Masa lalu Marni (Wewe gombel)

Masih pov marni

Lalu secara tiba-tiba ada seorang dokter yang sudah lama menunggu ku didalam ruangan UKS ini lalu aku pun panik setengah mati kalau misalnya dia membeberkan masalah ini ke yang lainnya pasti pihak kampus akan kecewa jika hamil diluan dan beasiswaku akan dicabut oleh direksi kampus kemudian ia selalu berusahaa menenangkanku.

"Tenang- tenang kamu aman disini nak."imbuhnya yang berusaha menenangkan ku.

"Ya Bu ... Tapi kenapa bisa Aku berada disini bu."timpalku yang menanyakaan nya secara tiba-tiba.

" ya kebetulan kamu pingsan di sini nak makanya banyak teman-temanmu yang mengotongmu sampai kamu dibawa ke sini."jelas sih dokter itu yang memberitaukannya sampai pada akhirnya dokter itu mulai bertanya.

"Maaf apakah kamu hamil ?"imbuhnya yang mulai menanyakan itu.

di situ aku shock mendengar perkataannya itu lalu aku pun bingung harus bagaimana sehingga dokter pun sudah memeriksa perutku diluan yang terdapat zigot cabang bayi yang baru tumbuh kenapa bisa seperti ini ya allah kenapa mas aryo tega sekali melakukan ini padaku.

"Ya allah ... Kenapa hidupku bisa begini Sampai sampai diriku harus menanggung malu Padahal aku sedang belajar untuk kuliah aku takut kalo beasiswa ini akan dihapus oleh pihak direksi kampus ku ya allah."gumamku dalam hati.

hingga pada akhirnya aku pun tidak bisa tidur selalu memikirkan masalah ini kok bisa begini ya Tuhan sampai aku mendiamkan masalah ini lebih dari sebulan sampai hampir dua bulan maka janin ku akan membesar Aku bingung harus bagaimana sehingga aku tidak bisa berfikir jernih.

lalu aku pun terbenggong dan tidak makan berhari-hari karena takut janin ini akan tumbuh secara signifikan secara cepat dan tiba-tiba saja Ibu mulaii bertanya.

"Ada apaa sihh ni ?"

"Ga ... Papa bu."jawab ku yg tidak enak badan.

" Kok ... perutnya mba agak melendung dan gendut gitu sih." timpal Yuli secara tiba-tiba yang meledek secara tidak sopan kepada diriku padahal aku sedang kena musibah lalu aku ingin menjawab Belum sayang Ibu mulai menjawab.

" ehm .... mungkin kakakmu lagi stress makanya makan mulu makan mulu,jadi ya gitu tambah gendut hehe."imbuh ibu yg tertawa sampai ia tidak memikirkan perasaanku padahal perasaan ku sensitive saat anak kedua yg dulu pernah ku gugurkan.

" Hehehe... Aku kira dia hamil soalnya kan ciri-ciri orang hamil begitu bu perut melendung terus melendung terus bu." timpal Yuli yang meledek Secara tiba-tiba.

"Hahahahaha."tawa ibu dengan riang gembira.

"Hahahahaha."tawa sih yuli dengan keras juga.

Sehingga mereka berdua tertawa keras sampai kedengeran tetangga dan sampai bapak heran juga kepada mereka berdua Lalu yuli menceritakan kalo aku kaya orang hamil sampai ibu tertawa juga,Memang mulutnya Yuli tidak bisa dijaga apakah dia tidak tahu apa yang kurasakan selama ini kalo aku sedang mengandung anaknya mas aryo dan tiba-tiba saja emosi Bapak mulai memuncak lalu berkata seperti ini.

" Sudah ... Yul Jangan ngomong sembarangan ngawur aja kamu."timpal bapak yang berada dimeja makan sambil memukul Yuli dengan menggunakan koran yang ia gulung.

"Aduhh .... Ampun pak namanya juga bercanda hehehe."lirih yuli yang kesakitan.

"Lagian sama saudara gitu, kamu sebagai saudara harus akur jangan ngeledek-ngeledek begini." Timpal si bapak yang menasehati Yuli.

"Namanya juga bercanda pak."ucap nya lagi.

" itu ngejelekin namanya Yul."ketus bapak kepadanya.

"Maaf pak maaf."jawab yuli dengab rasa bersalah.

"Sabarr ... Pak sabarr namanya juga bercanda pak ya kan marni." Timpal ibu yang berusaha menenangkan bapak.

"ehm."timpalku yang bilang ehm sambil tersenyum terpaksa.

" Iya .... Lagian sih yuli tuh kalau ngomong sembarangan kan dodol itu namanya sama nyakitin perasan mu ni."jeletuk bapak dengan ketus sambil ia meniup kopi panas untuk ia minum sepertinya aku mulai sedikit tertawa mendengar jeletuknya bapak yang menghina Yuli.

" Ya ... Maaf pak maaf kan Yuli cuman bercanda hehee."ujar sih sih Yuli yg menyeleneh.

"Lagian becanda kaya Kelewatan,sampai ngatain mba mu segala ga boleh begitu Yul,... sama saja kamu membuat mbakmu menderita ...?"tanya bapak dengan tegas.

" Iya ... Maaf namanya juga bercanda iya kan mbak ni."jawab yuli dengan seribu alasan padahal ia mengancam sembari ia melotot meledekku.

"Ehmm ... Ya pak yuli cuman bercandaa kok." Timpal aku yang berusaha menenangkan emosi bapak agar emosi Bapak bisa turun lalu yuli pun tersenyum sambil mengangguk belaan dari aku lalu bapak mulai luluh dan juga tersenyum hingga pada akhirnya kita tertawa semua kecuali ibu.

" Sudah .... Sudah Jangan ketawa yo makan-makan."perintah ibu kepada kita semua untuk segera makan Kemudian Bapak pun mulai pergi.

" loh ... tumben cepet amat makannya pak biasanya lama sekali." Timpal ibu yang menanyakan ini kepada bapak.

"enjehh ... Bu soalnya bapak ada urusan yang harus bapak urus." jawab Bapak dengan serius.

"Oalaah ... Kiarin apaan."jawab ibu sambil mengambil air untuk ia tuang.

" Ya sudah kalau gitu Bapak pergi dulu ya Bu Yul ni." Timpal bapak yang meminta izin kepada kami untuk pergi.

"Yo hati-hati ya pak."jawab yuli dan ibu yang menyalim punggung tangan Bapa.

"ya pak hati-hati ." Timpalku yang menyalim punggung tangan Bapak juga.

"hati-hati ya pak dada."jawab yuli dengan semangat sambil menyalami dengan punggung tangan bapak.

"ya.,"jawab bapak yang melaju pergi.

"cepet-cepat habisin makananmu yul sebentar lagi kamu kan ada les buat ulangan semester akhir."timpalnya ibu yang menyuruh yuli untuk menghabisi makanannya.

"ya .... Bu."jawab yuli dengan pelan.

"Kamu juga ni."titah ibu kepadaku.

"Ya... odo opo bu."tanya ku dengan antusias.

"Jangan lupa habis makan cuci piring sama beres-beres itu-itu semua sampai memgkilap."perintah ibu kepadaku.

"Yo ... Bu."jawabku dengan pelan sambil makanan satu suap sendok.

sampai pada akhirnya aku pun mulai mengerjakan pekerjaan rumah karena Emang ibu selalu mengandalkanku untuk membersihkan karena semua pekerjaan rumah ini aku lah setiap hari membersihkan nya meskipun dalam keadaan hamil muda.

entah kenapa perasaan aku menjadi tidak enak dan tidak karuan  aku tidak bisa berbicara lagi ketika aku memberitahukan mereka bahwa aku sedang mengandung anaknya sih mas aryo.

" Ya .... Allah Apa yang harus kulakukan kenapa dia telah tega sekali menghamiliku lagi hiks hiks hks."guman ku dalam hati sampai air mata ku bercucuran

Kemudian aku mulai menangis sejadi-jadinya di dalam kamar dan aku merasa kecewa kepada diriku kenapa diriku bisa terjebak di dalam situasi ini selama bertahun-tahun aku harus gagal dalam menjalankan semua ini sampai aku harus mendapatkan hukuman dari Tuhan sehingga perutku lama-kelamaan mulai membuncit sudan hampir 1 bulan 2 minggu lagi mau setegah bulan lagi lalu ibu mulai menyadari perubahan selektifikasi dalam tubuhku.

" eh ni akhir-akhir ini aku lihat kamu badannya gede banget Kayak habis hamil sama ngidam gitu." tanya ibu yang secara tiba-tiba sehingga ia tahu apa yang ku rasakan saat ini.

kemudian aku terdiam dan binggung harus menjawab apa dan dengan terpaksa aku mengiyakannya bahwa aku sedang hamil anaknya Si Aryo itu kemudian aku mencaritakan kejadian itu disitu Ibu mulai kecewa saat tahu aku dinodai olehnya.

/Next Cerita Berikutnya/

Lanjutkan Membaca
Baca Novel Selengkapnya di Moboreader
UBuka Semua Bab
Buka Situs Resmi
Daftar Bab
Sesuaikan

Kamu Mungkin Juga Suka

Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.