Unexpected Romance

Ada kesenangan tersendiri bagi Xeraina saat Nathan mendorongnya hingga menabrak dinding kamar yang dingin. Tubuh Nathan yang menekan tubuhnya terasa sempurna. Dada keras dan bidang menekan dadanya, perut menekan perut, atau paha yang menekan paha. Semuanya terasa tepat dan menjanjikan, ditambah dengan kecupan dalam yang tidak kunjung berhenti sejak mereka tersandung-sandung dalam perjalanan menuju kamar hotel tersebut.

Dan kesenangan itu dilontarkan oleh Xeraina lewat desahan nikmat saat tangan nakal Nathan mulai bergerilya menggerayangi tubuhnya dan sampai pada kedua gundukan yang tengah membusung tengah menantang. Darahnya berdesir dan tubuhnya bergetar ketika gelombang rangsangan itu menerpa tubuhnya, dari ujung kepala sampai ujung kaki. Cerai na memberikan kecupan pada Regan dengan penuh nafsu, seakan kecupan panjang itu adalah oksigen yang membuatnya tetap hidup.

Mereka melanjutkan kecupan mereka sambil saling melucuti pakaian masing-masing. Gaun merah Xeraina yang berdada rendah dan memperlihatkan bokong sexy-nya kini sudah terkoyak dan teronggok di lantai. Menyisakan pakaian dalam yang sesungguhnya nyaris tidak menutupi apa pun. Dan tangan terlatih milik Nathan terus menggerayangi tubuhnya tanpa henti hingga Xeraina merasakan kelembaban berkumpul di pangkal pahanya.

“Oh shit, Xeraina. I want you so bad right now!” desah Nathan di antara kecupan saat dia menghentakkan jemarinya untuk melepaskan kaitan pakaian dalam Xeraina.

Sial! Laki-laki ini tidak mengenal kelembutan sama sekali. Dan karena itulah Xeraina menyukai bermain dengan pria itu.

“Pelan-pelan, Nathan!" ucap Xeraina sambil tersenyum menggoda. “Apakah ini kenikmatan yang kau janjikan sebelumnya?”

“Ya, malam ini aku adalah milikmu sepenuhnya,” ucap Nathan sembari tatapannya terus tertuju pada kedua gundukan padat itu yang kini tengah menjulang dan tengah menantangnya.

Dada Xeraina yang bulat sempurna kini terpampang bebas dan tidak disia-siakan oleh Nathan yang langsung mengecapnya. Desahan nikmat tiada henti terus keluar dari bibir Xeraina terlebih saat Nathan mulai memberikan kecupan-kecupan di dada kanannya dan memainkan bagian yang kiri. Pria itu benar-benar tidak akan melewatkan seinci pun keindahan dari tubuhnya.

“Yes, baby. Please ... don't stop!” ucapnya sambil menekankan kepala Nathan semakin rapat pada dadanya. Tangan Xeraina sendiri sibuk membuka resleting celana panjang Nathan dan sibuk memainkan milik pria tersebut yang sudah sekeras batu.

“Baby, l want you inside me, right now!” ucap Xeraina menyerah pada rangsangan yang diberikan Nathan.

Mereka berada dalam kamar hotel mewah yang didominasi warna putih dan merah dan Nathan kemudian membopong tubuh Xeraina menuju ranjang king size.

"Nathan …" ucap Xeraina dengan suara yang parau, sembari tangannya bergerak memainkan dadanya sendiri.

Nathan tersenyum sambil membuka habis semua pakaian yang melekat di tubuhnya tanpa melepaskan pandangan panasnya dari Xeraina yang sedang memainkan dirinya sendiri. Kini tubuh atletis milik Nathan terpampang jelas dan begitu pula dengan miliknya yang sudah sangat keras itu. Xeraina mendesah nikmat membayangkan milik Nathan berada dalam dirinya, memasukinya, dan bergerak dengan kasar dan dalam.

“Malam ini tidak akan aku lewatkan, Baby. Dan kenikmatan yang tak akan terlupakan akan aku berikan untukmu malam ini.”

Mendengar kalimat tersebut, Xeraina semakin dibuat bernafsu. Dia kemudian bangun dari pembaringan dan membubuhkan kecupan di bibir Nathan keras dan dalam. Begitu menggebu-gebu, campuran antara nafsu dan kekesalan penuh akan perlakuan kasar pria itu.

“Easy, Baby. Kita harus melewati malam ini dengan perlahan dan takkan terlupakan,” ucap Nathan lembut sementara tangannya menarik lepas penutup terakhir yang masih digunakan oleh Xeraina. Menghilangkan pemisah terakhir mereka.

Nathan mengusap-usap lembut milik Xeraina sebelum memasukkan jari tengahnya dan membuat gerakan keluar masuk. Xeraina hanya bisa menggelinjang penuh nikmat sambil tetap memainkan dada miliknya sendiri. Matanya terpejam dan tubuhnya menegang sementara mulutnya terus meracau tak kuasa menahan kenikmatan yang diberikan oleh tangan Nathan.

“Yes, baby. Seperti itu ... don't stop!” Xeraina sungguh menikmati lidah Nathan yang sudah bermain-main di daerah miliknya. Sesekali digigit lembut, dan Xeraina merasa akan pingsan saat itu juga.

“Please! Please inside me, now!” erang Xeraina dengan frustasi.

“Kau akan mendapatkannya, baby!”

Xeraina memamerkan senyuman penuh godaannya. Mulai menyangga tubuhnya menggunakan kedua tangannya dan membuka kakinya lebar-lebar di hadapan Nathan yang sedang memasang pengaman dan segera memposisikan miliknya yang sudah mengeras.

Ada jeda yang hanya diisi dengan deru napas yang semakin menderu saat perlahan Nathan mendorong tubuhnya memenuhi Xeraina. Dan pekikan kecil Xeraina membuat Nathan menyeringai bangga dan memberikan kecupan panjang di bibir wanita itu sejenak untuk membiasakan diri mereka berdua sebelum mulai menggerakkan tubuhnya.

“Yeah, tepat di situ, baby,” racau Xeraina yang merasa dirinya penuh bahkan sesak oleh tubuh Nathan.

Gerakan yang begitu keras dan dalam yang dilakukan oleh Nathan terasa begitu nikmat dan Xeraina nyaris kehilangan akal sehatnya. Ia ikut menggerakkan pinggulnya, mengikuti ritme gerakan Nathan. Dan sebentar lagi dia akan sampai pada puncaknya.

Xeraina terpekik ketika mendadak Nathan menghentikan gerakannya.

“No! No!” ucap Xeraina nyaris frustasi.

Nathan hanya menyeringai mendapati kekagetan Xeraina di bawahnya. Dia kemudian kembali mempertemukan bibir mereka, saling menautkan lidah masing-masing, sementara tangannya bergerak kembali naik turun pada tubuh lembut di bawahnya. Xeraina gemetar karena gairahnya yang nyaris meledak dan perlakuan Regan yang tampaknya sedang ingin menghukumnya.

Namun, ternyata Nathan tidak sekejam itu karena kemudian dia mulai merangkak di sepanjang tubuh Xeraina sementara bibirnya terus meninggalkan jejak-jejak panas di kulit Xeraina. Sekali lagi Nathan membenamkan wajahnya di antara kedua paha Xeraina sementara lidahnya bergerak mencapai apa pun yang bisa disentuhnya. Xeraina semakin dibuat histeris sementara tangannya meraup helai-helai rambut Nathan dan menekan kepala laki-laki itu ke dalam dirinya. Kemudian Nathan mengangkat wajahnya dan tersenyum nakal lantas memberikan cubitan lembut yang membuat Xeraina meledak tanpa sempat meneriakkan nama pria itu.

Xeraina masih melayang-layang bersama kenikmatan dan rasa sakit saat Nathan kembali mengecup bibirnya dan kembali memenuhi dirinya. Dan ketika Nathan bergerak dengan ganas dan panas, gairah yang sebelumnya tidak sempat padam itu kembali membakar diri Xeraina. Disentuhnya pundak Nathan, mencoba mencari pegangan sementara matanya menatap liar pada pria itu yang sedang memejamkan matanya untuk mengejar kepuasannya sendiri.

“Baby, you’re so tight. This is so good, Nathan!”

Mendengar kalimat itu, Nathan semakin mempercepat gerakannya tanpa memperdulikan di bawahnya Xeraina tengah menjerit penuh kepuasan atas kenikmatan yang diberikan oleh tubuh Nathan.

“Baby, l wanna cum ....”

Akhirnya Nathan berbisik lirih di antara napasnya yang tersengal dan wanita itu merasakan dirinya nyaris kembali mendapatkan kepuasannya yang kedua.

“Yeah, inside me!” desah Xeraina dan mereka sama-sama menjerit nikmat ketika mencapai kepuasan mereka.

Daftar Bab
Sesuaikan
Bab Berikutnya

Kamu Mungkin Juga Suka

Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.