Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Unforgettable CEO
Unforgettable CEO

Unforgettable CEO

9.2
/ 10
Dalam Unforgettable CEO, Elina terjebak malam tak terduga dengan Kevin akibat salah minum obat. Kisah billionaire romance novels ini berlanjut saat takdir mempertemukan mereka kembali. Simak perjalanan cinta penuh konsekuensi dalam romance novel ini di antara pilihan sulit dan masa lalu.

Ringkasan Unforgettable CEO

Akibat salah meminum ramuan perangsang, Elina terjebak dalam malam penuh gairah bersama Kevin, seorang pria asing yang mengira Elina adalah wanita kiriman asistennya. Kevin yang terpesona dengan kejadian malam itu murka saat mengetahui Elina melarikan diri keesokan harinya. Ia merasa tertipu oleh tindakan berani wanita tersebut. Namun, takdir kembali mempertemukan mereka dalam situasi yang tak terduga. Hubungan rumit penuh tensi kini menyelimuti kehidupan mereka berdua.
Selengkapnya

Unforgettable CEO Bab 1

“Aduh, kok kepalaku pusing banget ya. Aduh ... ini kenapa ya,” keluh Elina ketika dia merasa kepalanya kini terasa semakin berat.

“Kamu tadi minum apaan sih, Ell?” tanya Dinda yang melihat tubuh sahabatnya sedikit berkeringat saat ini.

“Gak ada kok. Aku cuma minum yang ada di sini doang ... tapi kenapa kepalaku rasanya berat banget ya. Nggak biasanya banget kayak ini,” jawab Elina sambil mulai memijat pelipisnya sendiri.

“Kok bisa gitu sih. Kayaknya ini bukan pertama kalinya deh kamu minum minuman ini kan. Dan biasanya nggak pernah sampai ngeluh tuh,” ucap Dinda yang kemudian memberikan tisu pada Elina untuk sedikit menyeka keringat yang ada di keningnya.

“Ell, kayaknya kamu perlu istirahat deh. Kamu mau ke kamar duluan atau tetap mau di sini aja? Mending ke kamar deh, Ell,” tanya Mega yang duduk bersama Elina dan Dinda sekaligus memberikan saran pada sahabat kekasihnya itu.

“Iya bener, Ell. Kondisi kamu kayaknya makin ga bener nih,” timpal Dinda yang mendukung ucapan Mega.

“Di sini aja deh dulu bentaran. Bisa makin bete aku ntar kalau sendirian di kamar,” jawab Elina yang kemudian segera menyandarkan punggungnya di sandaran kursi dan mencoba untuk memejamkan matanya.

Elina yang baru saja putus dari kekasihnya membutuhkan hiburan untuk melupakan rasa sedihnya karena ditinggal pergi tanpa alasan oleh kekasihnya. Elina mengajak 2 orang sahabat baiknya itu untuk menikmati malam di sebuah klub malam dan pergi menginap di hotel yang ada di atas klub tersebut.

Dentuman suara musik yang semakin kencang kian membuat darah Elina mendidih saat ini. Badannya terasa semakin panas dan kepalanya juga semakin berat.

Padahal ini bukan pertama kalinya dia minum minuman yang sama seperti yang dia tenggak malam ini, tapi entah mengapa malam ini tubuhnya memberikan reaksi yang berbeda dari yang biasanya.

“Aduh kepalaku ini kenapa sih,” keluh Elina pelan sambil memegang kepalanya erat-erat.

“Ell, mendingan kamu istirahat deh. Kamu makin keliatan kayak orang teler tau ga,” saran Dinda.

“Nggak mau ah. Ntar aku ke inget lagi sama si brengsek itu,” tolak Elina.

“Tapi kamu kayaknya nggak sehat, Ell. Entar yang ada kamu makin sakit.”

“Iya Ell, bener apa yang dibilang sama Dinda itu. Mendingan kamu naik dulu deh, besok kita ke sini lagi kalau emang kamu masih pengen kita ke sini. Tapi beneran deh ... kondisi kamu nggak baik banget hari ini. Kalo perlu kita naik aja lah barengan kalo emang kamu gak mau sendirian di kamar,” sahut Mega yang mendukung saran dari Dinda.

Elina tidak menjawab apa yang dikatakan oleh Dinda. Dia melihat ke arah Dinda dan Mega secara bergantian.

Sepertinya apa yang dikatakan oleh Dinda tentang kondisi tubuhnya malam ini semua benar. Kondisi tubuhnya sangat tidak bersahabat sehingga membuat dia merasa sedikit sakit, padahal baru sebentar saja dia minum.

“Kayaknya aku emang harus istirahat deh. Badanku beneran gak enak. Panas banget,” ucap Elina sambil meraih tas miliknya.

“Perlu aku temenin gak?” Dinda menawarkan diri.

“Gak usah. Kamu di sini aja ama Mega. Aku mau langsung tidur.”

“Beneran gak mau dianterin ke kamar?” Mega juga ingin memastikan.

“Gak usah, aku masih bisa jalan kok. Din, ntar kalo aku gak bukain pintu ... kamu tidur di kamar Mega ya?” pesan Elina sebelum dia meninggalkan teman-temannya itu.

“Beres. Kamu istirahat aja Ell. Baik-baik ya, Ell,” pesan Dinda sambil membantu Elina merapikan barangnya.

“Ell, kalo butuh kita ... telepon aja ya, gak usah ragu,” ucap Mega juga ikut berpesan pada sahabat baiknya itu.

Elina membalas ucapan teman-temannya itu hanya dengan senyuman. Dia ingin segera meninggalkan tempat itu karena dia merasa kepalanya serasa ingin meledak setiap dia mendengar suara musik yang sangat keras di klub malam itu.

Elina tidak ingin cuti kerja hari Senin nanti, oleh karena itu dia memilih untuk mengikuti saran dari teman-temannya. Dia segera berpamitan lalu berjalan perlahan menuju ke pintu keluar klub malam.

Dengan sedikit susah payah, Elina berjalan di antara kerumunan orang yang sedang menikmati malam sambil bergoyang mengikuti dentuman musik yang seperti membakar tubuh mereka. Elina berjalan perlahan mencoba menghindari orang-orang yang berlalu lalang di sana.

“Ah gila! Sakit banget sih kepalaku. Salah makan kali aku tadi ya,” gumam Elina sendirian saat dia sudah berada di dalam lift.

“Moga besok pagi sembuh lah. Mau minum obat sakit kepala tapi kok abis minum, ntar kalo bereaksi ... bisa modar aku. Gak lah, tidur dulu aja,” lanjut Elina lagi yang ingin segera sampai ke kamar hotelnya.

***

“Halo Bos, saya antar jam berapa?” tanya Bima pada atasannya.

“Bentar lagi. Aku baru aja beres meeting,” jawab Kevin sambil menggerakkan lehernya yang sejak tadi terasa tegang.

“Baik, Bos. Nanti saya siapkan seperti biasanya.”

“Ok! Kirimkan 10 menit lagi,” perintah Kevin pada asisten pribadinya itu sebelum dia menutup sambungan telepon.

Kevin meletakkan kembali ponselnya lalu segera menutup layar laptopnya. Dia baru saja melakukan rapat penting dengan cabang perusahaan keluarganya di Amerika, yang baru saja dia tinggalkan.

Saat lelah, pria muda berusia di awal 30 tahun itu selalu menyuruh asisten pribadinya untuk menyewa wanita malam dengan kriteria yang dia inginkan. Kevin yang masih belum berniat menikah itu memang masih belum berniat mengikat dirinya dengan satu wanita saja.

Pandangan Elina kini kian kabur setelah dia sampai di koridor kamar yang dia sewa. Sambil berjalan perlahan dan berpegangan pada tembok, Elina mencoba untuk secepatnya sampai di kamarnya. Koridor Itu tampak sangat sepi, tidak ada satu orang pun yang melintas di sana.

“Aduh badanku kok makin panas banget ya. Nyebelin banget deh! Ah ... ini kamarku,” gumam Elina pelan sambil berapa kali mengerjapkan matanya untuk melihat nomor kamar yang ada di pintu coklat itu.

Elina segera mengambil kunci kamar dari dalam tas agar dia bisa segera masuk. Kesadarannya yang mulai hilang membuat Elina sedikit kesulitan untuk mencari kunci kamarnya itu.

“Duh ... di mana sih kuncinya,” gerutu Elina sambil terus merogoh tasnya.

“Ah ... ini dia.”

“Eh ... keren banget nih kamar. Baru juga mau ditempelin kuncinya, pintunya udah ngebuka sendiri,” ucap Elina pelan ketika dia melihat pintu kamar itu sedikit terbuka.

Tiba-tiba pintu itu terbuka sedikit lebih besar lalu muncul tangan yang langsung mencengkeram pergelangan tangan Elina dan menariknya dengan paksa untuk masuk ke dalam. Badan Elina yang sedikit oleng, segera terbawa masuk ke dalam kamar tanpa bisa dia cegah lagi.

“Eh apa-apaan ini!” tolak Elina ketika dia merasa ada seseorang yang membawanya masuk ke dalam kamar tersebut.

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
CINTA DI MUSIM SEMI
CINTA DI MUSIM SEMI
Dalam novel CINTA DI MUSIM SEMI, David dan Arina berjuang menyatukan visi hidup mereka di tengah dinamika modern. Romance novel ini mengeksplorasi cara mereka saling memahami demi mempertahankan kebahagiaan. Temukan kisah mereka melalui platform read novels online gratis sekarang.
DOSEN ITU SUAMIKU
DOSEN ITU SUAMIKU
Dalam novel modern DOSEN ITU SUAMIKU, Bunga harus menghadapi realita saat Ezza, suaminya, tiba-tiba mengajar di kampusnya. Temukan rahasia di balik kehadirannya dalam romance novel ini. Baca kisah lengkapnya di platform web novel kami sekarang.
Gairah Liar Uncle Sam
Gairah Liar Uncle Sam
Dalam novel Gairah Liar Uncle Sam, Shila terjebak dalam hubungan terlarang dengan pamannya sendiri di bawah atap yang sama. Membawa genre romance modern, kisah ini menguji batas kesetiaan keluarga dan risiko dari rahasia gelap. Baca romance stories ini selengkapnya di web novel kami.
KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
Dalam romance modern KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU, Randika harus memilih antara cintanya pada Andini atau ambisi Lily Wijaya yang ingin memanfaatkannya demi pengakuan keluarga. Kehadiran Junot menguji loyalitas mereka dalam web novel penuh intrik keluarga dan pengkhianatan ini.
Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
Dalam novel misteri Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku, seorang putri disiksa penculik hingga tewas demi melindungi ayahnya yang justru membencinya. Baca novel online gratis ini yang menyajikan kisah tragis penuh ketegangan, rahasia kelam, dan penyelidikan horor yang mematikan.
Rahasia Gelap Sang Kekasih
Rahasia Gelap Sang Kekasih
Novel romantis misteri Rahasia Gelap Sang Kekasih mengisahkan kecurigaan yang muncul setelah sebuah pesan video larut malam dari sahabat memperlihatkan sosok wanita misterius. Detail pakaian dalam video tersebut memicu penyelidikan rahasia pacar sendiri. Baca novel online gratis sekarang.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.