Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Dinikahi Om Bujang
Dinikahi Om Bujang

Dinikahi Om Bujang

9.4
/ 10
Dalam romance novel Dinikahi Om Bujang, seorang wanita memulai kehidupan baru melalui pernikahan beda usia. Ia berjuang mendalami Islam di bawah bimbingan suami yang sabar menghadapi cemoohan keluarga. Baca kisah inspiratif ini di webnovel modern tentang kejujuran dan kesetiaan.

Ringkasan Dinikahi Om Bujang

Berdasarkan pengalaman pribadi, kisah ini membuktikan bahwa jabatan dan usia bukanlah kunci kebahagiaan rumah tangga. Kejujuran serta keterbukaan dalam melengkapi kekurangan pasangan jauh lebih utama. Fokus cerita ini menyoroti kesabaran luar biasa seorang suami saat membimbing istrinya mengenal Islam kembali. Meski menghadapi cemoohan keluarga terkait masa lalu sang istri, ia tetap setia merawatnya di kala sakit. Sebuah narasi tentang perjuangan, iman, dan pengabdian tulus seorang pria.
Selengkapnya

Dinikahi Om Bujang Bab 1

“Tidak! Papa tidak akan merestui hubunganmu dan Fian, dia itu lebih pantas jadi Paman untuk mu daripada seorang suami!" bentak Arman kepada putrinya yang bernama Laras.

"Tapi Pa, Laras sangat mencintai Fian, Laras mohon restui pernikahan Laras dan Fian," ucap laras sambil merengek.

"Laras, pernikahan bukan hanya tentang cinta Nak, namun juga soal tanggung jawab sekarang kamu lihat di usianya yang hampir menginjak kepala empat saja dia hanya bekerja sebagai seorang tukang, apa kamu yakin dia bisa membahagiakanmu," jelas sang mama sambil membelai rambut Laras.

"Benar apa yang diucapkan Mama mu, dia tidak akan bisa memenuhi kewajibannya sebagai suami yang baik," timpal sang papa sambil menoleh ke arah Laras.

"Kenapa kalian harus memandang semuanya dari materi, bukankah kita juga bukan orang kaya, bahkan untuk makan saja terkadang tidak ada," tanya Laras kepada orang tuanya.

"Justru karena kita orang miskin Mama dan Papa ingin kamu bisa mendapatkan laki-laki yang kaya, agar kita bisa memperbaiki perekonomian keluarga kita," jawab Sophia kepada Laras.

Laras yang marah kepada orang tuanya langsung berjalan menuju ke arah kamar. Dia tidak menyangka orang tuanya bisa mempunyai pikiran yang jahat buat jodoh Laras di masa depan. Di ruang tamu Arman dan Sophia mulai mencari jalan keluar atas permasalahan Laras dan Fian.

"Apa yang harus kita lakukan Mas, aku yakin kita akan susah menjauhkan Laras dari Laki-laki tua itu," ucap Sophia kepada Arman.

"Besok aku akan coba menemui Fian di tempat kerjanya dan memintanya untuk menjauhi Laras,” jawab Arman sambil duduk di samping sang istri.

Kehidupan Laras dan keluarganya jauh dari kata cukup. Namun, orang tua Laras ingin mendapatkan seorang menantu yang kaya agar kelak bisa merubah perekonomian mereka. Keesokan harinya Arman menemui Fian di tempat kerjanya, dengan berbekal secarik kertas yang dia dapatkan saat Fian datang ke rumahnya untuk melamar Laras.

“Permisi, apa Fian hari ini masuk kerja?” tanya Arman kepada salah satu pegawai Fian.

“Fian, ada sebentar saya panggilkan,” jawab sang karyawan sambil masuk ke dalam bengkel.

“Bos … ada yang mencari!” teriak sang karyawan saat melihat Fian berjalan di depannya.

“Bos, apa jangan-jangan … ah tidak mungkin dia pemilik bengkel ini,” batin Arman saat mendengar sang karyawan memanggil Fian dengan panggilan bos.

“Selamat siang Pak,” sapa Fian dengan lembut.

“Siang, saya mau berbicara sebentar denganmu,” ucap Arman dengan tegas.

“Oh iya, lebih baik kita bicara sambil makan di warung makan situ saja pak,” ajak Fian sambil menunjuk ke arah sebuah warung makan.

Setelah memesan beberapa makanan untuk mereka, Arman mulai menjelaskan maksud dan tujuannya menemui Fian. Sebenarnya Fian tahu apa yang akan dibicarakan Arman kepadanya. Namun, Fian berusaha tetap tenang seolah tidak tahu maksud dan tujuan Arman.

"Saya mau kamu segera menjauhi Laras, kalau perlu kamu keluar dari pekerjaanmu dan pergi dari kota ini," ucap Arman tanpa melihat Fian.

"Memang kenapa Bapak begitu membenci saya," tanya Fian kepada Arman yang terlihat sangat membencinya.

"Kamu lupa umur kalian itu jauh berbeda, kamu lebih pantas menjadi om dari Laras bukan sebagai suaminya, dan kamu juga hanya kuli rendahan, jadi kamu tidak akan mampu membahagiakan putri saya," jawab Arman sambil berdiri dan menatap Fian.

"Kalau menurut saya harta dan usia bukan jaminan suatu kebahagiaan. Namun, kesetian dan perlakuan yang lembutlah yang membuat seseorang bahagia," jawab Fian sambil tersenyum.

"Ah … tahu apa kamu soal cinta!" bentak Arman kepada Fian.

"Saya memang belum mengerti tentang cinta. Namun, saya jauh lebih paham dari bapak dalam memperlakukan wanita," jawab Fian sambil tersenyum.

Mendengar jawaban Fian yang terdengar seperti merendahkannya Arman pun langsung melangkahkan kakinya keluar dari warung. Fian yang melihat sikap Arman hanya bisa menggelengkan kepala. Tidak berapa lama makanan yang dipesan Fian pun datang.

"Lah, kok Bapaknya pergi ini makanannya gimana Mas," tanya seorang pelayan yang mengantar makanan.

"Bungkus dan kasih kepada pemulung itu, nanti biar saya yang bayar," jawab Fian sambil menunjuk seorang pemulung yang duduk di depan bengkel las miliknya.

"Baik Mas, Bapak tadi benar-benar tidak tahu diri, padahal Mas Fian itu kaya dan baik tapi kenapa ditolak saat mau jadi menantu. Saya saja mau jadi istri Mas Fian kalau diizinkan," ucap seorang pelayan yang memang sangat mengenal Fian.

Fian yang mendengar ucapan sang pelayan hanya tersenyum saat sang pelayan menawarkan dirinya menjadi istri Fian. Kegiatan Fian hanya ada di bengkel sambil mengawasi seluruh karyawannya. Namun, terkadang dia juga pergi ke proyek pembangunan yang sedang ditanganinya, atau terkadang melakukan pertemuan dengan para klien kerjanya.

"Halo, ada apa Ra," ucap Fian setelah mengangkat panggilan telepon dari Laras.

"Aku sekarang ada di masjid Al-Ikhlas, kamu bisa datang kesini secepatnya," jawab Laras sambil terburu-buru.

"Iya aku kesana, tapi apa yang sebenarnya terjadi sampai kamu memintaku untuk ke sana," tanya Fian penasaran.

"Lebih baik kamu kesini, nanti aku jelaskan semuanya," jawab Laras sambil menutup ponselnya.

Fian yang khawatir dengan kondisi Laras pun langsung bergegas menuju masjid Al-Ikhlas. Setelah tiba di masjid Al-Ikhlas Fian kaget saat melihat beberapa orang menunggunya termasuk Laras yang saat itu memakai sebuah baju berwarna putih lengkap dengan hijab dengan warna yang senada. Laras yang melihat kedatangan Fian langsung tersenyum sambil meminta Fian duduk disampingnya.

"Acara sudah bisa kita mulai Pak," ucap Laras kepada salah satu laki-laki yang duduk di hadapannya.

"Acara, memang ada acara apa ini," tanya Fian penasaran.

"Acara pernikahan kita," jawab Laras sambil tersenyum bahagia.

“Pernikahan kita, kamu yakin dengan apa yang kamu lakukan ini, sedangkan orang tuamu saja tidak memberikan restu kepada kita," jelas Fian kepada Laras.

"Mas, hanya ini yang bisa kita lakukan, aku yakin setelah kita sah menjadi suami istri Papa dan Mama akan memberikan restunya kepada kita," jelas Laras kepada Fian.

"Apa kamu yakin mereka akan merestui kita," tanya Fian seolah masih ragu dengan keputusan Laras.

"Aku yakin, kamu mau 'kan Mas," tanya Laras dengan tatapan penuh harap.

Fian yang mendengar penjelasan Laras tentang pernikahan secara agama yang dia siapkan hanya terdiam. Dia tidak menyangka jika gadis yang ada di hadapannya ini akan senekat itu dalam mengambil keputusan. Laras yang melihat Fian melamun langsung menepuk pundak kekasihnya dengan  lembut.

"Mas, kok malah ngelamun!" teriak Laras pelan.

"Mas tidak tahu Ra, apa ini jalan yang tepat buat kita untuk bersama," jawab Fian kepada Laras.

"Kamu benar-benar mencintaiku kan Mas," tanya Laras saat dia melihat keraguan di mata Fian.

“Ya Allah apa yang harus aku lakukan sekarang, apa mungkin aku harus menikahi gadis ini walaupun tanpa restu dari orang tuanya," batin Fian sambil menatap wajah laras.

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
Dalam Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali, seorang wanita dikhianati tunangannya setelah berkorban nyawa. Romance novel penuh intrik modern dan action ini mengikuti misinya meninggalkan masa lalu yang hancur demi martabat baru. Baca kisah seru ini di platform web novel kami.
Istri Pengganti
Istri Pengganti
Dalam novel Istri Pengganti, Zahra dipaksa menikah oleh Rayhan untuk menggantikan calon pengantinnya yang kabur. Terjebak dalam kesepakatan demi sebuah butik, Zahra harus menghadapi sifat dingin Rayhan. Baca romance novel ini di antara koleksi fiction books menarik lainnya.
Istri Untuk Tuan Alex
Istri Untuk Tuan Alex
Dalam Istri Untuk Tuan Alex, Gadis terpaksa menjadi pengantin pengganti demi ibunya. Alex yang membencinya tak menyadari rahasia besar jati diri Gadis. Ikuti konflik penuh misteri dalam romance novel ini di Bakisah, salah satu fiction books yang menyajikan intrik modern mendalam.
Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
Dalam Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam, seorang pria terperangkap di hutan angker penuh fenomena gaib. Genre mystery story ini membawa pembaca mengungkap rahasia kecelakaan bus misterius. Baca horror novel ini untuk melihat pertaruhan nyawa demi sebuah kebenaran.
Misteri Ular Xaver
Misteri Ular Xaver
Misteri Ular Xaver adalah novel misteri modern tentang teror patung dewa ular yang meminta darah perawan demi awet muda. Demi melindungi rahasia masa lalu, sang anak terpaksa berbohong, memicu kutukan mengerikan pada ibunya. Temukan kisah horor menegangkan ini di novel web kami.
My Bad Boss
My Bad Boss
Dalam novel My Bad Boss, Xaiver Narendra Maximilian harus menghadapi tantangan saat prinsipnya goyah oleh Adeeva Adelia. Ikuti perjalanan romansa penuh dinamika ini dalam billionaire romance novels pilihan. Baca kisah seru mereka hanya di platform web novel terbaik saat ini.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.