Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Namaku Kamilia, Tuan
Namaku Kamilia, Tuan

Namaku Kamilia, Tuan

9.2
/ 10
Dalam romance novel Namaku Kamilia, Tuan, Kartika terpaksa menjadi Kamilia demi melunasi utang ayahnya kepada Heru. Terjebak sebagai wanita simpanan yang diperlakukan kasar, ia berjuang melarikan diri dari dunia hitam demi kembali pada kekasihnya. Baca kisah modern novel ini sekarang.

Ringkasan Namaku Kamilia, Tuan

Demi melunasi utang sang ayah, Kartika terpaksa mengubah identitasnya menjadi Kamilia. Ia harus meninggalkan Saiful, kekasih hatinya, demi menjadi wanita simpanan seorang pria kota bernama Heru. Hidupnya berubah drastis saat kesuciannya dihargai puluhan juta rupiah. Namun, perlakuan kasar Heru memicu Kamilia untuk melawan dan melarikan diri. Terjebak dalam kelamnya dunia hitam, ia berjuang keras untuk lepas. Akankah Kamilia mampu meraih kebebasan dan kembali ke pelukan Saiful?
Selengkapnya

Namaku Kamilia, Tuan Bab 1

"Tika, Kartika kau harus cepat pulang," kata Ida. Dia datang dengan tergopoh-gopoh menjemput Kartika di kali.

Kartika yang sedang menanjak di jalan setapak tertegun sejenak. Memandang heran kepada Ida. Dia membetulkan ember cucian yang digendongnya.

"Ada apa?" tanya Kartika dengan napas memburu.

"Bapakmu ... bapakmu digebukin orang!"

"Apa!?"

Gadis itu berlari cepat meninggalkan Ida. Hatinya begitu tersentak mendengar bapaknya digebukin orang. Bapaknya memang sering mabuk, tetapi tidak pernah berkelahi, apalagi sampai dihajar orang.

"Ada persoalan apakah gerangan? Sehingga Bapak seperti itu?" batinnya. Berjuta tanya berkecamuk dalam hati Kartika. Gadis itu terus berlari, dia meninggalkan sandal jepitnya yang terputus di tengah jalan.

Namun, gadis itu mematung saat tiba di depan rumahnya. Tampak bapaknya babak belur dihajar seorang lelaki kekar. Ia berdiri di depan bapaknya dengan kesombongannya.

"Bayar hutangmu!" bentak lelaki itu.

Kartika melihat bapaknya hanya terdiam, sembari menyeka lelehan darah di sudut bibirnya. Mukanya biru lebam bekas tonjokan, tetapi bapaknya diam tidak melawan.

Gadis itu tidak tahan, dia tidak mempedulikan bajunya yang basah. Dia juga tidak mempedulikan badannya tercetak jelas pada pakaiannya tersebut, gadis itu ingin melawan.

Ingin sekali rasanya menendang mulut yang sudah meludahi muka bapaknya. Mempraktikkan ilmu silat yang diajarkan ustadz selepas ngaji. Walau tidak mungkin menang, tetapi setidaknya dia sudah membela bapaknya.

"Hentikan!" jerit Kartika.

Orang asing itu membalikkan badan, matanya membola melihat tubuh Kartika yang seolah-olah telanjang. Ia menelan ludahnya yang seketika memenuhi mulutnya. Jakunnya turun naik. Tiba-tiba ia merasa sesak di bagian bawah celananya.

"Harso!" teriak bapaknya.

Orang yang dipanggil Harso itu tetap memandang Kartika. Napasnya seketika terasa megap-megap melihat pemandangan di depan matanya.

Ibunya Kartika tergopoh-gopoh datang dengan menggendong adiknya. Secepatnya menyeret tangan Kartika dan membawanya masuk.

"Aku ingin melawan dia, Mak," sungut Kartika. Hatinya kesal karena niatnya tidak kesampaian.

"Sudahlah, gak usah ikut campur, ganti bajumu!" suruh ibunya.

Kartika masih sempat mengintip keluar, dia melihat Harso dan bapaknya tidak lagi berkelahi. Bapaknya sudah berdiri dan terlibat pembicaraan serius. Beberapa kali bapaknya menggelengkan kepalanya.

******

Kartika berganti pakaian dengan hati penuh tanda tanya. Mengapa secepat itu bapaknya dengan Harso berbaikan. Sungguh tidak masuk di akal. Mereka kini berbicara di ruang tamu rumahnya. Obrolan tentang juta-juta terdengar samar sampai ke telinganya. Kartika menduga, mungkin mereka sedang menghitung utang bapaknya.

Kartika masih ingat pandangan Harso padanya tadi. Bagaikan seorang musafir yang kehausan di tengah padang pasir, kemudian melihat sumur dengan airnya yang jernih. Dia seakan-akan hendak menelannya bulat-bulat. Bulu kuduknya meremang seketika.

Kartika memandang ke luar lewat jendela. Kemarau sedang memperlihatkan keperkasaannya. Daun-daun merangkul dahannya dengan erat. Mereka tidak mau terpisah karena kekeringan, layu dan lepas tertiup angin.

Ibunya masuk dengan wajah masygul. Raut wajahnya kusut seperti cucian yang belum disetrika. Dia duduk di pinggir tempat tidur milik Kartika. Wajahnya pucat, membisu tak mampu bicara.

"Mak." Kartika menegur. Ibunya bergeming, seperti tidak mendengar suara Kartika.

Kartika turut diam, menunggu perkataan keluar dari mulut ibunya. Gadis lugu itu memperhatikan kucing yang bergelung di kakinya. Menguap dan menggesek-gesekkan bulunya yang lembut.

"Tika ... kau harus berbenah!" suruh ibunya lirih.

"Apakah laki-laki itu mengusir kita, Mak?" tanya Kartika.

Ibunya menggeleng lemah, bulir air mata yang sejak tadi ditahannya meluncur juga di pipinya. Kantung matanya seperti tak kering-kering sebab air itu tidak berhenti menetes.

"Lalu?"

"Dia menginginkanmu sebagai pelunasan utang Bapakmu," jawab ibunya.

"Maksudnya?" Kartika masih tidak mengerti.

"Kau harus bekerja padanya."

"Aku bersedia, Mak," jawab Kartika.

Meledak tangis ibunya di pundak Kartika. Menangisi kepolosan anaknya yang belum genap berusia dua puluh tahun. Dia tidak tahu pekerjaan macam apa yang akan dijalaninya nanti. Sebagai seorang ibu, perasaannya begitu hancur.

Kartika berpikir, dia hanya akan menjadi pembantu rumah tangga. Tidak apa-apa, dia rela. Asalkan ibu dan bapaknya serta adiknya hidup tentram tanpa ada yang mengganggu.

Kartika berkemas, memasukkan sebagian baju lusuhnya ke tas besar. Ibunya memandang dengan hati yang terluka.

"Emak tidak usah menangis, aku memang harus bekerja kan, Mak? Sekolahku sudah selesai," hibur Kartika.

****

"Besok aku datang lagi, menyerahkan sisa uangmu!" teriak Harso kepada bapaknya Kartika.

Lelaki itu tertawa penuh kepuasan melihat Kartika ikut dirinya. Tadi dia sudah menyelesaikan pembicaraan dengan temannya dari kota. Ada sebuah harga yang disebutkan yang membuat dirinya begitu bersemangat. Lima puluh juta, dia bisa ambil empat puluh juta, sisanya buat bapak Kartika. Meski utang bapak Kartika itu hanya beberapa juta saja.

Kartika pergi diiringi tangisan ibu dan adiknya. Bapaknya hanya duduk mematung di kursi reyot ruang tamunya. Mukanya merah, menahan perasaan haru serta bekas pukulan Harso tadi. Biarpun bapaknya seorang laki-laki brengsek, tetap saja hati kecilnya tidak rela Kartika pergi. Namun, lelaki miskin seperti dia, tidak mempunyai banyak pilihan.

"Nanti pulang lagi ke desa, bajumu akan bagus-bagus seperti artis," kata Harso di bis.

Kartika diam saja, mencoba menikmati perjalanannya dengan melihat ke luar. Pikirannya berkelana, teringat ibunya, adiknya, bapaknya juga ... Saiful. Lelaki itu selalu mampu membuat Kartika menyembunyikan senyum saat sedang mengaji. Tatapannya teduh membuat murid-muridnya selalu betah belajar dengannya.

"Sudah sampai," kata Harso. "Ayo!"

Lelaki itu menuntun Kartika menuju suatu tempat. Di sana sudah menunggu seorang lelaki berkacamata hitam. Dari penampilan serta mobilnya yang mengkilap, sudah bisa ditebak kalau ia orang kaya.

Harso bersama orang kaya itu berjalan menjauhi Kartika. Sebuah amplop coklat cukup tebal berpindah tangan. Kartika berdiri sambil menjinjing tasnya, tidak berani mendekat hanya memperhatikan dari kejauhan.

Harso mendekati Kartika, menyelipkan sesuatu di tangan gadis itu. Entah senyum atau seringai yang lelaki itu pamerkan. Dia berkata,"Ikutlah dengan Tuan Heru."

Kartika tidak menjawab, dia sudah pasrah dengan takdirnya. Dia sudah mengikhlaskan dirinya untuk menjadi pembantu rumah tangga. Nilai-nilai bagus di ijazahnya tidak berguna kini.

Tuan Heru membawa Kartika ke sebuah rumah kecil yang asri. Kartika suka melihatnya, dia akan betah tinggal di sini. Tuan Heru tidak banyak berbicara, lelaki ganteng itu hanya diam ketika menyetir mobilnya tadi.

"Siapa namamu?" tanya Tuan Heru.

"Kartika, Tuan," jawab Kartika.

Sejenak Tuan Heru seperti berpikir, entahlah, Kartika tidak tahu isi pikirannya. Lelaki itu melihatnya tanpa kedip, seperti hendak menelanjangi gadis cantik itu.

"Sekarang namamu, Kamilia," ujar Tuan Heru.

"Ka ... Ka ... Kamilia, Tuan?" tanya Kartika terbata-bata.

"Ya, persiapkan dirimu, nanti malam aku ke sini," jawabnya tanpa ekspresi. "Kamu boleh memakan apa pun yang ada di sini."

Setelah Tuan Heru pergi, tinggal Kartika yang tetap berdiri. Hatinya bertanya-tanya, "Pekerjaan apa sebenarnya yang harus aku lakukan?"

"Namaku Kamilia ... Kamilia." Berulang kali Kartika mengeja nama tersebut.

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
Dari Abu: Kesempatan Kedua
Dari Abu: Kesempatan Kedua
Dalam novel modern Dari Abu: Kesempatan Kedua, seorang wanita terlahir kembali usai dikhianati tunangan billionaire miliknya. Ia kini bertekad membatalkan pertunangan demi bertahan hidup. Baca kisah romance novel ini selengkapnya untuk mengungkap misteri pengkhianatan di read novels online.
I Fall Endlessly
I Fall Endlessly
Dalam novel I Fall Endlessly, Neva Zetrix berjuang mempertahankan bayinya di hadapan Brian Anderson. Kisah romance novel ini mengikuti pengorbanan Neva menghadapi sang konglomerat dalam balutan billionaire romance books yang penuh tekanan hidup dan pilihan sulit di dunia modern.
Misteri matinya teman-temanku
Misteri matinya teman-temanku
Dalam Misteri matinya teman-temanku, satu per satu nyawa hilang secara tragis tanpa jejak. Sang pembunuh cerdik mengincar siapa pun yang menyakiti tokoh utama. Ungkap teka-teki mematikan dalam mystery story dan horror novel mencekam ini melalui platform read novels online terbaik.
Rahasia di Koper Suamiku
Rahasia di Koper Suamiku
Dalam novel Rahasia di Koper Suamiku, Dewi menemukan benda asing yang mengungkap pengkhianatan besar. Ikuti kisah romance modern penuh misteri ini saat ia mengungkap tabiat buruk suaminya. Baca web novel ini untuk melihat apakah ia akan bertahan atau membalas dendam di platform online novel kami.
Rahasia Gelap Sang Kekasih
Rahasia Gelap Sang Kekasih
Novel romantis misteri Rahasia Gelap Sang Kekasih mengisahkan kecurigaan yang muncul setelah sebuah pesan video larut malam dari sahabat memperlihatkan sosok wanita misterius. Detail pakaian dalam video tersebut memicu penyelidikan rahasia pacar sendiri. Baca novel online gratis sekarang.
SETETES DARAH SUCI
SETETES DARAH SUCI
Dalam novel fantasy SETETES DARAH SUCI, seorang gadis lahir dengan darah yang menjanjikan hidup kekal. Kini ia menjadi incaran berbagai klan dalam adventure penuh aksi. Simak kisah perburuan kekuatan di vampire romance books ini demi mencegah kepunahan mahluk abadi.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.