Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Messy LOSY
Messy LOSY

Messy LOSY

9.3
/ 10
Dalam Messy LOSY, Dilara terjebak hubungan toksik dengan Keenan yang penuh pengkhianatan. Meski ingin pergi, Keenan terus memaksanya bertahan. Ikuti perjuangan Dilara mencari cinta sejati dalam romance novel ini, sebuah modern novel penuh rintangan yang tersedia bagi pembaca read novels online.

Ringkasan Messy LOSY

Keenan adalah sosok munafik yang kerap bertindak kasar, sementara Dilara terjebak dalam kelemahannya sendiri. Meski terus disakiti secara fisik dan batin, Dilara sempat bertahan hingga akhirnya rasa lelah memaksanya untuk pergi. Namun, Keenan terus mengekang dan menghalangi niatnya. Hubungan mereka kian hancur akibat pengkhianatan serta perselingkuhan yang menyakitkan. Mampukah Dilara bangkit melawan penderitaan ini dan menemukan cinta sejati yang selama ini ia impikan?
Selengkapnya

Messy LOSY Bab 1

"Tak ada yang lebih melelahkan dari kata 'menunggu', tetapi kata 'Bertahan, walau tak diakui' itu rasanya lebih melelahkan." --- Dilara Atma Melisia.

***

Dilara mengulas senyum hangat memandang seorang laki-laki bersurai cokelat dengan gaya quiff tengah berlari di lapangan sambil membawa bola basket. Gayanya yang cool dan wajah tampan, membuat siapa saja yang memandang laki-laki itu akan jatuh hati. Terutama para gadis yang kini sedang memiliki kesempatan karena bisa menatap wajah tampan tersebut dengan lebih lama.

Sorakan terdengar bergemuruh di lapangan basket indoor milik Universitas Jawara. Poin terakhir didapatkan oleh Jawara saat Keenan si kapten basket berhasil memasukkan bola ke dalam ring sang lawan.

Hati Dilara merasa bahagia melihat kemenangan di tim basket kampusnya. Kakinya ingin melangkah menghampiri Keenan, tetapi ia urungkan saat para gadis mulai mengerumuni seraya memberi hadiah, minum, atau sekadar ingin foto bersama dengan laki-laki berpangkat kapten basket itu.

Jujur saja ia merasa cemburu melihat laki-laki itu selalu dekat dengan gadis lain. Tepukan di bahu membuat ia menoleh ke samping di mana sang sahabat berdiri.

"Enggak usah heran, Keenan emang gitu. Dia femes banget, sih. Sering dikerumuni sama cewek," ujar Jelita.

Dilara hanya mengulas senyum tipis. Ia sudah tahu kalau soal kepopularitasan Keenan di kampus, selain pintar dalam bidang olahraga. Laki-laki itu juga sangat pintar dalam bidang akademik, hingga membuatnya sangat popular.

Mata Dilara berbinar saat Keenan menatap ke arahnya. Namun, kebinaran tersebut meredup tatkala laki-laki itu membuang muka seolah-olah mereka tak saling kenal dan berlalu begitu saja.

"Lo kenapa, La? Setiap lo ngeliat Keenan, muka lo kayak yang sedih gitu," papar Jelita menyamakan langkahnya di samping Dilara.

Dilara tak menjawab. Wajar saja ia merasa sedih saat melihat laki-laki itu selalu dikerumuni oleh gadis lain. Apalagi kalau soal acuh tak acuh dengan sikapnya. Toh, ia merupakan kekasihnya tanpa diketahui oleh teman-teman kampus. Tak ada yang tahu mengenai hubungan ia dan Keenan. Laki-laki itu enggan mengumbar status resmi mereka di depan khalayak ramai.

Padahal ia ingin sekali memiliki hubungan yang indah dan penuh akan cinta. Akan tetapi, angannya hanyalah semata saja. Keenan berbeda dengan laki-laki lain, sangat berbeda.

"Lo kayak punya beban berat, La," tutur Jelita. Gadis bermata sipit itu tak henti-hentinya mengoceh demi bisa mendapatkan jawaban dari Dilara.

Dilara menghentikan langkahnya saat sampai di depan kelas. Lima belas menit lagi, mata kuliah tentang pembangunan yang ia ambil akan segera dimulai. Ia tidak ingin menyia-nyiakan waktu, karena di mata kuliah inilah ia bisa mengejar berbagai tugas untuk wisuda dan mendapat beasiswa kembali.

"Aku ada kelas, kamu enggak masuk mata kuliah pembangunan?" tanya Dilara menatap Jelita.

Jelita memanyunkan bibirnya, ia merasa kesal karena pertanyaannya telah diabaikan. Kini malah Dilara mengalihkan pembicaraan.

"Gue enggak ngambil itu. Kalo lo ada kelas, yowes masuk, dah. Nanti kita ketemu di kantin aja."

"Oh ya, satu lagi. Dosen pembangunan sudah diganti, bukan Bu Herti lagi. Gue denger, sih, tuh dosen irit kali ngasih nilai."

Dilara mendelik tajam, lalu mencubit pelan lengan Jelita karena telah mmbicarakan orang lain yang belum tentu seperti itu faktanya.

Sebelum tangannya memerah, Jelita lebih dulu menghindar dan tertawa kecil saat berhasil kabur dari Dilara. Sementara Dilara ia hanya menatap punggung mungil milik Jelita yang sudah menjauh. Lalu berjalan memasuki kelasnya.

***

Setelah mata kuliah pembangunan telah usai. Dilara melangkah menelusuri koridor untuk sampai di perpustakaan, mengingat ada buku yang ingin ia baca. Rumor mengenai dosen pembangunan yang tegas dan pelit nilai memang ada benarnya. Semoga saja ia bisa menyelesaikan tugas dengan baik dan mendapatkan nilai yang lebih baik di mata kuliah tersebut. Langkahnya memelan saat sorot mata tak sengaja tertuju pada Keenan yang tengah berkumpul bersama teman-teman tongkrongan laki-laki itu.

Buru-buru Dilara kembali melangkah menjauh ketika tak sengaja Keenan juga tengah menatap dirinya. Ia tidak mau membuat sang kekasih kesal karena kehadirannya di depan teman-teman laki-laki itu.

"Gue udah pernah ngingetin sama lo, 'kan? Jangan mandang gue lama pas gue lagi kumpul."

Suara berat milik seorang laki-laki yang sedang dihindari kini menyapa di telinga. Membuat tubuh Dilara menegang bersamaan berbalik menghadap Keenan yang tengah berdiri sambil memasukkan tangan ke saku jaket.

"M--maaf," ucap Dilara terbata-bata.

Keenan menatap acuh tak acuh pada Dilara. Ekor matanya melirik ke kanan-kiri mengawasi keadaan sekitar takut ada yang melihatnya berbicara dengan Dilara. Ia enggan jika hubungannya dengan gadis itu diketahui oleh orang lain.

Keenan berdecak kesal. Ia menarik tangan Dilara menuju belokan kiri di mana jalan menuju gudang belakang. Gadis itu berusaha menepis cekalan di tangannya, menatap wajah Keenan dengan bingung.

"K--kamu kenapa, sih?"

"Gue nyesel nge-iyain lo kuliah di sini," ujar Keenan menatap Dilara tanpa ekspresi.

Dilara mengembuskan napas kasar mendengar kalimat itu. Waktu ia mendapatkan beasiswa, ia sama sekali tidak tahu bahwa ia akan satu kampus dengan Keenan. Jika ia tahu dari awal, mungkin ia akan menolak dan menunggu kesempatan kedua.

"Kamu takut kalo hubungan kita diketahui oleh orang lain?" Dilara bertanya seraya menunduk. Enggan menatap manik mata Keenan yang tampak dingin.

"Inget, Ra. Lo itu cuma pelampiasan gue, jangan mimpi yang tinggi-tinggi."

Dada Dilara terasa sesak mendengarnya. Padahal dulu, Keenanlah yang mengejar dirinya untuk dijadikan kekasih. Namun, lama kelamaan sikap laki-laki itu terendus; kasar, tempramen, dan tidak bisa ditebak.

Sudut bibir Dilara tertarik ke atas membentuk senyuman kecil. Wajahnya berseri menatap Keenan. Ia tidak boleh menyerah, sebelum mendapatkan hati laki-laki itu. Terutama ingin dicintai. Susah payah ia bersabar dan bertahan, kini ia hanya perlu berjuang agar mendapatkan cinta dari Keenan.

"Enggak apa-apa. Nanti juga kamu bakalan cinta sama aku," ucap Dilara mengulas senyum kecil. Ia sangat percaya diri bahwa ucapannya akan terkabul, berbeda kalau bagi Keenan.

"Lo jangan terlalu berharap, Ra. Nanti jatuhnya lo malah kecewa sama gue."

"Keen lupa? Aku kuat dan sabar, buktinya aku masih kuat menjalin hubungan sama kamu." Senyum Dilara memudar. "Ya ... walaupun ada hati yang terluka setiap harinya, Keen," lanjut Dilara melanjutkan dalam hati.

"Bodo amat! Gue enggak mau tahu. Satu lagi, gue enggak mau lo sok akrab sama senior atau teman satu kelas lo. Kalo sampe gue liat lo jalan bareng sama senior cowok atau temen kelas." Keenan mencodongkan tubuh ke depan, bibirnya tertarik ke atas membentuk seringai tipis. "Lo bakalan habis di tangan gue," desis Keenan.

"Kalo aku enggak boleh deket sama mereka. Seharusnya kamu juga harus bisa jaga jarak sama cewek lain," ujar Dilara mengemukakan kalimat yang selalu ia tahan saat tak sengaja melihat Keenan selalu berduaan dengan gadis lain.

"Lo siapa ngatur-ngatur? Yang cuma bisa ngatur di sini itu gue, bukan lo!"

Dilara mengembuskan napas kasar. Merasa sedih karena tak diakui sebagai kekasih oleh Keenan. Tidak ada kisah kasih yang membahagiakan, selalu saja menyesakkan. Terlebih lagi ia hanyalah bahan pelampiasan saja.

Pilih Bab

CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Baca Novel Selengkapnya di

moboreader
Kini Tersedia Gratis
DOSEN ITU SUAMIKU
DOSEN ITU SUAMIKU
Dalam novel modern DOSEN ITU SUAMIKU, Bunga harus menghadapi realita saat Ezza, suaminya, tiba-tiba mengajar di kampusnya. Temukan rahasia di balik kehadirannya dalam romance novel ini. Baca kisah lengkapnya di platform web novel kami sekarang.
Jangan bermain-main dengan saya
Jangan bermain-main dengan saya
Dalam novel Jangan bermain-main dengan saya, seorang gadis dijual oleh ayahnya dan terpaksa menghadapi takdir sebagai istri pengedar narkoba. Ikuti kisah mafia penuh risiko ini melalui web novel yang menyajikan pilihan sulit antara kesetiaan dan pelarian dalam dunia romance stories.
Jebakan Cinta SANG MANTAN
Jebakan Cinta SANG MANTAN
Dalam romance novel Jebakan Cinta SANG MANTAN, Nada nekat menjebak Ivander dalam pernikahan modern demi menebus dosa masa lalu. Di tengah kebencian yang mendalam, mampukah pengorbanannya meluluhkan hati sang mantan? Simak kisah penuh intrik ini di web novel kami sekarang.
KhaRisma
KhaRisma
Dalam novel romance KhaRisma, seorang pria terjebak penyesalan mendalam setelah kehilangan sosok yang mengajarinya pengorbanan. Melalui modern novel ini, ia berjuang menghadapi konsekuensi perpisahan sambil berharap bisa memutar waktu demi memperbaiki kesetiaan yang terlambat ia sadari.
MENYUSUI MAFIA KEJAM
MENYUSUI MAFIA KEJAM
Dalam MENYUSUI MAFIA KEJAM, Alena Adriani terjebak sebagai jaminan utang orang tuanya pada penguasa kriminal. Mafia novel ini mengisahkan perjuangan Alena mencari jawaban di balik pengkhianatan keluarganya. Baca romance novel penuh aksi ini untuk mengungkap rahasia masa lalu yang kelam.
Pengorbanannya, Kebencian Butanya
Pengorbanannya, Kebencian Butanya
Dalam novel romance modern Pengorbanannya, Kebencian Butanya, Cora dipaksa mendonorkan sumsum tulang oleh Baskara, bos billionaire yang membencinya. Setelah kehilangan orang tuanya akibat kekejaman Baskara, Cora memilih mengakhiri hidup. Baca web novel penuh intrik dan pengkhianatan ini.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.