Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
OBSESI CINTA UNTUK NADEEVA
OBSESI CINTA UNTUK NADEEVA

OBSESI CINTA UNTUK NADEEVA

8.6
/ 10
Dalam romance novel OBSESI CINTA UNTUK NADEEVA, Rheno terjebak cinta terlarang dengan Nadeeva. Nadeeva harus memilih antara mengejar impian atau tetap dalam perlindungan Aiman, suami yang melindunginya dari ancaman nyawa. Baca mystery story ini sebagai pilihan fiction books terbaik.

Ringkasan OBSESI CINTA UNTUK NADEEVA

Rheno jatuh hati pada Nadeeva, ibu tiri sahabatnya yang menyimpan masa lalu tragis. Pesona Rheno membuat Nadeeva bimbang antara mengejar cinta baru atau tetap setia pada Aiman, suami yang melindunginya lewat pernikahan kontrak demi keselamatan nyawa. Sebagai pengacara loyal, Aiman menikahi Nadeeva untuk menjaga aset dan nyawa wanita itu dari intrik keluarga. Meski sepuluh tahun menikah, Nadeeva tetap suci. Kini, Rheno harus berjuang meyakinkan Aiman saat bahaya besar masih mengintai.
Selengkapnya

OBSESI CINTA UNTUK NADEEVA Bab 1

Love On First Sight

Rheno melirik jam tangan yang melingkari pergelangannya. Tepat jam 7 malam. Dihentikannya mobil tepat di luar pagar besi tinggi. Sekali lagi diceknya alamat yang tadi dikirim Ghani padanya. Sudah betul.

Akhirnya ia turun dari mobil dan mendekati pintu gerbang. 

"Cari siapa?!" Seorang lelaki bertubuh kekar dengan wajah dingin menyambutnya sesaat sebelum tangannya meraih handle besi.

"Permisi, Pak! Apa benar ini rumahnya Ghani?" tanyanya sopan seraya menunjukkan layar ponsel yang berisi alamat rumah yang dikirim dari nomor Ghani. 

Lelaki berwajah dingin itu melirik sejenak ke arah ponsel di tangan Rheno. "Ada perlu apa?"

"Ketemu sama Ghani, Pak. Kami sudah ada janji!""

"Namamu siapa? Apanya tuan muda Ghani?" cecarnya dengan nada dan sorot mata menyelidik.

Elaaaahh... Berasa sudah kaya bertamu di rumah Bupati aja. Batin Rheno mulai sebal. "Saya Rheno, Pak, temannya Ghani. Kami sama-sama member di Nice & Fit Fitness Center!" jawab Rheno berusaha menyebarkan diri.

"Tunggu! Biar saya tanyakan dulu!" Lelaki sangar itu segera mengeluarkan ponselnya, menghubungi sebuah nomor, mengambil foto Rheno yang masih berdiri di luar pagar dengan kamera ponselnya. Dan beberapa saat kemudian, "Ya sudah. Kamu boleh masuk!"

Akhirnya, "Tidak butuh lihat KTP saya, Pak?" tanya Rheno dengan hati panas, tapi lelaki itu dengan cueknya membuka pintu gerbang lebar-lebar dan dengan isyarat menyuruh Rheno memasukkan mobilnya.

Ternyata tahap berikutnya untuk bertemu Ghani juga tidak berjalan terlalu mulus. Di depan pintu rumah yang tertutup rapat, sudah lebih dari tiga kali Rheno memencet bel. Sudah lebih dari lima menit dia berdiri. Tapi pintu tetap tak terbuka.

Rheno sudah hampir menyerah dan nyaris balik badan ketika terdengar suara derit pintu yang terbuka.

Seraut wajah cantik tak biasa berbingkai rambut panjang sepunggung dengan potongan Shagie muncul dari balik pintu yg hanya terbuka separuh.

"Cari siapa?"

Satu detik, dua detik, ..lima detik

Kriiik.... Kriiik... Kriiiikkk...

Rheno yang sudah hampir berbalik menatap pemandangan mempesona di depannya dengan pandangan takjub. Dan sialnya, dengan mulut ternganga.

Waaduuuhh! Cantiknyaaa! Manusia apa peri dalam dongeng siih??

Dag dug dag dug...

Kenapa juga dengan jantung ini, Tuhan?

Mata itu,

Dia sungguh sangat istimewa, beda banget sama cewek yang biasa ia lihat di sekitarnya. Cantik, pembawaannya tenang, binar matanya indah tak terungkapkan, suaranya, sosok tubuhnya, dia tidak kurus, tidak gemuk tp padat berisi, tak mungil tak terlalu jangkung juga. Pokoknya pas. Sempurna!!

"Ya?" wanita bertubuh semampai itu mengulangi tanyanya dengan alis terangkat, tp sosok yang berdiri di depan pintu masih tak bersuara.

"Cari siapa ya?" tanyanya lagi dengan nada lebih keras membuyarkan keterpanaan yang kini tengah melanda Rheno.

"Eh, mmm-- maaf Ghaninya ada, Mbak? Saya teman Ghani, Rheno!" jawabnya gagap seraya mengulurkan telapak tangan untuk memperkenalkan diri, tetapi sosok cantik di depannya mengabaikan telapak tangan yang selama beberapa saat terbiarkan menggantung di udara itu.

OOOH NASIIIB!!

"Oh, teman Ghani. Mari masuk!" ujarnya sambil melebarkan daun pintu. Tapi tetap tak menyambut uluran tangan tamunya.

"Duduklah! Saya panggilkan Ghani sebentar!" perintahnya. Lalu tanpa menoleh lagi ia langsung masuk membiarkan tamunya yg masih memandangnya dengan raut kecewa.

Deeeuuuhh SHOOMBOONG!! Untung cakep. Batin Rheno sambil menghempaskan diri di sofa.

Sambil menunggu Rheno melayangkan pandangan matanya ke seputar ruang tamu bergaya modern minimalis bernuansa krem lembut itu dengan antusias.

"Hallo, Bang! Akhirnya sampai juga di sini ya!" sebuah suara bernada girang menyapa. " Sudah lama, Bang? Maaf tadi aku selesaikan tugas dulu. Biar besok gak keteteran!"

"Sebenarnya sudah dari setengah jam yang lalu aku sampai di sini. Cuma terhambat di gerbang utama. Pemeriksaan ketat banget. Sudah seperti mau masuk rumah Walikota aja!" seloroh Rheno meluapkan kekesalannya, yang hanya di sambut gelak tawa Ghani.

Ghani menghempaskan tubuh bongsornya di sebelah Rheno.

"Mau langsung pergi, apa mau minum dulu, nih?"

"Kamu kok gak ngomong kalau punya saudara bening banget?" protes Rheno tanpa menghiraukan pertanyaan Ghani yang menjawab tanyanya sambil mengangkat alis.

"Aku tidak punya saudara, alias anak tunggal Bang! Bisa-bisanya main tuduh begitu!" sungut Ghani.

"Nah yang bukakan pintu tadi siapa?"

"Mbak Munah, kali?" jawab Ghani cuek sambil ngeloyor keluar.

Hm, mbak Munah? Cakep-cakep namanya primitif banget. Hehehe.. kalau namanya Maymunah mending panggil May, lebih oke dan pas sama wajah cantiknya. Batin Rheno sambil membuntuti Ghani.

"Kamu kenapa cengar cengir gitu sih, Bang?" 

"Gak, gak apa-apa! cuma,  hehehe  hari gini masih pake nama Munah?  Munah apa? Munaroh, apa Maymunah? Ehehehe." cengir Rheno. Ghani cuma memutar bola mata lalu memandang Rheno dengan tatapan penuh tanda tanya.

Hadeeeehhh.  Tanpa komentar ia langsung masuk & menghidupkan mobilnya.

Rheno buru-buru mengikuti masuk dan duduk di kursi penumpang.

"Pindah gak, Bang! Emangnya aku ini sopir pribadi Abang apa?" sungut Ghani ngedumel.

Rheno pindah ke kursi depan sambil nyengir. "Gak pamitan orang rumah?"

"Mama udah tau kok, tadi udah bilang mau main keluar sekalian belanja kebutuhan sekolah!"

***

Setelah hampir satu jam putar-putar memenuhi keperluan dua lelaki muda itu berhenti di caffe yang ada di seberang toko buku.

Suasana yang tidak terlalu ramai dan suara musik slow yang terdengar membuat kerasan pengunjung.

Mereka memilih duduk di teras depan sambil memperhatikan lalu lalang pejalan kaki.

"Memangnya Mbak Munah tuh siapanya kamu Ghan?" tanya Rheno yang masih penasaran tentang ketidak sinkronan antara bentuk rupa dan nama wanita cantik yang tadi ia temui di rumah Ghani.

"ART!" jawab Ghani singkat sambil mencomot keripik kentang dan langsung melemparkannya ke rongga mulutnya penuh semangat.

"Wuiiih! kalau aku punya ART model begitu, gak bakalan aku suruh ngerjain apa-apa dah! Aku suruh dia duduk manis menemaniku atau malah aku ajak jalan-jalan saja sekalian hehehe.."

Ghani lagi-lagi memutar bola matanya.

Udah somplak mungkin otaknya! Batin Ghani melihat tingkah Rheno.

"Memangnya Abang gak malu mengajak dia jalan bareng?"

"Lha, memang kenapa?"

"Penampilan super minimalis alias sederhana atau kasarnya UDIIIKK, dodol!!"

Rheno ingat bagaimana penampilan mbak Munah tadi memang terlihat sederhana sekali. Baju rumahan blouse sederhana motif dipadu bawahan kulot pendek polos. Sederhana memang, tapi apik kok.

"Aaahhh.  Masak?? Gak banget kok, masih bisa diperbaiki. Kalau menurut aku sih, mending begitu. Tidak kelihatan norak!" kilahnya kalem.

"Kamu tuh kenapa sih, Bang? Interest banget sama mbak Munah. Dari tadi ngomongin dia melulu?"  Rheno cuma mengedikkan bahu sambil senyum- senyum.

"Lama-lama liat muka Kamu tuh, berasa pengen guyur pake kopi panas dah! Yuk ah buruan kita pulang. Aku tadi terlanjur bilang mama mau pulang jam 10. Bisa kena jewer lagi kupingku kalau sampai telat pulang!" 

"Lebay kamu! Masa sudah pegang KTP masih ada jam malam..hehehe."

"Daripada terpotong jatah jajan bulanan, jadi gak bisa jalan bareng Bella, ya mendingan aku nurutin aturan aja. Hehehe!"

"Ya sudahlah, pulang yuk! Sekalian ambil mobilku dari rumahmu!" kalau bisa sekalian ketemu mbak Munah. Lanjut Rheno membatin.

***

Sesosok bayangan tampak duduk di kursi teras yg temaram ketika mobil Ghani memasuki halaman rumahnya.

"Ketemu yang dicari?" suara halus menyapa gendang telinga Rheno begitu turun dari mobil.

"Eh, yaa, sudah Mbak!" gagapnya kaget tak mengira sosok yang sejak tadi memenuhi otaknya tiba-tiba berdiri di sampingnya.

Wanita cantik itu hanya tersenyum tipis sambil mengangguk.

"Mbak,  mmmm  kok belum tidur?" tanya Rheno sok akrab. Ghani yg berjalan memutari mobil menghampiri mereka. Dan dengan santai tangannya langsung nemplok di bahu si mbak yg masih memamerkan senyum manisnya.

"Iya, nunggu kalian!"

Iiih  enak sekali jadi Ghani! Besar kepala dia keluar rumah masih ditungguin pulangnya sama makhluk sebening ini. Rheno membatin sebal.

"Papa belum pulang?" suara Ghani bertanya yg disambut gelengan kepala si Mbak.

"Hhm pantass,  kesepian ya? Memang mbak Munah kemana?"

LHO?! Rheno melotot bingung.

"Sudah duluan tidur. Mbak Munah kan harus bangun pagi-pagi sekali, besok."

"Kenapa mama gak tidur sekalian aja daripada duduk sendirian di teras?" Dua orang itu masih berjalan berhimpitan menuju teras, dengan tangan Ghani yang masih bertengger di bahu wanita cantik di sebelahnya,  yang juga tengah memeluk pinggang Ghani. Meninggalkan Rheno di belakang yang sedang mematung, shock mendengar dialog  dua orang di depannya itu.

WHAT???

MAMA???

     ***

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Akulah Cintamu
Akulah Cintamu
Dalam novel modern Akulah Cintamu, Kayra berjuang menghidupi anaknya setelah suaminya hilang misterius. Takdir mempertemukannya dengan Damar, pria yang membencinya akibat rahasia masa lalu. Ikuti kisah romance novel ini tentang penebusan dan perjuangan mencari kebahagiaan sejati.
Direndahkan Oleh Keluarga Suami
Direndahkan Oleh Keluarga Suami
Dalam novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami, Jasmine berjuang di tengah hinaan keluarga elit dan pengkhianatan Ardan. Saat cinta pertama suaminya kembali, Jasmine memilih pergi demi kebahagiaan. Baca kisah romance novel ini di antara deretan billionaire romance books yang penuh konflik.
Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
Dalam Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam, Sabrina membalas dendam pada tunangannya dengan mendekati Charles. Kisah billionaire romance novels ini mengungkap identitas asli Sabrina sebagai miliarder di balik topeng gadis desa. Baca web novel penuh intrik dan gairah ini sekarang.
Jebakan Cinta SANG MANTAN
Jebakan Cinta SANG MANTAN
Dalam romance novel Jebakan Cinta SANG MANTAN, Nada nekat menjebak Ivander dalam pernikahan modern demi menebus dosa masa lalu. Di tengah kebencian yang mendalam, mampukah pengorbanannya meluluhkan hati sang mantan? Simak kisah penuh intrik ini di web novel kami sekarang.
Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
Dalam Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder, pewaris Grup Nelson membalas pengkhianatan mantan kekasihnya. Nikmati billionaire romance novel ini saat ia mengubah martabatnya menjadi kekuatan. Baca webnovel seru tentang balas dendam dan kemewahan yang tak terbatas sekarang.
Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
Dalam novel misteri Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku, seorang putri disiksa penculik hingga tewas demi melindungi ayahnya yang justru membencinya. Baca novel online gratis ini yang menyajikan kisah tragis penuh ketegangan, rahasia kelam, dan penyelidikan horor yang mematikan.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.