Terebelenggu Daun Cinta

Di satu jalan yang menuju gerbang belakang asrama milik mendiang Maria, tampak seorang perempuan berpenampilan seperti pemuda mengendap-endap mendekati gerbang tersebut sambil kedua manik indahnya mengawasi ke sekitar.

Perempuan itu adalah Keily putri Maria yang sudah berusia 20 tahun. Paras wajah si nona sangat cantik dengan kulit seputih mutiara. Sayangnya sedari lahir dibesarkan di wilayah pondok saja, tidak diperbolehkan keluar oleh Sinta. Lantas agar dia tidak kesepian, asisten Maria itu membangun beberapa pondok, kemudian ditempatkan beberapa perempuan yatim piatu seusia dia.

Keily merasa jenuh karena setiap hari hanya berada di wilayah pondok saja, lantas hanya mendengar cerita mengenai dunia luar dari Baba, Rika, dokter Alex, dan Dena. Teman-temannya hanya gadis-gadis yatim piatu yang tinggal di pondok-pondok dalam wilayah tersebut.

Si gadis sebenarnya berkali berusaha keluar dari sangkar indah itu, tetapi selalu tertangkap oleh Sinta, membuatnya mendapat hukuman dikurung di dalam pondok selama beberapa waktu.

Keily kini sudah berada di depan pintu gerbang, di mana tidak ada penjaga, karena Baba sudah mengatur upaya melarikan dirinya tersebut, lantas mengeluarkan plakat emas yang untuk kesekian kali berhasil dicurinya dari Sinta dengan tipu muslihatnya. Dia segera mengarahkan permukaan plakat tersebut yang berukiran bunga teratai emas, sambil mulutnya mengucapkan mantra untuk membuka kunci gerbang.

Namun belum juga mantera yang diucapkan selesai, melayang sebuah cambuk dari arah belakang mengenai tangannya yang memegang plakat itu.

“Akh!!” terdengar pekikan kagetnya, lantas melihat plakat melayang di udara akibat terlepas dari tangannya, cepat dia melayangkan badannya ke arah plakat itu, tetapi tangan Sinta memukul salah satu pundaknya, membuat dia mental ke belakang, landing di atas cornblok. “Bibi Sinta!” jeritnya kesal melihat Sinta memegang plakat tersebut, di mana sang bibi berdiri di depan gerbang. Lantas tangan lain si bibi memegang cambuk.

Dia segera berdiri, memasang kuda-kuda,

“Baik!” ujarnya, “Hari ini Kei kalahkan bibi dengan satu jurus, agar bibi memberikan plakat itu ke Kei seperti janji bibi.”

“Dengan senang hati jika Kei bisa mengalahkan bibi, maka bibi akan memberi izin Kei keluar dari wilayah yang dibikin nyonya Maria.” Sahut Sinta tenang.

“Bersiaplah bibi!” seru Keily lantang, lantas berlari cepat ke arah Sinta, tidak lama dilancarkan jurus tangan kosongnya ke sang bibi.

Namun kemampuan kungfu si bibi satu level di bawah Maria, sehingga dengan mudah mengalahkan Keily. Gadis itu menyerusuk jatuh di atas rumput di sebelah jalanan corn blok.

“Ha eh anak ini.” Desau Sinta mengelus dadanya, “Sudah berusia 20 tahun, tetapi tidak ada kemajuan, baik kungfu, mau pun pengobatan.”

Keily mendengar ini segera melompat bangun, di dekati sang bibi dengan wajah cemberut.

“Bibi, gimana Kei ada kemajuan, kalau terus dalam sangkar ini?”

“Apa kamu tahu di luar sana banyak bahaya dan tipu muslihat, maka jika mau keluar juga, harus membekali dirimu dengan banyak kemampuan yang matang.”

“Hayah bibi, Kei sudah besar. Lantas selama ini selalu bisa mengatasi bahaya dan tipu muslihat.”

Sinta menjadi gemas mendengar ini, dijitak kening gadis ini,

“Bahaya apa yang ada di sini, hmm?”

“Bahaya menghindari omelan bibi, dan bibi Rika.”

Tuing, Sinta kembali menjadi gemas, lantas menjewer telinga Keily,

“Kalau kamu anggap bibi ini bahaya, mengapa sampai sekarang kamu tidak bisa mengatasi bibi, hmm?” dipandang gemas anak asuhnya ini yang konyol, lugu, akibat dikurung dalam sangkar emas bikinan Maria.

“Karena bibi terlalu sakti.”

“Sudah!” hardik Sinta bertambah gemas, “Ayo kembali ke pondokmu, lantas latih kungfumu itu.” Dibawanya si nona di mana telinga sang nona tetap dijewernya.

“Akh!” pekik Keily kesakitan, “Hais bibi, pelan kenapa jalannya! Ini telinga Kei sakit.”

“Bodo amat! Kamu selalu nakal!”

+++

Di sebuah pabrik milik Collins Company di Bogor, tampak para buruh melakukan aksi demonstrasi di mana meminta pihak perusahaan mengusut kematian Sumarno kepala para buruh yang menghadap Marsud direktur pengelola pabrik tersebut untuk menyampaikan keinginan mereka seputar penghapusan kontrak kerja mereka yang tidak mendapatkan tunjangan hari raya dan 2x bonus tahunan.

Para buruh hanya mendapat gaji pokok, tunjangan kesehatan, dan bonus satu kali dalam setahun. Hal ini tidak sepadan dengan tingginya biaya hidup sehari-hari. Lantas Marsud membawa Sumarno ke Jakarta untuk menghadap Simon HRD direktur Collins Company cabang Jakarta, tetapi tidak pernah kembali ke pabrik yang berlokasi di Bogor tersebut.

Tidak lama terdengar kabar dari sang istri, Sumarno ditemukan tidak bernyawa terapung di permukaan sungai, di mana kepolisian mengatakan pria itu bunuh diri karena gagal memperjuangkan keinginan para buruh. Pernyataan ini sudah tentu tidak masuk akal karena menurut kabar angin, Issac Collins pemilik dan presdir perusahaan terkenal berhati dingin bertangan bara api, di mana jika ada yang menentang semua peraturan yang dibikinnya akan dikirim ke alam abadi.

Para buruh pun menuntut perusahaan mengusut kematian tersebut, lantas meminta keinginan mereka mengenai tunjangan dan bonus dipenuhi, atau jika tidak mereka sepakat menghanguskan pabrik.

Namun belum datang utusan dari Issac menemui para buruh tersebut sehingga mereka mulai melakukan beberapa pengrusakan, menyebabkan berbenturan dengan pihak polisi dan penjaga pabrik.

Sementara di Jakarta, Ethan putra Issac dari Laura memacu cepat jip mercynya menuju lokasi, karena dia adalah deputi satu di Collins Company pusat, tinggal di ibukota untuk mengelola Cakra Hospital yang dilepas oleh Theodore sepupu sang ayah sejak kematian Maria. Sang paman pun fokus mengelola perusahaan sendiri, tidak lagi berhubungan dengan Issac sekeluarga.

Laura ibunda Ethan menjadi cemas luar biasa karena putranya nekat pergi sendiri untuk mengatasi kerusuhan di pabrik tersebut. Meski dia tahu sang anak selalu berhasil meredakan kerusuhan yang suka terjadi di unit-unit bisnis Collins Company. Namun Ethan sedang diupayakan olehnya menjadi presdir berikut perusahaan, maka keselamatannya harus benar-benar di jaga.

Dia saat ini berada di dalam ruang kerja sang suami di Collins Company Jakarta. Bersama mereka ada Samuel putra sulung pria itu dari mendiang selirnya, Manuel asisten Samuel, dan Herbert asisten sang billionaire.

“Pa!” terdengar suara perempuan itu menegur Issac yang tampak tenang, karena kerusuhan seperti itu sudah sering terjadi, bukan masalah serius bagi pria tersebut.”Papa kok tenang-tenang aja sih? Papa ngga sayang Ethan kah?” diomelin sang suami dengan raut wajah cemas dan kesal.

Issac mendengar ini hanya menghela napas, karena puluhan tahun hidup bersama Laura, tidak ada lagi rasa cinta karena merasa sang istri ambisius, lantas pencemburu berat. Dia adalah pria yang mudah jatuh cinta, ingin punya istri lebih dari Laura. Apa daya, dua selirnya yang salah satunya Maria disingkirkan Laura.

Lantas sang istri membuatnya mendapat gelar pria berhati dingin bertangan kejam, karena semua yang bertentangan dengannya pasti dikirim sang istri ke alam abadi atau cacat tidak bisa menuntut mereka ke jalur hukum.

“Dan kamu!” terdengar lagi suara perempuan itu yang memiliki postur tubuh langsing dengan paras wajah awet muda, menunjuk Samuel yang duduk di single sofa di sisi kanan Issac, “Sebagai kakak tertua, apa kerjamu?” didamprat putra tirinya ini, “Kamu sudah tahu Ethan nekatan, kenapa tidak mencegahnya, atau menemaninya?” imbuhnya memandang kesal sang putra tiri, “Atau kamu sengaja melakukan semua itu? Agar kelak menjadi presdir Collins Company?”

“Cukup ma!” terdengar suara Issac menghentikan uring-uringan sang istri, “Papa masih hidup, kamu terus membicarakan pengganti papa kelak di Collins Company. Mama ingin papa segera meninggal kah?” dipandang si istri yang tampak kecut mendengar suara hardikannya.

“Bukan begitu maksud mama, pa.” Laura mencoba membela diri, “Sudah tentu mama ingin papa berusia panjang, agar kelak bisa momong anak-anak Ethan, juga Sam.”

“Cucu katamu? Kedua anak itu sampai saat ini belum punya kekasih. Mereka sibuk membantu papa di Collins Company karena Theodore memisahkan diri dari papa.”

“Papa, bukannya Ethan ada Santana, pasti segera memberi kita cucu.”

“Mana Ethan menyukai Santana keponakanmu itu, hmm?” Issac berbicara dengan raut wajah kesal, “Hal lain, semua kerusuhan di pabrik awalnya dari kamu kan?” imbuhnya menatap sang istri dengan tajam.

Laura tersentak kaget mendengar ini, “Apa maksud papa?”

“Kamu menyuruh orang untuk menghabisi Sumarno setelah Ethan memberi keputusan untuk memenuhi permintaan para buruh yang disuarakan Sumarno?”

Sebenarnya keinginan para buruh sudah diterima Ethan dari Simon, lantas sang dokter memenuhi itu di mana segera membicarakannya dengan Issac. Sumarno pun merasa lega, tetapi dalam perjalanan pulang, dia dihadang segerombolan orang, lantas dicekokan segelas kecil racun, tidak lama nyawa pria itu ke alam abadi, di mana setelah itu dibuang ke sungai.

Dalang yang melakukan memang Laura, karena perempuan itu mendapat laporan mengenai kasus para buruh dari Sungkar tangan iblisnya yang dulu menghabisi Winata, bahwa Ethan memenuhi keinginan buruh. Laura menjadi geram merasa para buruh tidak tahu diri, sudah bagus digaji umr Indonesia, diberikan satu kali bonus tahunan, dan tunjangan kesehatan, masih menuntut lebih. Maka diminta Sungkar mengirim orang untuk menghabisi Sumarno, sekaligus kordinasi dengan kepolisian agar mengatakan kematian kepala buruh itu murni bunuh diri.

Issac mengetahui semua itu dari Herbert yang diminta Ethan mengawasi Sumarno melalui orang-orang sang asisten karena sang dokter feeling Sumarno akan mendapat celaka karena menyuarakan keinginan para buruh. Oleh karena itu tuan muda kedua tersebut segera berangkat ke pabrik demi mengatasi efek buruk kematian Sumarno.

“Papa jangan sembarangan menuduh.” Terdengar suara Laura, “Mama hanya minta orang untuk memberi peringatan ke Sumarno, agar menyampaikan ke para buruh harus tau diri. Kita sudah memberikan yang memang harus diberikan ke buruh, mengapa minta lebih dari itu dengan alasan kebutuhan hidup kian mahal dan lainnya?” ujarnya menjelaskan demi menutupi belangnya, “Memang para buruh itu pikir hanya mereka yang bekerja untuk kita? Sangat banyak buruh bekerja di semua pabrik, tambang minyak, dan lainnya yang kita punya. Semua mendapat upah layak.”

Samuel menghela napas, ada sesalnya karena di masa lalu ikut Laura, meninggalkan Sarah ibundanya yang tidak pernah dinikahi resmi oleh Issac. Saat itu Laura baru melahirkan Ethan, juga berusaha menyingkirkan Maria perempuan lain yang hendak dinikahi Issac.

Meski Laura mengakuinya sebagai putra tertua Issac, tetapi kedudukannya tetap dibawah Ethan. Sang ibu tiri pun berusaha sedemikian rupa agar Ethan kelak menjadi presdir. Sementara Issac pria yang adil kepada kedua putranya. Ketika mereka dewasa, dan dinilai berkemampuan, dijadikan deputinya di Collins Company. Lantas karena Ethan adalah dokter spesialis internist, maka diberi tugas tambahan yaitu mengelola Cakra Hospital.

“Sam!” terdengar lagi suara sang billionaire memanggil putra sulungnya, di mana raut wajahnya tampak enggan meneruskan berdebat dengan sang istri mengenai kematian Sumarno, “Kamu susul adikmu itu. Bawa beberapa tentara kita untuk membantu adikmu itu. Papa tahu dia pasti sudah mengerahkan orang-orangnya untuk membantu dia di sana, tetapi ibu kalian over mencemaskannya.”

“Baik pa, Sam kerjakan tugas itu.” Samuel berdiri, dicium bergantian pucuk tangan kanan orang tuanya, lantas meninggalkan ruangan ini bersama Manuel.

“Papa selalu mengandalkan dia.” Terdengar lagi kekesalan Laura, “Ingat pa, meski Sam darah dagingmu, tetap saja lahir dari selir, bukan istri sah seperti mama. Papa terus mengandalkannya, bagaimana Ethan anak sahmu?”

Issac mendengar ini menghela napas, “Terserah apa katamu lah.” Ujarnya berdiri, lantas meninggalkan ruangan ini diikuti Herbert, “Maria, mengapa kamu meninggalkanku demi Theodore? Aku sudah berjanji menikahimu, menjadikanmu nyonya utama di keluarga Collins?” ujarnya pelan teringat mendiang Maria perempuan yang sangat dicintanya melebihi cintanya ke Laura dan Sarah.

+++

Di jalan raya tidak jauh dari wilayah asrama, tampak Ethan mengemudikan mobilnya dengan gesit di mana pandangannya terlihat waspada karena dikejar segerombolan orang berkendaraan motor tril dipersenjatai senjata api. Pria ini sebenarnya sudah dinanti orang-orang itu di ujung jalan raya yang menuju pabrik yang melalui wilayah asrama milik Maria.

Salahnya dia tidak menginstruksikan orang-orangnya untuk menantikan dia di sepanjang jalan menuju pabrik. Dia juga tidak membawa Gandy asistennya, Sunil dan Dakar dua ajudan setianya. Kini dia hanya mengandalkan dirinya yang punya kemampuan kungfu sehebat Issac dan Theodore.

Kini tampak satu motor tril berhasil menjajari laju mobilnya, lantas penumpang dibelakang memuntahkan beberapa butir peluru timah dari senjata api ditangan ke Ethan. Peluru dengan cepat menembus kaca mobil.

Pria ini dengan gesit merebahkan setengah badannya ke belakang, membiarkan peluru-peluru melesat menembus kaca lain dan hilang di luar mobil. Kedua tangannya pun dengan cepat memutar stir ke arah motor itu agar menghantam kuda besi bermesin itu hingga mental keluar jalan raya.

Tidak lama dari ponselnya yang terpasang di atas layar LED televisi di dasbor tengah masuk otomatis video call.

“Ethan!” terdengar suara Samuel sang kakak yang sedang memacu cepat jip, “Loe di mana sekarang?”

“Kilometer 4 jalan raya bukit selatan arah ke pabrik, Sam!” sahut Ethan kembali merebahkan setengah badannya mengelak serangan peluru yang dimuntahkan pengemudi motor lainnya, “Loe menyusul gue disuruh papa kah?” ditanya si kakak, feeling diutus ayah mereka untuk menyusulnya.

“Gue segera bantu loe!” terdengar suara si kakak yang melihat si adik dihadapkan dengan bahaya maut. Dia menambah kecepatan jipnya agar segera sampai ke lokasi yang dibilang adiknya ini. Wajahnya terlihat sangat cemas, hatinya penuh doa, tetapi,

“Ethan!” jeritnya karena dari layar tabletnya melihat sang adik terkena dua peluru, membuat adiknya kehilangan konsentrasi sehingga laju mobil ogal-ogel, “Tuhanku!” jeritnya panik segera menambah kecepatan jipnya, “Ethan!” jeritnya kembali terdengar karena merasa mobil si adik keluar jalur jalan raya, lantas meluncur sendiri karena sang adik jatuh terkulai di atas stir.

Daftar Bab
Sesuaikan
Bab Berikutnya

Kamu Mungkin Juga Suka

Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.