TRAUMA  YANG BERUJUNG PADA KEHANCURAN KU

Hari pertama OSPEK yaitu hari Senin seluruh siswa siswi baris, Namun ada satu siswi yang terlambat

“eth dah tu bocah udah telat jalan kayak ratu lagi caper banget sih.” Sindir kakak kelas.

Siswi itu pun disuruh berlari oleh guru namun ia tidak mau berlari dn terus jalan dengan santai hingga ia baris disamping Maretsya.

Setelah baris Maretsya pun bertanyak Nama siswi yang terlambat itu siapa

“Hy nama elo siapa?.” Sapa Maretsya.

“Hy gue Khanzua, kalo elo?.” Jawab Khanzua.

“Gue Maretsya, bdw elo udah telat jalan santai amat perasaan?.” Tanyak Maretsya.

“Males gue, asal elo tau gue udah bolak balik sekolah gara – gara salah pakaian emosi gue.” Sungut Khanzhua.

“Oh gitu, yaudah masuk yok udah mau mulai tuh materinya.” Ajak Maretsya

Mereka pun memasuki satu ruangan kelas yang sudah rame oleh siswa – siswi baru.

“Sa elo duduk dimana?.” Tanya Khanzhua.

“Gue dibangku tengah noh yang ada tas warna hitam kecil dimeja.” Jawab

“Baris nomor berapa woi.” Sungut Khanzhua

“Eth dah nomor dua dari kanan.” Ujar Maretsya

Kelas pun dimulai dibangku depan Maretsya adalah teman Roger yang Bernama Geby dan dibelakang Maretsya yang Bernama Riko

Selama kelas berlangsung tatapan Riko tak pernah luput dari Maretsya, ia selalu mengamati setiap langkah Maretsya.

Begitulah Selama OSPEK 3 hari berturut – turut Riko Selalu fokus kepada Maretsya sampai hari terakhir akhirnya riko bertanya kepada Roger

“Ger gue suka sama salah satu cewek dikelas elo, dia cantik banget.” Riko mengucapkan namun tak luput dari pandangannya untuk Maretsya.

“Temen cewek gue juga ada yang suka sama elo,dia selalu perhatikan elo.” Jawab Roger dengan santai.

“Siapa Ger Namanya dua cewek itu sih gue kepo banget?.” Tanyak Riko.

“Yang gemuk itu Namanya Khanzhua yang satu lagi Namanya Maretsya , elo naksir yang mana?.” Tanya Roger.

“Oh gitu ya yang selalu perhatiin gue siapa?.” Tanyak Riko.

“Yang Namanya Khanzhua dia yang sering lihat elo.” Jawab Roger dengan santai.

“Gue kira Maretsya.” Gumam Riko.

“Eh Roger elo kan udah temenan tu mulai dari awal masuk sama Siswi yang Namanya Maretsya,Gue mau tanyak dong dia tu gimana sih orangnya.” Ujar Riko.

“Elo naksir Maretsya ya.” Sindir Roger

“Jawab ajah kenapa susah amat” Gerutu Riko..

“Dia orangnya baik, manis,terus polos.” Ujar Roger.

“Oh dia udah ada pacar belom?.” Tanyak Riko.

“Belom kenapa mau elo jadiin pacar” ledek Roger.

Rikopun terdiam namun dalam hati ia sangat senang dikarenakan orang yang dia cintai belom ada pacar yang berarti berstatus jomblo

“Seluruh siswa masuk pada materi selanjutnya dan guru meminta satu siswa untuk bernyanyi sontak riko menyebut nama Maretsya yang membuat Maretsya menatapnya dengan tajam

“maksud elo apa bawa nama gue ha!.” Bentak Maretsya

“Sory Maretsya bukan gitu, cuman suara elo bagus banget gue pengen semua orang denger.” Cicit Riko.

“Ah bacot ta*k benci gue sama elo, Ah Anj*.” Geram Maretsya.

Maretsya yang marah itupun pergi begitu saja dari ruangan,Roger yang tau dia akan melakukan apa mengejar Maretsya dan membujuknya untuk masuk kekelas serta bernyanyi.

“Please ya demi gue, Please.” Mohon Roger.

“Y.” Jawab Maretsya dengan singkat

Setelah itu mereka berduapun masuk kekelas dan Maretsyapun bernyanyi diiringi music

Sudah di kepala dua

Harus mulai dari mana?

Ambisiku bergejolak, antusias tak karuan

Banyak mimpi-mimpi yang 'kan kukejar

Lika-liku perjalanan

Ku terjebak sendirian

Tumbuh dari kebaikan, bangkit dari kesalahan

Berusaha pendamkan kenyataan bahwa

Takut tambah dewasa

Takut aku kecewa

Takut tak seindah yang kukira

Takut tambah dewasa

Takut aku kecewa

Takut tak sekuat yang kukira

Aku tetap bernafas

Meski sering tercekat

Aku tetap bernafas

Meski aku tak merasa bebas

Pertengahan 25

Selanjutnya bagaimana?

Banyak mimpi yang terkubur, mengorbankan waktu tidur

Ku tak tahu apa lagi yang 'kan kukejar

Takut tambah dewasa

Takut aku kecewa

Takut tak seindah yang kukira

Takut tambah dewasa

Takut aku kecewa

Takut tak sekuat yang kukira

Aku tetap bernafas

Meski sering tercekat

Aku tetap bernafas

Meski aku tak merasa bebas, ho-oh-ho-oh

Maaf jika

Belum seturut yang dipinta

Maaf jika

Seperti tak tahu arah

Aku sudah dewasa

Aku sudah kecewa

Memang tak seindah yang kukira

Aku sudah dewasa

Aku sudah kecewa

Memang tak sekuat yang kukira

Aku tetap bernafas

Meski sering tercekat

Aku tetap bernafas

Meski aku tak merasa bebas

ho-uh

(Takut aku kecewa)

(Takut tak seindah yang kukira) memang tak seindah yang kukira

(Takut tambah dewasa)

(Takut aku kecewa)

Memang tak sekuat yang kukira

Engkau tetap bernafas

Meski sering tercekat

Engkau tetap bernafas

Dan langkahmu 'kan terasa bebas

Dan hatimu 'kan terasa bebas

Dan jiwamu 'kan terasa bebas

Hm-hm-hm-hm-hm

Hm-mm

Semua orang tersanjung dengan suara Maretsya dan bertepuk tangan

“Maretsya bisa kamu bernyanyi satu lagu yang mewakili perasaan mu hari ini atau masa lalu mu.” Pintasalah satu guru

Roger yang mendengar itupun takut, karena ia tau benar sahabatnya memiliki trauma yang dalam, dia takut Maretsya akan mengingat Kembali semua kenangan dia dan jadi menangis bahkan berteriak.

Maretsya yang mendengar permintaan guru tersebut langsung menangguk dan bernyanyi

Nak, bila suatu saat kau dengarkan lagu ini

Dan aku sudah tak ada lagi di sampingmu

Kau akan mengerti

Mengapa begitu menyebalkannya ku di matamu

Nak, jika saat nanti kau telah hidup sendiri

Dan dunia ternyata tak seperti harapanmu

Ku ada di sini

Menjadi rumah yang s'lalu menanti kepulanganmu

Kelak kau 'kan jadi orang tua seperti aku

Yang ingin anakmu bahagia dengan hidupnya

Bila bentakan kecilku patahkan hatimu

Lebih keras dari itu, dunia 'kan menghakimimu

Kubentuk dirimu menjadi engkau hari ini

Kau harus kuat, kau harus hebat

Permata hatiku

Nak, 'kan tiba waktu kau harus tentukan jalanmu

Yang mungkin tak searah dan indah di mataku

'Pabila terjadi

Berjanjilah kau akan s'lalu menjadi dirimu sendiri

Kelak kau 'kan jadi orang tua seperti aku

Yang ingin anakmu berkuasa atas hidupnya

Bila bentakan kecilku patahkan hatimu

Lebih keras dari itu, dunia 'kan menghakimimu

Kubentuk dirimu menjadi engkau hari ini

Kau harus kuat, kau harus hebat

Permata hatiku

Bila bentakan kecilku patahkan hatimu

Lebih keras dari itu, dunia 'kan menghakimimu

Kubentuk dirimu menjadi engkau hari ini

Kau harus kuat, kau harus hebat

Aku adalah jemari dan ibumu penanya

Dan kaulah puisi terindah yang pernah tercipta

Semoga belaian kasihku lembutkan hatimu

Kau harus megah, kau harus indah

Kau harus kuat, kau harus hebat

Permata hatiku

Maretsya bernyanyi sampai menangis dan melihat itu guru semua paham maksud dari lagu dia,dan setelah lagu selesai Maretsya disuruh duduk Kembali

Lanjutkan Membaca
Baca Novel Selengkapnya di Moboreader
UBuka Semua Bab
Buka Situs Resmi
Daftar Bab
Sesuaikan

Kamu Mungkin Juga Suka

Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.