Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Miracle (Our Magic shop)
Miracle (Our Magic shop)

Miracle (Our Magic shop)

7.9
/ 10
Dalam Miracle (Our Magic shop), seorang remaja yang kekurangan kasih sayang harus menghadapi kebimbangan hidup. Novel modern ini mengikuti pilihannya dalam mencari kebahagiaan. Temukan kisah menyentuh ini di web novel kami dan baca fiksi remaja sebagai salah satu fiction books to read terbaik.

Miracle (Our Magic shop) Bab 1

Zivanna POV

'Sebenarnya... apa itu kebahagiaan? Apa ada orang yang benar-benar bahagia? Atau.. hanya terlihat seperti sedang berbahagia?'

Jika kebahagiaan itu ada, lalu kenapa aku justru tidak pernah bahagia. Padahal aku juga selalu bersyukur, dan berdoa pada Tuhan. Tapi kenapa? Dia terus memberikan ujian yang semakin hari semakin sulit untuk di terima.

Rasanya setiap hari, aku justru terus kehilangan diriku sendiri. Merasa bahwa semua orang membenci kehadiranku. Aku tidak bisa mencintai siapapun, aku bahkan tidak bisa mencintai diriku sendiri.

'Lalu bagian mananya yang kau sebut bersyukur? Yang kau lakukan hanya mengeluh,'

Bagi orang lain cinta itu sangatlah berharga, tapi bagiku itu sungguh tidak ada gunanya. Aku mati rasa terhadap segala hal yang bersangkutan dengan cinta. Merasa gagal, karena setiap aku mencintai seseorang. Mereka pasti akan pergi jauh dariku, dan aku benci rasa dari sakitnya kehilangan. Aku tak ingin mengetahui, atau mengenal seseorang. Lalu berharap ia akan menjadi cahaya penerang di dalam gelap nya duniaku.

"Coba liat pakaian nya. Ewhh, nggak banget!"

"Liat deh! jijik banget nggak sih dia,"

Sudah menjadi kebiasaan ku mendengar hal itu. Mereka membenci ku hanya karena aku datang dari yang bukan kalangan mereka. saat mereka tau aku hanyalah anak beasiswa, mereka semua langsung memperlihatkan wajah aslinya, lucu sekali mengingat drama yang mereka lakukan saat pertama kali bertemu denganku. Berpura-pura baik dan manis, sungguh wajah mereka konyol sekali saat itu.

"Sudahh segini dulu dehh. Nanti kita nggak punya mainan kalo sampai dia mati, hahaha!"

Para bajingan itu pergi setelah menghajarku habis-habisan. Aku mengelap darah yang keluar dari bibir sebelah kanan ku yang robek, sungguh ini tidak ada apa-apa nya dibandingkan semua yang sudah aku alami. Aku juga selalu pulang seperti ini jika kalian penasaran, dengan darah yang berlumuran dimana-mana atau lebam di wajah. Orang-orang yang melewati ku akan mengira aku anak berandalan yang suka berkelahi. Padahal aku perempuan.

Aku bukannya tidak bisa melawan, aku hanya tidak ingin. Mereka akan jauh lebih terluka jika aku membalas, dan berakhir aku yang akan masuk penjara karena mereka semua anak-anak dari orang terkenal dan kaya.

Aku menghela nafas, dan kembali tersenyum. Membiarkan luka dan lebam itu sembuh dengan sendirinya. Mengobati nya hanya akan membuat ku lelah. Aku berdiri, lalu mengambil tas dan buku ku yang berserakan. Ahh... uang yang aku kumpulkan selama seminggu. Seperti nya mereka kekurangan uang jajan sampai harus mengambil dariku yang miskin ini.

Saat sedang membereskan barang-barang, ponselku tiba-tiba berdering.

"Iya halo?"

"Apa kau tidak ingin bekerja lagi?! Kenapa kau lama sekali!! Aku akan bangkrut jika memiliki pekerja lambat dan konyol seperti mu!"

"Ma-maaf...."

"Maaf mu tidak akan mengembalikan uang ku, sudahlah kau tidak perlu bekerja lagi, kau di PECAT!!"

Aku menjauhkan ponsel ku dari telinga tepat saat dia berteriak. Kenapa dia suka sekali menyakiti tenggorokan nya itu. Aku kembali menghela nafas, ini sudah yang kelima kalinya aku di pecat. aku hanya punya dua pekerjaan saat ini, apa itu akan cukup?

Apalagi pengeluaran sekolah semakin banyak, dan semua pasti mahal. Mereka hanya memberikan uang per semester dan bukan kebutuhan sekolah per individu lainnya.

Selesai, aku kemudian berjalan keluar gudang sekolah. Iya aku masih di sekolah, para bajingan tadi menyeret ku masuk saat sekolah sudah bubar. Mereka semua hanya menatap ku dengan tatapan konyol saat melihat ku di seret dengan kasar oleh para bajingan bangsat itu. Bahkan guru dan kepala sekolah nya itupun hanya diam saat melihatku. Mereka tidak mungkin memarahi anak dari pemasok dana terbesar di sekolah mereka.

Semua terlihat begitu sepi, hanya ada satu atau dua Office Boy sekolah yang terlihat sedang membereskan sekolah mewah itu. Mereka hanya menatap iba padaku, tatapan yang paling aku benci.

"I-ini...."

Aku menatap anak laki-laki yang berumur sekitar lima tahunan itu mungkin. Dia menyodorkan kotak obat p3k padaku. Dia menunduk dan terlihat takut. Aku hanya menatapnya datar, dan berjalan kembali. Menghiraukan dia yang mungkin menatap ku dengan bertanya.

"K-kenapa kakak tidak mengambil nya?" Dia kembali menghalangi jalanku.

"Pergi sana!" Anak itu terlihat takut awal nya. Tapi sedetik kemudian dia tersenyum dengan senyuman yang sangat manis.

"Kakak cantik sedang terluka, jadi harus di obati!" Dia berucap dengan antusias. Mata nya berbinar indah dengan manik coklatnya. Aku tidak berbohong kalau anak itu terlihat begitu manis saat ini.

Perasaan apa ini? Ini pertama kali nya ada seseorang yang peduli padaku. Bahkan Office Boy disini tidak ada yang pernah peduli, dan sudah terbiasa dengan ku yang selalu pulang terlambat daripada murid yang lain.

"Kiki!! Kau kemana saja hah!! Aku mencarimu sedari tadi," Laki-laki itu berteriak di hadapan anak kecil tadi. Terlihat raut wajahnya yang khawatir dengan sorot mata yang ketakutan. Suaranya juga terdengar serak dan sedikit bergetar. Huh, kenapa aku peduli?

Anak itu cekikikan dan lalu menunjuk ke arahku, "kakak cantik itu terluka. Jadi aku membawakan nya kotak ini," ucapnya sambil menunjukkan kotak yang dipegangnya tak lupa juga memasang senyum manisnya, terlihat sekali kalau dia berharap untuk di maafkan. Dan laki-laki tadi langsung menatap ke arahku. Dia terlihat seumuran denganku hanya saja dia lebih tinggi dariku.

Dia menatap ku dengan dari atas sampai bawah, dan secara refleks aku mengikuti nya juga. Kenapa aku melakukan itu?. Aku merotasikan mataku dan berjalan melewati mereka berdua. Aku sungguh lelah dan ingin sekali istirahat. Itupun jika bisa.

"Kiki, kau tidak boleh seperti itu tadi. Dia mungkin merasa risih dengan sikap mu,"

"Tapi kak, dia terluka cukup parah. Aku tidak suka melihat luka, dan kakak juga selalu pulang seperti itu setiap habis sekolah,"

Aku tak sengaja mendengar percakapan mereka ,karena kebetulan aku masih belum begitu jauh dari mereka. Apa dia juga korban bullying di sekolah ini?

Suara gaduh dan teriakan menyambut kedatanganku saat tiba dirumah. Rumah? Apakah masih bisa disebut rumah disaat tidak ada seorang pun yang menginginkan kehadiran mu.

"Ya apa!? Gua kan udah berusaha sebaik mungkin! Kenapa lo masih aja ngeluh?!"

"Gimana gue nggak ngeluh, yang bisa lo hasil kan cuman itu-itu doang! Gua capek, gua juga pengen kaya kayak orang diluar sana,"

"Harus nya lo juga bantu dong! Kenapa cuman gue aja!?"

"Lo itu kepala keluarga di rumah ini bangsat, klo nggak bisa nafkahin istri lo ngapain nikah babu!!"

Sudah biasa rumahku, ralat rumah ini di penuhi dengan teriakan dan keluhan kedua orangtua ini. Mereka selalu berdebat, dan berakhir salah satu dari mereka akan memukuli ku sebagai hadiah pelampiasan dari amarah yang masih tersimpan di hati mereka.

"Pulang juga lo anak bangsat!!"

tbc.

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Aku Tak Punya Siapapun Lagi
Aku Tak Punya Siapapun Lagi
Dalam novel romantis bernuansa misteri Aku Tak Punya Siapapun Lagi, seorang istri yang sekarat akibat gagal hati akut merelakan kuota pengobatannya demi adik angkatnya atas desakan sang suami. Baca novel online ini untuk mengungkap keputusannya menyerahkan segalanya sebelum ajal menjemput.
Dari Abu: Kesempatan Kedua
Dari Abu: Kesempatan Kedua
Dalam novel modern Dari Abu: Kesempatan Kedua, seorang wanita terlahir kembali usai dikhianati tunangan billionaire miliknya. Ia kini bertekad membatalkan pertunangan demi bertahan hidup. Baca kisah romance novel ini selengkapnya untuk mengungkap misteri pengkhianatan di read novels online.
Dari Saingan Menjadi Ipar
Dari Saingan Menjadi Ipar
Dalam novel romance Dari Saingan Menjadi Ipar, Josie Watson bertekad menceraikan Laurence Andrews yang terus menghinanya demi Rosalie Harris. Di tengah konflik modern novel ini, Josie tidak menyadari bahwa kakak Rosalie diam-diam mendesaknya pergi. Temukan kisah lengkapnya di web novel ini.
Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
Di hari ulang tahun pernikahan kedelapan, Jessica mendapati suaminya, Rio Aditya, berselingkuh dengan Nadia. Di saat yang sama, Jessica didiagnosis kanker ovarium stadium akhir. Menyadari suaminya berniat menceraikannya, Jessica memilih pergi dengan damai. Baca novel romantis modern ini di novel web.
Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa adalah romance novel tentang Nalula yang dikhianati kekasihnya saat terpuruk. Dengan dukungan keluarga billionaire kandungnya, ia memulai misi balas dendam. Simak kisah serunya di web novel ini untuk melihat takdir akhir sang pengkhianat.
Gadis 100 juta (fatamorgana)
Gadis 100 juta (fatamorgana)
Dalam romance novel Gadis 100 juta (fatamorgana), Daiva terpaksa menjual kehormatannya pada Keyko demi menyelamatkan adiknya. Namun, kemunculan Damian menciptakan persaingan cinta yang rumit. Baca kisah modern novel ini untuk melihat pilihan hidup Daiva di platform web novel kami.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.