"Ternyata kamu memutuskan Aku hanya demi laki-laki seperti dia?" Ucap Ilham
Amel dan Alif yang sedang berjalan itu langsung berhenti mendengar ucapan Ilham itu.
"Maaf, apa kamu tadi bicara pada kami?" Ucap Alif.
Ilham tersenyum kecut," Kamu tidak akan mengerti semua yang aku ucapkan barusan Lif, tapi kalau kamu mau Tau. Lebih baik kamu tanyakan langsung kepada orang yang sedang berjalan dengan mu ini!" Selanya.
Alif pun mengikuti pandangan Ilham,dan berhenti pada Amel. "Apa kalian berdua memiliki hubungan sebelumnya?'' Tanya Alif.
Amel yang di tanyakan seperti itu,menjadi kikuk dan tidak bisa menghindari pertanyaan Alif lagi, entah kenapa dia bisa bertemu dengan Ilham di saat bersama Alif. Dia bahkan tidak pernah membayangkan sama sekali tentang masalah ini sebelumnya." Ayolah otak, berfikir lah secepatnya… biar Aku bisa mendapatkan jawaban yang tidak akan membuat Alif curiga kepadaku nantinya," batin ku.
" Emm…,begini Alif! Aku dengan Ilham ini pernah dekat sebelum kita jadian kemarin,. Dan dia tidak bisa menerima kalau Aku hanya menganggap dia sebagai seorang teman dan lebih memilih kamu sebagai kekasihku!"sanggahku. Tiba-tiba saja ide itu muncul di dalam pikiranku dan sepertinya itu adalah cara teraman agar aku terbebas dari pertanyaan yang berbelit-belit dari Alif.
Sepertinya Ilham benar-benar marah mendengar semua jawaban yang aku ucapkan kepadanya dan juga Alif.
"Kalau begitu, aku beri kalian waktu untuk berdua menyelesaikan masalah kalian terlebih dahulu, sepertinya banyak hal yang mesti kalian bicarakan berdua untuk saat sekarang ini. Aku jalan duluan Amel,"ucap Alif sambil pergi meninggalkan aku dan juga Ilham di depan sekolah ini!
Sekarang tinggal aku dan Ilham yang berada di depan gerbang sekolah ini, Aku benar-benar malas berurusan dengan Ilham, karena jujur saja setelah aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengannya waktu itu, aku sudah tidak lagi mengingat masa-masa aku waktu berpacaran dengannya entah kenapa sekarang dia balik lagi ke dalam kehidupanku dan mengusik hubungan yang telah aku buat dengan Alif, dan aku sangat yakin sekali kalau Alif pasti memikirkan hal yang aneh dan akan memicu hubungan kami menjadi renggang kembali akibat Alif baru mengetahui tentang hubunganku dengan Ilham ini.
"Apa sih yang sebenarnya kamu inginkan Ilham? Bukannya aku sudah mengatakan kepadamu kalau hubungan kita telah selesai? Lalu apa gunanya kamu menghentikan langkahku bersama Alif? "Tanyaku.
"Kamu memilih dia daripada aku, Amel? Bahkan dia tidak sesuai dengan kriteria kamu sama sekali. Dia jauh dari semua cowok yang kamu inginkan selama ini, kamu rela memutuskan hubungan kita yang telah berjalan lama itu hanya gara-gara kamu mengejar untuk mendapatkan seorang Alif. Apa sih kelebihannya si Alif? "Bentak Ilham.
"Kamu tidak akan pernah tahu apa yang aku dapatkan dari Alif, yang pastinya semua yang aku lakukan ini adalah sesuai dengan kemauanku sendiri! Dan aku minta kamu tidak pernah mengganggu kehidupanku untuk kedepannya lagi. Menjauhlah dari kehidupanku Ilham dan jangan coba-coba untuk menghancurkan hubunganku dengan Alif, memang benar Alif bukanlah kriteria pacarku selama ini yang aku cari. Tapi perjuanganku tidak mudah untuk membuat alih percaya kalau aku benar-benar mencintainya dan dari situlah aku belajar kalau setia kepada pasangan itu merupakan hal yang paling penting di dalam sebuah hubungan. Dan bersamamu itulah yang tidak pernah aku dapatkan sama sekali!" Jawabku.
"Hahaha, Aku tidak yakin sama sekali kamu bisa bertahan lama dengan Alif, kalaupun memang iya kamu memang jatuh cinta kepadanya berarti itu semua karena karma bagimu yang selalu menyakiti hati orang lain tanpa memikirkan bagaimana rasanya disakiti oleh orang yang sangat kita cintai. Bahkan kamu sama sekali tidak mengingat bagaimana sulitnya aku waktu itu mendapatkan kamu dan di saat hubungan kita baik-baik saja kamu malah memutuskannya secara sepihak tanpa mengatakan alasan apapun padaku, Dan ternyata aku mengetahui kalau kamu memutuskan hubungan kita hanya karena kamu ingin mendapatkan hatinya Alif."
"Sudah cukup! Aku tidak mau lagi mendengar ucapan apapun dari mulutmu
Ilham, seharusnya kamu sadar diri dan mulai introspeksi dirimu sendiri kenapa aku bisa membuatmu begitu saja, Kamu tidak akan pernah tahu apa yang aku inginkan dari seorang Alif. Banyak hal yang tidak aku dapatkan pada cowok yang selama ini aku pacari ketika aku bersama dengan Alif. Kalian semua yang mendekatiku itu hanya ada di saat aku dalam keadaan tidak waras sama sekali, dan bagiku bersama kalian itu hanya sebatas untuk bersenang-senang saja dan tempat untuk berbagi cerita ketika aku sedang memiliki masalah,"jawab Amel.
"Picik sekali pikiranmu itu Amel, bahkan kamu tidak pernah memikirkan bagaimana perasaanku ketika kamu menyuruhku untuk mengakhiri hubungan kita, tidak tahukah kamu kalau aku sangat sakit sampai sekarang ini melihat kau bermesraan dengan Alif? Sampai kapan kamu akan melakukan hal seperti ini Amel? Aku ingin hubungan kita masih berlanjut seperti dulu Amel, dan aku minta kamu akhiri saja hubunganmu dengan Alif karena aku benar-benar tidak bisa melupakan kamu dan hanya kamu yang akan selalu ada di dalam hatiku ini Mel!" Ucap Ilham.
"Jangan bodoh kamu Ilham,gila aja aku mau ninggalin Alif hanya demi kamu, aku mendapatkan banyak ilmu dan kebaikan ketika aku mengenal Alif, bahkan Aku bisa menjadi diriku sendiri itu karena Alif, hidupku jadi lebih baik semuanya berkat aku mengenal Alif. Lalu apakah menurutmu aku akan meninggalkan dia demi dirimu? Ingat satu hal ya Ilham, ketika aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita mulai saat itu aku sudah tidak mengingat lagi tentang kamu dan juga tentang kenangan kita semua itu sudah aku hapus Dari ingatanku dan aku tidak mau mengulang kisah lama yang sudah aku tutup. Tolong camkan itu!" Bentak ku.
"Oke, aku akan lihat sampai kapan kamu bisa mempertahankan hubunganmu dengan dia kalau aku tidak bisa mendapatkan kamu maka aku juga tidak akan membiarkan Alif bisa berbahagia denganmu begitu saja. Perjuanganku tidak mudah untuk mendapatkan kamu waktu itu, bahkan aku mengorbankan banyak hal hanya untuk bisa membuatmu bahagia Amel, tetapi dengan begitu mudahnya kamu melupakan aku dan mencampakkan aku setelah kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan dari laki-laki yang sama sekali tidak cocok denganmu itu,"sindir Ilham.
"Silakan saja apa yang ingin kamu katakan, Aku sama sekali tidak peduli dan aku tidak akan takut dengan ancaman murahanmu itu Ilham, seharusnya kalau kamu memang mencintaiku. Kamu harus menerima kalau aku tidak berbahagia lagi denganmu dan aku telah mendapatkan kebahagiaanku sendiri dengan orang lain sehingga kamu harus berbesar hati untuk menerima kenyataan kalau aku sudah bahagia walaupun tidak denganmu,! sanggah ku
"Aku akan pastikan kalau kamu akan menjadi milikku selamanya Amel, kamu telah mengukir sejarah indah di dalam hidupku dan ketika kita sedang romantisnya begitu dan aku sangat mencintaimu lalu Kamu mematahkan hatiku seakan-akan aku ini adalah sampah yang bisa kamu buang kapan saja demi mendapatkan mainan baru yang telah kamu miliki, Alif itu bukanlah pria bodoh dan aku akan mengatakan semuanya kepada Alif kalau kamu itu adalah perempuan yang akan membuat dia terluka dan dia hanya sebagai pelampiasan untuk kamu bisa mencari sesuatu yang kamu ingin dapatkan dari Alif itu," ucapnya
"Kamu jangan pernah mencoba untuk menjelek-jelekkan Aku di depan Alif ya Ilham, sekalipun Alif mengetahui tentang bagaimana sifat aku dulunya dia pasti tidak akan pernah mempercayai semua ucapanmu karena aku adalah pacarnya dan aku yang lebih mengetahui bagaimana sifat Alif dan bagaimana dia mencintaiku saat ini, sama seperti dulu di waktu kamu aku buat mencintaiku dan tidak bisa melupakanku sampai sekarang ini dan hal itulah yang telah aku buat kepada Alif sehingga percuma saja semua rencana yang telah kamu atur untuk menjelekkan aku itu karena itu sudah tidak mempan lagi! Menjauhlah sejauh mungkin dari kehidupanku karena aku sudah tidak ingin berhubungan lagi denganmu." Aku langsung meninggalkan Ilham begitu saja karena aku benar-benar merasa muak dan sangat tidak menyukai cara Ilham mengancamku dan membuat aku supaya bisa kembali lagi padanya dan meninggalkan Alif.
Jelas hal itu tidak akan pernah aku lakukan karena aku sudah sangat mencintai Alif untuk sekarang ini. Aku banyak melakukan perubahan di dalam hidupku itu karena aku mengenal Alif dan mungkin inilah yang namanya cinta pertamaku dan aku tidak ingin ada orang lain yang mengusik ataupun mengganggu di dalam hubungan kami ini, tujuanku kali ini ingin mendatangi Alif dan menjelaskan semua yang telah terjadi sebelum aku mengenalnya dan dengan siapa saja aku berhubungan sebelum aku mengenal Alif lebih jauh. Karena aku sudah tidak mau Alif menjadi salah paham lagi ketika ada orang lain yang menyampaikan informasi tentang aku kepadanya.





