Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Random Wife
Random Wife

Random Wife

9.7
/ 10
Dalam web novel Random Wife, Fabian Gabrilio, bos billionaire yang dikenal sangat pelit, berambisi mengakhiri masa lajangnya. Ia memberi ultimatum kepada sekretarisnya untuk segera menemukan istri atau menikahinya secara paksa. Simak kisah billionaire romance novels ini sekarang.

Ringkasan Random Wife

Fabian Gabrilio merupakan sosok atasan sukses yang dikenal sangat kikir oleh orang-orang di sekitarnya. Meski kaya raya, ia mulai merasa jenuh dengan kesendiriannya dan bertekad untuk segera mengakhiri masa lajang. Fabian kemudian memberikan tuntutan berat kepada sekretaris pribadinya agar segera menemukan calon istri yang tepat bagi dirinya. Jika permintaan tersebut gagal dipenuhi, Fabian mengancam akan menikahi sang sekretaris sebagai jalan keluar terakhirnya.
Selengkapnya

Random Wife Bab 1

-Kepelitan adalah sumber kekayaan yang hakiki untuk bos super duper perhitungan-

"Bang, gimana nih, motornya kok enggak hidup-hidup?" tanya Indira dengan raut wajah lesu, ia melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 7.48. Dirinya takut terlambat dan mendapat omelan Fabian.

"Aduh, Mbak ... sepertinya ini butuh waktu lama. Mbak cari taksi atau pesan gojek lain aja," kata Abang gojek itu dengan ragu, takut Indira marah-marah.

"Ya udahlah," Indira langsung berjalan dengan raut wajah kesal, ia terus menggerutu.

Di dekat taman, Indira melepas hak tingginya, buru-buru ia ganti dengan sepatu kets yang dibawanya dalam tote bag yang ia jinjing. Perempuan ini memang suka membawa sepatu kesayangannya karena tidak nyaman menggunakan hak tinggi. Lalu, ia berlari--tidak peduli kalau ada yang memperhatikannya.

Suara lagu "Cinta Suci" mengalun dari ponsel jadulnya. Ia langsung berhenti untuk membuka tasnya yang ternyata ada panggilan dari bosnya. Belum sempat ia menjawab, sambungan telepon itu terputus. Dan, pesan singkat menyusul.

Bos Pelit 😣

Saya tadi WA kamu tapi kok √, saya telepon kok enggak diangkat. Kamu niat kerja enggak, sih?

Dihubungin kok sulit. Kakek saya yang dokter aja enggak sesibuk kamu. Ayah saya yang direktur utama aja selalu bisa saya hubungi.

Kalau kamu enggak niat kerja, resign aja, biar saya enggak perlu ngasih pesangon.

Indira memelototkan matanya, ia sangat kesal dengan Fabian yang tidak ada basa-basi, langsung mengatakan kalau dirinya lebih baik resign. Bukannya sok sibuk, tapi ponsel androidnya tertinggal di kontrakannya tadi. Dirinya hanya membawa ponsel biasa yang tidak ada aplikasi internet--hanya menelpon dan sms.

"Kok ada ya bos sebawel dan sepelit ini. Kirain mau kasih tahu hal penting cuma ngomel kenapa enggak bisa dihubungi," Indira berkacak pinggang.

"Ya saya mau nghubungin kamu, pastinya ada urusan penting," Fabian menatap Indira dingin.

Indira meneguk salivanya, begitu mendengar suara yang familier. Jantungnya berdegup dengan kencang seketika. Untungnya, ia tidak menyumpah serapahi Fabian kalau tidak habislah sudah riwayatnya.

Indira langsung memasang senyum, begitu membalikkan tubuhnya dan mendapati sosok Fabian yang tengah memasukkan kedua tangannya dalam saku.

"Eh, Bapak," Indira mengulurkan tangan kanannya yang membuat Fabian mengernyit.

"Mau ngapain?"

"Salaman, Pak."

Fabian mengerti maksud Indira, tapi ia bingung  kenapa Indira mau melakukan hal itu. Meski ragu Fabian tetap mengulurkan tangan kanannya.

Indira langsung menjabat tangan Fabian, "Mohon maaf ya, Pak. Maaf sering nyusahin."

"Emang kamu ngelakuin kesalahan apa lagi?"

"Lah menurut Bapak kan setiap hari saya nyusahin Bapak mulu. Padahal minggu saya enggak ketemu Bapak, tapi Bapak bilang saya nyusahin Bapak."

"Itu mah fakta. Ya udah lupain aja. Ayo berangkat, keburu macet jalannya," ajak Fabian seraya mengandeng Indira menuju mobilnya. Indira hanya mengikuti intruksi atasannya seraya memasang raut wajah berseri-seri, padahal dalan hati ia sibuk mengumpat.

Fabian langsung membuka pintu di samping setir yang membuat Indira terheran-heran. Bukan seperti film di televisi yang biasanya si pria membukakan pintu untuk wanitanya, ini tidak. Fabian membuka pintu untuk dirinya sendiri yang membuat Indira mematung. Pasalnya kalau Fabian di kursi sebelah kemudi, berarti dia yang harus menyetir.

"Pak, ini saya yang nyetir?" tanya Indira seraya mencondongkan kepalanya menghadap ke arah Fabian yang sudah duduk di kursi.

Fabian tersenyum, "Iya, makanya tadi saya wa sama nelpon kamu berulang-ulang buat nganterin saya ke kantor. Sopir saya kan cuti, jadi kamu yang harus nyetiran mobil saya ke kantor."

Indira meringis, "Bapak bisa aja, tapi gaji saya naik, kan?"

"Enak aja, kamu aja telat mulu. Masih untung enggak saya potong gaji."

"Dasar perhitungan, pelit," cibir Indira dengan suara lembut seraya menutup pintu yang masih didengar Fabian.

"Kalau saya enggak pelit, saya enggak kaya dong."

Tbc...

Uji coba dulu

-Kepelitan adalah sumber kekayaan yang hakiki untuk bos super duper perhitungan-

"Bang, gimana nih, motornya kok enggak hidup-hidup?" tanya Indira dengan raut wajah lesu, ia melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 7.48. Dirinya takut terlambat dan mendapat omelan Fabian.

"Aduh, Mbak ... sepertinya ini butuh waktu lama. Mbak cari taksi atau pesan gojek lain aja," kata Abang gojek itu dengan ragu, takut Indira marah-marah.

"Ya udahlah," Indira langsung berjalan dengan raut wajah kesal, ia terus menggerutu.

Di dekat taman, Indira melepas hak tingginya, buru-buru ia ganti dengan sepatu kets yang dibawanya dalam tote bag yang ia jinjing. Perempuan ini memang suka membawa sepatu kesayangannya karena tidak nyaman menggunakan hak tinggi. Lalu, ia berlari--tidak peduli kalau ada yang memperhatikannya.

Suara lagu "Cinta Suci" mengalun dari ponsel jadulnya. Ia langsung berhenti untuk membuka tasnya yang ternyata ada panggilan dari bosnya. Belum sempat ia menjawab, sambungan telepon itu terputus. Dan, pesan singkat menyusul.

Bos Pelit 😣

Saya tadi WA kamu tapi kok √, saya telepon kok enggak diangkat. Kamu niat kerja enggak, sih?

Dihubungin kok sulit. Kakek saya yang dokter aja enggak sesibuk kamu. Ayah saya yang direktur utama aja selalu bisa saya hubungi.

Kalau kamu enggak niat kerja, resign aja, biar saya enggak perlu ngasih pesangon.

Indira memelototkan matanya, ia sangat kesal dengan Fabian yang tidak ada basa-basi, langsung mengatakan kalau dirinya lebih baik resign. Bukannya sok sibuk, tapi ponsel androidnya tertinggal di kontrakannya tadi. Dirinya hanya membawa ponsel biasa yang tidak ada aplikasi internet--hanya menelpon dan sms.

"Kok ada ya bos sebawel dan sepelit ini. Kirain mau kasih tahu hal penting cuma ngomel kenapa enggak bisa dihubungi," Indira berkacak pinggang.

"Ya saya mau nghubungin kamu, pastinya ada urusan penting," Fabian menatap Indira dingin.

Indira meneguk salivanya, begitu mendengar suara yang familier. Jantungnya berdegup dengan kencang seketika. Untungnya, ia tidak menyumpah serapahi Fabian kalau tidak habislah sudah riwayatnya.

Indira langsung memasang senyum, begitu membalikkan tubuhnya dan mendapati sosok Fabian yang tengah memasukkan kedua tangannya dalam saku.

"Eh, Bapak," Indira mengulurkan tangan kanannya yang membuat Fabian mengernyit.

"Mau ngapain?"

"Salaman, Pak."

Fabian mengerti maksud Indira, tapi ia bingung  kenapa Indira mau melakukan hal itu. Meski ragu Fabian tetap mengulurkan tangan kanannya.

Indira langsung menjabat tangan Fabian, "Mohon maaf ya, Pak. Maaf sering nyusahin."

"Emang kamu ngelakuin kesalahan apa lagi?"

"Lah menurut Bapak kan setiap hari saya nyusahin Bapak mulu. Padahal minggu saya enggak ketemu Bapak, tapi Bapak bilang saya nyusahin Bapak."

"Itu mah fakta. Ya udah lupain aja. Ayo berangkat, keburu macet jalannya," ajak Fabian seraya mengandeng Indira menuju mobilnya. Indira hanya mengikuti intruksi atasannya seraya memasang raut wajah berseri-seri, padahal dalan hati ia sibuk mengumpat.

Fabian langsung membuka pintu di samping setir yang membuat Indira terheran-heran. Bukan seperti film di televisi yang biasanya si pria membukakan pintu untuk wanitanya, ini tidak. Fabian membuka pintu untuk dirinya sendiri yang membuat Indira mematung. Pasalnya kalau Fabian di kursi sebelah kemudi, berarti dia yang harus menyetir.

"Pak, ini saya yang nyetir?" tanya Indira seraya mencondongkan kepalanya menghadap ke arah Fabian yang sudah duduk di kursi.

Fabian tersenyum, "Iya, makanya tadi saya wa sama nelpon kamu berulang-ulang buat nganterin saya ke kantor. Sopir saya kan cuti, jadi kamu yang harus nyetiran mobil saya ke kantor."

Indira meringis, "Bapak bisa aja, tapi gaji saya naik, kan?"

"Enak aja, kamu aja telat mulu. Masih untung enggak saya potong gaji."

"Dasar perhitungan, pelit," cibir Indira dengan suara lembut seraya menutup pintu yang masih didengar Fabian.

"Kalau saya enggak pelit, saya enggak kaya dong."

Tbc...

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Aku Tak Punya Siapapun Lagi
Aku Tak Punya Siapapun Lagi
Dalam novel romantis bernuansa misteri Aku Tak Punya Siapapun Lagi, seorang istri yang sekarat akibat gagal hati akut merelakan kuota pengobatannya demi adik angkatnya atas desakan sang suami. Baca novel online ini untuk mengungkap keputusannya menyerahkan segalanya sebelum ajal menjemput.
Akulah Cintamu
Akulah Cintamu
Dalam novel modern Akulah Cintamu, Kayra berjuang menghidupi anaknya setelah suaminya hilang misterius. Takdir mempertemukannya dengan Damar, pria yang membencinya akibat rahasia masa lalu. Ikuti kisah romance novel ini tentang penebusan dan perjuangan mencari kebahagiaan sejati.
Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa adalah romance novel tentang Nalula yang dikhianati kekasihnya saat terpuruk. Dengan dukungan keluarga billionaire kandungnya, ia memulai misi balas dendam. Simak kisah serunya di web novel ini untuk melihat takdir akhir sang pengkhianat.
Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
Dalam Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu, Rheina terjebak dalam keluarga toxic saat mencoba menyelamatkan sahabatnya. Romance novel ini mengisahkan perjuangannya menghadapi cinta segitiga rumit. Baca kisah selengkapnya di webnovel yang penuh intrik dan pilihan hidup sulit ini.
I Fall Endlessly
I Fall Endlessly
Dalam novel I Fall Endlessly, Neva Zetrix berjuang mempertahankan bayinya di hadapan Brian Anderson. Kisah romance novel ini mengikuti pengorbanan Neva menghadapi sang konglomerat dalam balutan billionaire romance books yang penuh tekanan hidup dan pilihan sulit di dunia modern.
Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
Dalam novel romantis Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan, Cherish dikhianati saat Diego pergi di hari pernikahan mereka demi wanita lain. Baca Novel Online ini untuk melihat perjuangan Cherish mengakhiri hubungan di tengah penyesalan Diego yang memohonnya kembali.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.