Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Mantu Kurang Ajar
Mantu Kurang Ajar

Mantu Kurang Ajar

8.0
/ 10
Dalam Mantu Kurang Ajar, seorang istri berjuang membela diri dari tekanan mertua di tengah konflik modern novel ini. Menghadapi label negatif demi martabat, kisah dalam romance stories ini mengungkap konsekuensi kesetiaan dan batas kesabaran dalam sebuah hubungan rumah tangga.

Ringkasan Mantu Kurang Ajar

Terinspirasi dari kisah nyata yang sering menimpa para istri, novel ini mengisahkan perjuangan seorang menantu yang kerap mendapat perlakuan buruk dari mertuanya. Saat ia mencoba memberanikan diri untuk membela hak dan harga dirinya, tindakan tersebut justru dipandang negatif. Alih-alih mendapat empati, ia malah dicap sebagai menantu kurang ajar oleh keluarga suaminya. Sebuah drama domestik penuh emosi tentang konflik mertua dan menantu di dunia modern.
Selengkapnya

Mantu Kurang Ajar Bab 1

"Aku di PHK, Tar," ujar Bang Hanif dengan suara datar. Raut kesedihan tampak jelas di wajanya.

Aku terkejut mendengar berita itu, hingga seketika hening menyelimuti ruang tamu kami. Rasanya semua mimpi dan harapan yang kami bangun, mendadak runtuh. Baru beberapa bulan menikah, kami langsung diberi cobaan.

"Gak papa, Bang," jawabku sambil menggenggam tangannya, mencoba memberi ketenangan. "Mungkin rezeki kita memang sudah habis di pabrik itu. Nanti aku coba ikut cari kerjaan juga bareng kamu. Kita pasti bisa lewatin ini."

Bang Hanif menggeleng pelan. "Ngak usah, Tar. Selama di perjalanan pulang tadi, Abang, sudah pikirkan usaha untuk menghidupi keluarga kita."

"Apa itu, Bang?" tanyaku, penasaran dan sedikit berharap.

"Kita pindah aja ke rumah ibu sama bapakku, ya." Bang Hanif menatapku sambil tersenyum. "Toko Ibu sama Bapak 'kan besar, masih ada petakan yang kosong. Jadi kita buka usaha aja di sana, sepetak buat Abang buka bengkel, sepetak lagi buat kamu jualan nasi goreng sama mie rebus, dan sisanya untuk ibu dan bapak tetap jualan kebutuhan sehari-hari. Aku rasa muat kok."

Aku diam sejenak, memikirkan rencana itu. Bang Hanif terdengar penuh keyakinan, tetapi perasaanku dilanda kekhawatiran. "Memangnya kamu ada modal, Bang?" tanyaku, sedikit ragu.

"Ada kok, Tar," jawab Bang Hanif sambil mengeluarkan selembar amplop cokelat dari sakunya. "Ini uang pesangon dari pabrik. Lumayan, daripada habis hanya untuk kebutuhan sehari-hari, lebih baik kita coba putar untuk usaha. Siapa tahu nanti bisa berhasil."

Mendengar hal itu, aku merasa ada harapan baru dalam rasa putus asa yang menyelimuti kami. Pikiranku mulai melayang, membayangkan kami berdua berjuang bersama, membangun masa depan yang lebih baik.

"Aku setuju, Bang. Kita coba saja," ujarku, tersenyum lebar.

Bang Hanif tersenyum lega, menggenggam tanganku erat. "Makasih, ya, Tar, sudah percaya sama abang. Nanti kita jalani ini sama-sama, apa pun yang terjadi."

Aku tidak khawatir untuk tinggal serumah dengan mertua. Selama kami pacaran, Ibu dan Bapak Bang Hanif selalu memperlakukanku dengan baik, penuh kasih sayang. Memikirkan mereka, aku merasa lebih tenang.

Dengan penuh semangat, aku dan Bang Hanif bersiap menjalani hidup yang baru, menghadapi cobaan dengan usaha dan doa.

=====

Beberapa bulan menjalani usaha, kami sadar bahwa jalanya tak semudah yang dibayangkan. Ternyata membangun sebuah usaha itu agar berkembang dan maju cukup sulit.

Bengkel yang Bang Hanif buka tidak seramai harapan kami. Setiap hari, hanya ada beberapa motor yang mampir untuk diperbaiki, itu pun sering kali hanya sekadar mengganti oli atau memperbaiki kerusakan kecil.

Di sisi lain, jualanku juga sepi, hanya ramai ketika malam minggu saja, itu pun saat sore dan malam, tapi hasilnya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, di tengah kesibukan mencari rezeki, ada sesuatu yang mulai membuatku merasa tak nyaman di rumah ini. Semakin hari, sikap kedua mertuaku terasa berubah, dan itu membuatku bertanya-tanya.

Awalnya aku berpikri mungkin itu cuma perasaanku saja karena kami baru mulai beradaptasi tinggal dan hidup bersama. Namun entah kenapa, perlahan-lahan aku merasa bahwa perubahan sikap mereka bukanlah sekadar dugaanku saja.

Malam ini, saat aku tengah mengemasi peralatan masak, samar-samar terdengar suara Bapak mertua dari dalam toko sebelah, berbicara dengan suara yang rendah tapi jelas sampai di telingaku.

"Enak banget dia nyuruh-nyuruh si Hanif melayani pelanggan. Malu aku kalau anak kita jadi pelayan," gumam ayah mertua dengan nada kesal.

Jantungku terasa berdegup lebih cepat. Aku berhenti sejenak, berpura-pura fokus pada pekerjaanku. Namun, rasanya sulit untuk mengabaikan kata-kata itu.

"Iya," sahut ibu mertua, suaranya tak kalah dingin. "Besok aku coba ngomong baik-baik sama Tari. Aku juga nggak suka kalau Hanif disuruh-suruh seperti itu. Kita aja nggak pernah suruh-suruh anak kita."

Aku menarik napas panjang, menahan segala perasaan yang muncul begitu saja. Rasanya sakit mendengar mereka bicara seperti itu. Padahal, aku tidak pernah memaksa Bang Hanif untuk membantu di lapak jualanku. Ia melakukannya dengan sukarela.

Bukankah wajar jika suami istri saling membantu? Aku tidak berniat merendahkan Bang Hanif atau memposisikannya sebagai pelayan. Kami bekerja sama untuk membangun kehidupan yang lebih baik, tapi sepertinya mertuaku tidak melihatnya seperti itu.

Setelah semuanya rapi, aku masuk ke kamar dengan perasaan yang masih tertahan. Bang Hanif tampak sudah duduk di ujung ranjang, terlihat kelelahan, tapi tetap tersenyum saat melihatku masuk.

"Kamu udah selesai, Sayang?" tanyanya lembut sambil mengulurkan tangan.

Aku mengangguk pelan, lalu duduk di sebelahnya. Namun, tatapanku kosong, memandang lurus ke lantai.

Bang Hanif sepertinya menyadari bahwa ada yang tak beres. "Ada apa, Tar? Kamu kelihatan sedih," tanyanya.

Aku ragu-ragu sejenak, tapi akhirnya kuputuskan untuk jujur. "Aku tadi dengar percakapan Bapak dan Ibu, Bang," ucapku lirih. "Mereka nggak suka kalau kamu bantuin aku di lapak. Katanya mereka malu kalau kamu terlihat seperti 'pelayan'."

Bang Hanif tertegun, lalu menghela napas panjang.

"Kamu nggak salah, kok, Tar," ujarnya. "Abang memang ingin bantu kamu, ini juga usaha kita bersama. Abang nggak merasa rendah atau malu, malah abang bangga bisa bantu kamu."

Aku tersenyum kecil mendengar kata-katanya, meskipun hatiku masih terasa pedih. "Aku cuma takut mereka salah paham, Bang. Aku nggak mau hubungan kita jadi tegang dengan mereka."

Bang Hanif mengangguk pelan. "Besok abang coba bicara sama Bapak dan Ibu. Abang mau mereka tahu kalau ini kemauan Abang, bukan kamu yang menyuruh atau memaksa."

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Cinta Dalam Hati
Cinta Dalam Hati
Dalam novel Cinta Dalam Hati, Tania, pengacara berani yang melawan mafia perdagangan manusia, terjebak perjodohan paksa dengan rival masa kecilnya, Yudi. Simak aksi seru dan intrik dalam romance modern ini. Baca kisah selengkapnya di web novel ini sekarang!
Dari Abu: Kesempatan Kedua
Dari Abu: Kesempatan Kedua
Dalam novel modern Dari Abu: Kesempatan Kedua, seorang wanita terlahir kembali usai dikhianati tunangan billionaire miliknya. Ia kini bertekad membatalkan pertunangan demi bertahan hidup. Baca kisah romance novel ini selengkapnya untuk mengungkap misteri pengkhianatan di read novels online.
En-PD154
En-PD154
Dalam En-PD154, dikhianati tunangannya setelah memenangkan arena, sang putri bos mafia membatalkan pernikahan demi membalas dendam. Nikmati mafia novel penuh aksi ini sebagai pilihan fiction books terbaik bagi pembaca romance stories yang mencari ketegasan karakter.
Istri Pengganti
Istri Pengganti
Dalam novel Istri Pengganti, Zahra dipaksa menikah oleh Rayhan untuk menggantikan calon pengantinnya yang kabur. Terjebak dalam kesepakatan demi sebuah butik, Zahra harus menghadapi sifat dingin Rayhan. Baca romance novel ini di antara koleksi fiction books menarik lainnya.
Jangan bermain-main dengan saya
Jangan bermain-main dengan saya
Dalam novel Jangan bermain-main dengan saya, seorang gadis dijual oleh ayahnya dan terpaksa menghadapi takdir sebagai istri pengedar narkoba. Ikuti kisah mafia penuh risiko ini melalui web novel yang menyajikan pilihan sulit antara kesetiaan dan pelarian dalam dunia romance stories.
Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
Dalam Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder, pewaris Grup Nelson membalas pengkhianatan mantan kekasihnya. Nikmati billionaire romance novel ini saat ia mengubah martabatnya menjadi kekuatan. Baca webnovel seru tentang balas dendam dan kemewahan yang tak terbatas sekarang.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.