UNDER PINK MOONLIGHT

Sofia menggeliat ketika merasakan sentuhan pada pipinya. Ia mengusapnya karena merasa gatal. Ternyata itu adalah Kaileen yang sedang menciumi pipi Sofia.

“Sayang~”

Mata Sofia terbuka. Ia langsung melihat wajah tampan Kaileen di hadapannya. ”Kai!” Gadis itu langsung terduduk.

Wanita itu terkejut. Entah bagaimana caranya Kaileen duduk di sisi ranjang milik Max. Ia melihat ke arah Max yang ternyata masih tertidur.

“Kai, bagaimana kau ada di sini?” Sofia berbisik karena takut membangunkan Max.

“Kamar Max tidak pernah dikunci.” Kaileen menunjuk ke pintu yang terbuka lebar.”Tidak ada rahasia di antara kami.”

“Oh begitu. Maafkan aku. Aku kaget.”

Kaileen memperhatikan penampilan Sofia yang baik-baik saja.”Tampaknya kau terlihat baik-baik saja.”

Sofia mengernyit.”Memangnya aku harus terlihat tidak baik?”

Kaileen tertawa geli.”Harusnya begitu. Kupikir Max sudah menelanmu hidup-hidup. Ternyata dia bisa bertahan, sungguh di luar dugaan.”

Sofia terdiam karena tidak mengerti maksud dari ucapan Kaileen.

“Ayo ikut aku,”ajak Kaileen.

“Ke mana?”

“Ikut sajalah,”kata Kaileen yang tidak ingin mengatakan tujuannya.

“Aku harus berpamitan dengan Max,”kata Sofia sembari melihat ke adah Max yang tengah terlelap. Mungkin saja Max akan mencarinya karena mereka tidur bersama semalam.

“Pergilah bersama Kai, Honey. Aku akan menyusul.” Max menjawab dengan mata yang setengah terpejam.

“Oh, baiklah.” Sofia tersenyum malu karena ternyata Max mendengar pembicaraan mereka.

Sofia turun dari ranjang dengan hati-hati.

Kaileen tersenyum senang, ia membawa Sofia bersamanya. Pria itu membawa Sofia ke dalam toilet pribadi Kaileen. Ia sudah menyiapkan air di dalam bak mandi.

“Apa ini?” Sofia tercekat.

“Kita akan mandi. Tenang saja, airnya hangat.”

Sofia mulai panik.”Aku bisa mandi sendiri.”

“Tidak ada salahnya kita mandi bersama.”

Kaileen melepaskan piyama Sofia. Wanita itu menutupi bagian intim tubunnya. Kaileen menatapnya kagum. “Tubuhmu seperti salju, kau terlihat sangat rapuh.”

Sofia segera masuk ke dalam bak mandi dan menenggelamkan dirinya. Kaileen ada di sisi bak mandi, pria itu tidak ikut serta masuk ke dalamnya. Ia mengusap-usap pundak Sofia dengan sponge.

“Aku bisa melakukannya, Kai.” Wajah Sofia terasa panas,”aku malu, Kai, biarkan aku melakukan sendiri.”

“Kau tidak perlu malu mulai sekarang. Tidak perlu menyembunyikan apa pun dari kami. Kau adalah milik kami yang berharga,”bisik Kaileen.

“Tapi, kenapa harus seperti itu? Aku butuh penjelasan,”kata Sofia.

Kaileen memegang dagu Sofia dan menatap gadis itu lekat-lekat.”Bukankah kau yang datang sendiri ke rumah ini? Kau menyerahkan dirimu pada kami untuk dilindungi dan disayangi. Aku sedang melakukan hal tersebut.”

“Kalian sedang apa?”Sean muncul di ambang pintu. Sofia semakin canggung karena ia bertelanjang di dalam bak mandi.

“Aku sedang memandikannya.” Kaileen menjawab dengan santai.

“Apa aku boleh bergabung?” Sean menghampiri bak mandi dan duduk di sisi bak. Ia menyentuh air dan mengusap pundak Sofia. Sofia bagaikan seorang ratu yang sedang dilayani oleh selir-selirnya.

“Bagaimana tidurmu bersama Max?”

“Hmmm~aku tidur nyenyak.” Sofia merasa bingung dengan pertanyaan Sean.

“Max tidak melakukan apa pun pada Sofia,”kata Kaileen pada Sean.

“Wah, sangat tidak terduga.” Sean tertawa.

“Memangnya seharusnya Max melakukan apa padaku?” Gadis itu menatap Sean dengan penuh tanya.

“Tidak ada, cantik, kau tidak perlu memikirkannya. Ngomong-ngomong~kau terlihat seksi kalau dalam keadaan basah seperti ini.” Sean mengusap bibir Sofia,”aku akan masuk ke dalam air.”

Sean melepaskan pakaiannya. Sofia segera membuang pandangannya. Dalam hitungan detik, Sean sudah ada dalam satu bak mandi bersamaanya. Bak mandi berbentuk lingkaran itu cukup besar. Cukup untuk tiga sampai empat orang, tetapi, mereka harus sedikit berdesakan.

Melihat Sean sudah masuk, Kaileen ikut masuk ke dalamnya.

Sean duduk di sebelah Sofia, kulit mereka bersentuhan hingga memercikkan gairah. Sean memindahkan Sofia ke pangkuannya dan memeluk gadis itu. Sofia tertegun saat merasakan bokongnya menduduki sesuatu yang keras. Ia berusaha menyingkirkannya dengan tangan. Namun, Sean mengeluarkan desahan saat Sofia menyentuhnya.

“Ah, kau membuatku tegang.”

“Sial, kau bicara apa?”tanya Kaileen.

“Dia memegang milikku.”

Sofia langsung panik meskipun tidak tahu situasi yang sebenarnya.”Ma-maafkan aku. Kalau begitu, aku harus kembali ke tempat semula.”

“Jangan, Cantik, duduk tenang di pangkuanku.” Sean merengkuh tubuh Sofia dan menciumi pundak wanita itu.

Kaileen mendekat, meraih wajah Sofia dan melumat bibirnya. Suara lumatan Kaileen mengundang hasrat Sean untuk menyentuh dua gundukan kenyal milik Sofia.

Sofia melenguh dalam lumatan Kaileen. Puncak dadanya mengeras karena Sean menyentuhnya. Dalam beberapa saat, mulut Sean sudah menyentuh puncak dadanya. Lidahnya menyapu puncak dada Sofia. Gadis itu menggelinjang diserang dari berbagai arah. Tangan Kaileen ikut meremas dada Sofia, lalu satu tangannya turun menuju pusat diri Sofia di bawah sana. Jemarinya mengusap milik Sofia dengan lembut. Sofia mendesah saat merasakan jemari Kaileen mulai memasukinya.

Sean mencecapi puncak dada Sofia. Satu tangannya memegang miliknya yang mengeras. Suara desahan Sofia membuat ia ingin mengeluarkan cairan miliknya. Kaileen berdiri, mengarahkan miliknya ke mulut Sofia. Mau tidak mau Sofia mengulumnya, mengikuti kata hatinya saja. Rasanya sangat tidak nyaman, mengulum benda yang besar dan keras tersebut. Namun, Kaileen tampak menikmatinya. Pria itu tampak memejamkan mata ketika miliknya masuk ke dalam mulut Sofia.

Max yang masih setengah tidur mendengar suara desahan Sofia. Sesekali ia mendengar erangan Sean dan Kaileen. Ia tahu apa yang sedang dilakukan kedua adiknya itu. Max tahu, mereka tidak akan mendahului Max. Namun, suara desahan itu sangat memanggil Max untuk datang.

Max tiba di toilet milik Kaileen dan melihat pemandangan yang membuatnya kesal. Sean sudah tanpak lemas bersandar di bak mandi. Sementara Kaileen baru saja menyemburkan cairannya ke dada dan mengenai wajah Sofia.

“Kenapa mengenai wajahnya, Kai?” Max menghampiri Sofia dan membersihkan wajah wanita itu.

“Aku terlalu bersemangat, maafkan aku, sayang.” Kaileen mengecup kepala Sofia.

“Max~” Sofia memanggilnya lirih.

Gerakan Max terhenti, ia melihat raut wajah kesedihan Sofia. Sepertinya ia terkejut dengan apa yang baru saja terjadi. Ia membersihkan wajag Sofia dengan cepat.”Sebaiknya kamu mandi di kamarku saja.”

Sofia mengangguk setuju. Max membantunya bangkit dan mengenakan baju handuk. Max menatap Sean dan Kaileen.”Lain kali lakukan dengan lembut!”

“Bagaimana kami melakukannya dengan lembut jika tidak memasukinya? Kau saja belum melakukannya,”sahut Kaileen yang sesang mengatur napas.

“Kalian langsung pergi kerja saja. Biar aku yang mengurus Sofia.” Max membawa Sofia ke kamarnya.

“Kau mandi di sini, ya, akan kubiarkan kau sendirian. Aku tunggu di sini,”kata Max.

Sofia mengangguk dan memasuki toilet. Ia sempat menitikkan air mata atas kejadian yang baru saja ia alami.

Lanjutkan Membaca
Baca Novel Selengkapnya di Moboreader
UBuka Semua Bab
Buka Situs Resmi
Chapters
Customize

Kamu Mungkin Juga Suka

Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.