Daftar Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Lenyap Usai Kata Pisah
Lenyap Usai Kata Pisah

Lenyap Usai Kata Pisah

8.0
/ 10
Dalam novel romantis miliarder Lenyap Usai Kata Pisah, Sofia Wijaya berhasil menceraikan Revan Mahendra, pewaris mafia, secara diam-diam saat hamil. Ketika Revan menyadari kehilangan sang istri dan calon pewarisnya, ia mengerahkan segalanya untuk mencari Sofia yang kini telah bangkit mandiri.

Ringkasan Lenyap Usai Kata Pisah

Sofia Wijaya memilih mundur dari kehidupan Revan Mahendra setelah Olivia Kartika kembali. Lewat dokumen cerai yang disamarkan, Sofia berhasil mendapatkan kebebasan dari pewaris mafia tersebut tanpa ia sadari. Sofia pergi dalam keadaan mengandung anak Revan. Menyadari kepergian sang istri membawa rahasia besar, Revan kini mengerahkan seluruh kekuatannya untuk memburu Sofia. Namun, Sofia telah bertransformasi menjadi sosok mandiri yang tidak akan lagi tunduk pada kekuasaan sang miliarder.
Selengkapnya

Lenyap Usai Kata Pisah Bab 1

Setelah empat tahun pernikahan, satu tanda tangan dari dirinya sendiri akhirnya membebaskanku, meski dia sama sekali tidak sadar apa yang sudah dia tandatangani.

Aku adalah Sofia Wijaya, istri bayangan dari Revan Mahendra, pewaris keluarga mafia paling berkuasa di kota ini. Tapi saat kekasih masa kecilnya, Olivia Kartika yang gemerlap dan penuh keistimewaan itu kembali, aku akhirnya mengerti, aku hanya sementara.

Jadi aku memainkan langkah terakhirku. Aku menyodorkan dokumen di atas mejanya, gugatan cerai yang kusamarkan sebagai formulir universitas rutin. Revan menandatanganinya tanpa menoleh lagi, ujung pena menggores kertas sama sembrono seperti dia memperlakukan sumpah pernikahan kami, tanpa sadar kalau dia baru saja mengakhiri pernikahan ini.

Namun aku melangkah pergi membawa lebih dari sekadar kebebasan. Tersembunyi di balik mantelku, ada pewarisnya yang belum lahir, rahasia yang kelak bisa menghancurkannya ketika ia sadar apa yang telah ia lepaskan.

Dan sekarang, pria yang dulu bahkan tidak pernah memperhatikanku itu sedang mengguncang dunia untuk mencariku. Dari apartemen megah sampai ke selokan dunia bawah tanah, tak ada sudut yang ia lewatkan. Namun aku bukan mangsa lemah yang hanya menunggu untuk ditangkap.

Aku bangkit dan membangun diriku lagi, di tempat di mana bahkan satu orang pun dari Keluarga Mahendra tidak bisa mengikutiku.

Kali ini, aku tidak akan lagi memohon cintanya.

Justru dia yang akan memohon cintaku.

Aku melangkah masuk ke kantor hukum dengan surat cerai tergenggam di tanganku. Sudah empat tahun. Empat tahun sebagai istri Revan Mahendra, pewaris keluarga mafia paling berkuasa di kota ini.

Hari ini, semua berakhir.

Pengacara itu bahkan tidak menoleh ketika aku masuk.

"Aku mau mengajukan gugatan cerai," kataku sambil meletakkan berkas di mejanya.

Dia akhirnya menatapku, rambut dikuncir berantakan, jeans pudar, ransel masih tersampir di bahu. Ekspresinya berubah kaku. "Nona muda, perceraian bukan sesuatu yang bisa diajukan hanya karena keinginan sesaat."

Aku paham kenapa dia tidak menganggapku serius. Aku memang terlihat seperti mahasiswi yang salah masuk kantor, bukan seseorang yang sudah empat tahun menikah.

Tapi aku sudah ada persiapan.

"Cukup stempel saja berkas ini," kataku tenang. "Aku akan dapatkan tanda tangan suamiku."

Kediaman Keluarga Mahendra terasa terlalu sepi saat aku kembali. Penjaga di gerbang bahkan tidak berkedip ketika aku lewat, aku hanyalah keberadaan yang tak pernah diperhitungkan dalam dunia Revan.

Aku langsung menuju ruang kerja Revan. Pintu sedikit terbuka, dan aku bisa mendengar tawa dari dalam.

Lalu aku mencium baunya.

Truffle.

Revan selalu bilang dia benci bau menyengat di rumah. Tidak boleh ada bawang putih, tidak ada ikan, tidak ada yang meninggalkan jejak aroma. Tapi sekarang, udara dipenuhi wangi truffle putih yang mahal, jenis yang hanya bisa didapatkan orang-orang tertentu.

Aku mendorong pintu.

Di sana dia. Revan, suamiku duduk santai di balik meja, terlihat rileks dengan cara yang tidak pernah aku lihat ketika bersama denganku. Dan di sampingnya ada Olivia Kartika, sahabat masa kecilnya yang kembali ke kota tahun ini setelah perceraiannya sendiri.

Dia sedang menyuapkan sepotong roti berlapis truffle ke mulut Revan, jarinya sengaja berlama-lama di sana.

Begitu Revan melihatku. Senyumnya lenyap.

"Sofia," katanya dingin. "Aku tidak menyangka kamu kembali secepat ini."

Olivia berbalik, Bibir merahnya yang sempurna melengkung membentuk sebuah senyuman. "Oh, Sofia! Kami tadi cuma sedang ngemil. Makanannya hanya cukup untuk berdua, tapi aku yakin kita bisa…"

"Aku baik-baik saja." Aku memotong, lalu melangkah maju.

Aku menyodorkan dokumen itu di atas meja mahoni yang mengilap, suara gesekan kertas terdengar begitu nyaring di ruang kerja yang sunyi. Revan nyaris tidak menoleh dari bir di tangannya, gelasnya berhenti di udara, nyaris menyentuh bibir. Mata Revan sedikit menyipit. "Apa ini?"

"Universitas butuh formulir tanggung jawab keselamatan yang sudah ditandatangani." Aku membalik ke halaman tanda tangan.

"Untuk proyek risetku." Aku menelan ludah. "Karena sekarang kamu satu-satunya keluargaku."

Kebenaran itu terasa berat di antara kami. Orang tuaku sudah lama tiada, tewas dalam kecelakaan mobil mencurigakan yang pertama kali menyeretku masuk ke dunia Revan. Dia lebih mengerti daripada siapa pun, bahwa aku tak punya siapa-siapa selain diriku sendiri.

Revan mengernyit. "Biar kulihat dulu…" Urat-uratku menegang. Biasanya dia tidak pernah meminta untuk membaca apa pun. Dia selalu langsung menandatangani semua dokumen universitas yang kuberikan tanpa pikir panjang.

Kenapa hari ini? Kenapa sekarang?

"Oh Revan." Olivia tertawa, menepuk lengannya. "Kamu terlalu serius! Itu cuma formulir. Ingat berapa banyak dokumen yang kita tanda tangani untuk gala amal bulan lalu?"

Sebagai pewaris Grup Kartika, salah satu mitra bisnis paling penting Keluarga Mahendra, Olivia kembali melangkah mulus ke dalam dunia Revan sejak kepulangannya. Sekarang mereka hampir selalu bersama, di gala, di lelang, di permainan kartu penuh asap di mana kesepakatan besar dibuat.

Ke mana pun Revan pergi belakangan ini, Olivia selalu ada di sisinya, gaun desainernya tampak serasi dengan jas jahitan Revan, seperti pasangan yang memang dipasangkan.

Dia sempat ragu, lalu meraih pena tinta dan menandatangani dengan cepat, sama seperti dia menandatangani surat perintah mati dan kesepakatan bisnis.

Aku segera mengambil berkas itu sebelum dia sempat melihat tulisan besar di halaman pertama: [SURAT CERAI].

Olivia menyeringai. "Jujur saja, Revan, kamu memperlakukannya lebih seperti adik perempuan daripada istri."

Revan tidak menyangkal. Hanya menyesap bir.

Aku berbalik dan keluar sebelum mereka bisa melihat tanganku gemetar.

Pintu pun tertutup di belakangku.

Aku bebas.

Berjalan melewati lorong marmer kediaman Mahendra, aku menggenggam surat cerai yang sudah ditandatangani. Tinta masih basah, tapi pernikahan itu sebenarnya sudah lama berakhir.

Aku teringat betapa berbeda Revan dulu. Cara tangannya yang hangat menelusuri punggungku ketika dia pikir aku tertidur. Cara posesifnya menarikku ke sudut gelap di acara keluarga, bibirnya panas di leherku.

Sekarang dia bahkan nyaris tidak menoleh padaku.

Orang tuaku meninggal saat aku enam belas tahun. Arya Mahendra, kepala Keluarga Mahendra saat itu, menampungku sebagai balas budi pada ayahku, mantan sopirnya yang dulu mati tertembak demi melindunginya. Begitulah aku berakhir tinggal satu atap dengan Revan Mahendra.

Revan adalah segala yang seharusnya tidak kuinginkan. Dingin. Berbahaya. Kejam. Di usia dua puluh lima, dia sudah menguasai setengah kerajaan ayahnya. Koran menyebutnya pengusaha muda. Tapi dunia jalanan punya sebutan lain untuknya.

Awalnya aku menjaga jarak. Membuat diriku tak terlihat. Sampai malam itu, empat tahun lalu, ketika Revan pulang dengan tubuh berlumur darah orang lain.

Dia menemukanku di dapur sedang membalut lukaku sendiri, hadiah dari salah satu anak buah ayahnya yang mengira aku si piatu ini sasaran empuk.

Revan tidak berkata apa-apa. Hanya mengambil perban dari tanganku yang gemetar dan membersihkan lukaku. Saat ibu jarinya menyentuh bagian dalam pahaku, aku seharusnya menolaknya.

Tapi malah menariknya lebih dekat.

Kami menikah tiga minggu kemudian. Sebuah perjanjian bisnis, itulah sebutan dari Revan. Perlindungan untukku, legitimasi untuknya. Aku hampir percaya, sampai Olivia kembali ke kota dan tanpa alasan jelas, agenda rapat malamnya mendadak semakin banyak.

Olivia. Pewaris Keluarga Kartika. Kerajaan konstruksi mereka berhubungan erat dengan Keluarga Mahendra. Sejak kembali setelah perceraiannya, dia selalu ada, menyelusup ke rapat Revan, ke mobilnya, ke hidupnya.

Bulan lalu sudah jadi bukti.

Aku menunggu enam jam di Resto Dante, restoran yang dimiliki Revan lewat perusahaan cangkang, untuk makan malam ulang tahun pernikahan kami. Tangan kanannya, Willi baru muncul tengah malam, membawa gelang berlian dan alasan soal urusan bisnis.

Keesokan paginya, aku melihat foto di kolom gosip, Revan dan Olivia di opera, jarinya terselip di saku jas Revan, tempat yang biasanya menyimpan pistolnya.

Saat itulah aku mulai merencanakan jalan keluar.

Surat cerai ini adalah ujian terakhirku. Revan menandatanganinya tanpa membaca, terlalu sibuk dengan Olivia yang mencuri pandangan dan ciuman darinya.

Sekarang, berdiri di ruang tamu megah rumah itu yang berlapis emas, aku mengusap segel notaris yang timbul dengan ibu jariku. Dalam sebulan masa jeda, kertas ini akan jadi tiket kebebasanku.

Tidak ada lagi sangkar emas. Tidak ada lagi pura-pura.

Revan bisa menyimpan kerajaannya. Kekerasannya. Olivianya.

Aku ingin mengambil kembali hidupku.

Pilih Bab

Aku Tak Punya Siapapun Lagi
Aku Tak Punya Siapapun Lagi
Dalam novel romantis bernuansa misteri Aku Tak Punya Siapapun Lagi, seorang istri yang sekarat akibat gagal hati akut merelakan kuota pengobatannya demi adik angkatnya atas desakan sang suami. Baca novel online ini untuk mengungkap keputusannya menyerahkan segalanya sebelum ajal menjemput.
Dari Saingan Menjadi Ipar
Dari Saingan Menjadi Ipar
Dalam novel romance Dari Saingan Menjadi Ipar, Josie Watson bertekad menceraikan Laurence Andrews yang terus menghinanya demi Rosalie Harris. Di tengah konflik modern novel ini, Josie tidak menyadari bahwa kakak Rosalie diam-diam mendesaknya pergi. Temukan kisah lengkapnya di web novel ini.
Gairah Liar Uncle Sam
Gairah Liar Uncle Sam
Dalam novel Gairah Liar Uncle Sam, Shila terjebak dalam hubungan terlarang dengan pamannya sendiri di bawah atap yang sama. Membawa genre romance modern, kisah ini menguji batas kesetiaan keluarga dan risiko dari rahasia gelap. Baca romance stories ini selengkapnya di web novel kami.
Istri Rahasianya, Aib Publiknya
Istri Rahasianya, Aib Publiknya
Dalam Istri Rahasianya, Aib Publiknya, hidup seorang perawat hancur saat suaminya yang amnesia ternyata Brama, miliarder kejam tunangan sosialita. Romance novel ini mengisahkan perjuangan bertahan hidup dari ancaman sang taipan. Baca web novel modern ini di platform read novels online.
Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
Dalam Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder, pewaris Grup Nelson membalas pengkhianatan mantan kekasihnya. Nikmati billionaire romance novel ini saat ia mengubah martabatnya menjadi kekuatan. Baca webnovel seru tentang balas dendam dan kemewahan yang tak terbatas sekarang.
Rahasia di Koper Suamiku
Rahasia di Koper Suamiku
Dalam novel Rahasia di Koper Suamiku, Dewi menemukan benda asing yang mengungkap pengkhianatan besar. Ikuti kisah romance modern penuh misteri ini saat ia mengungkap tabiat buruk suaminya. Baca web novel ini untuk melihat apakah ia akan bertahan atau membalas dendam di platform online novel kami.
Logo
Panduan Anda untuk drama pendek online terbaik. Pratinjau episode gratis, info pemeran lengkap, dan tautan ke platform resmi — semua dalam satu tempat.
©2026 PinesDramas. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.