Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Skandal Ranjang Ternoda
Skandal Ranjang Ternoda

Skandal Ranjang Ternoda

8.9
/ 10
Dalam Skandal Ranjang Ternoda, sepasang suami istri terjebak rutinitas tanpa cinta hingga rahasia perselingkuhan terungkap. Antara pengkhianatan dan balas dendam, mereka menodai komitmen suci. Simak modern novel ini sebagai pilihan romance novel terbaik untuk dibaca.

Ringkasan Skandal Ranjang Ternoda

Kehidupan mapan pasangan suami istri ini hanyalah selubung bagi pernikahan yang hampa. Tanpa cinta, mereka bertahan demi status meski batin terluka. Keheningan pun memicu pengkhianatan di balik pintu kamar. Sang suami berpaling pada sosok muda yang energik, sementara sang istri mencari kenyamanan pada figur pria tua yang tak terduga. Di tengah gejolak nafsu dan balas dendam, mereka menodai kesucian ranjang melalui skandal getir yang menghancurkan segalanya.
Selengkapnya

Skandal Ranjang Ternoda Bab 1

Anakku baru saja terlelap di ranjang kecilnya setelah lelah menangisi ibunya yang telah pergi. Kasihan sekali kembaranku sewaktu aku balita ini. Baru umur dua taun tetapi sudah mengerti arti kasih seorang ibu, Dia begitu menginginkan ibunya, bagi dia ibu merupakan segalanya.

Tiga hari ini sungguh sangat berat dan sulit kulewati. Bukan hanya karena Rafael atau urusan tetek bengek rumah tangga saja, tapi hatiku yang hancur terluka dan amarahku yang masih meletup-letup.

Harus kuakui bahwa aku memang terlalu sibuk dan kurang memperhatikan kebutuhan biologis istriku. Berkali-kali aku dapatkan sinyal itu darinya baik secara verbal atau dari tingkah laku.

Biasanya dia menjadi sensitif kalau libidonya tak terlampiaskan. Selama ini aku tidak menganggap hal itu serius, maka tidak kuambil tindakan.

Aku pikir seharusnya Diana memahami kesibukanku sebagai eksekutif muda yang sedang mengejar karir demi masa depan kami.

Kupandangi telapak tangan kananku.

Inilah bagian tubuhku yang terakhir menyentuh pipi Diana. Bukan menyentuh sebetulnya menyakitinya. Masih kuingat betapa merah pipinya yang mulus setelah kusakiti. Apa boleh buat aku memang murka sekali saat itu.

'Maafkan aku sayang,' gumamku sambil kukecup gaun tidur milik istriku hadiah ulang taun dariku.

Tercium aroma tubuhnya di sana, teringat begitu halus kulitnya yang putih, kontras dengan warna ungu gaunnya. Terbayang lekukan tubuhnya yang sempurna namun jarang kusentuh.

Terkenang pula saat-saat dia membuka bungkusan hadiahku dan sinar bahagia terpancar di matanya ketika mendapati sepotong gaun tidur itu.

Dia memakai hadiahku di malam ulang taunnya dan malam itu kami bercinta sepanjang malam, dan itu sudah lama sekali.

Tiga malam yang lalu,

Sepulang kerja, hampir merupakan rutinitas aku masuk kamar menyusul istriku yang tengah berbaring di ranjang. Aku cium pipinya dan kukatakan ai love you, lalu tertidur di sampingnya.

Tidak biasanya, di tengah malam aku terbangun oleh gemuruh hujan yang sepertinya sangat deras.

Diana tidak di sisiku mungkin di kamar Rafael, pikirku.

Aku keluar untuk memeriksa. Di kamar Rafael, kudapati hanya ada anakku sedang tidur dengan nyamannya. Kucari istriku dan diantara gemuruh hujan terdengar suara sayup-sayup mencurigakan yang berasal dari garasi mobil.

'Dengan siapa istriku berbicara ditelpon malam-malam begini, mana hujan lagi?' tanyaku dalam hati.

Firasat buruk mulai datang karena suaranya semakin mencurigakan. Akhirnya aku menguping, walau tidak jelas, tapi bisa aku dengar suara Diana menjerit-jerit dalam kenikmatan sambil meneriakkan kepuasannya, mengalahkan suara hujan yang semakin bergemuruh walau tanpa badai.

Seketika itu juga sekujur tubuhku menjadi lemas. Aku tak berani menebak apa yang sedang dia lakukan di sana, apalagi untuk memergoki dia bermain cinta dengan lelaki lain.

Lebih baik aku tidak menangkap basah siapapun yang sedang berselingkuh. Pernah aku pergoki ibuku bercinta di dapur dengan tukang sayur yang sudah tua. Bayangan itu tak pernah hilang dari ingatanku sampai sekarang.

Jantungku berdebar, bagaimana mungkin istriku berselingkuh? Tak mungkin rasanya Diana berbuat serong, dia istri yang setia dan sangat baik.

Tak berapa lama, suara yang samar-samar itu telah reda, lalu pintu garasi terbuka dan dari sana keluar Diana menggenggam handphonenya. Kutangkap keterkejutannya, dan wajahnya pucat pasi mendapati aku berdiri di depannya.

Apa yang barusan kamu lakukan Diana? Langsung aku interogasi dengan suara gemetar.

Istriku tidak berusaha untuk mengelak dan kelihatan pasrah menerima tuduhanku. Dia bahkan mengakui kalau selama ini ada pria lain dan bahwa dia baru saja bercinta online bersama pria itu via telepon untuk memuaskan dirinya.

Tak ayal lagi tanganku melayang dan mendarat di pipinya dengan sangat keras. Paginya sebelum aku dan Rafael bangun, Diana telah pergi entah kemana.

Kini aku biarkan air mataku menetes satu per satu tanpa menodai gaun malam Diana di genggamanku. Aku sangat menyesali kegagalanku memberikan kebahagiaan kepada wanita yang sudah lima taun aku nikahi ini.

Kemarin aku masih belum tenang dan marah-marah tapi sekarang aku sudah mampu berpikir dengan jernih.

Seharusnya aku ketaui lebih dini kalau Diana sesungguhnya sudah cukup lama menderita dan kesepian. Andai saja tak kubiarkan dia kesepian, dan andai saja dia bahagia bersamaku, tak akan mungkin dia menjalin hubungan dengan lelaki lain.

Apa yang terjadi adalah murni kesalahanku.

Kemana gerangan istriku pergi, ke rumah laki-laki itukah?

Diana memang sering bilang lebih baik hidup sederhana asal bahagia.

Apakah dia menemukan kebahagiaan bersama laki-laki itu?

Cintakah lelaki itu pada Diana?

Tentu saja, apa susahnya mencintai seorang Diana. Dia wanita cantik yang lembut dan cerdas. Aku mencintainya setengah mati karena kecantikan, kelembutan dan kecerdasannya itu.

Kini aku benar-benar menyadari, hanya bersama Diana hidupku menjadi lebih bermakna, dan jika dia pulang, aku akan melakukan segalanya untuk istriku.

Sudah waktunya aku memberi tanpa menuntut dalam hal-hal yang lebih bermakna. Bilamana ada acara kumpul-kumpul dengan keluarga besarnya, aku akan ikut serta dengan raut wajah yang ceria. Karena aku tahu dengan cara ini aku akan membuatnya senang.

Selama ini aku memilih untuk tidak berada di tengah-tengah mereka, itu semata-mata karena aku merasa keluarga besar Diana bukanlah levelku. Mereka orang kampung yang terlalu sederhana untuk bisa duduk sejajar denganku, apalagi keluargaku.

Kini aku membayangkan kembali betapa intens dan bergairahnya Diana di garasi beberapa malam yang lalu. Dia bercinta online entah dengan siapa. Desahan dan jerit kenikmatannya bahkan hingga membangunkan tidurku.

Hatiku benar-benar tersayat, tak pernah dia sebegitu bergairahnya saat bercinta denganku, dan aku sangat cemburu.

Pernahkah lelaki online itu menjamah istriku secara langsung dan memberinya kepuasan yang selama ini tidak dapat kuberikan?

Diana memang sulit sekali mendapatkan puncak birahinya, atau memang karena aku yang tidak mampu membuatnya mencapai puncak.

Di awal hubungan badan, aku selalu berusaha memberikannya, namun karena selalu gagal maka aku pun tidak lagi memikirkannya. Hanya aku yang selalu mengalami puncak, sementara Diana kubiarkan gelisah sendirian. Lelaki memang seharusnya bgeitu.

Sejujurnya, saat bercinta dengan Diana, bagiku hanya kewajiban saja bukan lagi permainan indah sepasang suami istri yang saling memiliki.

Apalagi belakangan ini kami malah jarang melakukannya. Terkadang sebulan sekali, bahkan pernah beberapa bulan Diana tak kusentuh sama sekali. Aku rasa dia mengerti kesibukanku, bukankah wanita yang terpenting cukup uang? Aku tak pernah mengurangi hak dia mendapatkan nafkah lahir dariku, malah berlebihan. Dia bebas menggunakan uang pemberian dariku yang cukup melimpah.

"Diana, rumah ini serasa bukan rumah lagi tanpa kehadiranmu," gumamku sambil kembali menyeka air mata yang entah sejak kapan aku menjadi terbiasa menangis.

Aku menempelkan gaun tidur miliknya di wajahku sambil menghirup nafas dalam-dalam.

"Aku merindukanmu Sayang, Rafel begitu membutuhkan dirimu, Diana. Sepanjang hari dia memanggil-manggilmu. Anak kita tidak mau denganku karena aku ayah yang kurang sabar dan tidak becus mengurus anak."

"Pulanglah Diana. Pulanglah Sayang, akan kubuktikan bahwa aku mampu memberikan kehangatan dan kepuasan seorang suami. Aku berjanji tak akan membuatmu murung lagi sampai bila-bila masa."

Aku hampiri Rafael yang tidur dengan damai, kubisikkan padanya "Mama akan segera pulang, papa berjanji, Sayang."

Tanganku menepuk-nepuk lembut lengannya yang mungil. Lantas setelah itu, aku mencoba lagi menghubungi ponsel Diana.

"Hai," suara datar dari seberang kudengar dengan sangat jelas.

'Yes!' Aku bersorak dalam hati karena ternyata Diana sudah mau menerima teleponku.

"Sayang," sapaku lembut

"Iya Mas, bagaimana keadaan Rafa?" tanya Diana dengan suara agak parau.

"Oh, terima kasih kamu sudah mau menerima teleponku lagi. Rafa baru saja bobo, dia sangat sedih kamu tidak ada di rumah. Rafa terus mencarimu." ucapku dengan suara yang sedikit tercekat karena gemuruh di dadaku terasa membuncah.

"Aku tahu itu," jawabnya lirih.

"Apa kabarmu Sayang?" tanyaku lagi dengan suara sengau diliputi perasaan haru dan rindu yang membiru.

"Aku biasa-biasa saja, Mas," jawabnya pelan namun terdengar datar seperti tak memiliki makna apapun.

"Maafkan aku, Diana," ucapku pelan. lantas diam sejenak untuk merasakan apakah istriku masih bersedia berbicara denganku.

"Ya, Mas," jawabnya pelan.

"Maafkan segala dosa-dosa suamimu ini. Aku yang salah selama ini, aku akan berubah jika kamu bersedia memberiku kesempatan lagi, Sayang."

"Harus berapa kali lagi aku memberimu kesempatan, Mas? Ini sudah lebih dari sepuluh kali aku memberimu kesempatan. Aku benar-benar sudah lelah kita harus terus-terusan bertengkar seperti ini." Diana bicara panjang dengan suara yang terdengar agak bindeng.

"Tapi baru kali ini aku benar-benar tersadar. Baru kali ini aku merasa sangat takut kehilangan dirimu, Sayang," jawabku dengan sangat sungguh-sungguh.

"Tak berapa lama aku mendengar suara dia menangis kecil dalam isakannya yang sangat menyayat hatiku.

"Sayangku jangan menangis terus. Di mana dirimu sekarang?" tanyaku sambil menyeka air mataku yang ternyata juga sudah membasahi pipiku.

"Aku di rumah Kakek Anwar," jawabnya pelan.

"Aku jemput sekarang ya," pintaku lembut.

"Jangan. kasihan Rafa sedang tidur. Jangan bangunkan dia, nanti malah rewel," cegah istriku dengan suara yang terdengar seperti kaget.

"Iya sayang." Jawabku pelan. Baru tersadar kalau aku jemput Diana, Rafael mau tidak mau harus aku bangunkan, tidak mungkin ditinggal sendirian dalam waktu lama.

"Kalau gitu, kamu nyetir sendiri aja ya, diantar sama Kakek Anwar, biar Rafa dan aku menunggumu di rumah."

Dia terdiam lagi dan diantara kami pun terjadi keheningan cukup lama.

"Sayang?" Aku bertanya meminta konfirmasinya.

Belum ada jawaban.

"Sayang kok malah diam?" Aku kembali bertanya untuk memastikan.

Sejujurnya ini adalah kata 'sayang' paling dalam yang aku ucapkan, selama ini aku mungkin sudah melupakan kata-kata mesra itu. Aku akan memperbaiki lagi semuanya dari awal. Akan sesering mungkin aku ucapkan kata itu, asal Diana kembali padaku, pada Rafael anak kami.

"Pulang sekarang ya, Sayang. Aku sangat mencintaimu Kami benar-benar sangat membutuhkanmu, aku dan Rafa sangat membutuhkanmu, saat ini dan seterusnya," ucapku dengan sangat lirih memohon. Hatiku menangis tak bisa kubayangkan andai Diana benar-benar tak kembali pulang ke rumah ini.

"Oke, Mas, aku pulang sebentar lagi diantar sama Kakek Anwar," bisiknya pelan.

"Hati-hati bawa mobilnya, Sayang. Jalanan licin sekali," balasku dengan sejuta bunga yang memenuhi ruang jiwaku dan gairahku pun seketika membara.

Aku bersiap-siap menyambut kepulangan Diana Pusparani, istriku tercinta. Rasanya lama sekali waktu berlalu, sebentar-sebentar aku menengok keluar jendela. Pemandangan di luar menjadi begitu indah, rumput yang terhampar hijau menambah kesejukan di hatiku.

^*^

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Cinta & Pengorbanan Alya
Cinta & Pengorbanan Alya
Dalam Cinta & Pengorbanan Alya, Alya menjadi ibu pengganti demi biaya medis ibunya. Namun, kesepakatan dengan Niko sang pengusaha ini memicu dilema emosional. Baca billionaire romance novels ini di webnovel untuk mengungkap rahasia keluarga dalam kisah romance fiction books yang penuh intrik.
Dari Saingan Menjadi Ipar
Dari Saingan Menjadi Ipar
Dalam novel romance Dari Saingan Menjadi Ipar, Josie Watson bertekad menceraikan Laurence Andrews yang terus menghinanya demi Rosalie Harris. Di tengah konflik modern novel ini, Josie tidak menyadari bahwa kakak Rosalie diam-diam mendesaknya pergi. Temukan kisah lengkapnya di web novel ini.
Istri Rahasianya, Aib Publiknya
Istri Rahasianya, Aib Publiknya
Dalam Istri Rahasianya, Aib Publiknya, hidup seorang perawat hancur saat suaminya yang amnesia ternyata Brama, miliarder kejam tunangan sosialita. Romance novel ini mengisahkan perjuangan bertahan hidup dari ancaman sang taipan. Baca web novel modern ini di platform read novels online.
Jebakan Cinta SANG MANTAN
Jebakan Cinta SANG MANTAN
Dalam romance novel Jebakan Cinta SANG MANTAN, Nada nekat menjebak Ivander dalam pernikahan modern demi menebus dosa masa lalu. Di tengah kebencian yang mendalam, mampukah pengorbanannya meluluhkan hati sang mantan? Simak kisah penuh intrik ini di web novel kami sekarang.
Misteri matinya teman-temanku
Misteri matinya teman-temanku
Dalam Misteri matinya teman-temanku, satu per satu nyawa hilang secara tragis tanpa jejak. Sang pembunuh cerdik mengincar siapa pun yang menyakiti tokoh utama. Ungkap teka-teki mematikan dalam mystery story dan horror novel mencekam ini melalui platform read novels online terbaik.
My Bad Boss
My Bad Boss
Dalam novel My Bad Boss, Xaiver Narendra Maximilian harus menghadapi tantangan saat prinsipnya goyah oleh Adeeva Adelia. Ikuti perjalanan romansa penuh dinamika ini dalam billionaire romance novels pilihan. Baca kisah seru mereka hanya di platform web novel terbaik saat ini.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.