Terjebak Gairah Cinta Abang Tiri

Kau tak merasa kasihan dengan gadis itu Arthur, gadis itu baik serta ibu tirimu juga baik!" tukas Adrian membela orang yang arthur benci.

Brak!

Arthur menggebrak meja di kelasnya, semua mata tertuju padanya yang terlihat kilatan amarah di wajahnya.

"Sorry Arthur bukannya aku ingin menyinggungmu," ujar Adrian menunduk.

"Kamu sih adrian malah membuat Bos kita marah lagi, walau bagaimanapun Arthur tak akan pernah mau menerima mereka dalam kehidupannya!" imbuh Daren membela Arthur.

"Iya-iya aku minta maaf, aku hanya kasihan dengan gadis kecil itu yang tak bersalah!" cela Adrian lalu beranjak pergi dari kelas itu.

"Hem ... terus saja kau bela dia," maki Arthur kesal.

"Sabar Bos, mungkin saja Adrian teringat dengan almarhum adiknya dulu yang di bawa oleh ibunya saat orang tuanya cerai, adiknya itu bernama Sean meninggal saat masih berusia 10 tahun ketika di siksa oleh ayah tirinya tanpa sepengetahuan Ibunya, Aku memahami sikap Adrian itu yang tak tega jika orang lain di perlakukan tidak adil!" jelasnya membuat hati Arthur sedikit melunak.

"Bagaimana dengan ibu Adrian?" tanya Arthur penasaran.

"Ibu Adrian juga meninggal ketika berusaha melaporkan kejadian itu pada pihak berwajib, Ibu Adrian di pukuli hingga tewas di tangan suami barunya itu." Daren bercerita sambil menghela nafas prihatin.

"Hem ... Kenapa dia tidak pernah bercerita tentang hidupnya itu pada kita, selama ini Adrian hanya perlihatkan sisi hidupnya yang baik," tanya Arthur merasa iba.

"Kau kasihan dengan apa yang menimpa arthur?" tanya Daren.

"Iya," jawabnya tegas.

"Lalu apa kau tidak kasihan dengan Winona yang selalu kau buat menderita, jika Winona sampai mati di tangan orang suruhanmu apa kau tak kasihan dengan ayah dan ibu tirimu." Daren mencoba mengembalikan sisi baik sahabatnya itu.

"Aaarrrgghhh ..." Teriak Arthur yang bingung dengan perasaanya, ia lalu membawa tasnya keluar dari ruang kelas itu tak lagi mengikuti matkul hari itu.

"Arthur, mau kemana?" tanya Daren yang tak di gubris oleh sahabatnya itu.

"Mereka memang selalu mengedepankan hatinya dari pada masa depannya!" gerutu Daren pada dua sahabatnya yang telah pergi meninggalkan dirinya.

Adrian saat ini sedang duduk di bangku taman samping kampus itu, ia sedang sedih mengingat kembali kejadian yang menimpa ibu dan adiknya.

"Andai aku dulu bisa melindungi Sean dan ibu, pasti mereka saat ini masih bisa bersamaku!" gumamnya mengenang dua orang yang paling berarti dalam hidupnya.

"Maaf, aku tak sengaja membuatmu teringat dengan adik dan ibumu. aku harap kau tak ikut campur dengan masalah aku dan Winona!" pinta Arthur pada sahabatnya itu.

"Baiklah, tapi jika kau Sampai melukai Winona. Kau akan berhadapan denganku!" Ancamnya merasa perduli.

"Yah, aku tak akan Sampai membuatnya mati begitu saja. Itu sangat mudah baginya!" pekik Arthur berlalu pergi.

Adrian yang merasa kasian dengan Winona, ia bertekad melindungi Winona di balik orang lain yang akan di jadikan pelindung Winona.

Saat Arthur hampir saja menyalakan mesin motor ducatinya.

"Hay baby," sapa manja dari pacar Arthur yang bernama Caroline itu.

"Hem ... Ikut aku jika kau ingin bersenang-senang!" tawar Arthur mengedipkan sebelah matanya.

"Oke ..." sahut Caroline yang sudah hafal dengan kode dari kekasihnya itu.

Caroline dengan mesra melingkarkan tangannya di perut Arthur, ia memeluk Arthur sebegitu eratnya.

"Honey," lirih Caroline.

"Kamu hanya punya satu wanita kan?" tanyanya memastikan kekasihnya selalu setia.

"Tentu dong, siapa lagi wanita yang mampu menyaingi kecantikan dan kepandaianmu di ranjang!" puji Arthur di tengah perjalanan ke apartemennya.

Arthur saat ini hanya tinggal seorang diri di apartement miliknya, hadiah dari Edward saat ia berulang tahun di usia 17 tahun, Edward memanjakan Arthur apapun yang di mintanya selalu di penuhi.

"Ih ... Beneran kan honey, aku sangat tersanjung," tutur Caroline begitu meleleh dengan sikap manis Arthur.

Tak lama Mereka Sampai di sebuah apartement mewah di kota Haines city Florida.

Arthur memarkirkan mogenya di tempat parkir penghuni apartement mewah itu.

"Ayo baby," ajaknya menggoda di telinga Caroline.

Arthur bergandengan dengan Caroline kekasihnya, mereka lalu memasuki lift menuju kamar Arthur di lantai 29.

Di dalam lift mereka hanya berdua saja, Arthur yang memang haus akan kepuasan nafsu birahinya yang tinggi ia tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk bercumbu dengan kekasihnya.

"Ah ..."

Satu desahan lolos dari mulut Caroline ketika Arthur bergerilya memasukkan kedua tangannya menembus bermain di antara buah melon kembar menjulang milik Caroline, itulah mengapa Sampai detik ini Caroline tetap menjadi kekasih Arthur karena tubuh seksi sang kekasih mampir menjadi mainannya setiap ia menginginkan kenikmatan.

Saat pintu lift terbuka, mereka segera masuk ke dalam Apartement melanjutkan hasrat yang sudah menggebu-gebu.

"Baby, kali ini kau yang memimpin. Aku sedang ingin menikmati permainanmu!" Rengekan manja Arthur membuat Caroline begitu bergairah.

"Tentu honey, aku akan memuaskanmu!" Satu kecupan mendarat di pipi Arthur.

Arthur melepas semua pakaiannya hingga saat ini ia hanya bertelanjang bulat tanpa sehelai benang, sedangkan Caroline melepas semua pakaiannya dan mendorong keras tubuh Arthur ke ranjang.

"Ah," desah nikmat dari Arthur ketika Caroline begitu buas menjilat lehernya menuruni dada serta menggigit puting milik Arthur yang begitu menggoda caroline.

Caroline tak hanya berhenti di situ saja, ia lalu semakin turun hingga menjilat-jilat perut Arthur semakin turun lagi ia malah mengulum memasukkan senjata yang sudah tegak berdiri kokoh.

"Punyamu tetap yang paling membuatku rindu honey, tak ada yang bisa menandingi besar dan panjangnya milikmu ini!" puji caroline bermain di bawah sana menjilat sesekali memasukkan pusaka Arthur.

Lalu tak perlu menunggu lama lagi, Caroline yang sudah tak bisa menahan nafsu birahinya ia segera memasukkan pusaka milik Arthur ke dalam lembah sempit miliknya.

"Ah ..."

Desah arthur penuh nikmat ketika miliknya di tekan lebih dalam.

"Nikmatilah honey, aku akan memuaskanmu!" Bisik Caroline di telinga Arthur, sesekali Caroline mengigit penuh nafsu bibir tebal milik Arthur.

Dengan berbagai gaya Caroline bermain di atas kekasihnya itu, Arthur yang sudah sampai di puncak kenikmatannya ia lalu menghempas Caroline berbalik menyerang Caroline dengan ganas, Arthur lalu membuat Caroline dengan gaya doggy-style memaju mundurkan miliknya di lembah sempit milik Caroline. Tak lama Arthur menghentakkan Kuat pusakanya menekan lebih dalam. Dan sampainya di akhir puncak permainan adegan panas itu.

Arthur ambruk di tubuh seksi kekasihnya, ia memeluk Caroline sambil meremas-remas buah melon yang menjadi bagian yang paling di sukainya.

"Thanks baby," ucap Arthur mencium bibir Caroline.

Lalu keduanya segera turun dari tempat tidur dan mereka melanjutkan mandi bersama

Di kamar mandi itu, tak lupa keduanya mengulang adegan yang sama di kamar mandi.

Setelah mereka selesai mandi, keduanya kelelahan mereka lalu berbaring di ranjang

Tempat tidur saling berpelukan mesra layaknya suami istri.

Lanjutkan Membaca
Baca Novel Selengkapnya di Moboreader
UBuka Semua Bab
Buka Situs Resmi
Daftar Bab
Sesuaikan

Kamu Mungkin Juga Suka

Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.