Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Plis Jangan Ganggu!
Plis Jangan Ganggu!

Plis Jangan Ganggu!

8.1
/ 10
Dalam romance novel Plis Jangan Ganggu!, perjuangan sepasang suami istri mencari tempat tinggal diuji oleh hinaan pedas sang kakak. Modern novel ini mengisahkan dilema ekonomi dan konflik keluarga yang memaksa mereka bertahan di tengah keterbatasan demi masa depan yang lebih baik.

Ringkasan Plis Jangan Ganggu!

Hidup menumpang di rumah Mbak Rusmi membuatku harus kebal terhadap sindiran tajamnya yang menyakitkan hati. Keadaan ini terpaksa kujalani karena suamiku, Rian, belum memiliki cukup biaya untuk membeli hunian sendiri. Kami tidak punya pilihan lain setelah rumah peninggalan orang tuaku habis terjual demi melunasi utang. Pindah ke rumah mertua pun mustahil karena adik iparku, Dion, akan segera menikah dan menetap di sana sebagai anak bungsu yang berhak atas rumah tersebut.
Selengkapnya

Plis Jangan Ganggu! Bab 1

“Mah, masa ya Mas Dandi sekarang ngasih uang harian ke aku cuma seratus ribu, mana cukup kan?” Aku tau Mbak Rusmi pasti sedang menyindirku.

Aku terdiam. Mbak Rusmi lanjut berkata “Haduh stress aku mah, mana sekarang nda bisa ke salon” tangannya memegang kepalanya. Terlihat seperti orang sangat tertekan. Aku menggelengkan kepalaku.

“Mbak tu harusnya bersyukur lima puluh ribu tiap hari buat kebutuhan pokok ya cukup to mba, bukan bermaksud membandingkan nih mba, aku di kasih Mas Rian lima puluh ribu sehari. Itupun masih sisa Mbak” jawabku sambil tersenyum. Berharap Mbak Rusmi sedikit lebih bersyukur.

Ya aku dan Mas Rian memang tinggal di rumah mbak Rusmi. Namun kami tetap membeli kebutuhan pokok sehari-hari. Bahkan kadang aku melebihkan uang belanja dari yang seharusnya. Terkadang juga aku membeli lauk tanpa patungan dengan Mbak Rusmi untuk di makan bersama.

“Bilang aja ngga cukup Mah, orang kamunya aja yang mau di kasih segitu”

“Kalau buat keperluan pokok aja ya cukup mbak, paling kan sehari beras, sayur sama bumbu masak to..” jelasku.

“Alah kamu aja yang mau di kasih uang cuma segitu. Jadi istri jangan nurut terus dong Mah, kali kali minta apa ke suami gitu. Coba tampil cantik, pikirin penampilan kamu. Jangan polos polos gini aja, coba di poles dikit. Siapa tau nanti jatah harian kamu akan nambah” celotehnya.

“Ya jadi istri kan emang nda boleh nuntut suami to mba, harus bersyukur pemberian suami”

Aku memang berpenampilan apa adanya. Hanya mengenakan kerudung untuk menutupi auratku. Goresan goresan make up apalah itu, aku tidak ingin memakainya. Menurutku sudah nyaman seperti ini.

Berbeda dengan Mbak Rusmi. Tiap harian riasan riasan make up selalu menghiasi wajahnya. Rambutnya terkadang di urai dan kadang di kuncir seperti ekor kuda.

“Udahlah cape ngomong sama kamu, di kasih tau malah bawel,” suaranya terdengar kesal. Wajahnya juga terlihat sewot.

Suasana dapur berubah menjadi hening. Mbak Rusmi memotong sayur. Sedangkan aku masih sibuk mencuci wajan.

Rumah Mbak Rasmi inilah tinggal dua keluarga. Mbak Rusmi, Vio anaknya yang kini baru menginjak pendidikan sekolah dasar dan Mas Dandi suaminya di tambah Aku dan Mas Rian suamiku. Sudah beberapa hari aku tinggal disini. Tepatnya setelah aku melangsungkan akad nikah. Ia sendiri yang menawarkan diri. Padahal aku sempat menolak. Tapi ia sedikit memaksa. Rumahnya yang luas dan memiliki dua lantai menjadi pertimbanganku. Katanya banyak kamar yang tidak di pakai. Mereka biasa menepati kamar lantai atas, sedangkan aku dan Mas Rian ditawari untuk tinggal di kamar lantai bawah. Tidak enak menolak terus, akhirnya kami terima tawaran mereka. Lagi pula kami belum mencari tempat untuk mengontrak.

“Eh Mah, kayaknya satu bulan lagi aku lahiran” ia tampak mengelus elus perutnya yang sudah terlihat besar.

“Terus kenapa Mbak ? Alhmadulillah dong mbak kalau sudah mau lahir” Mbak Rusmi sudah sering membicarakan itu. Dan aku sudah tau prediksi bayinya akan lahir.

“Itu.. nanti bakalan rumah ini jadi seperti panti asuhan. Rumah kecil banyak banget penghuninya, belum lagi nanti kalau kamu hamil dan anakmu lahir” pasti Mbak Rusmi punya maksud lain membicarakan ini. Rumahnya aku akui memang besar dan sangat longgar. Di tambah memiliki dua lantai yang disertai dengan balkon.

“Maksud mbak, mbak keberatan aku tinggal di sini ya?” aku mencoba mengklarifikasi apa yang ada di pikiranku. Semoga saja ini salah, batinku.

“Ya kamu harusnya tahulah, eh masa sudah menikah suamimu belum bisa beli rumah..” mbak Rusmi berusaha mengalihkan obrolan. Namun ucapannya juga masih saja pedas menusuk hati. Mana ada istri yang tega suaminya direndahkan.

“Mbak, aku tinggal di sini juga baru dua hari to, dan itu juga mbak yang minta. Mbak tau sendiri gaji Mas Rian yang hanya karyawan kantor tak seberapa. Ini juga masih terus nabung kok mbak, In Syaa Allah Secepatnya mbak”

“Ya kan bisa ngontrak dulu Mah, sampe kapan coba mau numpang terus.. bikin repot.” ucapannya semakin pedas. Aku tahu secara tidak langsung ia mengusirku dari rumahnya. Kalau tau ujungnya begini, aku tidak akan pernah menerima tawarannya untuk tinggal di rumahnya. Namun aku lemah dengan ucapannya, aku percaya kala itu selepas pernikahanku ia terlihat serius menawariku, bahkan memaksa.

“Mbak kenapa ngomong ngga keberatan waktu awal aku minta izin tinggal di rumah mba sementara sebelum aku punya rumah. Kalau mbak ngomong kan aku juga ngga bisa cari tempat tinggal di tempat lain mbak. Kemarin juga ini Mbak yang maksa kan supaya aku dan Mas Rian tinggal di sini. Padahal kami sudah mau mencari kontakan.”

“Ya kali Mah, kalau aku ngga nawarin dan maksa kamu pas itu mbak akan malu. Lagian kamu ngomongnya pas kumpul keluarga. Mau di taruh di mana muka Mba. Ditambah ada keluarga Mas Dandi dan keluarga suami kamu. Nanti malah mba dikiranya ngga mampu nampung kalian.Ngga ada perhatiannya sama adik” ucapan mba Rasmi semakin pedas.

Aku kadang bingung dengan jalan pikirnya. Bodohnya aku percaya begitu saja. Aku benar benar ia ikhlas menawari kami. Wajahnya sangat terlihat tulus. Aku tidak pernah berpikiran buruk pada kakakku sendiri.

“Mbak, sebelumnya kan mbak sendiri yang nawarin aku tinggal di tempat mba sementara dulu sebelum aku beli rumah. Mba yang ngomong sendiri to, rumah mbak lantai dua dan banyar kamar kosong. Makanya aku berani ngomong ke mba waktu kumpul keluarga waktu itu, untuk memastikan lagi mbak”

“Eh Mah, Kamu gimana si pilih suami. Udah jelas jelas si Ferdi anak konglomerat suka sama kamu. Kamu tolak lagi pinangannya. Dia kan juragan beras.Terkenal di mana mana, siapa coba yang tidak ingin memiliki suami sepertinya. Kalau kamu nikah sama dia kamu juga bakal dihormati kaya ratu sama warga sekitar. Andai kamu waktu itu nikah sama dia pasti nasib kamu ngga kaya gini Mah, sekarang pasti kamu jadi Bu bos. Eh malah kamu milih nikah sama Mas Rian yang kerjanya karyawan nda jelas. Suami masa gini.. ngga ada maju-majunya” bukannya menanggapi ucapanku malah Mbak Rusmi berbicara yang lain. Ucapannya tanpa rasa bersalah.

“Mbak ngga boleh ngomong gitu. Kalau mbak emang keberatan aku tingal di sini tinggal ngomong mbak, aku keluar dari sini secepatnya. Ngga usah bawa bawa si Ferdi dan menghina Mas Rian,” aku sungguh tidak terima dengan ucapan Mbak Rusmi barusan. Ini sudah melewati batas. Aku masih berusaha agar suaraku tidak meninggi. Sebisa mungkin aku mengatur emosi.

Mas Rian memang orang yang sabar. Tetapi jika Mas Rian mendengar ucapan Mbak Rusmi kali ini aku yakin ia bakal tersinggung. Aku yang adiknya saja sudah sangat sakit hati. Apalagi Mas Rian yang terang-terangan di rendahkan Mbak Rusmi di depanku sendiri sebagai istrinya, pasti jauh lebih sakit.

Aku mematikan kompor. Aku berniat masuk kamar untuk menenangkan diri. Mataku sudah banjir dengan air mata yang akhirnya berhasil keluar, nyatanya aku tidak kuat menahan pedasnya hinaan mbak Rusmi. Aku berbalik badan. Aku terkejut. Mas Rian sudah berdiri mematung di dekat pintu dapur.

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
ASI untuk Pak Guru
ASI untuk Pak Guru
Jenara Atmisly harus menghadapi tantangan hormon galaktorea yang mengganggu studinya. Dalam romance novel modern ini, sebuah insiden tak terduga di sekolah membawa sang siswi berprestasi ke dalam hubungan rumit dengan gurunya. Baca selengkapnya dalam ASI untuk Pak Guru di platform web novel.
Dinodai keluarga suami
Dinodai keluarga suami
Dalam romance novel Dinodai keluarga suami, Anisa Rahma terjebak di rumah Seno Bagaskara. Di tengah kemewahan billionaire romance books ini, ia harus menghadapi ancaman dari ipar dan adik suaminya sendiri. Akankah Anisa mampu bertahan dari pengkhianatan ini? Baca selengkapnya di webnovel ini.
Godaan Liar Sang Ustazah
Godaan Liar Sang Ustazah
Dalam romance modern berjudul Godaan Liar Sang Ustazah, seorang wanita menghadapi dilema moral dan rindu yang rumit. Kisah ini mengeksplorasi sisi gelap kehidupan dan pencarian jati diri. Temukan realita tersembunyi dalam web novel ini sebagai pilihan fiction books dewasa yang reflektif.
ISTRI RASA SIMPANAN
ISTRI RASA SIMPANAN
Dalam novel modern ISTRI RASA SIMPANAN, Alicia Huang menuntut pernikahan dengan Anthony Smith demi donor sumsum tulang belakang. Anthony setuju namun menyembunyikan status Alicia dari publik. Temukan kelanjutan romance novel ini tentang pengorbanan dan rahasia di platform online novel.
Light Of Love
Light Of Love
Dalam Light Of Love, Kayla Pratama terjebak sebagai istri kedua miliarder Raga Dirgantara demi membalas budi. Menjadi alat keturunan di tengah konflik modern novel ini, ia harus menghadapi risiko besar. Baca kisah billionaire romance books ini selengkapnya di platform web novel kami.
Menaklukkan Duda Dingin
Menaklukkan Duda Dingin
Dalam Menaklukkan Duda Dingin, Amber Lim terjebak di hutan beku demi mencari desainer misterius. Ia harus bertahan hidup bersama pria antisosial yang membenci wanita. Akankah ia selamat? Baca romance novel dan mystery story ini di webnovel, platform pilihan untuk read books online free.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.