Gairang seorang pembantu penggoda

Tangan Hana menerobos masuk ke dalam celana James yang sudah dibuka olehnya, menggenggam pusaka ajaib milik tuannya. Besar, bahkan sudah mengeras.

Sesekali Hana mengelus ujung pusaka James dengan jari lentiknya, bermain, sambil menggoda ular ajaib milik James.

"Sial! Jarimu sangat nakal, tapi aku menyukainya," ujar James, merasakan jari milik Hana berputar- putar bermain di bagian tumpul pusaka miliknya.

"Aku tidak menyangka milik tuan begitu besar dan kokoh, dan ditambah sudah mengeras siap untuk dimasukan!"

"Apa kau ingin merasakannya?" tanya James kembali, seolah ia membaca pikiran Hana.

"Jika Tuan menginginkan kenapa tidak! Dan tidak mungkin aku melakukan sendiri, jika ada partner untuk bertukar keringat." 

"Kau benar- benar nakal Hana. Tapi jangan salahkan aku jika aku bermain kasar." 

Hana tersenyum sebagai tanda dari jawabannya, ia tidak takut jika tuannya bermain kasar, ia siap menerima resikonya, karena ini yang Hana mau, bergulat dengan sang tuan demi sebuah kenikmatan.

James pun menurunkan celana panjangnya memperlihatkan betapa besar dan kokoh miliknya, lantas mendekatkan benda tumpulnya ke wajah Hana.

Hana menerima dengan senang hati saat benda tumpul itu berada tepat di mukanya, bahkan James mendekatkan benda tumpulnya ke bibir Hana.

Hana memegang, mengusap, mencium, menjilat ujung benda pusaka milik James, mulutnya pun terbuka lebar siap memasukan benda itu ke dalam mulutnya.

Seperti lolipop yang sedang dimakan oleh Hana, benda pusaka James sepenuhnya masuk ke dalam rongga mulut Hana, penuh. Sampai tungkai benda James tak terlihat.

Hana memaju mundurkan benda itu dari dalam mulutnya, sesekali keluar hanya untuk menjilati ujung benda tumpul James. Tangannya menggenggam erat, agar benda yang menjadi kenikmatannya bisa dirasakan.

Tak hanya dimulut Hana aja, terkadang benda pusaka James dihimpit dua benda kenyal milik Hana. Memaju mundurkan di dadanya.

Hana mengerang penuh kenikmatan saat benda milik James menggesek nipple pinknya. Lalu kembali berada di tengah kedua benda kenyal milik Hana.

Tangan James pun bergerak liar, atas dan bawah, meremas dua benda kenyal itu, dan satunya bermain di klitoris Hana.

"Ah… Tuan! Please harder!" pinta Hana pada James.

Seakan tidak ingin permainan cepat berlalu, James membalikan tubuh Hana, mendekatkan pusakanya pada gua lembab Hana.

Kaki Hana yang satu diangkat dan di pegang oleh James. Permainan yang sesungguhnya siap di mulai.

"Tidak semudah itu kau mengeluarkan cairanmu baby girl, karena aku masih ingin bermain- main dengan tubuh indahmu!" James pun mengarahkan bendanya agar masuk ke dalam gua, tapi Jamea harus berusaha lebih keras. Karena titik pusat kenikmatan Hana susah untuk dimasuki.

Beragam cara James lakukan hingga ia mengolesi gel pada bagian ujung pusaka miliknya, barulah benda tumpul milik James masuk.

James merasakan gua sempit menghimpit pusakanya, berdenyut memijat naga saktinya. Tapi disini James sadar Hana sudah tidak perawan lagi tetapi tidak masalah untuknya, yang terpenting memberikan kepuasan pada sang naga sakti miliknya.

"Kau sudah tidak perawan?" tanya James membuka suara.

Hana terdiam, bingung untuk mengatakan yang sebenarnya. Bahwa yang mengambil darah perawannya adalah benda yang sering dipakainya untuk fantasi liat tentang bosnya.

"Kenapa diam! Kenapa tidak menjawab pertanyaanku?" kata James lagi.

"Tuan bisakah anda tidak bertanya seperti itu!" 

"Baiklah, aku tidak akan menanyakannya lagi." James mulai memaju mundurkan naga saktinya, tangannya menggelitik klitoria Hana sambil mendengar erangan, desahan dari Hana.

Sementara Hana tidak kuasa menahan erangan yang lolos dari mulutnya, desahan Hana menggema ke isi ruang kerja majikannya. 

Kenikmatan yang dulu tidak pernah tercapai, kini menjadi nyata. James– majikannya menjamah tubuhnya, memasuki tubuhnya dengan dalam memporak- porandakan Hana hingga bergelinjat penuh kenikmatan.

"Ah… Ah… Ah… Tuan… Mphh!" seperti itulah desahan Hana saat naga sakiti James menikam gua lembabnya.

"Kau sangat nikmat baby girl, dan aku tidak akan pernah puas dengan satu kali permainan, bahkan tubuhmu sendiri tidak akan puas untuk aku berhenti." James semakin mendorong masuk, menghantam gua lembab Hana, tanpa ampun.

Tangannya pun ikut bermain di antara kedua benda kenya Hana, dan klitoris Hana.

Setelah puas dengan posisi belakang James membalikan tubuh Hana, berhadapan. Dan memasukan kembali benda itu pada sarungnya.

Permain yang diciptakan mereka berdua berjalan cukup lama, setiap sisi ruang kerja James menjadi saksi percintaan mereka.

Hingga terakhir kali mereka melakukan di sofa kecil yang berada di tengah ruang kerja James. Dan kali ini Hana lah yang memimpin.

Hana duduk di pangkuan tuannya, berhadapan dengan benda tumpul yang sudah menancap di titik pusat kenikmatannya.

Hana mulai menggoyangkan pinggulnya, memaju mundurkan. Terkadang ia pun sedikit berloncat, di atas paha James. Hingga suara erangan deep voice James terdengar begitu seksi.

"Ah… Hana! Kau pandai sekali memuaskanku!"

"Karena aku ingin tuan tidak melupakanku, dan menjadikan aku satu- satunya wanita yang memuaskan tuan muda," jawab Hana, masih dengan goyangan pinggulnya.

"Apa kau sedang menawarkan dirimu!"

"Bukankah tuan menyukainya?" tanya Hana lagi. Kali ini Hana mulai menjilati puting James, menyesap puting itu bergantian. Sambil mendengar James berkata sesuatu padanya.

"Kau yang mengantar dirimu padaku Hana, jadi jangan salahkan aku jika aku melakukan sesuatu yang tidak pernah kau ketahui."

"Lakukan sesuka hati tuan, jika itu bisa membuatmu menikmatinya. Dan aku siap untuk merasakannya." Hana pun menantang sang majikan, tidak takut untuk kedepannya. Yang dipikirkan Hana James sudah berada dalam genggamannya dan memberikan kenikmatan yang selama ini hanya berada dalam fantasi liarnya.

Tak ingin melanjutkan percakapan dengan tuannya lagi, Hana semakin bergerak liar, menekan benda tumpul lebih dalam, memenuhi dirinya.

Kemudian cairan kesekian kali milik Hana keluar, tapi tidak bagi James. Justru James bagun dari duduknya membalikan posisis Hana agar menghadap belakang lagi, kaki Hana kali ini berada di sofa, bertumpu di sofa supaya mempermudah James masuk ke dalam tubuh Hana.

Hanya sekali dorongan benda milik James masuk ke dalam pusat kenikmatan Hana, dorongan yang keras tanpa ada kelembutan.

James memaju mundurkan bendanya, seperti asahan pisau agar benda itu tajam, tak ada kehalusan yang tercipta. Hanya ke kasaran yang diciptakan.

Rambut Hana pun dijambak oleh James, hingga Hana mendongak menatap mata gelap, berkabut penuh gairah.

"Aku tidak pernah bermain lembut pada seorang wanita manapun, dan sekarang kau harus siap jika aku menginginkan tubuhmu untukku nikmati, dan satu lagi jangan berharap aku lembut padamu, apa kau mengerti!" 

Hana mengangguk setuju atas permintaan James, tidak bisa mundur, ia sudah berada di tahap ini. Di tahap yang selalu diinginkannya sejak dulu. Dimana Hana selalu mendambakan sang tuan muda untuk mengisi inti tubuhnya.

Tak lama James mengerang hebat cairan putih miliknya hampir keluar, James semakin mempercepat temponya, sampai cairan putih itu keluar hangat di dalam pusat kenikmatan Hana.

••••

Seperti hari- hari sebelumnya, Hana bekerja seperti biasa melayani sang tuan muda, tapi kali ini berbeda Hana bukan hanya menjadi pembantu James, melainkan pemuas nafsu James yang kapan saja tuannya itu membutuhkan tubuhnya.

Lanjutkan Membaca
Baca Novel Selengkapnya di Moboreader
UBuka Semua Bab
Buka Situs Resmi
Chapters
Customize

Kamu Mungkin Juga Suka

Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.