Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Scarlet Regret
Scarlet Regret

Scarlet Regret

8.4
/ 10
Dalam Scarlet Regret, Kayshila terjebak tuduhan kriminal saat sahabatnya ditemukan tak berdaya. Di tengah ancaman Adrik Abraham yang penuh dendam, ia harus memecahkan mystery story ini demi keadilan. Simak kisah romance novel penuh intrik ini di platform online novel terbaik sekarang.

Ringkasan Scarlet Regret

Kayshila Putri, mahasiswi beasiswa di Amerika, menjalin persahabatan tulus dengan Kylie Abraham meski dilarang banyak orang karena reputasi kakaknya, Adrik Abraham, yang dikenal kejam. Suatu malam, Kayshila justru dituduh sebagai pelaku saat menemukan Kylie tak berdaya di gang sempit. Kini ia terjebak dalam posisi tersangka dan harus menghadapi kemarahan Adrik yang ingin membalas dendam. Di tengah ancaman dan rahasia kelam, mampukah Kayshila mengungkap dalang yang sebenarnya?
Selengkapnya

Scarlet Regret Bab 1

Jam weker yang berada di atas nakas berdering di angka lima, menit ke empat lima, membangunkan sosok yang masih meringkuk di dalam selimut putih polosnya. Mata sayunya perlahan terbuka, menoleh, tangannya terulur mematikan jam yang sedari tadi terus berdering itu.

Tanpa berlama-lama, ia bangkit dan melangkah menuju kamar mandi. Tak butuh waktu lama-ia telah siap dengan celana jeans panjang dan kaos putih polos. Sentuhan ringan foundation dan lip gloss di wajahnya menambah aura kecantikan yang wanita itu miliki.

Dengan langkah lebar ia menuju dapur, menggoreng nasi goreng telur ceplok sebagai sarapan pagi sebelum ia berangkat menuju kampus.

"Kay?"

Suara itu membuatnya menoleh. Senyum lebarnya merekah saat melihat siapa sosok yang berlari kecil menghampirinya.

"Maaf telat, apa kamu sudah lama menunggu?" tanya wanita yang kini berdiri di depannya.

Kayshila menggeleng. Dengan senyum di wajahnya, ia menjawab, "Tidak, aku juga baru sampai. Yuk." Mereka bergandengan tangan memasuki bangunan putih di depan mereka, lalu berpisah menuju gedung fakultas masing-masing.

Kayshila Putri salah satu mahasiswi yang berhasil memperoleh beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikannya di Uncle Sam. Mengambil jurusan sastra inggris. Mahasiswi tekun yang sebentar lagi akan menyelesaikan pendidikannya.

"Literature is a group of works of art made up of words. Most are written, but some are passed on by word of mouth."

Kayshila mencatat bait demi bait yang diucapkan oleh dosen di depan papan tulis sana. Tiga mata kuliah akhirnya selesai, Kayshila membereskan segala peralatan tulisnya masuk ke dalam tas raselnya kemudian bergegas menuju ruangan sang sahabat.

"Permisi, apa Kylie ada di dalam?" tanyanya pada pria yang kebetulan berpapasan dengannya di pintu masuk FOB itu.

"Dia baru saja keluar," sahut pria itu, kemudian melanjutkan langkahnya.

Kayshila mengernyitkan kening. Tumben Kylie tidak menunggunya? Dia merogoh hp dalam saku jaketnya, menelpon nomor sahabatnya. Tidak aktif. Kemana Kylie pergi? Tidak biasanya sahabatnya itu pergi tanpa memberitahunya.

Sudahlah. Kayshila mengangkat bahu tak acuh, tak mau mempermasalahkan. Mungkin Kylie ada urusan mendadak hingga lupa memberitahunya.

Kayshila lantas melanjutkan derap langkahnya menuju kantin. Memesan segelas latte dan beberapa cemilan.

"Hey, girl. Sendiri aja?"

Kayshila mendongak, lalu kembali melanjutkan aktivitasnya begitu melihat siapa yang menyapanya.

Melihat Kayshila tak memberi tanggapan, pria itu pun menarik kursi di depannya. "Where's Kylie? Biasanya kalian selalu bersama."

"Kenapa tiba-tiba mencarinya? Apa kau ingin mengganggunya lagi?" ketusnya tanpa mengalihkan pandangan dari keyboard laptop di depannya.

"Don't get me wrong. Aku hanya ingin meminta maaf atas kejadian kemarin."

"Benarkah?" tanyanya dengan seulas senyum sarkastik. "Terus tunggu apa lagi? Kenapa kau tidak datang dan meminta maaf langsung ke rumahnya?"

Pria bernama Alex itu terkekeh geli. "Oh, c'mon, Kay. I don't want to die in vain."

"Apa maksudmu?" Kayshila menatap pria itu tajam, keningnya mengerut.

Alex menghembuskan napas kasar, menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi, dan memandang lekat wanita yang duduk terhalang meja di depannya.

"Aku hanya ingin memperingatimu, berhati-hatilah berteman dengannya."

lagi-lagi omongan kosong itu. Kayshila memutar bola mata malas. Entah sudah berapa orang yang memperingatinya dengan hal yang serupa.

"Sebaiknya, kau pergi kalau hanya ingin menyebarkan rumor yang tidak berguna, Lex."

"Ini demi kebaikanmu, Kay."

Kayshila menghela napas jengah. Tak membalas ucapan dari pria tersebut.

"Itu bukan hanya sekedar rumor belaka. Apa kamu tidak pernah menaruh curiga, mengapa banyak orang yang tidak mau berteman dengannya?" Alex jeda sejenak kemudian melanjutkan, "Itu karena kakaknya-"

"Cukup!" Kayshila mengangkat telapak tangannya, menyuruh Alex untuk tidak melanjutkan omongan kosongnya.

"Apa pun yang kalian katakan, itu tidak akan berpengaruh padaku."

Dengan perasaan dongkol, Kayshila membereskan peralatan tulisnya, memasukkan ke dalam tas ranselnya lantas beranjak pergi dari tempat tersebut menuju Cafe tempatnya bekerja.

Selain menjadi mahasiswa, Kayshila juga bekerja paruh waktu di sebuah kafe yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Alasan utamanya adalah untuk mencari tambahan penghasilan, selain uang beasiswa bulanan yang diterimanya. Sepulang dari kampus, wanita itu akan langsung menuju tempat kerja dan mengganti pakaiannya di sana.

Demi menghemat biaya, kadang, Kayshila membawa bekal yang ia buat sendiri. Sama seperti sekarang wanita itu menyantap masakan yang ia bawa bersama dengan karyawan lainnya.

"Kay, kenapa kamu tidak buka restoran sendiri saja?"

Kayshila tersenyum bukan kali pertama pertanyaan itu dilontarkan padanya.

"Iya, benar, masakanmu sangat enak. Aku yakin kalau kamu buka restoran sendiri, pasti akan laku, " ucap karyawan lainnya.

"Apalagi masakan ini, masakan Indonesia. Belum ada di daerah sini, benarkan teman-teman?"

Mereka semua menganggukkan kepalanya menyetujui perkataan wanita berbadan Endomorph itu.

"Doakan saja, semoga aku punya biaya untuk buka restoran sendiri."

Mereka semua mengaminkan doa wanita berkulit langsat khas wanita Indonesia itu.

Tidak ada yang tidak tahu bagaimana kegigihan Kayshila dalam mengenyam pendidikan, serta dedikasinya dalam bekerja.

"Kenapa kamu harus bekerja? Kan, sudah ada uang bulanan yang kamu terima dari beasiswamu?"

Kayshila mengulas senyum. "Aku hanya ingin menambah wawasan, pengetahuan, dan pengalaman dalam dunia kerja."

"Bukan karena uang?" tanya wanita berambut blonde itu.

"Iya, kamu benar. Itu memang poin utama." Mereka berdua pun tergelak.

Jam yang menempel di dinding sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Kayshila bergegas mengganti pakaiannya, bersiap untuk meninggalkan kafe.

Ia merogoh tas ranselnya, ingin memastikan tidak ada pesan penting yang masuk. Kayshila mengerutkan keningnya, melihat begitu banyak panggilan dari Kylie.

Tumben, wanita itu meneleponnya sebanyak ini? Namun, sekali lagi, nomor Kylie tidak aktif saat ia mencoba menghubunginya balik.

Sudahlah, besok saja ia bertanya pada wanita bermata abu-abu itu. Mungkin Kylie ada keperluan penting dengannya.

Kayshila berjalan sendirian, menyusuri lorong jalan setapak yang tampak sunyi. Sebagian orang sudah terlelap dalam mimpinya masing-masing.

Derap langkah Kayshila terhenti secara refleks. Dua meter di depannya, terlihat tubuh seorang wanita tergeletak tak sadarkan diri. Gegas, ia berlari menghampiri wanita itu.

Matanya seketika terbelalak, dan sontak ia membekap mulutnya sendiri saat membalikkan tubuh wanita tersebut.

"Kylie!" Tangannya gemetar hebat, diliputi ketakutan. Dari sela rambut kecoklatan Kylie, darah mengalir deras, membasahi permukaan aspal yang dingin.

"Kylie, bangun, Ky. Tolongggg." Kayshila tak dapat menahan air matanya yang mulai tumpah. Ia meraung-raung, memohon pertolongan, namun tak seorang pun datang.

Dalam keputusasaan itu, terdengar suara langkah kaki yang berat dan cepat. Tanpa peringatan, beberapa pria dengan seragam kepolisian muncul dari ujung jalan yang gelap. Mengepung tempat itu dalam sekejap.

"Angkat tangan, dan jangan bergerak!" Suara tegas itu memecah keheningan malam, membuat Kayshila terdiam seketika. Detak jantungnya berdetak keras memekakkan telinganya.

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Aku Tak Punya Siapapun Lagi
Aku Tak Punya Siapapun Lagi
Dalam novel romantis bernuansa misteri Aku Tak Punya Siapapun Lagi, seorang istri yang sekarat akibat gagal hati akut merelakan kuota pengobatannya demi adik angkatnya atas desakan sang suami. Baca novel online ini untuk mengungkap keputusannya menyerahkan segalanya sebelum ajal menjemput.
CINTA DI MUSIM SEMI
CINTA DI MUSIM SEMI
Dalam novel CINTA DI MUSIM SEMI, David dan Arina berjuang menyatukan visi hidup mereka di tengah dinamika modern. Romance novel ini mengeksplorasi cara mereka saling memahami demi mempertahankan kebahagiaan. Temukan kisah mereka melalui platform read novels online gratis sekarang.
Cinta & Pengorbanan Alya
Cinta & Pengorbanan Alya
Dalam Cinta & Pengorbanan Alya, Alya menjadi ibu pengganti demi biaya medis ibunya. Namun, kesepakatan dengan Niko sang pengusaha ini memicu dilema emosional. Baca billionaire romance novels ini di webnovel untuk mengungkap rahasia keluarga dalam kisah romance fiction books yang penuh intrik.
Direndahkan Oleh Keluarga Suami
Direndahkan Oleh Keluarga Suami
Dalam novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami, Jasmine berjuang di tengah hinaan keluarga elit dan pengkhianatan Ardan. Saat cinta pertama suaminya kembali, Jasmine memilih pergi demi kebahagiaan. Baca kisah romance novel ini di antara deretan billionaire romance books yang penuh konflik.
Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
Dalam Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam, Sabrina membalas dendam pada tunangannya dengan mendekati Charles. Kisah billionaire romance novels ini mengungkap identitas asli Sabrina sebagai miliarder di balik topeng gadis desa. Baca web novel penuh intrik dan gairah ini sekarang.
Jebakan Cinta SANG MANTAN
Jebakan Cinta SANG MANTAN
Dalam romance novel Jebakan Cinta SANG MANTAN, Nada nekat menjebak Ivander dalam pernikahan modern demi menebus dosa masa lalu. Di tengah kebencian yang mendalam, mampukah pengorbanannya meluluhkan hati sang mantan? Simak kisah penuh intrik ini di web novel kami sekarang.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.