Raisa duduk ditepi ranjangnya sambil berpikir bagaimana caranya dia mendapatkan uang sepuluh juta semalam untuk membayar ganti rugi.
Drrrt!
Raisa tersentak saat mendengar suara ponselnya yang ada diatas nakas,Raisa lantas mengambil ponselnya dan mulai berbicara dengan orang ditelpon.
(Raisa,kamu belum tidurkan? Aku akan kerumahmu sekarang!) Suara Vanes diseberang.
(Ya) hanya itu yang dikatakan oleh Raisa karena dia juga sedang pusing sekarang.
(Baiklah aku akan kesana sekarang,kamu jangan tidur!) Vanes mematikan sambungan teleponnya.
Raisa kembali menaruh ponselnya di nakas,dia sangat kesal sekarang karena Vanes memang suka seenaknya.
Jam menunjukkan pukul setengah sembilan, seharusnya Raisa sudah bersiap siap untuk tidur,tapi dia masih harus menunggu kedatangan Vanes.
"Raisa ada Vanes!" Teriak ibu Raisa.
"Iya Bu!" Raisa segera keluar dari kamarnya untuk menemui Vanes yang sudah ada di ruang tamu.
Lagi lagi Vanes memakai jaket tebal untuk menutupi penampilannya.
"Saya akan tidur disini malam ini Tante, bolehkan?" Vanes bersikap sangat manis .
"Boleh,tapi kalian berdua jangan tidur larut ya,Tante mau tidur dulu!" Ibu Raisa masuk kedalam kamarnya setelah mengizinkan Vanes menginap dirumahnya.
Vanes langsung menggandeng tangan Raisa dan mengajaknya masuk kedalam kamar Raisa.
Setelah masuk kedalam kamar Raisa,Vanes lantas membuka jaketnya dan mengeluarkan tas yang berisi alat make-up dan juga gaun seksinya.
"Apa kamu akan memakai baju ini?" Raisa memegang baju Vanes yang sangat kurang bahan.
"Iya, cantikan?" Vanes berbicara sambil merias wajahnya.
"Vanes ini bukan baju manusia,lebih tepatnya ini baju untuk kucing,ini kecil kali,mana muat sama kamu!" Raisa melemparkan baju tersebut ke Vanes,dia geli sendiri saat memegangnya.
"Enak saja,ini lagi trend tau! Kamu sendiri yang nggak gaul maka nya nggak tahu mana yang lagi hist sekarang!" Ujar Vanes yang mengambil baju tersebut.
"Terserah kamulah Vanes!" Raisa duduk di ranjang nya, sambil memperhatikan Vanes yang berdandan.
Raisa sangat ingin mengatakan pada Vanes tentang kejadian tadi sore,tapi sepertinya Vanes tidak akan peduli dan malah menyalahkan adiknya.
"Apa aku sudah cantik?" Vanes memamerkan riasan wajah nya pada Raisa.
"Cantik!" Hanya itu yang dikatakan oleh Raisa, karena memang Vanes sudah cantik,mau di makeup seperti apapun dia tetap cantik.
"Benarkah? Tapi sepertinya lipstikku masih kurang merah!" Vanes kembali memakai lipstiknya." Nah,ini baru sempurna!" Vanes menatap dirinya di cermin Raisa.
"Sekarang aku akan memakai baju ini!" Vanes segera memakai baju yang kurang bahan tersebut dan memperlihatkan belahan dadanya.
"Apa kamu tidak akan masuk angin Vanes? Baju ini sangat terbuka!" Lagi lagi Raisa berkomentar.
"Tidak masalah, yang penting aku cantik!" Ucap Vanes lagi.
Vanes langsung mengambil sepatunya dan memakainya,Raisa hanya mengembuskan napas saat melihat tingkah Vanes.
Vanes mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jaketnya,pacarnya sudah menunggu di luar
"Aku akan pergi sekarang Raisa,kamu jangan bilang bilang ibumu ya!" Vanes segera berlalu dari hadapan Raisa.
Raisa hanya diam saja dan melihat Vanes dari luar jendela kamarnya.
"Semudah itu kamu mendapatkan cinta Vanes, semoga kali ini kamu tidak ketahuan!" Ujar Raisa sambil memungut semua barang Vanes yang berserakan di lantai.
Vanes sudah ada di tempat pesta bersama dengan pacarnya, seperti biasa mereka akan menari dan minum minum.
"Ayo kesini sayang,kita berpesta!" Arya menuntun Vanes untuk menari dilantai dansa.
Vanes mengiyakan ucapan Arya pacar barunya, mereka menari bersama dengan teman teman yang lainnya.
Banyak dari mereka yang sudah teler karena minuman keras yang ditenguknya.
"Sayang,aku mau ketoilet dulu ya!" Vanes pamit pada pacarnya.
"Ya,aku tunggu kamu disini sayang!" Ucap Arya sambil mencium pipi Vanes.
Vanes berlalu ketoilet,saat di sudah masuk kedalam toilet dan melepaskan hajatnya untuk buang air kecil,tidak sengaja Vanes mendengar percakapan dua orang wanita diluar yang sepertinya sedang mencuci tangan.
"Kamu tahu Arya? Cowok dengan motor besarnya itu?" Ucap salah satu gadis tersebut.
Vanes menempelkan telinganya ke pintu toilet, untuk mendengar lebih jelas percakapan mereka, karena mereka menyebut nama Arya yang sekarang sudah menjadi pacarnya.
"Cowok yang tadi itukan?"
"Iya,kamu tahu dia mengajakku kencan,katanya dia ingin mengenalku lebih jauh!"
'' bukannya dia sudah punya pacar ya? Tadi dia datang bersama dengan pacarnya?"
"Si Vanes maksud kamu?"
"Iya,bukankah Arya pacaran dengan Vanes?"
"Arya hanya main main dengan wanita murahan itu, iya kali Seorang Arya mau dengan wanita seperti Vanes,Arya cuman ingin memamerkan pada semua teman temannya kalau dia juga bisa mendapatkan Vanes yang terkenal dikalangan cowok,dia itu wanita bodoh yang gampang di manfaatkan!" Mereka membicarakan Vanes sambil tertawa,tanpa mereka sadari Vanes sedari tadi mendengar ucapan mereka.
Vanes keluar dari toilet dan menghampiri mereka berdua yang sedang asyik tertawa.
"Pasti kalian sangat suka bergosip ya? Dasar kampungan!" Ucap Vanes sambil mencuci tangannya dan memberikan percikan air ke wajah kedua wanita yang menyebalkan itu.
"Aww,jorok banget sih?" Mereka tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh Vanes.
Vanes tidak peduli dengan mereka, sekarang dia ingin membuat perhitungan dengan Arya.
Setelah menemui Arya,Vanes langsung menyiramkan air ke kepala Arya.
"Hei apa yang kamu lakukan?" Arya sangat kaget dengan apa yang dilakukan oleh Vanes padanya.
"Kita putus!" Ucap Vanes lantang sambil mengambil tasnya.
"Sayang,sayang tunggu dulu,ada masalah apa? Kenapa tiba tiba kamu minta putus? Tolong jelaskan dulu penyebabnya!" Arya menarik tangan Vanes dan meminta penjelasan.
"Lepaskan, tidak ada alasan untuk kita putus,jadi sekarang biarkan aku pergi!" Ucap Vanes
"Kamu pikir kamu wanita hebat apa? Kamu itu cuman wanita murahan yang gampang untuk didapatkan,aku sudah menang taruhan karena bisa mendapatkan kamu,ya walaupun hanya beberapa hari!" Arya merasa bangga karena telah bisa mendapatkan Vanes, ternyata dia mendekati Vanes dan menjadi pacarnya hanya untuk taruhan, sekarang dia sudah menang taruhan tersebut.
Plakk!
Vanes menampakkan wajah Arya karena dia sangat kesal dengan Arya sekarang,bisa bisanya dia dijadikan bahan taruhan.
"Dasar kurang ajar!" Umpat Vanes sebelum benar benar keluar dari bar tersebut.
"Seribu wanita gampangan seperti kamu bisa kudapatkan Vanes,kamu itu tidak pantas dicintai,kamu hanya wanita murahan yang bisa dinikmati oleh semua lelaki!" Teriak Arya.
Vanes berjalan sambil menutup kupingnya,dia sudah tidak mau lagi mendengar ocehan Arya yang tidak ada gunanya.
Sesampainya diluar bar,Vanes berteriak sambil mendendang tong sampah yang ada didepannya,dia sangat kesal sekarang.
Vanes langsung menghentikan Taksi ,dia ingin pulang sekarang.
Taksi yang ditumpangi Vanes sudah sampai di depan rumah Raisa,Vanes buru buru masuk kedalam rumah Raisa, karena dia mempunyai kunci cadangan yang diberikan Raisa
Vanes masuk kedalam kamar Raisa setelah melemparkan tasnya kesembarang arah, Vanes langsung memeluk tubuh Raisa yang masih membaca novel.
Tentu saja Raisa kaget dengan apa yang dilakukan oleh Vanes sekarang.





