Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Rahasia di Balik Cinta Kita
Rahasia di Balik Cinta Kita

Rahasia di Balik Cinta Kita

8.1
/ 10
Dalam Rahasia di Balik Cinta Kita, Aruna harus mengungkap masa lalu berdarah Rayhan demi bertahan hidup. Di balik genre romance modern ini, tersimpan misteri tentang Alara dan pengkhianatan besar. Baca web novel penuh intrik ini untuk menemukan kebenaran di balik cinta yang penuh ilusi.

Ringkasan Rahasia di Balik Cinta Kita

Kehidupan Aruna yang terlihat damai bersama suami tampan dan anak mereka mendadak goyah setelah muncul pesan misterius. Rahasia Rayhan perlahan terbongkar, menyeret Aruna ke dalam masa lalu berdarah yang melibatkan sosok Alara yang berwajah serupa dengannya. Di tengah pengkhianatan dan ilusi, Aruna terpaksa menghadapi kenyataan pahit tentang pria yang ia cintai. Kini ia harus memilih antara melepaskan luka atau menerima cinta yang lahir dari sebuah kegelapan yang kelam.
Selengkapnya

Rahasia di Balik Cinta Kita Bab 1

Langit sore merona jingga, membalut halaman rumah kecil bercat putih itu dengan cahaya hangat. Aroma ayam bakar yang baru matang menyelinap ke udara, berpadu dengan wangi bunga melati dari pot di teras. Dari luar, rumah itu tampak seperti potret sempurna sebuah keluarga bahagia-rapi, hangat, dan penuh tawa.

Di ruang makan, Aruna sedang menata piring di atas meja. Rambut hitamnya diikat sederhana, beberapa helai jatuh di sisi wajahnya. Ada kelembutan dalam setiap gerakannya-seperti seseorang yang terbiasa merawat, memberi, dan menjaga.

"Bunda! Ayamnya sudah boleh dimakan belum?" suara riang Aila, putri kecilnya yang baru berusia lima tahun, terdengar dari ruang tengah.

Aruna tersenyum. "Tunggu Ayah pulang dulu, sayang. Lagi di jalan kok."

Seolah menjawab, suara pagar berderit. Langkah tergesa terdengar di teras. Rayhan muncul dengan setelan kerja yang masih rapi, dasinya sedikit longgar, senyum hangatnya seperti cahaya kecil di penghujung hari.

"Ayah!" Aila berlari menghampiri dan memeluk kakinya.

Rayhan jongkok, mengangkat putrinya. "Aila cantik nungguin Ayah, ya?" tanyanya sambil mencium pipi kecil itu.

"Iya! Bunda nggak mau makan sebelum Ayah pulang!" ujar Aila, pipinya menggembung lucu.

Rayhan melirik istrinya. "Aturan Bunda memang keras, ya," candanya.

Aruna tersenyum samar, tapi matanya memperhatikan wajah Rayhan lebih lama dari biasanya. Ada gurat lelah di sudut matanya. "Kamu capek? Meeting lagi?" tanyanya lembut.

Rayhan menaruh Aila, lalu duduk di kursi makan. "Iya, lumayan. Tapi lihat kalian berdua, rasanya capek hilang semua." Ia mengecup kening Aruna.

Mereka makan malam bersama, berbincang ringan tentang rencana akhir pekan, tentang Aila yang ingin ke taman bermain, dan tetangga baru di ujung jalan. Suasana itu hangat-nyaman. Seperti potongan kecil kebahagiaan yang membuat Aruna sering berpikir: hidupnya sudah lengkap. Namun, kebahagiaan kadang terlalu indah... sehingga menakutkan.

Setelah makan, Rayhan mengajak Aila bermain di ruang tengah. Aruna membereskan piring, mendengar tawa mereka dari dapur. Sesekali ia melirik: Rayhan menggendong Aila, memutar-mutar hingga tawa anak kecil itu memenuhi ruangan.

Pemandangan itu menghangatkan hatinya-namun juga menorehkan rasa aneh. Bukan karena ia tak bahagia, tetapi karena belakangan ini, ia sering menangkap Rayhan menatap kosong ke luar jendela, atau memandangi ponselnya terlalu lama. Kadang, teleponnya berdering lama... dan Rayhan memilih menjawab di luar rumah.

Malamnya Aila sudah terlelap di kamarnya. Aruna keluar ke teras dengan secangkir teh hangat. Udara malam membawa aroma tanah basah setelah hujan sore tadi. Lampu jalan memantulkan cahaya kuning di aspal yang masih lembap.

Rayhan menyusul, duduk di kursi rotan sebelahnya. "Teh malam-malam? Tumben."

"Biar hangat." Aruna menyerahkan satu cangkir padanya. "Kamu kelihatan makin sibuk akhir-akhir ini. Ada proyek baru?"

Rayhan menyeruput pelan. "Iya, ada beberapa. Deadline-nya mepet." Jawabannya sederhana, tapi nadanya hati-hati. Seolah setiap kata harus disaring dulu sebelum keluar.

Aruna menatap cangkirnya. "Kalau ada yang bikin kamu capek... atau gelisah, kamu cerita ya. Jangan simpan sendiri."

Rayhan tersenyum tipis, matanya menerawang. "Aku nggak nyimpen apa-apa kok, Sayang. Semua baik-baik aja."

Ia menggenggam tangan Aruna. Hangatnya menenangkan, tapi entah kenapa, Aruna merasa ada sesuatu di balik genggaman itu-sesuatu yang tak diucapkan.

Malam semakin larut. Aruna berbaring di tempat tidur, memandangi langit-langit. Rayhan sudah terlelap di sebelahnya. Tapi matanya tak kunjung terpejam.

Tiba-tiba, ponsel Rayhan di meja samping bergetar pelan. Sekali. Dua kali. Layar menyala, menampilkan nama yang tak ia kenal "Maya."

Dada Aruna menegang. Tangannya terhenti di udara, ragu antara membiarkannya atau mengambilnya. Ia menoleh ke arah Rayhan-suaminya tetap tidur, napasnya teratur. Ponsel bergetar sekali lagi. Kali ini muncul pesan singkat:

"Kita harus bicara. Ini penting."

Aruna menarik napas panjang, memejamkan mata. Mungkin itu urusan kantor, mungkin. Ia memutuskan tak menyentuh ponsel itu. Tapi hatinya tahu-sejak malam itu, ada sesuatu yang berubah.

---

Keesokan paginya, matahari menembus tirai, menyapu lembut kamar. Aruna bangun lebih awal, menyiapkan sarapan. Rayhan sudah berpakaian rapi, dasinya terikat sempurna.

"Kamu ada meeting pagi-pagi banget?" tanya Aruna sambil menuang teh.

Rayhan mengangguk cepat, meraih roti panggang. "Iya, mendadak. Nanti aku pulang agak malam. Kamu sama Aila makan dulu aja."

"Meeting di kantor?" tanya Aruna, nada suaranya berusaha terdengar ringan.

Rayhan terhenti sejenak. "Iya, di kantor." Ia tersenyum-senyum manis yang kini terasa seperti tirai tipis menutupi sesuatu.

"Aku pergi dulu, ya." Ia mengecup pipi Aruna, lalu menunduk mencium kening Aila yang baru keluar dari kamar.

Saat Rayhan melangkah keluar rumah, Aruna berdiri di ambang pintu, melihat punggung suaminya menjauh. Aila menarik ujung bajunya.

"Bunda, kenapa liatin Ayah terus?" tanya gadis kecil itu polos.

Aruna tersenyum, mengusap rambut putrinya. "Nggak apa-apa, sayang. Bunda cuma senang lihat Ayah."

Namun dalam hati, ia bertanya-apakah benar itu alasannya? Atau ia sedang berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa senyum Rayhan yang ia lihat setiap hari... masih jujur?

---

Hari itu berjalan seperti biasa. Aruna menyapu, menjemur pakaian, lalu menemani Aila menggambar di ruang tamu. Namun pikirannya terus melayang pada nama yang muncul semalam. Maya. Ia mencoba menepis, tapi rasa penasaran itu tumbuh liar seperti benih yang tak sengaja tertanam.

Menjelang sore, saat Aila tidur siang, Aruna duduk di teras, menatap jalan kosong di depan rumah. Ia mencoba mengingat setiap percakapan terakhir mereka-nada suara Rayhan, tatapan matanya, caranya tertawa. Ada hal kecil yang dulu terasa alami, kini terasa... dibuat-buat.

Ia meneguk teh dingin di tangannya. Dalam diam, Aruna tahu kadang, perubahan tak datang dengan ledakan besar, melainkan dengan hal-hal kecil-sebuah senyum yang tak lagi hangat, pelukan yang terasa ringan, atau pesan dari nama yang asing.

Matahari mulai turun, meninggalkan langit berwarna oranye keemasan. Di dapur, Aruna menyiapkan makan malam, sendirian. Suara jam dinding berdetak pelan, mengisi ruang kosong yang biasanya dipenuhi tawa.

Ketika malam turun dan jam menunjukkan pukul delapan, Rayhan belum juga pulang. Aruna menatap layar ponselnya, mempertimbangkan untuk menelepon, tapi mengurungkan niat. Ia tahu jawaban yang akan didengar "Masih di kantor, Sayang."

Dan malam itu, saat ia menatap meja makan yang sudah tertata rapi namun kosong di hadapannya, Aruna sadar satu hal-kadang, sesuatu yang tampak sempurna... hanya bertahan sampai seseorang berhenti jujur.

Ia menatap foto keluarga mereka di dinding-tiga wajah tersenyum di bawah langit biru. Lalu berbisik pelan, hampir tak terdengar:

"Kalau cinta ini menyimpan rahasia... aku siap mendengarnya. Tapi jangan buat aku menebak sendirian."

Di luar, angin malam berhembus pelan, menggoyangkan tirai. Seolah rumah kecil bercat putih itu ikut menyimpan sesuatu-rahasia yang baru saja mulai terungkap.

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Dosa Berbalut Cinta
Dosa Berbalut Cinta
Dalam novel Dosa Berbalut Cinta, Saschya terjebak dalam pernikahan penuh kekerasan oleh Adnan. Di tengah siksaan fisik dan trauma, masa lalunya kembali muncul membawa harapan. Ikuti kisah romance modern ini di platform webnovel kami dan baca romance stories terbaik lainnya secara gratis.
Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
Dalam Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu, Angela nekat mengandung anak Jeremy meski hanya diperalat. Demi bayi mereka, ia melarikan diri dari miliarder kejam itu. Temukan kisah seru ini di billionaire romance novels kami, pilihan tepat bagi pembaca romance stories yang mencari drama.
Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
Dalam novel romantis misteri Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku, seorang wanita dipaksa menyerahkan tunangannya di hari pernikahan demi kakaknya yang sekarat. Saat disekap orang tuanya agar tidak mengacau, ia justru dibunuh dengan kejam. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap misteri tragisnya.
KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
Dalam romance modern KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU, Randika harus memilih antara cintanya pada Andini atau ambisi Lily Wijaya yang ingin memanfaatkannya demi pengakuan keluarga. Kehadiran Junot menguji loyalitas mereka dalam web novel penuh intrik keluarga dan pengkhianatan ini.
Kurang dari tiga
Kurang dari tiga
Dalam novel Kurang dari tiga, Raka berjuang mempertahankan posisinya sebagai kekasih Cherry yang lebih memprioritaskan Nadia. Hubungan modern ini penuh konflik kecemburuan yang membawa mereka pada situasi tak terduga. Baca romance novel ini untuk melihat pilihan sulit dalam kisah lgbt book ini.
Mafia In The Night
Mafia In The Night
Dalam Mafia In The Night, William memburu pelaku pengkhianatan yang menewaskan ayahnya. Di tengah aksi balas dendam dan misteri fitnah keluarga, ia harus menghadapi polisi wanita yang menghalangi misinya. Baca mafia novel penuh petualangan ini di webnovel untuk mengungkap kebenaran.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.