Terikat oleh Cinta: Kelembutan Suamiku yang Cacat

Melihat kaki Joshua, Elis merasakan gelombang simpati melanda dirinya. Joshua yang dulu pernah berada di puncak kesuksesan kini tampak begitu rentan. Hanya karena pria ini cacat, pengantin wanitanya meninggalkannya sendirian dengan kejam di panggung, tidak menunjukkan rasa hormat padanya sedikit pun. Pasti Joshua lebih patah hati dibandingkan yang dia rasakan saat pernikahan tadi.

Mendekati Joshua, Elis meraih tangannya dan berkata dengan sungguh-sungguh, "Tenang saja. Kita sudah menjadi suami istri sekarang. Aku akan menjagamu sampai kita tutup usia nanti."

Ekspresi Joshua menegang. Mungkinkah Elis bersungguh-sungguh berjanji akan menjaganya seumur hidup? Dia meragukan ketulusannya, mengira wanita ini hanya menunjukkan belas kasihan.

Hanya diam, Joshua menggerakkan kursi rodanya menuju ruang kerja di lantai satu.

"Saya minta maaf, Nyonya," ucap Dimas dengan nada meminta maaf. "Sejak kecelakaan yang menimpanya, dia menjadi lebih temperamental."

"Tidak apa-apa, aku mengerti," jawab Elis sambil melambaikan tangannya. Siapa pun dalam posisi Joshua pasti akan mengalami perubahan temperamen.

Dia kemudian mengikuti Dimas ke lantai atas, menuju ke sebuah kamar di lantai dua.

——

"Tuan."

Di ruang kerja tersebut berdiri seorang pria botak bernama Vandro Bramanda, dia mengenakan kemeja hitam ketat yang menonjolkan otot-ototnya yang kuat.

Dengan hormat, Vandro menyalakan korek gas dan menyalakan cerutu untuk Joshua.

"Yohana telah pergi ke luar negeri. Keluarga Faldian berusaha mati-matian untuk mendapatkan solusi."

"Mereka telah mengambil enam puluh miliar dan lima proyek besar dariku. Beginikah cara mereka membalas budi padaku?"

Joshua meniupkan asap dan berkata dengan santai, "Jika aku tidak memberi mereka pelajaran, orang lain akan menganggapku sebagai orang yang mudah ditindas. Keluarga Faldian perlu mendapatkan pelajaran atas insiden ini."

"Apakah Anda ingin kami membawa kembali Yohana?" tanya Vandro sambil mengangguk. "Mengenai istri baru Anda, apakah Anda ingin memperkenalkannya pada orang-orang kita?"

"Tidak perlu."

Joshua dengan cerutu terkatup di antara giginya, mengangkat dokumen dari meja dan berjalan ke jendela.

Kursi rodanya yang disimpan di sudut ruangan, diabaikan, saat dia berjalan dengan mantap di lantai.

Dokumen yang ada di tangannya merinci seluruh kehidupan Elis, dari masa kecilnya hingga kehidupan kampusnya, bahkan termasuk kisah cintanya dengan Tio.

Joshua membolak-balik halamannya dengan santai dan berkata, "Wanita biasa. Dia menikah denganku semata-mata demi uangku."

Dulu, Keluarga Ordinus telah mengumumkan mereka mencari wanita yang tepat untuk menjadi istri Joshua, bertujuan hanya untuk mendapatkan ahli waris.

Setelah pengumuman tersebut, tidak ada keluarga kaya yang ingin menikahkan putri mereka dengannya, kecuali Keluarga Faldian yang biasa memperkaya diri dengan menikahkan putri keluarga mereka.

Tujuan Keluarga Faldian sangat jelas, menukar putri mereka dengan sumber daya dan uang.

Vandro tidak melihat alasan lain bagi Elis untuk menikah dengan Joshua selain demi mendapatkan keuntungan finansial.

Namun, ada yang tidak beres. "Awalnya, dia akan menikah dengan Tio Wintara."

"Wintara? Keluarga Wintara yang terkenal itu?" Joshua mengangkat alis.

"Ya, tapi rupanya, pengantin pria kabur untuk bertemu kembali dengan mantan pacarnya setelah menerima panggilan telepon."

Vandro berhenti sejenak, lalu mulai berspekulasi, "Mungkin dia menikah dengan Anda hanya untuk membuat kesal Tio Wintara."

Joshua berhenti membaca dokumen di tangannya dan menatap Vandro dengan sedikit kesal. "Kamu terlalu dangkal. Dengan menikah denganku, dia akan mendapatkan lebih banyak keuntungan. Itulah alasan sesungguhnya kenapa dia menikah denganku terlepas dari kecacatanku."

Di mata Joshua, Elis hanya belum menunjukkan sifat aslinya. Akan tetapi, dia tidak keberatan dengan ketertarikan wanita itu pada uangnya.

Dia membutuhkan seorang istri untuk menenangkan keluarganya. Jika Elis menikah dengannya demi keuntungan, itu akan mempermudah perceraian mereka di masa depan.

——

Duduk di tepi tempat tidur, Elis menelusuri ponselnya dan memperhatikan topik yang sedang tren.

"Pengantin Pria Kabur untuk Menemui Mantannya."

"Pengantin Wanita Menikah dengan Pria Asing untuk Membuat Jengkel Pengantin Prianya yang Kabur."

Dia melihat-lihat bagian komentar dengan santai. Publik menganggap seluruh situasi ini tidak dapat dipercaya dan tindakan kedua belah pihak tidak masuk akal. Meskipun demikian, diskusi membuat nama Elis menjadi dikenal banyak orang.

Beberapa bahkan mengetahui bahwa dia adalah seorang pemain biola di sebuah orkes dan menemukan video lamanya saat tampil di panggung.

Merasakan nostalgia, Elis tidak dapat menahan diri untuk menonton video itu. Tepat pada saat ini, Tio menelepon. "Elis, kamu di mana? Ayo bertemu dan mengobrol."

Lanjutkan Membaca
Baca Novel Selengkapnya di Moboreader
UBuka Semua Bab
Buka Situs Resmi
Daftar Bab
Sesuaikan

Kamu Mungkin Juga Suka

Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.