Your Lies Heart

Reporter pria yang tadi meliput soal keluarga de Cano mulai dari mereka keluar rumah hingga saat ini mengadakan pesta kemenangan tengah menikmati hidangan yang disediakan oleh keluarga kaya raya itu, sebenarnya dia sudah mengajak kameramen untuk segera pulang namun sang kameramen mengatakan bahwa ini adalah kesempatan untuk mereka dapat mencicipi hidangan mewah yang disediakan oleh keluarga de Cano untuk semua yang hadir dalam pesta perayaan kemenangan Carlota dalam pemilihan Gubernur versi hitung cepat, namanya adalah Alexander Samego seorang pria berusia 24 tahun dan bekerja untuk stasiun televisi ini selama 2 tahun terakhir, ia sudah menikah 1 tahun yang lalu dengan pujaan hatinya dan mereka sudah dikaruniai seorang anak perempuan berusia 1 tahun yang cantik. Alexander memang ingin cepat-cepat pulang dan menyelesaikan tugasnya ini ia rindu dengan istri dan anaknya namun tentu tawaran makan mewah itu juga sedikit menggodanya hingga akhirnya ia juga ingin mencicipi hindangan mewah itu bersama dengan kru televisi lain yang nampak menikmati hidangan mewah yang sengaja dipesan oleh keluarga de Cano itu. Saat Ale sapaan akrabnya itu tengah memegang sebuah jus jeruk tiba-tiba seseorang menyenggol bahunya hingga membuat minuman itu tumpah ke seragam yang ia kenakan, orang yang menabrak bahunya itu nampak terkejut dan meminta maaf atas kecerbohannya.

“Maafkan aku,” ujar seseorang itu yang dari suaranya Ale kenali sebagai suara wanita.

“Tidak masalah Nyonya,” ujar Ale membalikan tubuhnya dan ia begitu terkejut saat tahu siapa wanita yang tidak sengaja menabrak bahunya hingga membuat jus jeruk itu tumpah ke seragamnya.

Mereka berdua saling bertentangan mata untuk beberapa saat namun akhirnya wanita yang tidak lain adalah istri dari Juan Hernandez de Cano itu berdehem dan nampak salah tingkah begitu pula dengan Ale.

“Maafkan aku, baju seragammu jadi basah.”

“Tidak masalah Nyonya.”

“Kalau begitu aku permisi dulu, nikmati makanannya.”

“Terima kasih.”

Ale menatap kepergian Anita itu hingga ia baru tersadar ketika kameramennya menyenggol bahunya, Ale nampak salah tingkah namun ia berusaha untuk bersikap sebiasa mungkin di depan kameramen itu yang bernama Hema.

“Dia cantik ya?” tanya Hema menaik turunkan alisnya.

“Kamu ini bicara apa sih?” tanya Ale kesal.

“Andai saja aku belum memiliki istri aku pasti ingin sekali mendekati Nyonya de Cano itu, dia baik hati dan tidak suka berpura-pura,” jawab Hema.

****

Ale tiba di rumah dan disambut oleh istri tercintanya yang bernama Hana Santillan, Hana menyuruh suaminya itu untuk segera mandi dan ia akan menyiapkan makan malam untuk sang suami namun Ale mengatakan bahwa tadi sebelum pulang ia sudah makan dulu, Hana nampak kecewa namun ia berusaha untuk tetap tersenyum pada suaminya itu.

“Oh begitu, kalau begitu kamu mandi saja dulu.”

“Baiklah.”

Ale dapat melihat gurat kekecewaan dalam diri Hana ketika ia mengatakan tadi ia sudah makan, selepas mandi Ale masuk kedalam kamar tidurnya dengan Hana, ia menemukan istrinya itu sudah berbaring diatas ranjang sambil menarik selimut hingga sebatas leher, Ale beranjak untuk tidur di sebelah Hana namun tidak ada reaksi dari wanita itu saat Ale sudah berbaring di sampingnya.

“Kamu marah padaku?” tanya Ale.

“Marah? Untuk apa aku marah padamu?” tanya Hana heran.

“Karena aku makan diluar,” jawab Ale.

“Kamu terlalu berlebihan, untuk apa aku marah saat tahu kamu sudah makan di luar, tapi ngomong-ngomong kamu keren sekali saat menyampaikan laporan di televisi tadi.”

“Benarkah?”

“Iya, aku selalu suka saat kamu melaporkan berita di televisi rasanya kamu begitu bersemangat memberitakan apa yang harusnya dunia ketahui.”

****

Keesokan harinya keluarga besar de Cano mengadakan rapat dengan pimpinan partai yang menaungi mereka dan partai koalisi untuk membahas langkah-langkah politik kedepannya, tentu saja sudah banyak wartawan yang mengerubungi tempat pertemuan di gedung DPP Partai Hijau yang menjadi tempat pertemuan, ketika mereka keluar dari gedung itu para wartawan menunggu pernyataan resmi dari sang Ketua Umum mengenai apa saja yang mereka bahas tadi di dalam namun tidak ada pernyataan resmi apapun yang dikeluarkan oleh mereka.

“Pak boleh tahu apa saja yang tadi di bicarakan di dalam?”

“Pak boleh minta komentarnya?”

“Apakah benar ini rapat untuk membahas langkah-langkah politis partai koalisi berikutnya?”

Namun berondongan pertanyaan para wartawan itu tidak dijawab oleh mereka semua, semuanya langsung masuk kedalam mobil dengan pengawalan yang ketat, para wartawan hanya bisa gigit jari karena mereka tidak mendapatkan berita apapun.

“Iya, mereka tidak memberikan pernyataan apa pun,” ujar Ale di telefon melaporkan bahwa mereka tidak menemukan apapun.

............

“Baiklah aku akan berusaha.”

TUT

Ale menghembuskan napas panjang, Hema nampak heran dengan apa yang membuat Ale seperti itu, Ale mengatakan bahwa mereka akan melakukan wawancara eksklusif dengan calon Gubernur dari partai Hijau yang kemarin sudah mendapatkan kemenangan versi hitung cepat, tentu saja Hema merasa heran karena mereka harus mewawancarai Carlota namun mereka tidak ada pilihan lain karena ini permintaan langsung dari Kepala Redaksi. Ale dan Hema menumpang mobil dengan logo stasiun televisi mereka menuju kediaman keluarga de Cano untuk kedua kalinya setelah kemarin mereka diminta datang untuk memberikan laporan mengenai kemenangan calon Gubernur dari partai Hijau ini, saat mereka datang petugas keamanan meminta agar Ale dan Hema segera masuk ke dalam karena mereka sudah ditunggu oleh Carlota di dalam, Ale dan Hema menganggukan kepalanya dan bergegas masuk kedalam rumah seperti apa yang disampaikan oleh petugas keamanan dan ternyata mereka memang melakukan wawancara ekslusif dengan Carlota dan tidak dimiliki oleh stasiun televisi lain.

“Selamat sore Bu,” sapa Ale pada Carlota yang sudah berdiri di teras rumahnya.

“Selamat sore, bisakah kita langsung mulai wawancaranya?” tanya Carlota.

“Ah iya,” ujar Ale memberikan isyarat pada Hema agar segera menyalakan kamera dan mereka bisa segera memulai wawancara dengan Carlota.

Tanpa sepengetahuan Ale dan Hema rupanya diam-diam, Anita memperhatikan Carlota yang sedang diwawancarai oleh Ale saat ini, Ale yang sebelumnya fokus memberikan pertanyaan pada Carlota merasa ada seseorang yang tengah memperhatikan dirinya sontak menoleh kearah Anita dan untuk kedua kalinya mereka kembali bertentangan mata.

Daftar Bab
Sesuaikan
Bab Berikutnya

Kamu Mungkin Juga Suka

Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.