Young mom

Pov Rania

Dua minggu berlalu sejak pertemuanku dengan om Yuki. Aku kembali menjalani hari-hariku menjadi siswa Sma yang tinggal di panti asuhan seperti biasanya. Aku meyakinkan diriku berulang kali bahwa hidupku masih baik-baik saja. Aku sengaja menutup diriku dari segala hal berbau idolaku itu, aku mencopot poster Yuki yang menempel di dinding kamarku , kaset album Yuki, mercandhise bergambar wajahnya dan tentu saja cek bernilai dua ratus juta yang ia berikan padaku lalu aku menyimpannya ke dalam sebuah kotak dan menaruhnya dibawah tempat tidurku.

Meskipun kadang-kadang telingaku tak sengaja mendengar lagu-lagunya yang diputar di saluran radio . Lirik lagu-lagunya yang indah yang berisi pujian dan penghormatan terhadap wanita ternyata hanyalah kebohongan saja.

Ia mencicipiku dan menghempaskanku secepat ini

Dua minggu kulalui malam-malamku penuh airmata sampai airmataku terlalu kering untuk dikeluarkan lagi

Kamu pasti bisa Rania, hidupmu masih panjang dan cerah, gumamku menyemangati diriku sendiri

Ketika jam istirahat aku berada dikantin bersama teman-temanku, aku memesan bakso dan es teh manis . Namun ada sesuatu yang aneh yang baru pertama kali kurasakan seumur hidupku. Aku merasakan mual yang luar biasa tak tertahankan saat pesanan baksoku datang di mejaku

Aku tak bisa menahannya, aku muntah dihadapan teman-temanku

Uekkk.... Uekkk..... Ueekkkk......

Mereka pikir aku masih sakit , jadi aku diantarkan ke ruangan uks. Lalu memberiku beberapa butir obat asam lambung

Namun obat asam lambung itu tak membantuku, tubuhku semakin hari semakin merasakan mual dan pusing yang luar biasa . Hampir setiap jam aku bolak-balik ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutku

Tidak hanya itu saja, suatu hari aku merasakan sakit di area dadaku yang seperti membengkak perlahan dan mengeluarkan sedikit cairan diujungnya .

Aku sadar akan perubahan yang terjadi pada tubuhku ini, aku bertanya-tanya pada sosok diriku di balik cermin dihadapanku

Apakah aku hamil......?????? Tanyaku pada diri sendiri

Kejadian yang aku alami sama persis seperti fim-film tentang pergaulan anak-anak yang bebas. Aku tahu alur ceritanya, si gadis akan hamil , diusir dari tempatnya tinggal dan dikucilkan dari pergaulan karena bagi mereka si gadis adalah aib yang baunya menyengat hidung-hidung mereka

Dulu sewaktu aku melihat film seperti ini aku selalu meledek dan mengumpat. Kenapa juga ada gadis sebodoh itu mengorbankan masa depannya karena diperbudak cinta

Sekarang mungkinkah aku mendapatkan karmanya dari Tuhan? Atas kebodohanku demi cinta satu malam bersama seorang pria yang baru saja kukenal

Kunyalakan keran air sampai full agar aliran suaranya terdengar deras menutupi tangisanku yang tak berguna ini

Tok tok tok tok tok ,seseorang mengetuk pintu dari luar

"Rania... Apa kamu didalam?" Tanya Bayu

"Ya, aku lagi mandi. Kamu pakai kamar mandi yang lain aja, aku masih lama mandinya " jawabku berbohong

"Ok" ucap Bayu yang dilanjut dengan suara langkah kakinya yang menjauh

❤️❤️❤️❤️

Kubuka pintu kamar mandi, aku terkejut ternyata Bayu malah bersandar di dinding depan pintu kamar mandi yang kugunakan

"Ko kamu ada disini, tadi kan....."

"Aku tidak kemana-kemana sejak tadi, aku disini mendengarkan kamu menangis"

"Maaf "

" Ada apa Rania, apa yang kamu sembunyikan?"

"Tidak ada" jawabku , lagi-lagi air mataku merembas keluar dari pelupuk mataku

"Jujur padaku Rania, kita sudah bersahabat sejak lama kan? Ada apa? Ceritakan padaku" desak Bayu

Akhirnya aku menceritakan semua yang terjadi padaku dimalam itu dengan terbata-bata kepada Bayu . Kupikir ia akan marah mengahakimiku dan melaporkan perbuatanku pada Bu Nur namun ia justru menenangkanku

"Biar aku yang besok beli alatnya ke apotik, kau harus memastikannya apa kau hamil atau sakit biasa"

"Bagaimana jika nanti hasilnya aku hamil"

"Kita pikirkan nanti. Kau bersikap tenanglah , aku tak akan bilang pada siapapun"

Aku menangis mendengar ucapan Bayu , ia yang selama ini selalu meledek dan bersikap ketus padaku justru merangkulku disaat aku terpuruk, andai saja malam itu aku mendengar nasihatnya

"Terima kasih Bayu, kamu...... "

"Ayo cepat hapus airmatamu nanti kalau orang lain lihat bisa curiga."

Aku mengangguk mengiyakan.

"Senyum dong, kayak gini . " Perintah Bayu , ia juga memasang pose tersenyum dengan gigi yang terlihat semua

Tanpa sadar aku tertawa . Bayu menghiburku untuk sesaat melupakan ketakutan yang menghantuiku

Keesokan harinya seusai pulang sekolah Bayu dan Rania pergi ke apotek untuk membeli sebuah alat tes kehamilan. Bayu menyuruh Rania menunggu di luar apotek, ia yang akan membelinya sendiri

Setibanya didalam bayu langsung mengatakan

"Mba, saya mau beli testpaknya dua" ucap Bayu tanpa mengecilkan suaranya

Orang-orang yang ada di sana langsung menengok ke arah Bayu lalu menatapnya sinis. Di dalam hati mereka tak habis pikir kenapa ada anak remaja yang masih mengenakan seragam membeli alat test kehamilan

"Buat siapa?" Tanya petugas apotek itu menatap Bayu

"Buat ibuku, tadi pagi ibuku menyuruh membelinya" jawab Bayu mengarang

"Jangan bohong, kamu Bayu kan temen sekelasnya Randy di sekolah"

"Iya, saya teman sekelasnya Randy" jawab Bayu mengiyakan, meskipun ia sendiri tidak terlalu akrab dengan Randy disekolah

"Randy bilang kamu tinggal di panti asuhan, jadi mana mungkin kamu punya ibu, kamu beli testpack buat siapa?"

"Memangnya kenapa jika aku tak punya ibu? Apa itu mengganggumu "

"Begini , biar aku jelaskan , kami tidak boleh sembarangan menjual obat dan alat-alat kehamilan kepada semua orang. Terlebih untuk anak dibawah umur seperti kamu. Paham kan?"

Bayu menatap tajam kepada petugas apotek yang melayaninya.

"Jangan menatapku seperti itu, aku hanya melayani prosedur penjualan di sini. Lihat teman perempuanmu lagi ngintip di balik pintu itu"

Bayu menoleh ke belakang, ke arah pintu masuk apotek yang bening berlapis kaca. Disana dengan polosnya Rania menempelkan wajahnya

Bayu keluar dari apotek dengan wajah masam

"Gimana, udah beli barangnya?" Tanya Rania

"Kita cari apotek lain , ayo didalam barangnya habis" Bayu menarik lengan Rania pergi

❤️❤️❤️❤️

Di apotek kedua lagi-lagi Bayu menyuruh Rania untuk menunggunya saja di luar

Kali ini Bayu menutup sebagian wajahnya dengan masker dan topi. Ia melihat apotek tidak terlalu penuh dengan pengunjung.

"Saya mau beli testpeknya dua mba "

Penjaga apotek itu tersenyum seolah meledek sambil mengeluarkan empat jenis testpek dengan merek yang berbeda.

"Yang ini harganya 7 ribu, ini 15 ribu , ini 55 ribu dan ini yang paling mahal 135ribu "

Bayu tampak bingung memilih, uang di saku celananya hanya ada 35ribu saja

"Semuanya akurat dan terpercaya asal pacarmu bisa menggunakannya dengan benar" goda si penjaga apotik. Ia sudah beberapa kali menghadapi remaja seumuran bayu yang membeli alat tes kehamilan atau alat pengaman untuk berhubungan badan

"Yang ini aja,aku ambil dua" unjuk Bayu sambil mengeluarkan uang 30ribu

"Ini aja? Yang lain enggak?"

"Enggak usah ini aja"

"Sini biar aku kasih tahu cara pakainya, jadi alat ini akan akurat hasilnya jika digunakan pada pagi hari"

"Berarti enggak bisa sekarang ya mba?"

"Ha ha ha ha , ya enggak bisa dong adik manis"

Bayu mengambil kantung belanjanya lalu pergi darisana

"Hey dik, apapun hasilnya nanti. Jangan kalian gugurkan bayinya"

Bayu menoleh

"Mereka tidak bersalah, mereka juga berhak hidup di dunia ini bukan" ucap si mbak penjaga apotek yang Bayu tak tahu namanya itu dengan tersenyum

❤️❤️❤️❤️

Keesokan paginya, Rania mencoba alat tes kehamilan itu dengan jantung yang berdebar, ia mengikuti petunjuk yang tertera di kemasan. Pertama-tama ia menyiapkan sebuah wadah kecil untuk menampung air seni pertamanya di pagi hari lalu memasukan alat itu sampai batas tulisan max, ia mendiamkannya beberapa detik sebelum mengangkatnya

Rania menutup matanya, ia tak berani untuk melihat apa hasilnya apakah dua garis merah yang menandakan ia hamil atau garis satu

Aku mohon jangan garis dua, jangan garis dua , gumam Rania memohon

Tok tok tok tok pintu kamar mandi diketuk dariluar oleh Bayu

"Rania, gimana?"

Rania membuka kedua matanya perlahan, tubuhnya mendadak lemas seketika ketika dua garis merahlah yang akhirnya muncul

Ia tak percaya, ia mengulangi dengan alat yang kedua dan hasilnya tetap sama

Rania positif hamil

Lanjutkan Membaca
Baca Novel Selengkapnya di Moboreader
UBuka Semua Bab
Buka Situs Resmi
Chapters
Customize

Kamu Mungkin Juga Suka

Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.