Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Jay and her Odd Daddy
Jay and her Odd Daddy

Jay and her Odd Daddy

8.9
/ 10
Dalam Jay and her Odd Daddy, Chai terjebak antara prinsip dan tekanan ekonomi. Tawaran kontrak dari seorang pria asing membawanya ke dunia billionaire romance novels. Ia harus memilih antara harga diri atau bertahan hidup melalui hubungan timbal balik dalam modern novel yang penuh dilema ini.

Ringkasan Jay and her Odd Daddy

Jayashri, atau Chai, terjepit antara kemiskinan dan prinsip harga diri dari ibunya. Saat nyaris menyerah di taman RS, seorang pria asing menyelamatkannya dan menawarkan posisi sugar baby. Awalnya Chai menolak keras demi martabat, namun takdir mempertemukan mereka kembali. Pria itu kini menawarkan kontrak kerja sama tanpa pelecehan sebagai hubungan timbal balik. Di tengah tekanan ekonomi yang menggila, Chai harus memilih: tetap teguh pada prinsip atau menerima realita?
Selengkapnya

Jay and her Odd Daddy Bab 1

“Saya memiliki sebuah penawaran untuk kamu. Itupun jika kamu tidak keberatan.” Chai memfokuskan pandangannya kepada pria di hadapannya untuk menyimak kalimat selanjutnya. Penawaran apa yang dimaksud? Perasaan Chai mulai tidak nyaman.

“Begini. Singkatnya, pekerjaan ini normalnya disebut sebagai sugar baby.”

Mata Chai membola. Apa dia tidak salah dengar? Miskin-miskin begini, kolot-kolot begini, Chai juga tahu mengenai istilah-istilah mesum itu. Chai tidak mengerti. Apa yang ada di benak pria di hadapannya, menawarinya pekerjaan yang jelas-jelas ia tahu sangat tidak cocok untuknya?

Chai sadar, ia tidak punya fisik yang semulus itu untuk bisa menjadi seorang sugar baby. Di atas itu semua, Chai masih waras dan tidak akan menggadaikan dirinya hanya untuk melunasi hutang budi tunggakan rumah sakit bapaknya.

“Jadi di sini itu ....”

Kalimat pria itu terpotong oleh dengusan napas Chai yang keras seperti banteng yang tengah mengamuk. Ya, Chai memang marah dan tidak berusaha untuk menyembunyikannya.

“Mungkin saya miskin, dan memang benar begitu. Tapi jangan berpikir jika saya akan menjual diri hanya karena tidak punya uang dan pekerjaan. Saya bukan perempuan seperti itu. Permisi.”

Dan begitulah pertemuan mereka berakhir. Chai berderap meninggalkan tempat itu sembari menahan air matanya yang hendak tumpah ruah. Tidak mengacuhkan seruan pria itu di belakangnya, hanya sibuk menahan kekesalan serta rasa terhina yang melukai batinnya. Ia tidak akan pernah terbiasa, tak peduli berapa kali merasakannya.

Chai menyesal, benar-benar menyesali takdirnya bertemu dengan pria itu. Pria tidak dikenal yang sudah banyak memberi bantuan finansial, namun ironisnya justru melecehkannya seperti ini. Kalau bisa, Chai tidak ingin kenal dengan pria itu sekalian!

Ini semua bermula dari beberapa minggu lalu, pada pertemuan pertama mereka yang dramatis, sekaligus agak tragis.

•••

Sore itu, Chai merasa tidak ingin pulang ke rumahnya sendiri. Gadis itu sudah pamit pada sang ibu, dari siang sebelum berangkat menjaga sang bapak di rumah sakit. Chai bilang pada jika dia akan menjaga sang bapak sampai pagi, tidak usah digantikan oleh adik-adiknya. Chai kasihan pada si kembar yang kebetulan memang tengah memasuki masa-masa UAS. Gadis 21 tahun itu tidak ingin mengganggu waktu belajar adik-adiknya.

Malam hari selepas sang bapak tertidur, Chai memutuskan untuk duduk sendirian di spot favoritnya. Pikirannya kacau akibat sebuah surat administrasi rumah sakit bertuliskan jumlah yang harus segera dibayar sementara Chai benar-benar sudah kehabisan akal. Depresi yang telah ia alami semenjak jaman sekolah, malam itu terasa semakin menjadi-jadi. Orang bilang, setan akan lebih mudah menggoda manusia untuk melakukan hal-hal gila saat manusia tersebut sedang berada dalam titik terendahnya.

Chai berjalan gontai tanpa arah, mulai dikuasai oleh kesedihan dan keputusasaan. Mungkin kalimat bijak tersebut benar adanya. Ketika Chai melihat sebuah pisau cutter serta sampah-sampah bekas buah yang ditinggalkan di atas sebuah meja gazebo, tak jauh dari spot favorit Chai menyendiri. Gadis itu merasa terpanggil oleh kilatan tajam lempeng pisau murahan yang semakin terlihat tajam ditimpa sinar lampu bangunan rumah sakit.

Chai hanya bergerak mengikuti nalurinya. Berjalan gontai, matanya yang kosong terlihat kontras dengan derap langkah yang lurus dan pasti menuju tempat di mana pisau tersebut berada. Orang bilang, bahasa lain dari jodoh adalah pertemuan. Chai berpikir, mungkin sudah jodohnya untuk menemukan pisau bekas memotong buah yang masih terlihat baru itu di meja gazebo rumah sakit. Mungkin pisau itu adalah jodohnya untuk kemudian berjodoh lagi dengan kematian.

Chai merampas pisau tersebut, memperkirakan posisi dan kedalaman luka yang tepat agar kematian benar-benar mendatanginya malam ini. Tangan kasar dan berwarna kecokelatan akibat sering terpanggang sinar matahari di ladang itu sudah bergerak hendak memutus nadinya sampai putus, memutuskan pula tekanan di hidupnya yang tak kunjung usai.

Tanpa Chai sadari, tindakan anehnya telah diperhatikan sejak awal oleh seorang pria yang berdiri di balik keremangan ekor koridor rumah sakit. Posisinya cukup tersembunyi hingga Chai yang sebelumnya sudah menengok kiri-kanan sebelum mengambil cutter pun tidak menyadari kehadirannya.

Tepat ketika Chai sudah hendak mengiris pergelangan tangannya, pria itu menghambur keluar dari persembunyiannya. Secepat kilat, menahan pergelangan tangan Chai dan membuang cutter jauh-jauh.

Pria misterius itu tidak melepaskan tangan Chai yang menatapnya dengan sorot heran, terkejut dan takut. Sebaliknya malah menarik tangan gadis itu keluar dari pelataran rumah sakit menuju sebuah kafe tak jauh dari sana. Pria aneh itu membelikan Chai segelas cokelat hangat dan membujuk Chai untuk berbicara.

Pria aneh itu menguarkan aura yang menenangkan. Chai tidak tahu apakah hal itu atau bebannya yang sudah sedemikian menumpuklah yang kemudian mendorongnya untuk mulai menuturkan masalah hidup.

Menuturkan tentang kesulitan keuangannya, tentang tekanan yang dialaminya, mengenai keterbatasan ekonomi dan cobaan bertubi-tubi. Mengenai keresahan diri karena sebagai anak sulung, ia tak dapat berbuat banyak untuk membantu ekonomi keluarga. Sementara tagihan rumah sakit tak mau menunggu. Lucunya negeri ini, keluarga Chai yang jelas-jelas masuk dalam kategori tidak mampu, justru malah tidak mendapatkan bantuan berupa BPJS Kesehatan khusus untuk masyarakat kurang mampu.

Beban dan tekanan yang telah ia tahan selama berhari-hari—bahkan berminggu-minggu semenjak sang bapak mulai sakit— laksana bendungan yang ambrol. Kala Chai selesai meluapkan semua isi hatinya, gadis itu tak kuasa membendung air mata. Gadis itu menangis tersedu-sedu di depan orang asing. Hal yang baru pertama kalinya terjadi.

Hanya sampai di sana, Chai bersyukur ia cepat sadar dan mengerem mulutnya. Hampir saja ia terlena dan menceritakan lebih banyak lagi pada pria asing berwajah teduh di hadapannya ini. Pria itu tak pernah memotong ucapannya sama sekali, bahkan memberikan beberapa helai tisu yang tersedia di meja mereka untuk Chai menghapus air mata dan ingusnya.

Pertemuan aneh mereka malam itu ternyata berujung pada perubahan nasib bagi Chai sendiri. Keesokan harinya ketika Chai berniat hendak meminta keringanan pada pihak rumah sakit, jawaban staf kasir berambut disanggul tersebut membuat Chai serasa bermimpi.

“Maaf, Mbak. Tapi tagihan rumah sakit atas nama Bapak Rismawan, sudah dilunasi seluruhnya tadi pagi.”

Chai melongo. Apa?

“Bahkan Mbak juga tidak perlu khawatir mengenai biaya kontrol Bapak Rismawan selanjutnya. Semua sudah dijamin, jadi Bapak Rismawan bisa terus datang secara rutin ke rumah sakit untuk kontrol hingga dinyatakan sembuh oleh dokter ya, Mbak,” tambah sang staf semakin membuat mata Chai terbelalak lebar.

“Ka-kalau boleh tahu, siapa yang sudah membayarnya, Mbak?” Chai tergagap, masih dikuasai kejutan. Staf tersebut tersenyum sebelum mengecek komputernya, lalu kembali menatap Chai dengan ekspresi meminta maaf.

“Maaf, Mbak. Tapi saya tidak punya wewenang untuk memberikan informasi pribadi terkait dermawan tersebut ....”

“Namanya, aja, Mbak?” desak Chai dengan tatapan memohon paling mumpuni. Sayangnya hal itu tidak mempan untuk meluluhkan sang staf.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya, Mbak ....” tandas sang staf sopan, namun final. Chai menghela napas kecewa, berlalu dari sana setelah sebelumnya mengucapkan terima kasih. Pikiran Chai masih dipenuhi rasa penasaran mengenai dermawan misterius, bahkan ia tidak begitu fokus ketika siangnya, ia menemani bapaknya pulang dari rumah sakit.

Sang Ibu menyambut kedatangan mereka dengan sukacita, adik lelakinya membantu Chai memapah bapak mereka yang masih lemah untuk masuk ke dalam rumah. Adik perempuannya sigap menyiapkan minum dan menghamparkan selimut di atas tubuh sang kepala keluarga. Bapak Chai tersenyum lemah, mengucapkan terima kasih dan membelai kepala kedua anak kembar berbeda jenis kelamin itu.

“Bagaimana bisa kamu berhasil meyakinkan rumah sakit hingga Bapak sudah dibolehkan pulang seperti ini?” Ibu Chai menarik putri sulungnya ke dapur, bertanya dengan jejak kekhawatiran yang nyata terpatri di wajahnya. Kekhawatiran yang sejak tadi ia sembunyikan di hadapan sang suami dan si kembar.

Begitulah seorang Ibu, selalu pintar menyembunyikan segala resah dari wajahnya, dari orang-orang tercinta. Setidaknya itulah yang Chai pelajari dari ibunya. Gadis berambut sepunggung itu menghembuskan napas pelan, semakin menambah kerutan di kening sang ibu.

“Chai nggak tahu, Bu. Ketika Chai baru aja mau minta keringanan ke staf rumah sakitnya, Chai tiba-tiba diberitahu kalau semuanya sudah dilunasi.”

Terdengar kesiap napas sang ibu, terkejut. Kedua tangannya menutup mulut. Chai mengangguk, melanjutkan penjelasannya seperti yang dituturkan staf rumah sakit tadi siang.

“Siapa dermawan itu sebenarnya?” tanya ibu Chai dengan tatapan menerawang. Chai menggeleng lelah, itu juga merupakan pertanyaannya.

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
Ketika ayah jarang pulang, aku hanya tinggal berdua dengan ibu tiri yang menganggapku anak sendiri—tapi kebiasaannya berpakaian seksi mengganggu pikiranku. Di tengah kisah cintaku pada Rania, teman SMA-ku, hubungan rumit ini mempertemukan aku pada godaan terlarang. Sebuah dark romance novel yang menegangkan tentang hasrat, keluarga, dan cinta yang tak semestinya. Baca gratis di PinesDramas.
CHRONOPHILE
CHRONOPHILE
Dalam novel modern CHRONOPHILE, sebuah perjodohan memaksa pertemuan kembali dengan pria dari masa lalu. Di tengah misi mempertahankan pernikahan, muncul ancaman balas dendam dan rahasia lama. Baca kisah romance novel ini tentang perjuangan menghargai waktu dan pilihan hidup yang sulit.
Dari Saingan Menjadi Ipar
Dari Saingan Menjadi Ipar
Dalam novel romance Dari Saingan Menjadi Ipar, Josie Watson bertekad menceraikan Laurence Andrews yang terus menghinanya demi Rosalie Harris. Di tengah konflik modern novel ini, Josie tidak menyadari bahwa kakak Rosalie diam-diam mendesaknya pergi. Temukan kisah lengkapnya di web novel ini.
Dinodai keluarga suami
Dinodai keluarga suami
Dalam romance novel Dinodai keluarga suami, Anisa Rahma terjebak di rumah Seno Bagaskara. Di tengah kemewahan billionaire romance books ini, ia harus menghadapi ancaman dari ipar dan adik suaminya sendiri. Akankah Anisa mampu bertahan dari pengkhianatan ini? Baca selengkapnya di webnovel ini.
Janda Bertemu Dengan Duda
Janda Bertemu Dengan Duda
Dalam Janda Bertemu Dengan Duda, Sonia mencoba bangkit dari duka bersama anak-anaknya di apartemen baru. Di sana, ia bertemu Yudha yang juga kehilangan pasangan. Romance novel modern ini mengisahkan perjuangan dua jiwa menyembuhkan luka dalam balutan romance stories yang realistis.
Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
Dalam novel misteri Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku, seorang putri disiksa penculik hingga tewas demi melindungi ayahnya yang justru membencinya. Baca novel online gratis ini yang menyajikan kisah tragis penuh ketegangan, rahasia kelam, dan penyelidikan horor yang mematikan.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.