“Kalian lihat itu, media sepertinya tidak pernah ketinggalan dalam menyajikan sebuah berita. Padahal kita sudah berusaha agar kasus ini tidak menjadi pembicaraan warga, tapi media sangat tanggap sekali. Mereka bisa berada satu langkah lebih cepat dari kita, jika begini sepertinya mereka lebih pintar dari kita. Harusnya mereka saja yang bertugas menangkap pembunuh, baru setelah itu mereka berusaha untuk membuat masyarat tidak khawatir. Supaya mereka juga tahu bagaimana cara membuat agar kota menjadi damai,” sebut seorang detektif tua yang saat ini sedang mengomel panjang seolah tidak suka dengan berita yang baru saja dia dengar dari televisi.
“Senior sepertinya anda benar, tapi menurut saya media hanya membuat pekerjaan kita menjadi sedikit lebih sulit. Saat ini warga pasti sedang sangat resah, kita harus mencari cara untuk memperbaiki keadaan. Keadaan keruh seperti ini tidak boleh bertahan lama, keluarga dari korban juga pasti akan merasa sangat terpukul. Mereka baru saja kehilangan orang yang mereka cintai, tapi mereka juga harus mengalami tekanan media,” ucap seorang wanita berbicara membenarkan apa yang dikatakan oleh laki-laki tau tadi.
“Itulah maksudku, media sangat tidak mempunyai perasaan. Saya sangat berharap, semoga saja semua anggota para wartawan menjadi korban. Sehingga mereka juga akan berpikir dua kali dalam menyebarkan berita yang akan membuat masyarat menjadi cemas,” sebut pria tua ini.
“Maaf kelapa, detektif Lisa. Jika saya boleh kasih pendapat, sebenarnya media juga harus seperti ini. Untuk menyajikan sebuah berita mereka harus berada satu langkah lebih maju dari kita pihak kepolisian, tapi yang menjadi permasalahan di sini adalah. Setiap kali berita yang mereka sampaikan selalu saja ditambahkan suatu bumbu yang jika didengar oleh masyarat luas, maka mereka juga akan menjadi sangat khawatir. Padahal mungkin yang terjadi saat ini tidak sama persis seperti berita yang mereka sajikan, cara mereka untuk mendapatkan uang itu seperti salah. Jika ingin menyajikan berita harusnya mereka tidak mempropokasi,” ucap seorang detektif mudah kepada para detektif yang sedang berdiskusi saat ini.
“Iya kamu benar sekali deketif Ari, sebenarnya saya jauh lebih sependapat dengan anda. Tapi alangkah lebih baiknya jika saat ini kita kembali saja kepada permasalah kita, jika saat ini kita terus membahas hal yang tidak penting. Maka waktu yang kita punya juga akan terbuang dengan sia-sia, saat ini kita harus berusaha fokus dengan kasus yang sering terjadi. Jika bisa kita harus mencegah pembunuhan yang saat ini sedang sangat merajarelah, cara untuk menenangkan masyarakat iyalah dengan menangkap pelaku. Saat ini kita harus fokus dalam mencari bukti, kita harus serius menangani kasus ini. Hasil otopsi dari korban juga akan keluar, saat ini kita hanya bisa berharap saja. Semoga pelakunya meninggalkan sebuah sidik jari atau DNA yang bisa kita gunakan untuk menangkapnya,” ucap detektif Morgan yang saat ini ikut memberikan pendapatnya.
“Iya kamu juga benar detektif Morgan, sebenarnya saat ini kita semua memiliki pikiran yang sama. Hanya saja cara kita untuk menyampaikannya itu berbeda-beda, kita di sini pastinya berpikir fokus mencari cara bagaimana caranya agar si pumbunuh ini dapat tertangkap. Kita semua di sini pastinya ingin sekali memecahkan kasus ini dengan segera, lagi pula jika kasus ini sudah berhasil kita pecahkan maka pekerjaan kita juga akan sedikit berkurang. Untuk kasus-kasus lain seperti pemcurian, narkotika itu juga sebenarnya penting. Tapi kasus ini jauh lebih penting, ini menyangkut sebuah nyawa. Lagi pula kasusu seperti pencurian dan lain sebagainya, bisa kita pecahkan seperti biasa. Kali ini sebenarnya aku sangat menghargai pendapat kalian sebuah,” sebut kepala tim kepada semua anggota timnya yang sedang berdiskusi sehabis mendengar berita yang baru saja mereka saksikan di televisi.
“Kepala jika saya boleh tahu, saat ini apakah anda mempunyai sebuah rencana. Terus terang jika anda bertanya kepada saya, pastinya saya akan menjawab tidak ada. Kenapa demikian kerana selama ini saya sudah mencari-cari kejelasan tentang kasus ini dan saya tidak menemukan apa-apa, si pembunuh ini sangat pintar dan cerdik sekali. Dia seperti sangat tahu cara untuk membersikan barang bukti, coba kalian pikirkan lagi. Pembunuh ini pastinya menggunakan sebuah sarung tangan yang cukup tebal, sehingga walaupun korbannya berusaha untuk memberontak. Maka dia tidak akan pernah meninggalkan bekas sidik jarinya, jika mau berbicara tentang DNA. Cara seperti sangat sulit dan kemungkinannya juga terbilang kecil, sebenarnya kita hanya berharap saja. Wanita yang menjadi korbannya mencengkap si pelaku ini sampai tangannya berdarah, dengan begitu kita juga bisa mendapatkan DNAnya. Tapi selama ini tidak pernah ada yang seperti itu,” sebut detektif Morgan sekali lagi.
“Iya kamu benar juga, saya baru kepikiran sekarang. Tapi mendengar apa yang sudah kamu katakan membuat saya sepertinya mempunyai sebuah ide gila, menurut kalian bagaimana jika kita memberikan sebuah pancingan kepada si pembunuh ini. Mungkin saja pembunuh ini akan bertidak bodoh yang masuk ke dalam jebakan yang kita buat,” ucap detektif Lisa kepada semua rekan kerjanya yang terlihat begitu serius.
“Maksud kamu pancingan seperti apa?” tanya detektif Morgan yang saat ini terlihat bingung dengan senyum yakin dari detektif Lisa.
“Aku akan berpura-pura menjadi seorang dokter, lagi pula aku adalah seorang wanita. Saat ini juga masih musim hujankan, nanti ketika saat ini di saat hujan sedang turun. Aku akan menyamar menjadi seorang dokter, pastinya jika pembunuh ini menganggap aku sebagai seorang dokter. Maka dia akan mengejar dan ingin membunuhku, aku akan memancingnya masuk ke dalam tempat kalian. Kalian harus tetap berjaga, sebenarnya ini terdengar cukup konyol. Tapi kita juga tidak mempunyai pilihan yang lain lagi,” ucap detektif Lisa.
Saat ini kepala tim terlihat sangat tidak sependapat dengan deketif Lisa, sebenarnya kepala tim memang sangat ingin jika pembunuh ini dapat untuk ditangkap. Tapi kembali lagi tidak mungkin untuk menangkap orang yang berbahaya, mereka harus mengorbankan nyawa salah satu dari tim mereka. Mereka tidak tahu dengan pasti siapa musuh mereka sebenarnya dan apa yang akan menjadi kekuatan atau pun kelemahan dari si pembunuh ini, menurut kepala tim apa yang baru saja dikatakan oleh detektif Lisa itu sangat berbahaya dan dia sangat tidak setuju. Mereka juga tidak boleh melakukan kesalahan, mereka tidak tahu apa yang akan terjadi. Bisa saja jika mereka terlambat untuk menolong detektif Lisa, detektif Lisa juga bisa menjadi korban sama seperti para dokter itu dan saat ini kepala tim tidak ingin lagi mendengar ada jatuhnya korban. Tapi saat ini juga detektif Lisa terlihat sangat mengotot dengan ide yang sudah dia sampaikan, menurut detektif Lisa mereka saat ini tidak mempunyai pilihan lain. Jika tidak bertindak seperti apa yang dia katakan sekarang ini, maka akan sangat sulit untuk menangkap si pembunuh. Mereka memerlukan sebuah pancingan, jika mereka teliti maka tidak akan terjadi sesuatu namun kepala tim masih tidak setujuh dengannya. Kepala tim tidak ingin ada resiko dalam memecahkan kasus ini, apa lagi detektif Lisa adalah detektif kesayangannya. Dia adalah detektif yang paling pintar dan tanggap dari semua detektif yang sekarang ini, menjadi anak timnya.





