Secret Affair

Bab 03. Rencana Awal

‘Harga …  apa yang kau inginkan?’

Setelah mengirim pesan tersebut, ia meraih handuk putih yang berserakan di lantai, lalu memakainya. Tidak lama notifikasi ponsel kembali berdering.

Dia menatap pesan yang masuk, terlihat foto suaminya baru saja berhenti di sebuah gang kecil sambil mengecup kening wanita lain. Tampak dibalik senyum manis foto itu terlihat menyakitkan bagi Raquel.

Orang asing yang memiliki akun anonim tadi tidak menjawab pertanyaan darinya. Ia malah mengirim foto suaminya yang sedang bersama dengan wanita.

‘Apa kau tidak ingin menentukan harga yang kau minta?’ tulisnya bertanya hal serupa. 

‘Apa saat ini kau berfikir aku menginginkan uang? Haha, tentu saja tidak. Aku akan menagih harga dari setiap informasi yang aku berikan padamu, setelah kau berhasil bercerai,’ balasanya. 

Raquel membaca semua yang tertulis di ponsel dan tidak lagi membalas apapun, ia justru mengernyit heran atas apa yang diinginkan orang tersebut darinya. 

Suara ketukan pintu membuat ia tersentak kaget, “Nyonya, ada seorang wanita muda yang ingin bertemu dengan anda,” ucap pelayan rumah.

Dengan cepat ia menjawab, “iya, bilang saja pada wanita itu, aku akan segera keluar,” balasnya dengan suara sedikit serak.

“Baik Nyonya.”

Raquel yang tak sadar masih berdiri didepan cermin menatap dirinya terlihat berantakan. Setiap inci tubuhnya masih tergambar jejak suaminya, membuat malam buruk yang ia habiskan seperti racun yang siap menghancurkan pikiranya.

Dia dengan emosi melempar sisir kayu yang ada di depannya. Sisir mahal itu menghancurkan cermin rias tersebut. Netra Raquel kala menatap dirinya di cermin sangat membuatnya jijik. Sebab, tubuhnya penuh dengan tanda merah yang terlihat menjijikan.

Setelah membersihkan diri Raquel bersiap untuk keluar menemui tamunya. Terlihat Jena sahabatnya duduk sambil menyeruput teh yang telah tersaji untuknya. Melihat sahabatnya turun dengan wajah cukup berantakan Jena bergegas menghampirinya dengan penuh tanda tanya. 

“Raquel, ada apa dengan tubuhmu?”

“Apa dia menyakitimu?” pertanyaan beruntun terus mengitari isi kepala Raquel,  rasa lelah dan sakit masih terasa menyiksa. 

Raquel menghela nafas, tampaknya dia tak ingin membahas apapun. Sehingga Jena tak lagi bertanya. Susana terasa dingin. Sebab, keduanya hanya duduk sembari diam membisu.

Beberapa kali Jena melirik wajah Raquel yang terlihat suram. Tak ada senyuman dibalik wajahnya yang cantik. Membuat dia sangat khawatir padanya. 

“Aku mau kamu cerita, jangan memendam sendiri, Raquel,” ujarnya lirih.

Tak terasa air mata Raquel mengembun saat Jena menawarkan diri sebagai sandaran. Perasaannya jelas hancur meskipun pernikahan keduanya tak memiliki cinta. Dia cukup bingung kenapa ia bisa sehancur itu sementara dia tidak pernah mencintai suaminya.

“Aku tidak pernah serakah, Jena. Memiliki pernikahan sempurna meskipun tidak ada cinta di dalamnya, aku masih bisa terlihat baik-baik saja, lalu kenapa dia menghianatiku jika memang dia sudah bosan pada pernikahan ini.” 

Bibir yang terkatup rapat kembali bersuara, menceritakan kekesalannya atas penghianatan yang dilakukan Gege suaminya.

“Ini bukan salahmu. Raquel, dari awal kamu hanya korban dari sebuah wasiat yang ditinggalkan ayahmu. Jika saat ini kamu menikahi pria yang mencintaimu tanpa memikirkan keuntungan apapun, mungkin saja akan berbeda hasilnya.”

“Tapi kenapa dia melakukan ini padaku, Jena. Jika pada akhirnya akan menduakan aku seperti ini.” Tanpa sadar Raquel berteriak meluapkan hatinya yang hancur.

Jena terdiam, kata-kata dari Raquel memang tak salah. Pernikahan keduanya terjadi karena sebuah balas budi karena ayah Raquel menyelamatkan perusahan milik Gege dari kebangkrutan, dan saat itulah hubungan keduanya terjalin. Sebelum sang ayah meninggal dia menyerahkan anak semata wayangnya pada Gege.

“Terus apa selanjutnya? Apa kamu akan tetap menyaksikan hal ini.” Jena kembali bertanya jalan apa yang akan dipilihnya 

“Aku tidak tau harus apa.”

“Bercerailah, aku akan mencari pengacara terbaik untuk kasusmu.” Solusi terbaik yang saat ini Jena pikirkan membuat Raquel terkejut.

“Tidak bisa, proses percerain tidak akan mudah bagiku. Lagi pula pengadilan tidak akan mengesahkan gugatan perceraian sepihak. Sebab, hukum tidak membiarkan istri menggugat suaminya, sebelum suaminya sendiri yang menggugat istrinya.” Jelasnya pada Jena.

Mendengar peraturan konyol tersebut lantas membuat Jena ikut dilema atas perhara yang melanda hati sahabatnya.

“Dasar konyol, bagaimana bisa peraturan itu disahkan begitu saja. Ohh, baiklah … apa selanjutnya?”

“Aku akan melakukan apa yang dia lakukan,” ucapnya memikirkan sebuah ide.

“Maksudnya, kamu ingin mencari pria lain?” 

Jena kembali mengernyit atas rencana yang dipikirkan sahabatnya itu. Sementara Raquel sendiri langsung mengangguk.

“Kalau tidak bisa menggugat cerai padanya. Aku ingin dia menggugat lebih dulu, dengan cara berselingkuh,” ujarnya serius.

Rencana yang diusulkan terdengar buruk. Namun, bisa dipastikan bahwa rencana tersebut benar-benar baik untuk dilakukan.

“Kamu yakin akan melakukan ini?” tanya Jena memastikan keputusan Raquel. Sebab, ia mungkin saja dicap sebagai istri yang tak setia.

Raquel mengangguk tanpa keraguan apapun atas keputusan yang akan ia lakukan.

“Aku yakin seratus persen, rencana ini pasti akan berhasil.”

“Baiklah aku percaya. Kita mulai dari sekarang, aku akan mencarikan seorang pria yang bersedia melakukan hal ini bersamamu, Raquel,” ucapnya tersenyum mengelus punggung tangan sahabatnya.

Malam minggu menjelang, terlihat Raquel mempersiapkan diri untuk mengikuti saran Jena. Kembali notifikasi ponselnya berbunyi. Seperti biasa sang suami tak pulang malam ini dengan alasan lembur.

Melihat pesan tersebut, hanya membuat sarat wajah Raquel terlihat suram. Dia berusaha untuk tidak memperdulikan kemana pergi suaminya.

Lalu netra biru itu kembali menatap cermin, dia pun mulai merias dirinya dengan cantik. Memilih dres yang elegan dan seksi. Cincin yang melingkar di jari manisnya ia lepas dan menyimpanya di laci.

Setelah selesai merias diri. Raquel pun turun, dan menghampiri mobil yang telah dipersiapkan Jena padanya. Tidak butuh satu jam, dia pun sampai di sebuah hotel mewah yang pernah ia tuju. 

Sedikit terkejut. Sebab, pertemuan keduanya bukankah di club malam yang katanya terkenal, lalu mengapa lokasinya berada di hotel. Pertanyaan tersebut cukup mengganggu pikirannya.

Akan tetapi, semua terlihat jelas, saat Jena baru saja keluar dari hotel. “Sorry beby, kamu menunggu lama,” ujarnya tersenyum tipis.

Raquel membalas senyuman itu dan mengatakan. “Apa ini tempatnya?”

“Tentu saja, memang kamu memikirkan tempat apa?” goda Jena tersenyum sambil mengedipkan satu matanya.

“Tapi ini….”

Ucapannya justru terpotong saat Jena menarik tangan Raquel  untuk segera masuk kedalam. “Ah, ayo. Jangan terlalu berpikir banyak. Kita kesini ‘kan bersenang-senang.”

Hotel mewah itu tidak hanya memiliki kamar suite room yang luas. Melainkan juga memiliki fasilitas lengkap seperti club malam yang terkenal di seluruh Asia. Mata Raquel terlihat takjub melihat seluruh area hotel.

Meskipun ini kedua kalinya ia menginjakkan kaki. Namun, saat itu ia terlalu terburu-buru untuk melihat lokasi hotel tersebut. Sebab itulah, Raquel dibuat takjub melihat keindahan hotel di depannya.

Setelah menikah dengan Gege, Raquel tidak pernah memiliki waktu untuk menghibur dirinya. Sebagian waktunya ia habiskan untuk membuat perusahan penerbit dari hasil yang pernah ia peroleh dari rumah. Tidak akan sebanding dengan harga yang akan ia habiskan satu malam untuk menginap di hotel mewah ini.

Walaupun begitu, entah mengapa suaminya sangat loyal pada wanita lain. Hotel mewah yang ia pijaki dua kali, hanya dikunjungi suaminya setiap hari bersama dengan wanita yang bukan dirinya.

Sementara itu terlihat tiga pemuda yang sedang mengamati keduanya dari kejauhan. 

“Jo, lihat dua wanita itu. Bukankah mereka berdua sangat cantik,” ucapnya tersenyum tipis menatap Raquel dan Jena.

“Haha, mulai lagi otak sangenya si Jo. Hey, bagaimana denganmu Aries?” 

“Apanya?”

“Jangan lihat ponsel terus. Lihatlah wanita cantik yang memiliki rambut hitam itu,” ujarnya memaksa sohibnya menoleh.

“Astaga, wanita itukan,” ucapnya tersentak kaget melihat Raquel.

Lanjutkan Membaca
Baca Novel Selengkapnya di Moboreader
UBuka Semua Bab
Buka Situs Resmi
Daftar Bab
Sesuaikan

Kamu Mungkin Juga Suka

Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.