Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Satu Malam Bersama Bos
Satu Malam Bersama Bos

Satu Malam Bersama Bos

7.9
/ 10
Kirana terjebak dalam dilema profesional saat menyadari pria asing dari malam tak terlupakannya adalah Adrian, bos di kantor barunya. Dalam genre billionaire romance novel ini, Kirana harus menjaga rahasia sambil menghadapi masa lalu dan tantangan dunia bisnis di web novel modern ini.

Satu Malam Bersama Bos Bab 1

Malam itu, hujan turun deras membasahi kaca jendela apartemen Kirana. Tangannya gemetar saat menatap layar ponselnya, foto yang baru saja dikirim seorang teman menusuk hatinya dalam-dalam.

Tunangannya, Malvin, sedang berciuman mesra dengan sahabatnya sendiri, Ayunda.

Jantung Kirana berdetak kencang. Napasnya memburu, dan air mata mulai mengalir tanpa bisa ia hentikan. Ia segera menghubungi Malvin, berharap ada penjelasan, tapi dering panjang itu berakhir dengan suara operator.

Kirana menghempaskan ponselnya ke sofa. Dadanya sesak, kepalanya terasa penuh. Perasaan dikhianati membuatnya muak, dan satu-satunya hal yang terpikir olehnya saat itu hanyalah keluar dari tempat ini.

Tanpa berpikir panjang, ia meraih jaket dan tas, lalu melangkah keluar dari apartemen tanpa peduli hujan yang masih mengguyur jalanan kota.

---

Bar kecil di sudut kota tampak remang-remang dengan alunan musik jazz lembut. Kirana duduk di kursi tinggi dekat meja bartender, jemarinya membelai gelas cocktail yang baru saja disajikan.

"Minuman pertama?" suara berat seorang pria terdengar di sebelahnya.

Kirana menoleh. Seorang pria duduk di kursi sampingnya, mengenakan kemeja hitam yang digulung hingga siku. Wajahnya tegas, dengan rahang kokoh dan tatapan tajam yang entah mengapa terasa menenangkan.

Ia mengangkat bahu. "Pertama, kedua... siapa yang menghitung?" jawabnya, berusaha terdengar santai.

Pria itu tersenyum tipis. "Sepertinya kau butuh lebih dari sekadar satu gelas."

Kirana menatap minumannya, lalu menyesapnya perlahan. "Aku hanya ingin melupakan sesuatu."

"Hm." Pria itu mengaduk minumannya dengan es batu. "Melupakan atau kabur?"

Kirana tertawa kecil, tapi suaranya pahit. "Mungkin keduanya."

Pria itu tak bertanya lebih lanjut, tapi tatapannya seolah mengatakan bahwa ia mengerti. Ada sesuatu dalam sorot matanya yang membuat Kirana merasa aman, meskipun mereka baru bertemu.

Seiring percakapan mengalir, Kirana merasa bebannya sedikit berkurang. Ia tidak tahu apakah itu efek alkohol atau hanya karena pria di sampingnya ini terlalu nyaman untuk diajak bicara. Yang jelas, malam itu, ia tidak ingin pulang sendirian.

---

Musik semakin pelan. Bar mulai sepi. Kirana menatap pria di sampingnya dengan napas yang sedikit berat.

"Aku tak ingin pulang malam ini," ucapnya, hampir seperti bisikan.

Pria itu menatapnya dalam. Sejenak, ada keheningan di antara mereka sebelum akhirnya pria itu mengulurkan tangan.

"Adrian," katanya, mengenalkan diri.

Kirana menatap tangan itu sesaat, lalu menggenggamnya. "Kirana."

Adrian tersenyum tipis. "Ayo."

Tanpa banyak kata, mereka meninggalkan bar bersama.

---

Sinar matahari menembus tirai jendela, menusuk kelopak mata Kirana yang masih berat. Ia menggeliat pelan, merasakan kehangatan yang asing.

Begitu matanya terbuka, ia tertegun.

Ia berada di sebuah kamar hotel, selimut tebal melingkupinya. Jantungnya langsung berdegup kencang saat menyadari seseorang ada di sampingnya.

Adrian.

Lelaki itu masih tertidur, napasnya teratur. Wajahnya terlihat lebih tenang dibandingkan tadi malam, membuat Kirana semakin panik.

"Astaga..." Kirana menutup wajahnya. Ingatan samar tentang malam itu mulai kembali, dan ia sadar betapa impulsifnya keputusannya semalam.

Tidak ingin membangunkan Adrian, Kirana segera bangkit, mencari-cari bajunya yang berserakan di kursi. Dengan gerakan cepat, ia mengenakan pakaiannya, lalu melangkah menuju pintu.

Namun, sebelum ia berhasil keluar, suara berat yang familiar menghentikannya.

"Kemana?"

Kirana membeku. Ia menoleh pelan dan menemukan Adrian menatapnya dengan sorot mata tajam, separuh mengantuk.

"Aku..." Kirana menelan ludah. "Aku harus pergi."

Adrian menatapnya beberapa detik sebelum mengangguk pelan. "Baiklah."

Tanpa menunggu lebih lama, Kirana segera melangkah keluar, menutup pintu di belakangnya dengan perasaan yang campur aduk.

Ia tidak tahu apakah akan bertemu pria itu lagi atau tidak. Tapi satu hal yang pasti, malam itu akan menjadi kenangan yang sulit ia lupakan.

Kirana berjalan cepat di koridor hotel, jantungnya masih berdetak kencang. Ia menggigit bibirnya, merasa panik sekaligus menyesali keputusannya tadi malam.

Apa yang kupikirkan? Bagaimana bisa aku melakukan ini?

Begitu mencapai lobi, ia langsung merapikan rambutnya yang sedikit berantakan dan menarik napas dalam. Ia berharap tidak ada yang memperhatikannya saat ia melangkah keluar dari hotel menuju trotoar yang masih basah sisa hujan semalam.

Pagi kota Jakarta sudah ramai, tetapi Kirana merasa seolah berada dalam dunianya sendiri, penuh kekacauan. Ia merogoh tasnya, mencari ponsel, lalu memeriksa pesan-pesan yang belum terbaca.

Satu dari ibunya, menanyakan apakah ia baik-baik saja.

Satu dari sahabatnya, Lita, yang bertanya apakah Kirana ingin curhat setelah kejadian kemarin.

Dan satu lagi... dari Malvin.

Kirana mendadak merasa mual. Ia tidak ingin melihat isinya. Ia sudah cukup terluka, dan sekarang, ia tidak ingin memberikan ruang bagi lelaki itu lagi.

Ia segera menghentikan taksi dan masuk ke dalamnya, memberikan alamat apartemennya kepada sopir dengan suara lelah.

Saat mobil mulai melaju, Kirana menyandarkan kepalanya ke jendela. Pikirannya melayang ke malam tadi, senyuman samar Adrian, tatapan tajamnya, dan bagaimana ia membuatnya melupakan rasa sakitnya, walau hanya sementara.

Ia menggelengkan kepala.

"Sudah cukup," gumamnya pada dirinya sendiri.

Malam itu hanya sebuah pelarian. Tidak lebih.

---

Begitu sampai di apartemennya, Kirana langsung mandi, berharap air hangat bisa menghapus kebingungan yang masih menggelayutinya. Ia menatap bayangannya di cermin, mata sembab karena kurang tidur dan mungkin sisa tangisan semalam.

Ia menarik napas panjang.

Mulai hari ini, aku harus benar-benar move on.

Ia keluar dari kamar mandi dan mengenakan pakaian kasual, lalu mengambil laptopnya. Ini adalah hari pertama di tempat kerja barunya, sebuah perusahaan konsultan bisnis ternama. Ia sudah terlalu lama terjebak dalam drama masa lalu, sekarang saatnya fokus pada karier.

Ia tersenyum kecil, mencoba membangun kepercayaan diri.

"Aku bisa melupakan semua ini," bisiknya.

Kirana meraih tasnya dan melangkah keluar. Ia tak tahu bahwa dunia kecil ini akan mempermainkannya lagi.

Ia tak tahu bahwa pria yang ingin ia lupakan... akan kembali hadir di hadapannya dengan cara yang tak terduga.

Setelah perjalanan yang cukup lama, Kirana akhirnya tiba di gedung megah tempatnya akan bekerja. Ia berdiri sejenak di depan lobi, menghela napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri.

"Ini awal baru," bisiknya.

Dengan langkah mantap, ia memasuki gedung dan berjalan menuju resepsionis. Setelah memperkenalkan diri sebagai karyawan baru, seorang staf HRD datang menghampirinya dan mengantar ke ruang meeting untuk perkenalan awal dengan tim.

Kirana tersenyum ramah saat bertemu beberapa rekan kerja barunya. Mereka tampak profesional dan menyambutnya dengan baik. Sedikit demi sedikit, kecemasannya berkurang.

"Sebentar lagi, direktur kita akan datang," ujar seorang senior dengan nada hormat.

Kirana mengangguk. Ia sudah membaca sekilas tentang bos barunya, seorang pemimpin muda yang cerdas dan berpengaruh di dunia bisnis. Namun, ia tidak terlalu memperhatikan detailnya karena fokusnya adalah bekerja, bukan siapa pemimpinnya.

Pintu ruang rapat terbuka.

Semua mata langsung tertuju pada pria yang melangkah masuk dengan aura dominannya.

Kirana, yang tadinya sibuk mencatat sesuatu di bukunya, perlahan mengangkat wajahnya.

Dan saat itu juga, dunianya seakan berhenti berputar.

Sosok itu. Tatapan itu.

Adrian.

Pria yang semalam bersamanya, yang seharusnya ia lupakan... kini berdiri di hadapannya sebagai bos barunya.

Kirana membeku. Napasnya tercekat.

Di sisi lain, Adrian hanya menatapnya sekilas tanpa ekspresi, tanpa reaksi berlebihan.

Seolah-olah malam itu tidak pernah terjadi.

Namun, ada sesuatu di matanya... sesuatu yang membuat Kirana yakin, ia tidak akan bisa lari dari kenyataan ini.

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Akulah Cintamu
Akulah Cintamu
Dalam novel modern Akulah Cintamu, Kayra berjuang menghidupi anaknya setelah suaminya hilang misterius. Takdir mempertemukannya dengan Damar, pria yang membencinya akibat rahasia masa lalu. Ikuti kisah romance novel ini tentang penebusan dan perjuangan mencari kebahagiaan sejati.
Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
Dalam Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu, Rheina terjebak dalam keluarga toxic saat mencoba menyelamatkan sahabatnya. Romance novel ini mengisahkan perjuangannya menghadapi cinta segitiga rumit. Baca kisah selengkapnya di webnovel yang penuh intrik dan pilihan hidup sulit ini.
I Fall Endlessly
I Fall Endlessly
Dalam novel I Fall Endlessly, Neva Zetrix berjuang mempertahankan bayinya di hadapan Brian Anderson. Kisah romance novel ini mengikuti pengorbanan Neva menghadapi sang konglomerat dalam balutan billionaire romance books yang penuh tekanan hidup dan pilihan sulit di dunia modern.
Menaklukkan Duda Dingin
Menaklukkan Duda Dingin
Dalam Menaklukkan Duda Dingin, Amber Lim terjebak di hutan beku demi mencari desainer misterius. Ia harus bertahan hidup bersama pria antisosial yang membenci wanita. Akankah ia selamat? Baca romance novel dan mystery story ini di webnovel, platform pilihan untuk read books online free.
Satu Malam Bersama Calon Besan
Satu Malam Bersama Calon Besan
Dalam romance novel Satu Malam Bersama Calon Besan, Mira terjebak situasi rumit setelah malam panasnya dengan Rendi. Saat identitas Rendi terungkap sebagai calon besan, mereka harus memilih antara melupakan rahasia tersebut atau berkhianat. Baca cerita modern novel ini sekarang.
SUAMI BLANGSAKKU TERNYATA PENGUSAHA
SUAMI BLANGSAKKU TERNYATA PENGUSAHA
Dalam SUAMI BLANGSAKKU TERNYATA PENGUSAHA, Dio rela menjadi tukang cendol demi cinta Marisa. Namun, identitasnya sebagai pewaris keluarga terkaya terancam oleh mertua yang kejam. Temukan kisah billionaire romance novels ini di web novel kami sekarang.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.