Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
PRIA BERKEKUATAN MONSTER DI DALAM DINDING YANG TIDAK AKAN MUDAH DI HANCURKAN
PRIA BERKEKUATAN MONSTER DI DALAM DINDING YANG TIDAK AKAN MUDAH DI HANCURKAN

PRIA BERKEKUATAN MONSTER DI DALAM DINDING YANG TIDAK AKAN MUDAH DI HANCURKAN

8.2
/ 10
Dalam fantasy novel PRIA BERKEKUATAN MONSTER DI DALAM DINDING YANG TIDAK AKAN MUDAH DI HANCURKAN, Shin menjadi kelinci percobaan demi melawan dominasi Maou. Ikuti adventure story penuh aksi ini saat ia mengungkap rahasia kelam pemerintah demi menyelamatkan peradaban manusia yang terancam punah.

Ringkasan PRIA BERKEKUATAN MONSTER DI DALAM DINDING YANG TIDAK AKAN MUDAH DI HANCURKAN

Shin, pemuda dari kelas bawah, bertransformasi menjadi sosok berkekuatan monster setelah dijadikan eksperimen manusia. Di dunia yang telah berabad-abad dikuasai Maou, ia bersama rekan-rekannya bertekad menggulingkan rezim yang tidak adil. Misi mereka adalah membongkar rahasia gelap pemerintah dan memulihkan tatanan dunia. Namun, tantangan besar menanti: mampukah mereka memperbaiki kesalahan masa lalu, atau justru kehancuran peradaban manusia dan Maou yang akan terjadi?
Selengkapnya

PRIA BERKEKUATAN MONSTER DI DALAM DINDING YANG TIDAK AKAN MUDAH DI HANCURKAN Bab 1

Seorang lelaki berlari di tengah jalanan di antara rumah-rumah bertingkat, dari tangannya mencekam kekuatan dahsyat, membekukan semua yang disentuhnya. Hingga orang-orang di kota tersebut tunggang-langgang tampak ketakutan. Dia mengamuk sejadi-jadinya, berteriak-teriak seperti kesakitan. Saat ini dia tak dapat mengendalikan kekuatan juga dirinya sendiri.

“Bunuh! Bunuh! Bunuh!” Suara berat terus menerus bergema di kepalanya, seolah-olah dia dirasuki sesuatu.

“Aaaaa!” Suara teriakan orang-orang yang sedang berlarian semakin membuatnya tak terkendali.

“Monster! Dasar Pembunuh!” Suara di benaknya semakin bersahutan. Kini dia mencoba menutup telinga, tapi tetap saja gema-gema itu masih tetap terlintas.

Tak berapa lama semua suara tiba-tiba hilang dan kota seketika menjadi sunyi. Lelaki berambut hitam itu melepaskan tangan dari telinga, lalu memandang kakinya membeku yang seketika menjalar keseluruh tubuh.

“Hei! Tukang Tidur, bangun!”

Lelaki berbaju pasien itu beranjak sembari terkejut, kemudian segera terduduk di sisi tempat tidur saat dia menatap gadis di depan wajahnya persis. Gadis yang membangunkannya dari mimpi buruk.

“Pasti kau bermimpi.” Gadis itu memasang wajah kasihan, kemudian menggeser kursi, duduk tepat di hadapan. “Syukurlah kamu tidak mati, kamu sudah tertidur dua hari.” Dia memiringkan kepala memasang wajah manis.

Peluh memenuhi kening yang tak tertutup rambut, lelaki itu terdiam sembari menyekanya, raut mukanya tampak terguncang. Kini dia semakin tegang hingga tak bergerak sedikit pun kala wajah gadis dengan mata indah itu berada sejengkal di depan.

“Sudah puas lihatnya.” Gadis itu melotot.

Lelaki berambut cepak itu tak berkata apa-apa. Dia langsung memalingkan muka. Tak lama kemudian dia memegang kepala yang mulai terasa sakit. “Aaaaahhhhhh!” Sekarang dia berteriak kencang, sambil memegang erat kepala. Sekelebat dalam pikirannya seperti melihat beberapa bayangan orang memakai masker dan baju serba putih sedang menatap tepat ke arahnya.

Dengan cemas gadis itu bergegas mengambil sesuatu dari laci meja di samping, kemudian meraih kapsul plastik. Sesegera mungkin dia memberikan dua butir obat ke tangan lelaki itu.

Tanpa pikir panjang lelaki itu telan bulat-bulat obat tersebut tanpa air. Kini kepalanya mulai tenang, kemudian tangannya perlahan turun.

“Setidaknya obat ini bisa membuatmu tenang.” Gadis berambut hitam dengan gaya diikat satu ke belakang serta berwajah cantik itu mengangkat satu alis heran sambil memegang wadah obat.

Pandangan lelaki itu menelaah wajah Gadis di depannya sambil mengernyitkan dahi seakan bertanya, siapa gadis yang ada dihadapanya sekarang?

Gadis itu menyadari bahwa dia belum memperkenalkan diri. “Aku Maki, yang bertanggung jawab mengobatimu. Panggil saja Maki.” Tangannya terulur sembari tersenyum, memampangkan lesung pipi yang membuatnya tampak manis.

Lelaki itu segera berjabat tangan dengan Maki. Dia tak mau menyia-nyiakan kesempatan menyentuh tangan gadis cantik di hadapannya itu. “Aku Shin. Kamu bisa memanggilku Shin. Terima kasih telah menolongku.” Sambil tersenyum, Shin mengabaikan rasa sakit kepalanya yang masih terasa.

Lelaki sedikit pemalu itu bergegas beranjak dari tempat duduk karena tak mau tampak lemah di hadapan gadis yang telah menolongnya.

Namun, suara keras mengalihkan perhatian keduanya. Mereka terkejut, lalu menatap satu sama lain. Itu bunyi bangunan roboh berserakan seperti telah diledakkan oleh bom. Suara keras tersebut tak jauh dari tempat mereka. Dari luar jendela orang-orang pun terdengar mulai berlarian.

Tanpa permisi seorang gadis berbadan tinggi membuka pintu dengan kencang. Sesaat kemudian dia cepat-cepat menghampiri Maki.

“Apa yang terjadi, Kasumi?” Maki tampak cemas. Kasumi segera membisikan sesuatu pada Maki.

“Ada ap ….” Shin mengernyitkan dahi, belum sempat melayangkan pertanyaan, tapi Maki dan Kasumi sudah berlari, lalu lenyap di ambang pintu.

Tanpa berpikir panjang Shin bergegas bermaksud menyusul. Namun, setelah keluar ruangan matanya menangkap ada tangga ke bawah.

Kali ini Shin telah memakai baju hitam lengan panjangnya, dia telah berada di lantai bawah, tapi sudah tidak ada siapa-siapa di sana hanya tersisa botol bekas minuman di meja beserta bungkus makanan. Tampak kacau seperti sudah mengadakan pesta.

Gemuruh ledakkan menggema lagi. Dahi Shin mengernyit, kali ini terdengar jauh dari tempatnya sekarang. Dengan cepat dia bergegas membuka pintu keluar, matanya menyipit sekejap sebab cahaya terang.

Sekarang Shin sudah berada di jalanan sambil kebingungan. “Ke mana perginya Maki?” ucapnya sambil menatap asap-asap hitam mengepul terhalang bangunan-bangunan berlantai dua. Dari sana orang-orang berlarian, mereka sedang menghindar dari sesuatu.

Beberapa ledakkan menggema, lalu dari arah lain asap hitam membludak. Kepulan itu kini cukup jauh dari tempatnya berdiri. Shin langsung melesat secepat mungkin menghampiri asal suara.

Sesampainya di tujuan, Shin memandang banyak reruntuhan rumah, anehnya dia melihat banyak pohon yang daun-daunnya memunculkan asap hitam. Sekarang benaknya bertanya-tanya. “Mengapa tempat ini menanam pohon seperti itu, dan daun-daunnya mengeluarkan asap?”

Selesai mengamati daerah tersebut, Shin kembali berlari, kemudian sampai di perbatasan. Pandanganya segera menyusuri sekitar. Terlihat gapura serta pintu gerbang yang menempel pada benteng tinggi besar telah hancur berkeping-keping, sepertinya ada yang menembus pertahan tempat itu. Di sana cuman tersisa papan yang tergelak di tanah bertuliskan ‘Desa Gin’.

“Sudah pasti ini ulah Maou.” Raut wajah Shin tampak sangat kesal tampak dari kepalan tangannya. Sekarang pikirannya tahu semua ledakan itu perbuatan siapa karena dari tadi dia dapat merasa ada yang aneh pada tubuhnya.

“Bagi yang masih di luar segera ke tempat evakuasi!” Terdengar jelas sebuah pengumuman dengan pengeras suara.

Sembari tetap berdiri di sana menunduk, tangannya masih mengepal sangat kesal. Shin kini tahu siapa pohon-pohon tersebut.

Membuang rasa kesal Shin teringat pada Maki, dari tadi dia belum menemukannya. Ketika akan melangkah, Shin tiba-tiba berhenti karena mendengar ada yang memanggil namanya. Dia langsung tahu suara tegas siapa itu.

“Shin, sebelah sini!” Dari kejauhan Maki memanggil sambil melambaikan tangan, kemudian berusaha muncul dari batu tempat persembunyiannya.

Maki segera berlari melewati bebatuan berniat menghampiri Shin, tapi dia langsung berhenti di sana, lalu menunduk di hadapan satu pohon berasap.

Kali ini Shin mendekati ke sana. Dia menatap gadis itu sedang menggenggam tangan sembari mendoakan pohon tersebut. Shin tiba di samping Maki.

Gadis berambut hitam itu bangkit, tak mengeluarkan kata-kata sedikit pun. Maki segera menghapus air mata yang sempat akan menetes.

Mulut Shin mendadak kaku saat melihat Maki menangis, bahkan saat ini dia tidak bisa mengatakan apa-apa. Selama ini dia tak pernah berhadapan dengan situasi seperti itu, apalagi jika gadis itu sedang menangis. Kini dia tak tahu mesti berkata atau berbuat apa.

“Kita harus segera ke tempat evakuasi. Pasti banyak warga yang butuh bantuan di sana.”

Maki mengejutkan Shin yang dari tadi melamun menatap wajahnya. Dengan segera dia berbalik dengan wajah datar, kemudian mengajak Shin bergegas berlari mengikuti.

Shin pun membuntuti dari dengan benak yang campur aduk. “Pasti perasaannya sangat hancur,” gumamnya.

Mereka berdua telah melesat meninggalkan tempat itu naas itu.

-Bersambung-

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Desain Cinta Kedua
Desain Cinta Kedua
Pasca cerai dari Aaron, Jessica membuktikan kemandiriannya dalam Desain Cinta Kedua. Sebagai pengusaha sukses di genre romance modern, ia menolak tunduk pada masa lalu. Temukan kisah perjuangannya dalam billionaire romance novels ini saat sang mantan suami memohon kesempatan kedua.
Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
Di hari ulang tahun pernikahan kedelapan, Jessica mendapati suaminya, Rio Aditya, berselingkuh dengan Nadia. Di saat yang sama, Jessica didiagnosis kanker ovarium stadium akhir. Menyadari suaminya berniat menceraikannya, Jessica memilih pergi dengan damai. Baca novel romantis modern ini di novel web.
Dosa Berbalut Cinta
Dosa Berbalut Cinta
Dalam novel Dosa Berbalut Cinta, Saschya terjebak dalam pernikahan penuh kekerasan oleh Adnan. Di tengah siksaan fisik dan trauma, masa lalunya kembali muncul membawa harapan. Ikuti kisah romance modern ini di platform webnovel kami dan baca romance stories terbaik lainnya secara gratis.
DOSEN ITU SUAMIKU
DOSEN ITU SUAMIKU
Dalam novel modern DOSEN ITU SUAMIKU, Bunga harus menghadapi realita saat Ezza, suaminya, tiba-tiba mengajar di kampusnya. Temukan rahasia di balik kehadirannya dalam romance novel ini. Baca kisah lengkapnya di platform web novel kami sekarang.
Gairah Liar Uncle Sam
Gairah Liar Uncle Sam
Dalam novel Gairah Liar Uncle Sam, Shila terjebak dalam hubungan terlarang dengan pamannya sendiri di bawah atap yang sama. Membawa genre romance modern, kisah ini menguji batas kesetiaan keluarga dan risiko dari rahasia gelap. Baca romance stories ini selengkapnya di web novel kami.
Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
Dalam Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan, Mira Aditya terjebak perjodohan pahit dengan Rafiq Jaya yang memiliki istri rahasia. Menghadapi pengkhianatan di modern novel ini, Mira harus memilih antara bertahan atau mencari kebebasan. Baca kisah selengkapnya di romance novel penuh intrik ini.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.