The Letter I Wrote For You

Earlyta perlahan membuka matanya dan langsung mengeryitkan dahinya dalam ketika merasakan banyak cahaya yang masuk ke matanya. Dia menghela napas panjang. Tanpa diberitahu pun, dia sudah sadar kalau dia berada di rumah sakit sekarang.

“Kondisinya sudah stabil. Tapi, saya tetap menghimbau untuk mengecek keadaannya secara berkala, terutama luka-lukanya yang belum sembuh sebagian. Saya sudah membuat resep untuk obat yang bisa dikonsumsi oleh pasien.” Sayup-sayup Earlyta mendengarkan penjelasan dokter yang—sepertinya—menanganinya pada seseorang. Earlyta membetulkan posisi badannya agar lebih nyaman dan kemudian menyesalinya karena kepalanya terasa pusing bukan main.

“Earlyta.”

Wanita itu melirik ke arah samping ranjang rumah sakitnya dan langsung menemukan jawaban dari pertanyaannya sebelumnya. Ternyata Arshaka Januar, sahabatnya, yang berbicara dengan dokternya. “Shaka.”

Arshaka terlihat marah—Earlyta bisa tahu hal itu karena dia sudah lama mengenal Arshaka. “Kamu kenapa?” Tangan Earlyta yang terbebas dari selang infus terulur untuk menyentuh lengan Arshaka.

Arshaka langsung menghela napasnya. Dia menyentuh tangan Earlyta dan menggenggamnya erat walaupun sebelumnya gerakannya ragu. “Kamu … kenapa kamu membahayakan diri kamu dengan menemui Gio sendirian, Earl?” Arshaka mungkin sudah akan menghajar Gio jika semalam dia berada di tempat kejadian.

Earlyta tersenyum kecil. “Kamu tahu kalau aku tidak bisa, bukan? Aku tidak ingin kamu terlibat, Arshaka.” Selama ini, Arshaka tahu semua permasalahan yang dihadapi oleh Eralyta. Tapi, dia tidak pernah bisa langsung mengekspresikan kekesalannya pada Gio. Bukan tanpa alasan, Earlyta yang melarangnya, karena sekali Arshaka melawan, Gio akan menjadikan Arshaka sebagai ancaman bagi Earlyta.

Lagipula, Arshaka berasal dari keluarga yang terpandang dan baik-baik. Tidak bijak jika nama mereka tercoreng hanya karena Arshaka membantu permasalahannya yang mungkin tidak seberapa dibandingkan nama baik keluarga Januar dan Wijaya.

“Earl, tapi aku tidak bisa membiarkan kamu tersiksa seperti ini dan aku hanya bisa diam.”

Earlyta lagi-lagi hanya tersenyum dan dia menggelengkan kepalanya pelan. “Tidak, kamu tidak diam saja. Kamu yang datang ke apartemen aku dan membawa aku ke rumah sakit sudah merupakan tindakan kamu yang begitu berarti bagi aku.” Earlyta tidak sungkan untuk menyentuh sisi wajah dari Arshaka. “Terima kasih, ya, kamu sudah mau menemani aku selalu.” Earlyta kadang heran, apa yang membuat Arshaka mau bertahan bersahabat dengannya? Masalahnya, dari segi manapun, Earlyta terlalu berbeda dengan Arshaka. Terlalu tidak berharga. Tapi, setiap kali Earlyta menanyakan hal itu, Arshaka langsung marah padanya.

“Jangan berterima kasih seperti itu, Earl. Ini sudah menjadi tanggung jawab aku sebagai sahabat kamu untuk selalu menemani kamu. Tolong jangan menganggap diri kamu beban atau menganggap kamu memiliki hutang budi padaku.” Arshaka memilih untuk mendekap Earlyta.

“Earlyta.”

“Hm?”

“Separah apapun keadaannya, aku minta tolong agar kamu tetap bertahan, ya. Untuk alasan sekecil apapun.”

Earlyta tersenyum, namun dia tidak mengangguk. “Terima kasih.”

***

Anne menemui Earlyta yang sudah pulang dari rumah sakit. Anne mendapatkan kabar dari Arshaka bahwa Earlyta dilarikan ke rumah sakit karena luka-luka. Arshaka tidak mengatakan apa yang membuat Earlyta sampai luka-luka, tapi Anne yang sudah menganggap Earlyta sebagai anaknya sendiri, tidak keberatan untuk menjenguk wanita muda itu.

“Earl, sudah makan?” tanya Anne setelah sebelumnya berbasa-basi dengan wanita itu.

Earlyta terlihat malu-malu ketika diperhatikan oleh Anne Januar. Dia selalu sungkan tiap kali berada di dekat wanita yang berasal dari keluarga terpandang itu—Anneliese Januar berasal dari keluarga Wijaya, keluarga yang menguasai bisnis di Indonesia—dan dia menikah dengan Sanjaya Januar, seorang pebisnis juga, yang namanya tak kalah terkenal.

Di antara keluarga yang sangat terpandang itu, Earlyta selalu takut karena merasa dirinya sangat kecil. “Sudah, Tante.”

Anne tersenyum. “Tante boleh menemani kamu, ‘kan?” Anne mengulurkan tangannya dan menyentuh punggung tangan Earlyta. “Tante sangat khawatir ketika Arshaka mengatakan kamu dirawat.”

Earlyta tertawa kecil. “Tidak apa, Tante. Aku baik-baik saja.”

Anne dapat melihat senyuman palsu untuk menutupi kesedihannya di wajah Earlyta. Anne pernah ada di posisi Earlyta, dan dia sangat tahu kalau hal itu sungguh menyiksa.

“Maaf, Earlyta, tapi apakah Tante boleh menanyakan sesuatu?”

Earlyta mengangguk. “Tentu saja, Tante.”

Anne sebenarnya ragu untuk menanyakan soal perceraian antara Earlyta dan Gio, tapi dia tidak tahu kapan lagi dia memiliki waktu berdua dengan Earlyta untuk menanyakan hal ini. “Apa benar kamu akan bercerai dengan Gio?”

Earlyta langsung memutus kontak matanya dengan Anne, dan memilih untuk menundukkan pandangannya. Dia tahu pasti Arshaka yang memberitahu Anne Januar—tidak, Earlyta tidak marah—tapi, dia hanya tidak tahu kalau akan sesungkan ini untuk menjawab jujur pada Anne.

“Benar, ya? Maaf, Earlyta, tapi Tante tidak memiliki maksud apapun dengan menanyakan ini pada kamu. Tante hanya ingin kamu tahu kalau Tante sungguh menyesal jika itu terjadi. Tante akan melakukan apapun agar kamu bisa tenang. Bagaimana?” Anne sudah mengetahui segala cerita Earlyta, dan dia selalu berusaha agar Earlyta tidak merasa sendiri, tapi sepertinya Earlyta masih saja membuat jarak di antara mereka.

“Iya, Tante. Benar.” Earlyta menghela napas. “Aku akan bercerai dengan Gio.”

Anne memilih untuk mendekap Earlyta. “Astaga, Tante turut bersedih mendengarnya, ya. Apa kamu butuh bantuan Tante? Tante bisa mengenalkan kamu dengan mediator pernikahan atau mungkin seorang pengacara.”

Earlyta sadar kalau dirinya cukup beruntung karena sudah dikelilingi oleh orang-orang yang sangat baik padanya dan begitu peduli padanya juga. Namun sayangnya, dia memilih untuk tidak selalu mengandalkan mereka. “Aku akan memberitahu Tante nanti. Terima kasih, Tante.” Earlyta sedari tadi hanya tersenyum saja. Mencoba memperlihatkan pada Anne bahwa dia baik-baik saja, walaupun tindakannya itu malah membuat dirinya semakin terlihat sedang menutupi sesuatu.

“Apa … kamu terluka begini karena dia juga?”

Earlyta kembali menundukkan kepalanya. “Terima kasih sudah peduli, Tante.” Dan Anne tahu, kalau dia tidak segera mengambil tindakan tegas pada suami Earlyta, mungkin Earlyta akan menjadi seperti dirinya di masa lalu.

***

“Jadi, di mana Earlyta?”

Arshaka setengah mati menahan dirinya untuk tidak menghajar pria di hadapannya ini. Siapa lagi kalau bukan Gio Jevarno, pria biadab yang sudah membuat sahabatnya menderita. Ketika Anne, ibunya, menggantikannya untuk menjaga Earlyta di rumah sakit, Arshaka memanfaatkan waktu itu untuk pergi ke apartemen Earlyta dan mengumpulkan bukti-bukti yang bisa membantu sahabatnya itu di pengadilan nanti.

Arshaka akan berjuang demi Earlyta.

Namun, tidak ia sangka bahwa kedatangannya bertepatan dengan Gio yang juga sedang mencari keberadaan wanita itu.

“Aku tidak tahu. Aku sudah mengatakannya pada kamu tadi, bukan?” Arshaka memasukkan ponselnya ke saku jasnya dan bersikap biasa saja—tidak ingin menunjukkan bahwa dia sedang menyusun rencana.

“Kamu sahabatnya, Kak Arshaka. Bagaimana mungkin kamu tidak tahu?” Gio tersenyum kecil. “Apa dia memberitahu sesuatu pada kamu?” Gio memincingkan matanya. Bisa gawat jika Arshaka tahu apa yang terjadi, pikirnya.

Arshaka menggeleng. “Tidak. Kenapa? Kamu melakukan sesuatu? Aku khawatir sejak melihat apartemen ini berantakan.”

Gio menengguk ludahnya gugup. “Tidak ada.”

“Kamu gugup, Gio. Ada apa?” Arshaka melangkahkan kakinya mendekat dan kini berdiri tepat di hadapan Gio. “Kamu tahu kalau aku akan membunuh kamu jika Earlyta kenapa-napa.” Walaupun pada kenyataannya aku sudah ingin membunuh kamu sejak dulu.

“Sure. Kamu bisa melakukannya, Kak. Sebagai bentuk balas dendam kamu juga karena yang pada akhirnya memiliki Lyta adalah aku, bukan?” Gio tersenyum miring sebelum akhirnya meninggalkan Arshaka dengan kegamangan yang nyata.

***

Lanjutkan Membaca
Baca Novel Selengkapnya di Moboreader
UBuka Semua Bab
Buka Situs Resmi
Daftar Bab
Sesuaikan

Kamu Mungkin Juga Suka

Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.