Wanita Pemuas Nafsu di Ranjang

Tiba saat sangmin dan Mr Park menyalami Pengantin..

Dimulai dengan menyalami pak Thoriq yang juga berdiri diatas disamping Bu Yuni..

Lalu sangmin menyalami Bagus dan memeluk nya juga menyalami Bagas dan memeluk nya .. pelukan tanpa kata.

Ayu melihat Sangmin.

Alfons menggenggam jemari Ayu sambil tersenyum...

" Ibu..." Ucap Sangmin lalu mencium tangan Bu Yuni dan memeluknya..

" Maafkan saya Bu... Saya turut bahagia untuk Ayu..." Ucap sangmin... Bu Yuni mengangguk dan tersenyum

" Terimakasih nak Sangmin..." Jawab Bu Yuni

Sangmin melangkah dengan berat sampai juga dihadapan Ayu.

" Selamat ya... Hope you happy wedding... Happy forever.. dan mengizinkan aku mengunjungi Putri..." Ucap Sangmin..

Ayu tersenyum dan mengangguk...tanpa berkata apapun...

" Terimakasih sudah berkenan datang..." Ujar Alfons saat disalami sangmin,,

Rombongan staff karaoke terlihat menatap kasian pada Sangmin yang berjalan turun dari pelaminan dengan kepala tertunduk.

Alfons mengajak Ayu turun dari panggung pelaminan untuk menyapa para undangan...

Tuan lawendatu terlihat berbicara dengan beberapa Mentri yang hadir. Banyak tokoh politik yang datang dan berbicara dengan tuan lawendatu.

Group Maxwell semakin berkembang pesat sejak dipimpin Alfons lebih banyak bermain di luar negeri.

" Brow...." Alfons meninju Robby yang datang dengan istrinya perempuan cantik dan terlihat smart.

" Hey brow.... Congrat for your wedding... " Ujar Robby... Lalu mereka berpelukan...

Keakraban Robby dan Alfons tidak luput dari pandangan Gustav dan Sani.. juga pak Surya yang juga hadir dan sedang berbincang dengan pebisnis lain...

" Mau bulan madu kemana ...?" Tanya Robby

Alfons memeluk pinggang Ayu... Mata mereka saling bertatapan mesra...

" Bulan madu kami dibawah langit dengan siraman cahaya rembulan...." Jawab Alfons Dengan memandang mesra Ayu....

" Halah Halah Halah.... Bini gue bisa sirik ini mah...." Ujar Robby yang lalu dicubit mesra oleh istrinya...

" Oh iya Tu... Kenalin ini Robby...dan ini Diana istrinya..." Ujar Alfons yang lalu disambut oleh Robby dan Diana menjabat tangan ayu...

" Brow kita keliling dulu..." Ujar Alfons kembali meninju lengan Robby...

" Okey Brow.... Semangat honey moon nya...!" Alfons melambaikan tangan..

" Bucin banget tuan Alfons sama ayu ya mas....?" Ujar Diana istri Robby...

" Aku juga bucin sama kamu...." Ujar Robby sambil memeluk istrinya.

" Hus hus hus....dimana iniiiii...?" Diana dengan tersenyum melerai tangan Robby..

" Ga apa-apa ... Bucin sama istrinya kok..." Jawab Robby...

Gladys dan Sandra melihat Robby dari pinggir kolam renang..

" Bangsat...." Guman Gladys

" Jangan bikin masalah di pesta ini...bisa dibakar hidup-hidup loe sama tuan Gustav..." Sandra melotot pada Gladys

Ayu mengajak Alfons menghampiri Bu ghofar yang terlihat duduk sendiri..

" Raja.... Kita ke meja ibunya mas Yanto...kok dia sendirian... ?" Ajak ayu sambil menarik lengan Alfons perlahan..

Melihat ayu dan Alfons menghampiri mejanya.

Bu ghofar berdiri dan tersenyum.

" Selamat ya sayang..." Ujar Bu Ghofar seraya memeluk ayu dan mencium pipi nya.

" Bapak mana Bu...?" Tanya Ayu.

" Bapak mu ketemu temen-temen nya... Ibu pusing jadi duduk saja..." Ujar Bu ghofar

Alfons tersenyum.

" Ibu ga ngerti dengan Maharani...tadi ibu lihat dia ada disini, nyamperin ibu malah..." Mendengar nama Maharani Alfons terlihat tidak suka.

" Sayang... Kamu belum makan kan...? Kita coba hidangan nya .." ajak Alfons... Alyssa dan Rifki yang terus mengikuti Alfons dan ayu memberi isyarat pada Bu ghofar untuk tidak meneruskan pembicaraan.

Ayu pun mengangguk sambil tersenyum pada Bu ghofar... Yang terlihat bingung...

Ayu melihat Tante. Tiara sedang berbicara dengan Bu Yuni.

" Tante... Temani ibunya mas Yanto..m kasian dia sendirian..." Ujar ayu berbisik dan dibalas anggukan oleh Tante Tiara yang kemudian mengajak Bu Yuni menyapa Bu ghofar...

Tante Tiara mendorong kursi roda Bu Yuni menuju meja Bu ghofar yang terlihat senang melihat Tante Tiara dan Bu Yuni menghampiri nya.

Mereka saling mengalami dan saling berpelukan.

" Pesta nya meriah sekali mbakyu..." Ujar Bu Ghofar sambil tersenyum.

" Iya Alhamdulillah... Suaminya ayu yang bikin semua..." Jawab Bu Yuni

" Mbak yu... Saya minta maaf... Penasaran pengen nanya... Kok nikahnya ga jadi sama orang Korea itu... Tiba-tiba ganti sama ini... Saya sih seneng dengan siapapun ayu menikah lagi yang penting ayu bahagia... Maaf mbak yu kalau pertanyaan saya ga pantas..." Ujar Bu Ghofar...

" ga apa-apa mbak... Kita ini keluarga... Mbak boleh nanya apa saja..." Jawab Bu Yuni ramah

Lalu menghela nafasnya..

" Sangmin belum menyelesaikan administrasi syarat nikah Mbak.. syarat yang sangat prinsip bagi kami..." Jawab Bu Yuni..

" Kalau nak Alfons itu ....?" Tanya Bu ghofar terlihat sangat penasaran.

" Alfons itu dulu tetangga disini... Ayu dan Alfons sudah dekat dari ayu sekolah taman kanak-kanak dan Alfons sekolah dasar... Waktu kecil yaaa gitu mbak suka pengantin-pengantinan.. sampai ayu SMP Alfons SMA... Terus Alfons pindah keluar negri sama papah nya..." Papar Bu yuni.

" Emang sudah jodohnya mbak...." Senyuman Bu Ghofar mengembang.

" Iya mbak..." Jawab Bu Yuni

" Putri sama siapa mbak yu...?" Tanya Bu Ghofar...

" Barusan ikut disini sekarang tidur dibawa masuk sama susternya..." Jawab Tante Tiara

Alunan musik terdengar... Seorang penyanyi pria terkenal naik ke panggung dan menyanyikan lagu..

Ayu memandang Alfons...

" Special song for my queen..." Bisik Alfons..

Tatapan mereka bertemu, Alfons memeluk mesra ayu...

Para tamu undangan melihat iri pada pasangan pengantin yang terlihat sangat mesra

" Ini lagu kita ..." Bisik Alfons...

" Tapi jangan sampai seperti penyanyi nya..." Celetuk Rifki...

Ayu terkekeh...

" Ish... " Alfons melotot pada Rifki yang segera menutup mulutnya..

Alfons mengecup kening ayu...

" Alyssa... Kita akan istirahat..." Ujar Alfons...

Lalu mengajak ayu naik ke pelaminan... Dan berdiri disamping penyanyi pria terkenal itu...

Sang penyanyi memberikan mic pada Alfons...

" Kumiliki kamu ... Untuk bahagia...." Ujar Alfons memeluk Ayu...

" Kuhidup dengan mu ..bukan untuk sesaat..." Jawab ayu...

Hadirin bertepuk tangan mendengar suara pengantin yang memang merdu...

" Thanks for coming...." Ujar Alfons bersama dengan Ayu membungkukkan badannya... Lalu turun dari pelaminan...

Alfons membawa Ayu ke sisi kolam renang lalu masuk ke rumah di belakang rumah ayu mengikuti Alyssa yang seolah pembuka jalan... beberapa bodyguard berjaga...

" Kok kesini Ja...?" Tanya ayu...

Alyssa membuka pintu...

Ayu yang berpegangan tangan dengan Alfons memasuki rumah...

Mata ayu terbelalak...

" Welcome home my Queen... hope you happy with this .." ujar Alfons..

" Ja.... " Ayu tak bisa berkata apa-apa...

" Kamu mau rumah ini kan dulu... Rumah Barbie...." Ujar Alfons..

Dulu tiap melewati rumah besar ini ayu selalu bilang sama Alfons .. kalau rumah ini nyambung kerumahnya pasti asyik.. ada kolam renang dengan halaman belakang yang luas... Rumah ini tiga kali lipat rumah ayu ..

" Kamu kapan bikin ini semuanya...?" Tanya ayu

"Sejak nyonya ayu kecelakaan... Tuan membeli rumah ini dan merenovasinya.." jawab Alyssa..

" Jadi kamu tetap dekat dengan mama kamu sayang..." Ujar Alfons...

Sementara diluar acara masih berlangsung...

Robby membawa Diana naik ke panggung dengan tepuk tangan yang hadir..

Alfons dan ayu yang sudah berganti pakaian berdiri di balkon dan melambaikan tangan pada Robby dan Diana..

Tamu yang hadir melihat pasangan pengantin yang terlihat serasi dengan pakaian couple berwarna biru.. terlihat santai

Alfons mengangkat gelas wine nya... Disambut tamu yang hadir...

" Bahagia selamanya untuk pasangan Tuan ALFONSUS MAXWELL LAWENDATU dan Ayu Prameswari lawendatu...." Pekik Robby...

Lalu Robby turun dari panggung setelah bernyanyi dua buah lagu...

Seorang penyanyi wanita menyanyikan lagu romantis...

Robby dan beberapa tamu berpasangan berdansa...

" Auh.... Panas..." Diana menjerit... Kaget dengan siraman kopi panas diwajahnya...

" Maaf... Bu... Maaf tidak sengaja ujar Gladys..." Dengan refleks Robby menarik rambut Gladys yang disanggul ceplok keatas...

" Maaf pak menteri..saya ga sengaja..." Ujar Gladys dengan acting maksimal..

Orang-orang nya Gustav dan beberapa bodyguard menghampiri dan menarik Gladys...

Gustav dengan marah menyuruh Sandra membawa keluar Gladys..

Sani yang berdiri tidak jauh dari Gustav mendengar semuanya...

Sani lalu berjalan keluar di ikuti Rico.. dengan wajah tegang...

" Boss,, " panggil Rico... Sani terus berjalan..

Sani melihat bagaimana Gladys didorong dengan kasar masuk kedalam mobil oleh bodyguard nya Gustav..

Ternyata selama ini aku menyimpan ular dirumahku...

Batin Sani.. mengambil sebatang rokok lalu menghidupkan nya...

Rico menatap Boss nya...

" Jalan...!" Titah Sani

Rico menghidupkan mesin mobil dan menjalankan kendaraan nya perlahan...

" Boss.... Tuan Alfons itu sepertinya orang kuat ya ..?" Tanya Rico...

" Coba aja kamu colek ayu...!Hitungan detik kamu sudah tahu tinggal nama..." Jawab Sani...

" Kalau dia mau... Dia bisa nurunin anggota dewan sekalipun... Atau mecat Mentri..."

" Wuah... Se kuat itu...?" Ujar Rico dengan mata melotot mulut mangap...

" Aku baru beberapa kali lihat langsung... Tapi dari beberapa kali melihat.. saat dia samping ayu sangat berbeda... Ayu pantas bahagia..." Ujar Sani menghela nafas dan membuang pandangan nya keluar.

Saat mobil yang dikendarai Rico akan keluar perumahan elit itu...

Sani melihat mobil pak ghofar di halaman parkir toserba.

Sani menoleh...

" Rico... berhenti didepan ric..!" Titah Sani

Rico langsung menginjak rem dan putar arah menuju toserba yang ditunjuk oleh Boss nya ..

Kaca mobil Audi sport milik pak ghofar yang hitam gelap..

" Mesin mobil nya sepertinya hidup Boss..." Ujar Rico

Sani turun dari mobil, dan melihat mobil komandan nya yang parkir membelakangi jalan.. kaca samping dan belakang gelap..

Sani berjalan kedepan... Langsung berjalan cepat kembali masuk ke mobilnya...

" Ayo Rico jalan...!" Ajak nya

" Kenapa boss...?" Rico bingung

" Udaaaaah... Jalan ajaaaa .." ujar Sani sambil memijat keningnya sendiri pusing dengan yang barusan dilihatnya

Didalam mobil nya.. di jok belakang... Sani melihat komandannya baku enak dengan Maharani...

Ghofar melihat Sani dari dalam mobilnya...

Pandangan mereka bertemu. Ghofar menggerakkan tangannya memberi isyarat agar Sani pergi...

" Mertua...."desah Maharani

" Jangan panggil aku mertua!" Bentak ghofar sambil memegang pipi Maharani dengan tangan kanannya... Jari telunjuk dan jempol menekan kuat...

" Sekali lagi kamu panggil aku mertua ...!"

" Mertua mertua mertua... " Jawab Maharani tanpa takut dengan ancaman ghofar

" Menarik... pantas kamu jadi istri Jeremy hansen .." ujar ghofar berusaha membalikkan posisi Maharani yang duduk mengangkanginya.

Tapi Maharani mengunci nya dengan tangan berpegangan pada sandaran...

Tubuhnya naik turun ...

" Ayo mertua... Bukannya tadi bapak minta aku melayani..." Maharani tersenyum sambil menjilat bibir mertua nya..

" Sialnya kamu memang nikmat...." Ujar ghofar ikut menghentak mendorong dari bawah...

" Mertua ku kuat juga... Suamiku kalah besar dan panjang..m " guman Maharani sambil menyodorkan dada bulatnya...

Ghofar meraup dan menyesap nya...

" Bagaimana... mertua... .?" Tanya Maharani...

" Kamu gila... Dengan mengizinkan kamu masuk rumah ku... Sama saja aku mengundang gustav hansen datang..." Ujar ghofar.. yang mengambil kesempatan saat Maharani lengah. . Membanting perempuan itu berbaring dibawah kendali nya...

" aku akan mengakui kamu menantu ku asal kamu ikuti perintah ku....!" Ujar ghofar

" Ahk... Ahk... Perintah apa... perintah memuaskan nafsumu ...?" Jawab Maharani

Ghofar mendengus...

" Aku mau kamu membantu ku mendapatkan Ayu..."

" Ha ha ha ha...." Maharani tertawa...

" Bapak dan anak sama-sam gila..... Sama-sama ogah ngelepasin tubuh perempuan itu .." ada nada benci dan cemburu dari ucapan Maharani.....

" Baik... Aku bantu. .asal aku boleh tinggal dirumah bapak dan dekat dengan putra..." Ujar Maharani...

" Satu lagi... Bapak juga bantu aku menghancurkan bisnis valas lawendatu...!" Ghofar mendengus

Mimpi di siang bolong... Batin ghofar..

Bagaimana mungkin ghofar menghancurkan ladang emasnya...

" oke deal..." Ucap ghofar... Sambil menancap tajam menusuk kasar membuat Maharani tersenggal nikmat...

" Ahk mertua.... Ahk.... "

Maharani menarik wajah mertuanya... Dengan rakus melumat bibir nya dengan agresif....

Ghofar puas dengan layanan Maharani yang berani dan liar... Pantas saja putranya betah..

Ghofar menekan ... " Aaaaaah...."

Maharani terkekeh... Membenahi pakaiannya...

" Tunggu aku besok mertua...!" Ujarnya dan keluar dari mobil.. lalu membuka peluang pintu mobil disebelahnya..

" Jalan...!" Ujar Maharani

" Nona....tadi ada Pria yang melihat ke dalam mobil tapi langsung pergi lagi...apa perlu diselesaikan...?" Tanya Bianca bodyguard wanita yang dipercaya gustav mengawal Maharani..

" Sani....ga perlu... Dia ga akan ambil perkara dengan komandan nya dan juga aku..." Jawab Maharani

Brengsek... Kuat juga perempuan itu... Lihat besok .. aku buat dia memohon...

Guman ghofar merapikan kemejanya.. lalu kembali duduk di bangku supir dan mengendarai mobilnya kembali ke rumah Ayu...

Sampai di halaman belakang ..pesta bertambah meriah...

" Bapak lama banget..." Tegur Bu ghofar...

" Iya tadi diajak ngobrol diluar sama mentri..." Jawab pak ghofar lalu mengambil makanan dan minuman dan kembali ke mejanya..

Gustav melirik ghofar dengan ujung matanya..

Sangmin dan mr.park terlihat akan meninggalkan taman..

Sangmin mencari keberadaan Putri... Tapi tidak dilihat nya...

" De ... Kakak pulang .." pamit sangmin pada Bagas yang duduk disamping penerimaan tamu...

" Iya kak... Terimakasih... Salam buat yongsoo... Semoga lekas pulih dan balik ke Jakarta.." ujar Bagas..

Sangmin tersenyum dan mengangguk...

Beberapa tamu mulai meninggalkan Pesta...

Robby menghampiri Gustav...

" Kasih pelajaran jalang itu... Dasar kecoa..." Ujar Robby

" Siap...pak... Maaf atas kelakuannya ...!" Ujar gustav hormat

Ayah Gladys tuan Widjaja terlihat menghampiri Robby yang sedang berbicara dengan Gustav...

" Tuan Gustav... Pak Robby... Maaf tadi putri saya benar-benar tidak sengaja... Apa ibu Diana terluka...?" Tanya tuan Widjaja yang khawatir akan dapat masalah karena kelakuan anaknya...

Robby menatap tuan Widjaja...

" Anda yakin tidak sengaja...?" Ujarnya lalu pergi meninggalkan tuan Widjaja begitu saja...

" Tuan Gustav... " Tuan Widjaja menatap gustav dengan pandangan memohon...

" Bukan sekali ini putri mu berulah tuan Widjaja... Jangan Sampai banyak branch menarik iklannya...!" Jawab Gustav..

" Oh ya... Kalaupun Robby tidak jadi Mentri lagi... Dia tetap pengusaha yang bisa memboyong bisnis Tuan..." Ketus gustav dengan pandangan tajam...

Tuan Widjaja dalam hatinya mengakui kalau bisnis nya maju karena kemudahan pintu dari Robby dan lahan dari Gustav...

" Saya akan beri pelajaran Putri saya. Tuan..." Ujar tuan Widjaja...

Sebenarnya dia tahu tidak mungkin Gladys tidak sengaja...

Pesta pun usai... Halaman belakang sudah lenggang hanya beberapa orang terlihat sedang membersihkan sisa Pesta...

Diruang keluarga rumah Bu Yuni, semuanya berkumpul...

Alfons menggendong putri dan ayu duduk disampingnya...

" Momm... Ayu saya bawa pindah ya...!" Goda Alfons pada Bu Yuni...

" Iyaaaa... Jauh banget pindah nyaaaa..." Jawab Bagas...

" Itu mah bukan pindah rumah... Pindah kamar ...." Ujar Bagus.. semuanya tertawa...

Alfons mengusap kepala ayu...

Bu Yuni tersenyum bahagia melihat putri kesayangannya begitu dimanjakan oleh suaminya..

" Yuk makan malam udah siap...." Panggil Tante Tiara...

Alfons mengajak ayu berdiri..

" Sini putri sama nenek ..!" Ajak Tante Tiara pada putri .. bayi itu tersenyum dan merentangkan tangannya...

Semuanya berjalan ke meja makan...

Rifki yang baru masuk ke ruangan berdiri di pintu dan menatap Alfons..

Alfons menyuruh ayu duluan ke meja makan...

" Mulai sekarang jangan ganggu aku saat aku sedang dengan keluarga ku .. sebisanya kamu handle... Kecuali ada bom jatuh didepan mu... Baru panggil aku..."

Daftar Bab
Sesuaikan
Bab Berikutnya

Kamu Mungkin Juga Suka

Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.