Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
ANTARA BISNIS DAN CINTA
ANTARA BISNIS DAN CINTA

ANTARA BISNIS DAN CINTA

9.4
/ 10
Dalam novel modern ANTARA BISNIS DAN CINTA, Jessica berjuang merebut kendali PT Gembira Raya dari Joshua Danujaya, pengusaha yang menguasai saham keluarganya. Di tengah konflik bisnis dan kegagalan asmara, billionaire romance novel ini menguji ambisi serta kesetiaan Jessica.

Ringkasan ANTARA BISNIS DAN CINTA

Pasca kematian ayahnya, Jessica Marie Armantyo harus memimpin perusahaan keluarga karena Arnold, kakaknya, terjerat judi. Masalah memuncak saat Joshua Danujaya merebut posisi pemegang saham mayoritas dengan memanfaatkan utang Arnold. Di tengah konflik bisnis yang memanas, hubungan Jessica dengan Alan selama sepuluh tahun kandas karena sang kekasih lebih memilih karier. Sementara Jessica berduka, Joshua justru berusaha memenangkan hatinya sambil memajukan perusahaan. Akankah Jessica luluh?
Selengkapnya

ANTARA BISNIS DAN CINTA Bab 1

Jessica berjalan dengan cepat menyusuri ruang tamu rumahnya. Heels-nya terdengar nyaring mengetuk-ngetuk lantai marmer. Kemarahan terlukis jelas di raut wajahnya. Bu Windi dan Arnold sedang sarapan bersama ketika Jessica masuk ke ruang makan yang jendela-jendela besarnya menghadap ke kolam renang. Cahaya matahari pagi menghangatkan suasana di ruang makan itu. Namun suasana itu tidak bertahan lama.

Plak! Jessica menampar pipi Arnold dengan keras tanpa mengatakan apa pun.

"Jessica!" pekik Bu Windi terkejut. "Apa yang merasukimu?"

"Mama tanya saja dia! Setan mana yang membuatnya terus berjudi?" jawab Jessica sambil menunjuk muka Arnold. Kedua matanya yang biasanya terlihat indah kini mendelik ke arah kakaknya.

"Kalian keluar semua!" Bu Windi memerintah Mbak Lala dan Mbok Sum yang baru saja tergopoh-gopoh masuk ke ruang makan karena mendengar suara Bu Windi dan Jessica yang begitu keras. "Tutup pintunya dan jangan ada yang menguping!" hardik Bu Windi.

Dengan cepat Mbak Lala dan Mbok Sum undur diri dari ruangan yang hawanya tiba-tiba mencekam itu. Setelah mereka pergi, Bu Windi menatap tajam ke arah Jessica, anak bungsunya yang selalu dia banggakan kecantikan dan kecerdasannya.

"Kesalahan apapun yang Arnold lakukan, kamu tidak boleh menamparnya! Dia itu kakakmu!"

"Dia nggak pantas menjadi kakakku!"

"Jessica!" pekik Bu Windi. "Tarik ucapanmu! Mama tidak pernah mengajarkanmu untuk memperlakukan keluarga dengan kasar."

"Kalau dia masih menganggap kita keluarganya, dia tidak akan menjual saham perusahaan kita ke keluarga Danujaya!" ungkap Jessica dengan suara yang meninggi. Hati Jessica sakit sekali ketika pagi ini pengacara keluarganya menghubunginya dan mengatakan bahwa saham Arnold sebanyak dua puluh lima persen telah dijual kepada keluarga Danujaya.

Bu Windi terkejut dan menatap Arnold. Dia bergeming. Bibirnya sedikit menganga, tapi tidak ada satu patah kata pun yang keluar. Anak sulungnya yang selama ini digadang-gadang menjadi penerus suaminya untuk memimpin perusahaan telah menjual sahamnya ke keluarga Danujaya.

"Mama, maafin Arnold. Arnold nggak ada pilihan." Arnold segera berlutut memeluk kedua kaki ibunya.

"Omong kosong! Semua orang punya pilihan! Judi saja yang ada di otakmu! Kalau Papa masih hidup, sudah pasti namamu dicoret dari akta perusahaan!" pekik Jessica lagi. Tangannya mengepal di kedua sisi tubuhnya menahan amarah luar biasa.

"Ampun, Ma! Ampun! Arnold sudah taubat!" katanya memelas. Dia masih berlutut memeluk kedua kaki ibunya. Matanya terpejam. Dia tidak berani melihat ke arah adiknya.

Bu Windi sedikit membungkuk untuk melepaskan tangan Arnold yang melingkari pahanya. Dia bisa merasakan air mata si sulung membasahi celana sutra yang dipakainya. Dengan sedikit paksaan, tangan Arnold akhirnya mengendur. Bu Windi mundur beberapa langkah. Jari-jarinya merapikan celananya yang sedikit kusut dan basah oleh air mata Arnold.

"Sudah terlalu sering kamu mengatakan hal yang sama. Katanya kamu sudah kapok main judi, ternyata selama ini kamu masih melakukannya sembunyi-sembunyi. Kamu bohong sama Mama." Bu Windi melihat Arnold yang masih berlutut dan sesekali menyeka air mata dari pipinya.

"Apa dosa Mama di masa lalu sehingga kamu jadi begini, Arnold?"

"Ampun, Ma. Arnold benar-benar menyesal. Ini terakhir kali, Arnold janji!"

Bu Windi tidak menanggapi pernyataan Arnold. Dia sudah muak dengan janji-janji palsu anaknya itu. "Mama sudah nggak percaya lagi sama kamu, Arnold. Kamu benar-benar sudah mengecewakan Mama dan almarhum Papa."

Tak lagi menghiraukan Arnold yang masih menangis seperti anak kecil, Bu Windi berjalan ke arah Jessica. "Minta Pak Eric dan Bu Maria ke kantor besok pagi jam delapan. Mama mau mengadakan rapat umum pemegang saham."

"Baik, Ma," jawab Jessica singkat. Dia segera menelepon pengacara dan notaris yang biasa melayani perusahaan keluarganya. Setelah selesai menelepon, dia melihat ke arah kakaknya yang masih berlutut dan menangis. Kemarahannya yang meledak-ledak tadi tiba-tiba surut. Dia iba melihat kakaknya yang usianya hanya terpaut dua tahun darinya itu. Kakaknya tampak seperti anak kecil. Tidak sedikit pun menampilkan sikap sebagai selayaknya laki-laki yang berusia dua puluh delapan tahun.

"Berhentilah menangis. Jangan sampai Mbak Lala dan Mbok Sum melihatmu dalam keadaan memalukan seperti ini," kata Jessica sambil menarik lengan kakaknya, memaksanya untuk berdiri.

"Aku sudah menghancurkan semuanya, Jess. Sudah nggak ada gunanya aku hidup," kata Arnold dengan suara lirih.

Jessica tahu betul kakaknya seorang penakut, dia tidak akan melakukan hal yang nekat untuk mengakhiri hidupnya. "Jangan mengatakan hal-hal bodoh. Tebuslah kesalahanmu."

"Bagaimana caranya, Jess?"

"Batalkan penjualan sahammu ke Danujaya," jawab Jessica tegas.

Arnold membelalakan matanya dengan ngeri mendengar ucapan Jessica. "Membatalkan penjualan saham itu sama saja membunuhku, Jess!"

"Apa maksudmu?" tanya Jessica sambil mengerutkan dahinya.

"Uangnya sudah nggak ada."

"Nggak ada sisanya? Sedikit pun nggak ada?" desak Jessica dengan gusar.

"Sudah habis aku pakai di Makau Venesia bulan lalu," jawabnya menyebut kasino terbesar di dunia itu. Dia menunduk lesu.

Tiba-tiba kepala Jessica terasa pening. Ternyata alasan kakaknya pamit ke Cina bulan lalu untuk melihat pameran mesin-mesin industri hanyalah dusta. Dia berjudi habis-habisan di sana. Kali ini dia bertekad memaksa ibunya untuk memasukkan Arnold ke panti rehabilitasi. Kecanduannya akan judi bisa menghancurkan keluarga mereka.

***

Pagi itu Jessica dan Bu Windi berangkat ke kantor bersama. Mereka tidak banyak bicara di dalam mobil. Mereka disibukkan dengan pikirannya masing-masing. Lingkaran hitam tampak samar di bawah kedua mata Bu Windi. Semalam dia tidak bisa tidur.

"Ma, apa yang mau Mama katakan di rapat nanti?" Tanya Jessica ketika mobil mereka berhenti karena lampu merah traffic light menyala.

"Mama akan minta Pak Eric untuk menemui keluarga Danujaya. Mama akan membeli lagi saham yang dijual Arnold."

"Apa kita punya uangnya, Ma?"

Bu Windi melihat ke kejauhan dari jendela mobil yang kacanya tertutup rapat. Pandangannya menerawang. "Kalau keluarga Danujaya mau menjualnya dengan harga yang sama, kita punya uangnya. Tapi kalau mereka meminta harga yang lebih tinggi, sepertinya kita harus menjual beberapa asset atau meminjam uang dari bank."

Jessica terdiam. Kalau saja Papa masih hidup, Mama dan aku tidak akan dipusingkan dengan masalah seperti ini, batin Jessica kelu.

Segera setelah sampai di PT Gembira Raya, Pak Toni membukakan pintu New Camry di samping Bu Windi. Dengan anggun Bu Windi melangkah keluar dari mobil mewah yang baru dibelinya tahun lalu itu. Jessica tidak menunggu Pak Toni membukakan pintu untuknya, dia selalu merasa tidak sabar. Kedua wanita yang berbeda generasi itu pun berjalan beriringan menuju ruang rapat.

"Selamat pagi, Bu Windi. Selamat pagi, Bu Jessica," sapa Mila, resepsionis di kantor mereka. Mila tampak gugup melihat Bu Windi. Memang Bu Windi sudah jarang ke kantor kecuali ada masalah penting seperti pagi ini. "Peserta rapat sudah menunggu Ibu," katanya lagi.

Bu Windi tidak menggubrisnya sama sekali. Mila tampak kecewa. "Maaf ya, Mama sedang bad mood," kata Jessica sambil menepuk pundak si resepsionis. Seketika Mila menyunggingkan senyumnya. Memang benar kata para karyawan di sini kalau Bu Jessica humble, batin Mila.

Jessica buru-buru menyusul ibunya yang sudah lebih dulu masuk ke ruang rapat. Setelah menutup pintu ruang rapat, Jessica segera menuju kursi yang biasa didudukinya. Kursi di samping kursi CEO yang dulu diduduki almarhum ayahnya. Tiba-tiba matanya terpaku pada sosok asing yang ada di seberang mejanya. Jessica belum pernah melihatnya. Siapa dia?

Laki-laki tampan itu duduk dengan santai di kursi yang biasanya diduduki Arnold. Rambutnya ikal dan tampak sedikit basah. Jessica yakin itu efek pommade. Matanya yang sipit dibingkai sepasang alis tebal yang rapi. Jessica jadi penasaran, apakah alis itu dibentuk di salon?

"Maaf, siapa Anda? Rapat ini hanya terbatas untuk para pemegang saham," kata Bu Windi memecahkan keheningan di ruangan itu.

Laki-laki itu berdiri dari tempat duduknya. "Perkenalkan, nama saya Joshua Danujaya," katanya sambil mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Bu Windi. "Saya pemegang lima puluh persen saham di perusahaan ini. Sepertinya saya berada di tempat yang tepat."

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Cinta & Pengorbanan Alya
Cinta & Pengorbanan Alya
Dalam Cinta & Pengorbanan Alya, Alya menjadi ibu pengganti demi biaya medis ibunya. Namun, kesepakatan dengan Niko sang pengusaha ini memicu dilema emosional. Baca billionaire romance novels ini di webnovel untuk mengungkap rahasia keluarga dalam kisah romance fiction books yang penuh intrik.
Desain Cinta Kedua
Desain Cinta Kedua
Pasca cerai dari Aaron, Jessica membuktikan kemandiriannya dalam Desain Cinta Kedua. Sebagai pengusaha sukses di genre romance modern, ia menolak tunduk pada masa lalu. Temukan kisah perjuangannya dalam billionaire romance novels ini saat sang mantan suami memohon kesempatan kedua.
Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
Dalam Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu, Rheina terjebak dalam keluarga toxic saat mencoba menyelamatkan sahabatnya. Romance novel ini mengisahkan perjuangannya menghadapi cinta segitiga rumit. Baca kisah selengkapnya di webnovel yang penuh intrik dan pilihan hidup sulit ini.
KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
Dalam romance modern KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU, Randika harus memilih antara cintanya pada Andini atau ambisi Lily Wijaya yang ingin memanfaatkannya demi pengakuan keluarga. Kehadiran Junot menguji loyalitas mereka dalam web novel penuh intrik keluarga dan pengkhianatan ini.
My Bad Boss
My Bad Boss
Dalam novel My Bad Boss, Xaiver Narendra Maximilian harus menghadapi tantangan saat prinsipnya goyah oleh Adeeva Adelia. Ikuti perjalanan romansa penuh dinamika ini dalam billionaire romance novels pilihan. Baca kisah seru mereka hanya di platform web novel terbaik saat ini.
Penguasa Abadi Sepuluh Ribu Binatang
Penguasa Abadi Sepuluh Ribu Binatang
Dalam fantasy novel Penguasa Abadi Sepuluh Ribu Binatang, murid baru di Puncak Lundao memulai perjalanan kultivasi. Mengikuti jejak Wan Beast Immortal, mereka menghadapi tantangan dunia peri demi mencapai kekuatan puncak. Baca adventure story penuh aksi ini sebagai pilihan fiction fantasy novels pilihan.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.