Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Mencintai Monster yang Kupanggil Suami
Mencintai Monster yang Kupanggil Suami

Mencintai Monster yang Kupanggil Suami

9.0
/ 10
Dalam Mencintai Monster yang Kupanggil Suami, Elara menggunakan kuasa konglomerat demi menikahi Julian. Namun, obsesi di romance novel ini berujung kebencian. Elara memilih pergi saat sadar cintanya beracun. Simak kisah billionaire romance books ini saat Julian menyadari arti kehilangan.

Ringkasan Mencintai Monster yang Kupanggil Suami

Elara terobsesi memiliki Julian, cinta pertamanya, sejak kecil. Menggunakan kekuasaan keluarga konglomeratnya, ia menghancurkan hubungan Julian dan memaksanya menikah dalam sangkar emas. Namun, cinta sepihak itu berbalas kebencian mendalam. Selama tiga tahun, Julian bersikap dingin dan muak, membuat Elara hancur menyadari bahwa jiwa suaminya tak terjangkau. Saat Elara menyerah dan memilih menghilang, akankah Julian merasa bebas atau justru menyadari benih cinta di balik bencinya?
Selengkapnya

Mencintai Monster yang Kupanggil Suami Bab 1

Lampu gantung kristal di ruang makan itu berpijar redup, memantulkan cahaya pada deretan piring porselen yang isinya sudah mendingin. Elara duduk mematung. Di hadapannya, sebuah kue tart kecil dengan lilin angka tiga yang sudah meleleh hingga mengenai lapisan gula tertata rapi. Tidak ada kemeriahan. Hanya suara detak jam dinding yang seolah mengejek kesunyian di rumah bak istana itu.

Ini malam perayaan ulang tahun pernikahan mereka yang ketiga. Dan seperti dua tahun sebelumnya, Elara merayakannya sendirian.

Ia melirik ponselnya yang tergeletak di meja. Tidak ada pesan, tidak ada telepon. Julian pasti sedang sibuk, atau lebih tepatnya, sedang menyibukkan diri agar tidak perlu pulang dan melihat wajahnya. Elara menarik napas panjang, mencoba mengusir rasa sesak yang mulai merayap di dadanya. Ia sudah terbiasa, bukan? Ia yang memaksa pernikahan ini terjadi. Ia yang menggunakan kekuasaan ayahnya untuk menekan keluarga Julian agar pria itu berlutut di altar bersamanya.

Jadi, bukankah wajar kalau ia harus menelan semua kepahitan ini sendirian?

Tepat pukul sebelas malam, suara deru mobil terdengar di halaman. Jantung Elara berdegup kencang, sebuah reaksi tubuh yang masih saja bodoh setelah tiga tahun disakiti. Ia segera berdiri, merapikan dress sutra merahnya yang ia beli khusus untuk malam ini, dan mencoba memasang senyum terbaiknya.

Pintu depan terbuka. Julian melangkah masuk dengan langkah tegap namun dingin. Jasnya tersampir di lengan, dasinya sudah dilonggarkan. Wajahnya yang tampan terlihat lelah, tapi matanya langsung menajam begitu melihat Elara berdiri di ujung lorong.

"Belum tidur?" suara Julian rendah, tapi ketus.

"Aku menunggumu, Julian. Ini kan hari peringatan pernikahan kita," jawab Elara lembut, berusaha mengabaikan tatapan tajam pria itu.

Julian mendengus sinis. Ia berjalan melewati Elara menuju dapur, menuangkan air es ke gelas dengan gerakan kasar. "Peringatan? Maksudmu peringatan tiga tahun sejak kau menjebakku dalam neraka ini? Harusnya aku yang merayakannya dengan berkabung, bukan makan kue bodoh itu."

Elara mengepalkan tangannya di balik kain dressnya. "Aku memasak makanan kesukaanmu. Hanya sebentar saja, bisakah kita duduk dan bicara tanpa harus bertengkar?"

Julian berbalik, menyandarkan pinggulnya di konter dapur sambil menatap Elara dari ujung kepala sampai ujung kaki. Tatapannya penuh penghinaan. "Kau dandan seperti ini hanya untuk memamerkan betapa kayanya keluargamu? Atau kau ingin mengingatkanku lagi bahwa kau bisa membeli apa saja, termasuk suami?"

"Aku tidak pernah berniat seperti itu, Julian. Aku hanya ingin kita mencoba lagi. Tiga tahun sudah berlalu, bisakah kita membuka lembaran baru?"

Julian tertawa, tapi tawanya terdengar kering dan menyakitkan. Ia berjalan mendekati Elara, memangkas jarak di antara mereka sampai Elara bisa mencium aroma alkohol tipis dan parfum pria yang mahal dari tubuh suaminya. Julian menarik kotak hadiah kecil yang tergeletak di dekat kue tart itu-sebuah jam tangan edisi terbatas yang Elara pesan berbulan-bulan lalu.

"Ini apa? Mainan baru untukku?" Julian mengangkat kotak itu dengan ujung jarinya seolah itu adalah sampah.

"Itu hadiah untukmu. Aku tahu kau suka mengoleksi jam tangan," kata Elara, matanya mulai berkaca-kaca.

Tanpa diduga, Julian melepaskan pegangannya. Kotak mahal itu jatuh ke lantai dengan suara keras. "Simpan saja uangmu, Elara. Aku tidak butuh barang-barang yang dibeli dengan rasa bersalah. Kau tahu apa yang benar-benar kuinginkan sebagai hadiah? Surat cerai. Itu satu-satunya hal yang bisa membuatku bahagia."

Deg. Elara merasa dunianya seolah berhenti berputar. Meski sudah ratusan kali mendengar kata cerai keluar dari mulut Julian, setiap kali pria itu mengucapkannya, rasanya tetap seperti belati yang dihunus tepat ke jantungnya.

"Kenapa kau begitu membenciku?" bisik Elara dengan suara bergetar. "Aku mencintaimu sejak kita masih kecil, Julian. Apa itu sebuah kejahatan?"

"Cinta?" Julian melangkah maju satu langkah lagi, membuat Elara terpojok ke meja makan. "Apa yang kau lakukan itu bukan cinta. Itu obsesi gila. Kau menghancurkan hubunganku dengan wanita yang kucintai, kau mengancam masa depan keluargaku, dan kau menyeretku ke sini hanya untuk memuaskan egomu. Kau tidak mencintaiku, Elara. Kau hanya ingin memilikiku seperti kau memiliki tas-tas bermerek di lemarimu itu."

Julian mengambil garpu dari meja, mencuil sedikit kue tart buatan Elara, lalu membuangnya ke lantai. "Kuenya hambar. Sama seperti pernikahan ini. Jangan pernah berharap aku akan menyentuh apa pun yang berasal darimu."

Pria itu berbalik dan menaiki tangga tanpa menoleh lagi, meninggalkan Elara yang luruh ke lantai. Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya tumpah juga. Ia melihat kue yang berantakan di lantai, jam tangan yang tergeletak tak berdaya, dan meja makan yang begitu luas untuknya sendiri.

Elara memeluk lututnya. Rasa sakitnya bukan lagi sekadar pedih, tapi sudah mulai terasa mati rasa. Ia menyentuh dadanya yang sesak. Selama tiga tahun ini, ia selalu percaya bahwa dengan kesabaran, Julian akan luluh. Ia percaya bahwa jika ia tetap berdiri di samping pria itu, suatu saat Julian akan melihatnya bukan sebagai musuh, melainkan sebagai istri.

Namun malam ini, di bawah cahaya lampu kristal yang mahal itu, Elara sadar bahwa ia telah membohongi dirinya sendiri. Ia terlalu percaya diri dengan kekuasaannya. Ia terlalu sombong dengan berpikir cintanya cukup untuk mereka berdua.

"Ternyata benar," gumam Elara di sela isak tangisnya. "Aku tidak sedang membangun rumah tangga. Aku sedang membangun penjara, dan aku sendirilah yang mengunci diriku di dalamnya."

Kesunyian malam itu terasa jauh lebih berat dari biasanya. Elara menatap bayangannya di cermin besar yang ada di ruang tamu. Wanita di sana terlihat cantik, namun matanya kosong. Tak ada lagi sisa-sisa kesombongan putri konglomerat yang biasanya ia banggakan. Yang tersisa hanyalah seorang wanita yang baru saja sadar bahwa ia telah kalah telak dalam permainan yang ia buat sendiri.

Malam itu, Elara tidak naik ke kamar utama. Ia tetap di sana, di lantai dapur yang dingin, bersama sisa-sisa perayaan yang hancur, menyadari bahwa mungkin bendera putih memang sudah saatnya ia kibarkan.

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Cinta Dalam Hati
Cinta Dalam Hati
Dalam novel Cinta Dalam Hati, Tania, pengacara berani yang melawan mafia perdagangan manusia, terjebak perjodohan paksa dengan rival masa kecilnya, Yudi. Simak aksi seru dan intrik dalam romance modern ini. Baca kisah selengkapnya di web novel ini sekarang!
Dewa Itu Adalah Patungku
Dewa Itu Adalah Patungku
Dalam Dewa Itu Adalah Patungku, Melinda merawat patung beruang yang ternyata inkarnasi dewa perkasa. Web novel bergenre fantasy romance ini mengikuti transformasi sang dewa saat Melinda dewasa, memicu ketegangan dan takdir baru. Baca fiction fantasy novels ini untuk mengungkap misteri di baliknya.
Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
Di hari ulang tahun pernikahan kedelapan, Jessica mendapati suaminya, Rio Aditya, berselingkuh dengan Nadia. Di saat yang sama, Jessica didiagnosis kanker ovarium stadium akhir. Menyadari suaminya berniat menceraikannya, Jessica memilih pergi dengan damai. Baca novel romantis modern ini di novel web.
En-PD158
En-PD158
Dalam novel modern En-PD158, pernikahan hancur saat Zhou Yu'an meminta cerai demi menyelamatkan anak dari masa lalunya. Konflik pengkhianatan ini menjadi inti romance novel yang emosional. Akankah ia bertahan? Baca kisah selengkapnya di web novel ini sekarang.
Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
Dalam novel romantis misteri Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku, seorang wanita dipaksa menyerahkan tunangannya di hari pernikahan demi kakaknya yang sekarat. Saat disekap orang tuanya agar tidak mengacau, ia justru dibunuh dengan kejam. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap misteri tragisnya.
Jadi Wanita
Jadi Wanita
Dalam novel fantasy modern Jadi Wanita, Artisa nekat mengubah tubuh putranya, Sota, demi membuang sifat malasnya. Sota harus menghadapi transformasi drastis ini untuk bertahan hidup. Baca kisah unik ini di webnovel kami, pilihan tepat bagi pencinta fiction fantasy novels terbaik.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.