guide lo juga gak apa. Sehari 200.000 jadi tour guide lo. Mayan, wkwkwkwk...! And by the way..., nama gw,Luna...."

Kami pun saling bertukar nomer telefon dan aku pun pamit. 

"Hati-hati! Jam segini bawa motor sendirian." ujar Vino.

"Udah biasa. Tenang aja, Bandung mah aman!" seruku sambil tersenyum.

Kami pun berjalan menghampiri kendaraan masing-masing. Vino memgendarai mobilnya sedangkan aku menaiki motorku. 

Aku menyusuri udara dingin dengan motor matic-ku, seperti hari-hari yang lain. Pekerjaanku membuatku pulang jam dua dini hari. Kadang kalau overtime atau menemani reguler guest bisa jam tiga pagi baru keluar dari PUB.

Tapi aku menyukai pekerjaanku. Karena sejak kecil aku senang bernyanyi. Beberapa kali menjuarai lomba. Dulu,almarhumah Mama akan sangat antusias mencarikan baju untukku, meriasku agar tampil cantik saat bernyanyi. 

Kini, Mama sudah berpulang. Kalau saja masih ada, aku akan mengajak Mama untuk pergi bersamaku saat aku dapat job event. Mama pasti senang.

Mama sering menemaniku berlatih, Mama lah guru vocalku. Mungkin karena itu aku bisa jadi penyanyi. Bakatku, kudapat dari gen Mama. 

Selama perjalanan, aku terbiasa memasang earphone  untuk mendengarkan lagu dari Handphoneku agar mataku tak mengantuk. Pagi ini ku putar lagu " Mobil  Balap" dari Naif. Sambil bawa motorku melaju,aku bernyanyi. 

🎼🎵🎶

"Kupernah punya . mobil balap sendiri .

Yang bisa ngebut . dijalanan tiap hari .

Ku tidak pernah merasakan kesepian .

Tak ada gadis yang menolak diantarkan .

Asoy Geboy ngebut dijalanan ibukota .

Dipayungi lampu kota disekitar kita .

Suatu hari . ada orang yang menantang .

Gairah sembalapku makin tak tertahan

Kubalap dia dari kiri banting kanan .

Tak kumelihat kuterobos lampu merah .

Tiba-tiba pak polisi datang menghampiri .

Kutancap gas dengan maksud melarikan diri .

Akhirnya kumenabrak pohon yang melintang .

Tolong dong pak, tolong dong pak jangan ditilang .

SIM pun tak ada STNK entah kemana .

Dan hingga kini kuberada ditahanan .

Asoy Geboy ngebut dijalanan ibukota .

Dipayungi lampu kota disekitar kita .

Asoy Geboy ngebut dijalanan ibukota .

Dipayungi lampu kota disekitar kita ."

Tak terasa sampai juga di kost-an ku .

-----

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
CINTA DI MUSIM SEMI
CINTA DI MUSIM SEMI
Dalam novel CINTA DI MUSIM SEMI, David dan Arina berjuang menyatukan visi hidup mereka di tengah dinamika modern. Romance novel ini mengeksplorasi cara mereka saling memahami demi mempertahankan kebahagiaan. Temukan kisah mereka melalui platform read novels online gratis sekarang.
Dari Saingan Menjadi Ipar
Dari Saingan Menjadi Ipar
Dalam novel romance Dari Saingan Menjadi Ipar, Josie Watson bertekad menceraikan Laurence Andrews yang terus menghinanya demi Rosalie Harris. Di tengah konflik modern novel ini, Josie tidak menyadari bahwa kakak Rosalie diam-diam mendesaknya pergi. Temukan kisah lengkapnya di web novel ini.
Desain Cinta Kedua
Desain Cinta Kedua
Pasca cerai dari Aaron, Jessica membuktikan kemandiriannya dalam Desain Cinta Kedua. Sebagai pengusaha sukses di genre romance modern, ia menolak tunduk pada masa lalu. Temukan kisah perjuangannya dalam billionaire romance novels ini saat sang mantan suami memohon kesempatan kedua.
Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
Dalam Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali, seorang wanita dikhianati tunangannya setelah berkorban nyawa. Romance novel penuh intrik modern dan action ini mengikuti misinya meninggalkan masa lalu yang hancur demi martabat baru. Baca kisah seru ini di platform web novel kami.
Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
Dalam Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan, Mira Aditya terjebak perjodohan pahit dengan Rafiq Jaya yang memiliki istri rahasia. Menghadapi pengkhianatan di modern novel ini, Mira harus memilih antara bertahan atau mencari kebebasan. Baca kisah selengkapnya di romance novel penuh intrik ini.
Rahasia Keluarga dan Pengkhianatan
Rahasia Keluarga dan Pengkhianatan
Dalam Rahasia Keluarga dan Pengkhianatan, Nadia terjebak intrik keluarga konglomerat demi pengobatan adiknya. Sebagai billionaire romance novels pilihan, kisah ini mengikuti pelarian Nadia membawa rahasia ahli waris Reza. Baca modern novel penuh pengkhianatan ini di platform web novel kami.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.